PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR DAN SIKAP GOTONG-ROYONG IPAS MELALUI MODEL AUDITORY INTELLECTUALY REPETITION (AIR) DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA DIORAMA
DOI:
https://doi.org/10.51878/science.v5i3.6073Keywords:
Auditory Intelectually Repetition (AIR), Diorama, Prestasi belajar, Gotong-royongAbstract
The low learning achievement and attitude of mutual cooperation are the basis for this research. This classroom action research applies the Auditory Intellectually Repetition (AIR) learning model using diorama media in an effort to improve students' learning achievement and attitude of mutual cooperation. The research conducted consisted of two cycles and each cycle consisted of two meetings, so this research was carried out in 4 meetings. The subjects of the research were grade IV students of SDN 2 Purbalingga Lor with a total of 33 students, with data collection using tests and non-tests. The instruments used were tests, questionnaires, observations and documentation. The results of the study showed an increase in learning achievement from cycle I 43.93% (less) and cycle II to 84.84% (very good). Then, the results of the study also showed an increase in the attitude of mutual cooperation from cycle I 2.48 (sufficient) and cycle II to 3.29 (very good). The results of this study indicate that the application of the Auditory Intellectually Repetition (AIR) learning model using diorama media is able to improve students' learning achievement and cooperative attitudes in the science subject.
ABSTRAK
Rendahnya prestasi belajar dan sikap gotong-royong menjadi dasar dilakukannya penelitian ini. Penelitian tindakan kelas ini menerapkan model pembelajaran Auditory Intelectually Repetition (AIR) dengan menggunakan media diorama dalam upaya meningkatkan prestasi belajar dan sikap gotong-royong siswa. Penelitian yang dilakukan terdiri dari dua siklus dan setiap siklus terdiri dari dua pertemuan, maka penelitian ini dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan. Subjek penelitian yaitu siswa kelas IV SDN 2 Purbalingga Lor dengan total 33 siswa, dengan pengumpulan data menggunakan tes dan non tes. Intsrumen yang digunakan yaitu tes, angket, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan prestasi belajar dari siklus I 43,93% (kurang) dan siklus II menjadi 84,84% (baik sekali). Kemudian, hasil penelitian juga menunjukan peningkatan pada sikap gotong-royong dari siklus I 2,48 (cukup) dan siklus II menjadi 3,29 (sangat baik). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Auditory Intelectually Repetition (AIR) menggunakan media diorama mampu meningkatkan prestasi belajar dan sikap gotong-royong siswa pada mata pelajaran IPAS.
Downloads
References
Rifa’i, B A. (2020). Upaya peningkatan pembelajaran Pendidikan Jasmani dengan model pembelajaran TGT (Team Games Tournament) di sekolah dasar. Prosiding Seminar Nasional FIK, 208–212.
Aries, A. M. (2022). Peningkatan karakter gotong royong melalui Market Day di sekolah dasar. Dewantara: Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora, 1(4), 68–81. https://doi.org/10.30640/dewantara.v1i4.388
Asriani, P., et al. (2017). Bahan ajar berbasis pendidikan karakter untuk. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 2(11), 1456–1468.
Ekasari, E. R. R., & Trisnawati, N. (2020). Pengaruh model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) terhadap hasil belajar siswa kelas X OTKP di SMKN 2 Buduran. Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP), 9(1), 236–245. https://doi.org/10.26740/jpap.v9n1.p236-245
Evitasari, A. D., & Aulia, M. S. (2022). Media diorama dan keaktifan belajar peserta didik dalam pembelajaran IPA. Jurnal Riset Pendidikan Dasar (JRPD), 3(1), 1. https://doi.org/10.30595/jrpd.v3i1.11013
Hasan, M., et al. (2021). Media pembelajaran. Tahta Media Group.
Hidayat, R., & Abdillah. (2019). Ilmu pendidikan.
Hidayati, N. A., & Darmuki, A. (2021). Penerapan model Auditory Intellectually Repetition (AIR) untuk meningkatkan kemampuan berbicara pada mahasiswa. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 7(1), 252–259. https://doi.org/10.31949/educatio.v7i1.959
Kurniawan, A., et al. (2022). Metode pembelajaran di era digital 4.0.
