HUBUNGAN KADAR GLUKOSA DARAH DENGAN KADAR KREATININ PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 YANG DISERTAI HIPERTENSI
Keywords:
Diabetes Melitus Tipe 2, Kadar Glukosa Darah, Kadar Kreatinin, HipertensiAbstract
ABSTRACT
Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a chronic metabolic disease characterized by elevated blood glucose levels due to impaired insulin secretion or reduced insulin sensitivity. Long-term hyperglycemia is associated with an increased risk of renal complications, while hypertension as a comorbidity may accelerate kidney function decline. This study aimed to analyze the relationship between blood glucose levels and creatinine levels in patients with T2DM accompanied by hypertension. This study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach conducted at the Regional Health Laboratory Unit of Probolinggo Regency from October 2025 to May 2026. A total of 42 respondents were selected using purposive sampling. Blood glucose levels were examined using the enzymatic Glucose Oxidase–Peroxidase Aminophenazone Phenol (GOD-PAP) colorimetric method, while creatinine levels were analyzed using the Sarcosine Oxidase method with a Mindray BS-220E Chemistry Analyzer. Data were analyzed using the Shapiro–Wilk normality test and Spearman correlation test. The results showed that most respondents had elevated blood glucose levels, while creatinine levels remained within the normal range in the majority of respondents. Spearman analysis revealed a positive relationship between blood glucose and creatinine levels with a weak correlation strength (p-value=0.040; r=0.318). These findings indicate that increased blood glucose levels are associated with a tendency toward changes in creatinine levels among patients with T2DM and hypertension. Therefore, blood glucose control and regular monitoring of kidney function are important as preventive measures against renal complications in this population.
ABSTRAK
Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat gangguan sekresi maupun kerja insulin. Hiperglikemia jangka panjang berkaitan dengan risiko komplikasi ginjal, sedangkan hipertensi sebagai komorbid dapat mempercepat penurunan fungsi ginjal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kadar glukosa darah dan kadar kreatinin pada penderita DM tipe 2 dengan hipertensi. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan di UPT Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Probolinggo pada Oktober 2025–Mei 2026. Sebanyak 42 responden dipilih melalui teknik purposive sampling. Pemeriksaan kadar glukosa darah menggunakan metode GOD-PAP enzimatik kolorimetri, sedangkan kadar kreatinin dianalisis menggunakan metode Sarcosine Oxidase dengan alat Mindray BS-220E Chemistry Analyzer. Data dianalisis menggunakan uji Shapiro–Wilk dan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden mengalami peningkatan kadar glukosa darah, sementara kadar kreatinin sebagian besar masih dalam batas normal. Uji Spearman menunjukkan adanya hubungan positif antara kadar glukosa darah dan kreatinin dengan kekuatan korelasi lemah (p-value=0,040; r=0,318). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kadar glukosa darah berkaitan dengan kecenderungan perubahan kadar kreatinin pada penderita DM tipe 2 dengan hipertensi. Pengendalian glukosa darah dan pemantauan fungsi ginjal secara berkala diperlukan sebagai upaya pencegahan komplikasi ginjal pada kelompok tersebut.
Downloads
References
Anggoro, P. D., Badriah, D. L., & Mamlukah, M. (2025). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diabetes melitus type 2 pada lansia. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal, 16(01), 242-250. https://doi.org/10.34305/jikbh.v16i01.1644
Care, D. (2026). Introduction and Methodology: Standards of Care in Diabetes—2026. American Diabetes Association Professional Practice Committee for Diabetes, 49, 1-5. https://doi.org/10.2337/dc25-SINT
de Boer, I. H., Caramori, M. L., Chan, J. C., Heerspink, H. J., Hurst, C., Khunti, K., ... & Rossing, P. (2020). KDIGO 2020 clinical practice guideline for diabetes management in chronic kidney disease. Kidney international, 98(4), S1-S115. https://doi.org/10.1016/j.kint.2020.06.019
Dewi, A. A. R., & Ayuningtyas, D. (2023). Policy implementation analysis of SPM health sector for hypertension sufferers in South Kalimantan Province, Indonesia in 2022. Journal of Indonesian Health Policy and Administration, 8(3), 5. https://doi.org/10.7454/ihpa.v8i3.7276
Duncan, B. B., Magliano, D. J., & Boyko, E. J. (2026). IDF diabetes atlas 11th edition 2025: global prevalence and projections for 2050. Nephrology Dialysis Transplantation, 41(1), 7-9. https://doi.org/10.1093/ndt/gfag014
E. Huether, S., L. McCance, K., & L. Brashers, V. (2023). Understanding pathophysiology. Elsevier. https://evolve.elsevier.com/cs/product/9780323937283
Ednur, M. P., Prabowo, D. A., Pohan, D. M., Berlyana, I., Fatima, Q. A. N., Nurhani, S. E., ... & Sundari, S. (2023, September). Prevalensi Hipertensi dan Diabetes Melitus Pada Masyarakat Dusun Cibuk Lor Ii. In Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat (Vol. 6, No. 1). https://doi.org/10.18196/ppm.61.1185
