PENINGKATAN HASIL BELAJAR FISIKA SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW DI SMAN 3 BENGKALIS
DOI:
https://doi.org/10.51878/science.v3i1.2124Keywords:
Model Pembelajaran Jigsaw, Hasil Belajar FisikaAbstract
The classroom action research (PTK) with the application of a jigsaw learning model to improve physics learning outcomes. The learning model is a cooperative learning model with students learning in small groups consisting of 4-6 people heterogeneously, working together, positively interdependent and responsible for completing the part of learning material that must be learned and delivered to group members. The problem to be solved is the low physics learning outcomes of class XI MIPA 2 in Bengkalis Public High School 3 involving 20 students. This study consisted of 2 cycles, in each cycle consisting of four stages, namely Planning, Implementation, Observation and Reflection. In the pre-cycle process, the percentage of student learning completeness is 40,00 %, then after learning the first cycle with the application of the Jigsaw Cooperative Learning Type model there is an increase in the percentage of learning completeness to 65,00 %. And in the second cycle managed to achieve a significant percentage of completeness of 75,00 %. The results concluded that there was an increase in students' physics learning outcomes as the jigsaw learning model was implemented.
ABSTRAK
Penelitian tindakan kelas (PTK) ini menggunakan penerapan model pembelajaran jigsaw dalam meningkatkan hasil belajar fisika siswa. Model pembelajaran ini adalah model pembelajaran kooperatif dengan siswa belajar dalam kelompok kecil terdiri dari 4-6 orang secara heterogen, bekerja bersama, saling bergantung positif dan bertanggung jawab atas ketuntasan bagian materi pembelajaran yang harus dipelajari dan disampaikan kepada anggota kelompok. Permasalahan yang hendak dipecahkan adalah rendahnya hasil belajar fisika kelas XI MIPA 2 di SMA Negeri 3 Bengkalis yang melibatkan 20 orang siswa. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus, pada setiap siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi dan Refleksi. Pada proses prasiklus, persentase ketuntasan belajar siswa yaitu sebesar 40,00 %, kemudian setelah dilaksanakan pembelajaran siklus I dengan penerapan model pembelajaran Cooperative Learning Tipe Jigsaw ada peningkatan persentase ketuntasan belajar menjadi 65,00 %. Dan pada siklus II berhasil mencapai persentase ketuntasan yang signifikan sebesar 75,00 %. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ada peningkatan hasil belajar fisika siswa seiring diterapkannya model pembelajaran jigsaw.
References
Arends, R. (2008). Cooperative learning: mempraktekkan cooperative learning di kelas. Jakarta: PT. Grasindo.
Depdiknas. (2004). Rambu-rambu penetapan ketuntasan belajar minimal dan analisis hasil pencapaian standar ketuntasan belajar. Jakarta: Depdiknas.
Effendi, H., & Hendriyani, Y. (2020). The Conceptual and Hypothetical Model of Interactive Blended Problem Based Learning. JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia), 8(2), 285-292.
Gunawan, I. (2019). Manajemen Kelas. Depok: Rajagrafindo Persada
Harefa, D. (2021). Monograf: Penggunaan Model Pembelajaran Meaningful Instructional Design Dalam Pembelajaran Fsika. Sumatra Barat: CV. Insan Cendikia Mandiri.
Kurnia, V. T., Damayani, A. T., & Kiswoyo, K. (2019). Keefektifan Model Pembelajaran Number Head Together (NHT) Berbantu Media Puzzle terhadap Hasil Belajar Matematika. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 3(2), 192-201.
Lauren, C., & Puspasari, D. (2020). Pengaruh model pembelajaran jigsaw terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran otomatisasi tata kelola kepegawaian kelas XI OTKP di SMKN 1 Surabaya. Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP), 8(1), 36-46.
Lestari, I. D., Ekanara, B., & Purwaningsih, D. E. (2021). Upaya meningkatkan kemampuan kognitif siswa kelas XI SMAN 4 Kota Serang melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Indonesian Journal of Educational Development, 1(4), 641-649.
Nurweda, N. (2022). Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah. Vocational: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan, 2(1), 19-26.
Rusman. (2018). Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalitas Guru. Ed 7. Jakarta: Rajawali Pers.
Setiawati, K. S., Parwata, I. G. L. A., & Suratmin. (2020). Pengaruh Model Pembelajaran dan Minat Belajar terhadap Hasil Belajar Senam Lantai. Jurnal Penjakora, 7(1), 17-29.
Simanjuntak, R. (2021). Penerapan Model Kooperatif Tipe Jigsaw terhadap Hasil Belajar Tematik Siswa Kelas V SD Negeri 003 Rambah. Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 10(1), 111-114.
Suryana. (2020). Permasalahan Mutu Pendidikan dalam Perspektif Pembangunan Indonesia. Jurnal Edukasi, 14(1).
Tim. (2008). Panduan lengkap KTSP (kurikulum tingkat satuan pendidikan). Yogyakarta: Pustaka Yustisia.
Wiratmaja, C. G. A. (2019). Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Siswa. Jurnal Santiaji Pendidikan (JSP), 9(2), 127-133.
Yeyet. (2021). Peningkatan Keterampilan Berbicara Siswa Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dalam Pembelajaran Bahasa Sunda. Jurnal Educatio, 7(2), 367–374.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