Labudasari, E., & Rochmah, E. (2018). Peran budaya sekolah dalam meningkatkan karakter siswa sekolah dasar. Prosiding Seminar Nasional PGSD, 1(1), 299–310.
Maria, E., et al. (2023). Membangun sense of belonging (rasa memiliki) individu dan menerapkannya sebagai wujud motivasi diri dalam bekerja dan kecintaan terhadap organisasi pada YPK Don Bosco Kam. Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Methabdi, 3(1), 104–112. https://doi.org/10.46880/methabdi.vol3no1.pp104-112
Octavia, S. A. (2019). Model-model pembelajaran.
Pujiastutik, H. (2016). Penerapan model pembelajaran AIR (Auditory, Intellectualy, Repetition) untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa mata kuliah Belajar Pembelajaran. Prosiding Biology Education Conference, 13(1), 515–518.
Qodarwati, A. E., et al. (2022). Pengaruh model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) terhadap kemampuan musikalitas siswa sekolah dasar. Jurnal Cakrawala Pendas, 8(4), 1495–1507. http://dx.doi.org/10.31949/jcp.v8i4.2657
Rahayu, B. A., & Permana, I. (2019). Bullying di sekolah: Kurangnya empati pelaku bullying dan pencegahan. Jurnal Keperawatan Jiwa, 7(3), 237. https://doi.org/10.26714/jkj.7.3.2019.237-246
Rahmawati, K., & Fatmawati, L. (2016). Penanaman karakter toleransi di sekolah dasar inklusi melalui pembelajaran berbasis multikultural. Prosiding Seminar Nasional Inovasi Pendidikan, 293–302.
Rahmawati, N. R., et al. (2021). Karakter religius dalam berbagai sudut pandang dan implikasinya terhadap model pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Ta’dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, 10(4), 535. https://doi.org/10.32832/tadibuna.v10i4.5673
Ramadhani, S., et al. (2022). Penanaman sikap sosial melalui pembelajaran IPS pada siswa sekolah dasar negeri. Gema Wiralodra, 13(1), 181–197. https://doi.org/10.31943/gw.v13i1.214
Rangkuti, L. (2016). Penerapan model Auditory Intelectually Repetition (AIR) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pembelajaran tematik tema 1 subtema 3 pembelajaran 1 di kelas IV MIS Seroja Dua, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang [Tesis].
Rimadhani, K. H., & Arief, C. U. (2022). Penanaman karakter gotong royong dan tanggung jawab melalui metode pembiasaan di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 6(4), 6419–6427.
Rohani. (2020). Media pembelajaran.
Saharuddin, S., et al. (2022). Penerapan model pembelajaran AIR (Auditory, Intellectually and Repetition) berbantuan media interaktif dalam pembelajaran online terhadap motivasi dan hasil belajar IPS kelas IV. Gema Wiralodra, 13(2), 439–454. https://doi.org/10.31943/gw.v13i2.286
Saleh, & Syahruddin, D. (2023). Media pembelajaran. Eureka Media Aksara.
Sari, H. I., et al. (2019). Modul media pembelajaran. Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung.
Suhelayanti et al. (2023). Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Sosial (IPAS). Penerbit Yayasan Kita Menulis.
Tasbihah, N. L., & Suprijono, A. (2021). Pengaruh pembelajaran daring berbasis media virtual tour to museum terhadap motivasi siswa belajar IPS di kelas VIII SMPN 1 Gresik. Dialektika Pendidikan IPS, 1(1), 16–25.
Utomo, E. P. (2018). Internalisasi nilai karakter nasionalis dalam pembelajaran IPS untuk membangun jati diri ke-Indonesia-an. Socia: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 14(2), 95–102. https://doi.org/10.21831/socia.v14i2.18626
Waritsman, A. (2020). Hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar matematika siswa. Tolis Ilmiah: Jurnal Penelitian, 1(2), 124–129.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