Firdhausy, R. (2024). Gambaran Kadar Kreatinin Pada Pasien Diabetes Melitus Berdasarkan Kadar HbA1c Di Rumah Sakit Umum Daerah Jombang Periode Tahun 2023 (Doctoral dissertation, Universitas Airlangga). http://repository.unair.ac.id/id/eprint/138647
Herlina, H. (2025). Evaluation of Creatinine Levels as an Indicator of Kidney Function in Diabetes Mellitus Patients at RSU Haji Medan. MEDISTRA MEDICAL JOURNAL (MMJ), 2(2), 61-66. https://doi.org/10.35451/mmj.v2i2.2665
Hita, I. P. A. D., & Pranata, D. (2021). Hubungan Tingkat Kejadian Diabetes Melitus Terhadap Kondisi Hipertensi Di Indonesia. Sporta Saintika, 6(2), 132-146. https://doi.org/10.24036/sporta.v6i2.182
Isnaeni, N., & Surdianah, S. (2024). Pemeriksaan ureum dan kreatinin dalam sampel serum darah pasien menggunakan metode fotometrik di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar. Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi, 4(3), 215-224. https://doi.org/10.24252/filogeni.v4i3.49494
Isnaeni, N., Sijid, S. A., & Surdianah, S. (2024). Pemeriksaan ureum dan kreatinin dalam sampel serum darah pasien menggunakan metode fotometrik di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar. Filogeni: Jurnal Mahasiswa Biologi, 4(3), 215–224. https://doi.org/10.24252/filogeni.v4i3.49494
Jumadewi, A., et al. (2022). Kadar kreatinin serum pasien diabetes mellitus tipe 2 pada kelompok usia 40 tahun ke atas. Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan, 4(1), 52. https://doi.org/10.30867/gikes.v4i1.1060
Kriswiastiny, R., Hadiarto, R., & Prasetia, T. (2022). Hubungan lama menderita diabetes melitus dan kadar gula darah dengan kadar kreatinin pasien diabetes melitus tipe 2 pada perempuan dan laki-laki. Medical Profession Journal of Lampung, 12(3), 413-420. https://doi.org/10.53089/medula.v12i3.373
Kriswiastiny, R., Hidayat, N. A., Mustofa, F. L., & Hermawan, D. (2022). Hubungan lama menderita diabetes melitus dan kadar gula darah dengan kadar kolesterol total pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Husada Bandar Lampung tahun 2021. Medical Profession Journal of Lampung, 12(3), 486-494. https://doi.org/10.53089/medula.v12i3.347
Pratami, R. A., Zamzam, M., & Cahyani, F. (2023). Gambaran Capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kesehatan dengan Kasus Hipertensi dan Diabetes Melitus di Jawa Timur Tahun 2022. SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 2(3), 737-744. https://doi.org/10.55123/sehatmas.v2i3.1910
Pratiwi, K. M. W. (2026). Hubungan Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Kejadian Stroke Iskemik pada Pasien Poliklinik Neurologi di RSUD Buleleng Tahun 2024 (Doctoral dissertation, Universitas Pendidikan Ganesha). http://repo.undiksha.ac.id/id/eprint/27642
Purwati, K., Yulia, L., & Aisah, S. (2023). Hubungan kadar ureum dan kreatinin dengan tekanan darah pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Kota Batam tahun 2021. 13(1). https://doi.org/10.37776/zked.v13i1.1151
Rahman, Z., Atrie, U. Y., Pujiati, W., & Ernawati, E. (2025). Edukasi Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Medika: Medika, 4(3), 313-318. https://doi.org/10.31004/c1ek6b34
Rasyid Djumadi, et al. (2023). Asuhan keperawatan gerontik dengan berbagai masalah kesehatan. Nuansa Fajar Cemerlang. https://www.google.co.id/books/edition/Asuhan_Keperawatan_Gerontik_Dengan_Berba/PMeAEQAAQBAJ
S. Wibowo, D. (2021). Anatomi tubuh manusia. Grasindo. https://www.google.com/books/edition/Anatomi_Tubuh_Manusia/CRkSw4KFhoIC
Septi Fandinata, S., & Ernawati, L. (2020). Management terapi pada penyakit degeneratif (diabetes mellitus dan hipertensi): Mengenal, mencegah dan mengatasi penyakit degeneratif (diabetes mellitus dan hipertensi). Graniti. https://books.google.co.id/books?id=oFIMEAAAQBAJ
Suci, T., & Ginting, J. B. (2023). Pengaruh Faktor Usia, Indeks Massa Tubuh, dan Kadar Gula Darah Terhadap Kejadian Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Keperawatan Priority, 6(2), 12-19. https://doi.org/10.34012/jukep.v6i2.3693
Teufel, F., Orgutsova, K., Genitsaridi, I., Carrillo-Larco, R. M., Varghese, J. S., Marcus, M. E., ... & Ali, M. K. (2026). Global, regional, and national estimates of undiagnosed diabetes in adults: Findings from the 2025 IDF Diabetes Atlas. Diabetes Care, 49(3), 490-496. https://doi.org/10.2337/dc25-2583
Wongkar, E., & Mpila, D. A. (2026). Analisis Pola Penggunaan Antidiabetik Oral terhadap Kadar Glikohemoglobin (HbA1c) Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Tuminting. Jurnal Lentera Farma, 5(1), 44-51. https://doi.org/10.57207/g9cts955
Wulandari, F. (2024). Gambaran Kadar Hemoglobin Dan Kadar Kreatinin Serum Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di RSUD Jombang Periode Agustus–Desember Tahun 2023 (Doctoral dissertation, Universitas Airlangga). http://repository.unair.ac.id/id/eprint/139061
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Danishka Retno Palupi, Edy Haryanto, Anik Handayati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0
