KAJIAN ETNOSAINS TRADISI DOLE-DOLE MASYARAKAT BUTON SEBAGAI SUMBER BELAJAR BERBASIS KEARIFAN LOKAL
DOI:
https://doi.org/10.51878/science.v5i2.5023Keywords:
etnosains, dole-dole, sumber belajarAbstract
The dole-dole tradition is a form of local wisdom of the Buton people that has been passed down from generation to generation and is full of cultural, spiritual and health values. The procession focuses on the ritual of child recovery and protection, with a series of stages such as massaging using coconut oil, rolling on banana leaves, and bathing with a mixture of sea water, fresh water, and medicinal plants. This study aims to assess the potential of dole-dole as a local wisdom-based learning resource in learning Natural Sciences (IPA) at the Junior High School (SMP) level. The type of research used is descriptive qualitative through literature review, participatory observation, and interviews with traditional leaders (bhisa) and local culturists. The results showed that elements in the dole-dole tradition reflect various science concepts, such as the human organ system, heat and heat transfer, force and motion, substances and their properties, mixtures and solutions, and biodiversity. Thus, the dole-dole tradition has the potential to be an alternative contextual learning resource that can integrate science and local culture. This integration not only improves students' understanding of science concepts in a more meaningful way, but also fosters a sense of love for local culture and the surrounding environment.
ABSTRAK
Tradisi dole-dole merupakan salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Buton yang diwariskan secara turun-temurun dan sarat dengan nilai-nilai budaya, spiritual, dan kesehatan. Prosesi ini berfokus pada ritual pemulihan dan perlindungan anak, dengan serangkaian tahapan seperti pemijatan menggunakan minyak kelapa, penggulingan di atas daun pisang, serta mandi dengan campuran air laut, air tawar, dan tumbuhan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi dole-dole sebagai sumber belajar berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui kajian literatur, observasi partisipatif, dan wawancara dengan tokoh adat (bhisa) serta budayawan lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa unsur-unsur dalam tradisi dole-dole mencerminkan berbagai konsep IPA, seperti sistem organ tubuh manusia, kalor dan perpindahan panas, gaya dan gerak, zat dan sifatnya, campuran dan larutan, serta keanekaragaman hayati. Dengan demikian, tradisi dole-dole sangat berpotensi menjadi alternatif sumber belajar kontekstual yang dapat mengintegrasikan sains dan budaya lokal. Integrasi ini tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap konsep-konsep IPA secara lebih bermakna, melainkan juga menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya lokal dan lingkungan sekitarnya.
Downloads
References
Amalia, T. (2023). Identifikasi jenis-jenis tumbuhan yang dimanfaatkan dalam ritual adat masyarakat sub etnis Wolio [Skripsi, Universitas Muhammadiyah Buton].
Aswandari, A., et al. (2025). Analisis kebutuhan pengembangan media flashcard berbasis kearifan lokal Musi Banyuasin sebagai alat bantu pembelajaran penjumlahan di kelas I sekolah dasar. Science: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA, 5(2), 680. https://doi.org/10.51878/science.v5i2.5221
Darlian, L., et al. (2019). Kajian etnobotani tumbuhan dalam upacara kehamilan (Posipo) hingga masa anak-anak (Dole-dole) pada masyarakat Wolio Kota Bau-Bau. Sainsmat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam, 8(1), 95. https://doi.org/10.35580/sainsmat81127652019
Dinurrohmah, S., et al. (2023). Potensi pembelajaran berbasis etnosains dalam buku ajar kurikulum merdeka IPA SMP Kelas VII. Kappa Journal, 7(2), 184–192.
Haif, A., & Syahputra, A. (2024). Prosesi tradisi Pedole-dole pada masyarakat Buton (Studi kebudayaan Islam). Tumanurung: Jurnal Sejarah dan Budaya, 4(1), 30–43.
Ista, A., et al. (2024). Je’ne ta’luka sumbayang tang tappu masyarakat suku Kajang ditinjau dari nilai pendidikan Islam multikultural. Cendekia: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 4(3), 221. https://doi.org/10.51878/cendekia.v4i3.3007
Kasi, Y. F., et al. (2021). A thematic review on exploring ethnoscience in science education: A case in Indonesia. Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah, 6(2), 229. https://doi.org/10.24042/tadris.v6i2.9509
Luawo, S. D., et al. (2025). Deskripsi pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran IPAS kelas 4 SD. Science: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA, 5(2), 526. https://doi.org/10.51878/science.v5i2.4874
Maharani, O., et al. (2024). Implementasi discovery learning berbasis etnopedagogi dalam pembelajaran di sekolah dasar: Potensi kearifan lokal untuk pembentukan karakter siswa. Learning: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 4(4), 1206. https://doi.org/10.51878/learning.v4i4.3762
Mane, W., et al. (2019). Makna simbolik tradisi pengobatan Pedole-dole pada siklus hidup masa anak-anak di Kelurahan Watolo Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah. Lisani, 2(1), 40–47. https://doi.org/10.33772/lisani.v2i1.610
Putri, D. O., et al. (2025). Implementasi model children learning in science dalam pembelajaran IPAS materi ekosistem kelas III. Science: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA, 5(2), 627. https://doi.org/10.51878/science.v5i2.5096
Rahmayanti, W. O., et al. (2021). Eksplorasi tradisi Padole-dole Suku Buton sebagai pengobatan tradisional dalam meningkatkan daya tahan tubuh anak. Jurnal Ilmu Kesehatan, 10(1), 46–56. https://doi.org/10.32831/jik.v10i1.356
Rizky, A., & Andromeda, A. (2024). Pengembangan lembar kerja peserta didik termokimia berbasis problem based learning terintegrasi etnosains pada fase F SMA. Science: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA, 4(4), 345. https://doi.org/10.51878/science.v4i4.3500
Septina, E. A., et al. (2025). Korelasi budaya, potensi lokal dan kearifan lokal pada pembelajaran IPA berbasis etnosains. Journal of Science Education Research and Innovation, 1(1), 25–32.
Siregar, M. S., & Nirmawan, N. (2025). Representasi budaya lokal pada legenda Danau Toba di era digital. Cendekia: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(3), 942. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i3.6238
Suhermi, L. (2025). Permainan tradisional sebagai jembatan antara budaya lokal dan konsep matematika pada siswa kelas VI. Science: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA, 5(2), 672. https://doi.org/10.51878/science.v5i2.5355
Sukiastini, I. G. A. N. K., et al. (2024). Literature review: Integrasi model pembelajaran IPA dengan digitalisasi dan kearifan lokal untuk menghadapi tantangan di masa depan. Science: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA, 4(4), 318. https://doi.org/10.51878/science.v4i4.3343
Syazali, M., & Umar, U. (2022). Peran kebudayaan dalam pembelajaran IPA di Indonesia: Studi literatur etnosains. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 8(1), 344. https://doi.org/10.31949/educatio.v8i1.2099
Udu, S., et al. (2019). Hedole-dole: Metode tradisional masyarakat Wakatobi mencegah stunting. Al-Irsyad, 14(2), 32–41. https://doi.org/10.31332/ai.v14i2.1508
Wulandari, A. D., & Arum, P. (2019). Determinan balita bawah garis merah (BGM) di wilayah kerja Puskesmas Pasirian Kabupaten Lumajang. Harena, 2(2), 42–53.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













