PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA DALAM KASUS KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK DI LEMBAGA PENDIDIKAN KEAGAMAAN

Authors

  • Saidatul Aulia Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Semarang
  • Eko Handoyo Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.51878/manajerial.v6i3.12399

Keywords:

hak asasi manusia, kekerasan seksual, anak, lembaga pendidikan keagamaan, perlindungan anak.

Abstract

The rise in cases of sexual violence within religious educational institutions, which undermine students' sense of security, underscores this research. These operational issues trigger prolonged psychological trauma, the deprivation of dignity, profound fear, and obstacles to children's sustainable growth and development. The primary focus of this scientific study is to analyze forms of human rights violations and formulate a draft strategy for strengthening child protection systems in religious educational institutions. This qualitative research, conducted using a literature review, was conducted through a review of 19 draft scientific articles published between 2020 and 2025. Data collection and processing procedures were executed using structured content analysis techniques. Theoretically, the research findings reveal that sexual violence against children is a form of human rights violation that deprives victims of their right to education, a sense of security, and the physical and mental safety of their children. This violence is triggered by unequal power relations among leaders, a widespread culture of silence, and a weak internal institutional oversight system. The main conclusion emphasizes that strengthening child protection requires the implementation of effective legal regulations, the drafting of operational standards for institutional prevention, increasing safety literacy, and the provision of integrated trauma support and recovery services to create a friendly, inclusive, and conducive learning environment for all students.

ABSTRAK

Maraknya kasus kekerasan seksual di lingkungan institusi pendidikan keagamaan yang merenggut rasa aman peserta didik melatarbelakangi kegiatan penelitian ini. Masalah operasional tersebut memicu timbulnya trauma psikologis berkepanjangan, perampasan harkat martabat, ketakutan mendalam, serta hambatan terhadap proses tumbuh kembang anak secara berkelanjutan. Fokus utama kajian ilmiah ini adalah menganalisis bentuk pelanggaran hak asasi manusia serta merumuskan draf strategi penguatan sistem perlindungan anak pada lembaga pendidikan keagamaan. Langkah-langkah penelitian kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (literature review) ini dioperasikan melalui penelusuran 19 draf artikel ilmiah terbitan tahun 2020 hingga 2025. Prosedur pengumpulan dan pengolahan data dieksekusi memakai teknik analisis isi (content analysis) secara terstruktur. Temuan riset secara teoretis menyingkap bahwa kekerasan seksual terhadap anak merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang merampas hak atas pendidikan, rasa aman, dan keselamatan fisik maupun mental korban. Terjadinya kekerasan tersebut dipicu oleh ketimpangan relasi kuasa pimpinan, maraknya budaya diam (silence culture), serta lemahnya sistem pengawasan internal institusi. Simpulan utama menegaskan bahwa penguatan perlindungan anak membutuhkan implementasi regulasi hukum yang efektif, pembuatan draf standar operasional pencegahan kelembagaan, peningkatan literasi keselamatan, serta penyediaan layanan pendampingan dan pemulihan trauma secara terpadu demi mewujudkan lingkungan belajar yang ramah, inklusif, dan kondusif bagi seluruh peserta didik.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ananda, R. F., Ediwarman, E., Yunara, E., & Ikhsan, E. (2023). Perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban kejahatan pelecehan seksual dalam perspektif viktimologi. Locus Journal of Academic Literature Review, 2(1), 52–65. https://doi.org/10.56128/ljoalr.v2i1.125

Antoni, H., Hosnah, A. U., & Simanjuntak, A. C. A. (2024). Perlindungan hukum bagi korban kekerasan seksual pada anak berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Logika: Journal of Multidisciplinary Studies, 15(2), 235–247. https://doi.org/10.25134/logika.v15i02.10471

Azizah, N. D. N., Rahman, Y. R., Nurani, F., Nurusafa, N. M., Hidayah, B. A., & Waljinah, S. (2026). Legal protection for children against online gender-based violence and doxing on social media. Law and Justice, 10(2), 157–175. https://doi.org/10.23917/laj.v10i2.12581

Bahri, S. (2020). Menggagas era baru pendidikan Islam 4.0 yang visioner. AL-USWAH: Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Agama Islam, 2(2), 89–98. https://doi.org/10.24014/au.v2i2.7590

Candraningrum, D., & Faruq, E. R. (2026). Religious authority and sexual violence. The International Journal of Critical Cultural Studies, 24(1), 15–28. https://doi.org/10.18848/2327-0055/cgp/a241

Carmela, H. R. F., & Suryaningsi, S. (2021). Penegakan hukum dalam pendidikan dan perlindungan anak di Indonesia. Nomos: Jurnal Penelitian Ilmu Hukum, 1(2), 58–65. https://doi.org/10.56393/nomos.v1i2.570

Firmansah, F., Subroto, D. E., Kristanti, D., & Arifin, A. (2022). Efektivitas implementasi pendidikan karakter pada sekolah boarding. Risâlah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 8(3), 1113–1129. https://doi.org/10.31943/jurnalrisalah.v8i3.312

Harahap, A. F. Z., Aqilasyach, D., Syafawaty, F. A., Zen, F. S., Zuhra, M., Elza, M. P., Zebua, R. A., Siahaan, Q. W., & Fajriawati, F. (2024). Implikasi kesehatan mental akibat kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur. JERUMI: Journal of Education, Religion, Humanities and Multidiciplinary, 2(1), 497–502. https://doi.org/10.57235/jerumi.v2i1.2010

Hiola, M. A. P. (2025). Perlindungan hukum bagi korban kekerasan seksual dalam sistem peradilan pidana. Law & Social Justice Journal, 3(1), 44–56. https://doi.org/10.61121/crhn7268

Ilhami, A. N., & Leksono, A. B. (2022). Perlindungan hukum terhadap korban yang mengalami peristiwa kekerasan seksual dalam perspektif hak asasi manusia. Jurnal Ilmiah Publika, 10(2), 398–407. https://doi.org/10.33603/publika.v10i2.7836

Irawan, A., Léonard, T., Rizal, S., & Pakpahan, E. F. (2025). Restorative justice as a form of legal protection for children involved in legal cases in the juvenile criminal justice system in Indonesia. Dalam Advances in Social Science, Education and Humanities Research (pp. 423–434). Atlantis Press. https://doi.org/10.2991/978-2-38476-531-7_44

Kakunsi, N. M. A., Imran, S. Y., & Kaluku, J. A. (2024). Melindungi generasi mengungkap kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan dan solusi holistiknya. SINERGI: Jurnal Riset Ilmiah, 1(12), 1201–1213. https://doi.org/10.62335/sa7k9578

Na’imah, T., Widyasari, Y., & Herdian, H. (2020). Implementasi sekolah ramah anak untuk membangun nilai-nilai karakter anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 747–755. https://doi.org/10.31004/obsesi.v4i2.283

Nada, F. K. Q. (2025). Tinjauan terhadap strategi holistik dalam pencegahan, pemulihan, perlindungan terhadap korban pelecehan seksual anak di bawah umur. Jejak Digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(3), 399–402. https://doi.org/10.63822/hgdwe554

Nahar, A., Nisa, I., & Asfiya, M. (2022). Penanganan kekerasan seksual terhadap anak: Perspektif pendidikan Pancasila. Smart Law Journal, 1(1), 26–35. https://doi.org/10.34310/slj.v1i1.545

Naim, S., Hidaya, W. A., Sambang, V. C., & Mustafa, S. S. H. (2025). Perwujudan restitutio in integrum sebagai hak anak korban tindak pidana. Jurnal USM Law Review, 8(3), 1683–1696. https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.12668

Noor, S., Banapon, K. I., & Levis, T. K. (2025). Distorted practice of restorative justice in the enforcement of criminal law in Indonesia. Peradaban Hukum Nusantara, 2(1), 17–33. https://doi.org/10.62193/ze7dhp98

Novandi, G. A. (2025). Peran hukum dalam mencegah eksploitasi anak: Tinjauan regulasi dan penegakan hukum pidana di Indonesia. Aliansi, 2(6), 58–64. https://doi.org/10.62383/aliansi.v2i6.1309

Putri, Y. N. (2024). Membangun dunia aman: Strategi perlindungan anak dari kekerasan. Doktrin: Jurnal Dunia Ilmu Hukum dan Politik, 3(1), 43–53. https://doi.org/10.59581/doktrin.v3i1.4302

Safitri, D., Putriani, N., Khairani, K., & Aulia, Y. (2023). Eksploitasi dan pelecehan anak yang berkonflik dengan hukum dan upaya pencegahannya. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 3(6), 1084–1101. https://doi.org/10.31004/innovative.v3i6.6019

Salsabila, Z. (2025). Menyuarakan suara korban dalam upaya perlindungan korban kekerasan seksual. Recidive, 14(2), 136–145. https://doi.org/10.20961/recidive.v14i2.98510

Saputra, K. A., & Gilalo, J. J. (2025). Penegakan hukum terhadap anak sebagai korban eksploitasi orang tua. Karimah Tauhid, 4(10), 7795–7802. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v4i10.20062

Saputra, M. I., Norfazilah, N., Ramadhani, A., & Marlina, A. (2024). Ketimpangan relasi kuasa dalam kasus kekerasan seksual di perguruan tinggi. Amsir Law Journal, 5(2), 93–105. https://doi.org/10.36746/alj.v5i2.424

Sitorus, D. R., Fitrianto, B., Nainggolan, A., Sidauruk, N. M. S., & Silaen, R. M. L. (2025). Kekosongan regulasi atas sharenting komersial: Urgensi eksaminasi sebagai pengawasan dalam perlindungan anak di era digital. Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora, 5(1), 13–22. https://doi.org/10.53697/iso.v5i1.2463

Stiawati, T., & Sulisman, A. N. (2025). The phenomenon of child abuse in Islamic boarding schools: A power relations perspective and Islamic education reform. Journal of Governance, 10(2), 185–196. https://doi.org/10.62870/jog.v10i2.30979

Suharjuddin, S., Yohamintin, Y., Pratiwi, A. G., & Novrian, N. (2022). Implementasi sarana prasarana ramah anak di SDN Bekasi Jaya VII. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 7(2), 1151–1166. https://doi.org/10.23969/jp.v7i2.6369

Sulistyo, E., Pujiyono, P., & Nur, N. (2021). Restorative justice as a resolution for the crime of rape with child perpetrators. International Journal of Criminology and Sociology, 10, 595–602. https://doi.org/10.6000/1929-4409.2021.10.69

Tari, I. D. A. E. P. D., Karpika, I. P., & Setiyani, R. Y. (2024). Dampak praktik perundungan terhadap partisipasi dan kesejahteraan siswa: Kajian holistik di sekolah. Buletin Edukasi Indonesia, 3(1), 38–45. https://doi.org/10.56741/bei.v3i01.496

Wibowo, F. A., & Permana, I. S. (2025). Legal study on handling cases of sextortion involving minors as perpetrators and victims in Indonesia. Jurnal Hukum Sehasen, 11(1), 88–97. https://doi.org/10.37676/jhs.v11i1.7306

Widyaningrum, T., & Suharto, A. (2024). The value of restitution and diversion in the law enforcement of criminal sexual violence against children. KRTHA BHAYANGKARA, 18(1), 155–168. https://doi.org/10.31599/krtha.v18i1.1458

Downloads

Published

2026-07-27

How to Cite

Aulia, S., & Handoyo, E. (2026). PELANGGARAN HAK ASASI MANUSIA DALAM KASUS KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK DI LEMBAGA PENDIDIKAN KEAGAMAAN. MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen Dan Supervisi Pendidikan, 6(3), 894–902. https://doi.org/10.51878/manajerial.v6i3.12399

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.