https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/issue/feed MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan 2026-01-24T06:44:25+00:00 Randi Pratama Murtikusuma, M.Pd randi.popo@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan | <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/12497">Terakreditasi Sinta 5 </a></strong>yang diterbitkan 4 kali setahun (Maret, Juni, September, dan Desember) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berafiliasi dengan Perguruan Tinggi Indonesia.. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan manajemen dan supervisi pendidikan.<br /><strong>e-ISSN : </strong><strong>2797-5606 </strong><strong>| </strong><strong>p-ISSN :</strong> <strong>2797-5592</strong></p> https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/8689 ANALISIS ADOPSI DAN DIFUSI INOVASI ASESMEN: STUDI KASUS IMPLEMENTASI TES KEMAMPUAN AKADEMIK (TKA) DI SMAN 2 TAMBUN UTARA 2026-01-05T03:59:32+00:00 Bahrul Alam bahrullalam@gmail.com Sarwiyanti Sarwiyanti sarwie15@gmail.com Ahmad Kosim ahmadkosim.iibs@gmail.com Eny Ermawati earthgirl@rocketmail.com <p>This study aims to analyze the adoption and diffusion dynamics of the Academic Ability Test (TKA) policy mandated by Permendikdasmen Number 9 of 2025 at SMAN 2 Tambun Utara. This research is urgent considering the transition from conventional evaluation to digital-based assessment with high-stakes testing often faces technical and psychological barriers. Using a descriptive quantitative approach within Everett M. Rogers' Diffusion of Innovation framework, the study highlights three main attributes: Relative Advantage, Compatibility, and Complexity. Data were collected through surveys of the 12th-grade student population (N=276) and teachers/technical teams (N=11). Findings reveal an adoption paradox: (1) High value acceptance (Relative Advantage), where 81.8% of students view TKA as a strategic opportunity for university admission; (2) Critical infrastructure gap (Compatibility), with 63.6% of teachers stating school hardware unreadiness and 39.4% of students having unsupported personal devices; (3) Procedural complexity, where 54.5% of teachers feel significantly increased administrative burden. The study concludes that SMAN 2 Tambun Utara possesses human resource readiness (brainware) but suffers from an infrastructure deficit (hardware), potentially triggering academic anxiety.</p> <p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika adopsi dan difusi inovasi kebijakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diamanatkan oleh Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025 di SMAN 2 Tambun Utara. Penelitian ini urgen dilakukan mengingat transisi dari evaluasi konvensional menuju asesmen berbasis digital dengan konsekuensi tinggi (high-stakes testing) seringkali menghadapi hambatan teknis dan psikologis. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan kerangka teori Difusi Inovasi Everett M. Rogers, penelitian menyoroti tiga atribut utama: Relative Advantage, Compatibility, dan Complexity. Data dikumpulkan melalui survei terhadap populasi siswa kelas XII (N=276) dan guru/tim teknis (N=11). Temuan menunjukkan paradoks adopsi: (1) Tingkat penerimaan nilai (Relative Advantage) sangat tinggi, di mana 81,8% siswa memandang TKA sebagai peluang strategis masuk PTN; (2) Kesenjangan infrastruktur (Compatibility) yang kritis, dengan 63,6% guru menyatakan ketidaksiapan perangkat keras sekolah dan 39,4% siswa memiliki perangkat pribadi yang tidak mendukung; (3) Kompleksitas prosedur (Complexity) yang membebani, di mana 54,5% guru merasa beban administrasi meningkat signifikan. Penelitian menyimpulkan bahwa SMAN 2 Tambun Utara memiliki kesiapan SDM (brainware) namun mengalami defisit kesiapan infrastruktur (hardware), yang berpotensi memicu kecemasan akademik.</p> 2026-01-08T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/8750 SUPERVISI BERBASIS KOLABORATIF SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN 2026-01-04T12:54:50+00:00 Hariadi Hariadi adihariadi827@gmail.com Ali Akbar adihariadi827@gmail.com Supriandi Supriandi adihariadi827@gmail.com Herman Herman adihariadi827@gmail.com Rawati Rawati adihariadi827@gmail.com <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>This study discusses collaborative supervision as a means of improving educational quality at SMP Negeri 27 Makassar. The author formulates a sub-problem concerning how collaborative supervision is implemented at SMP Negeri 27 Makassar. This research employs a qualitative design with a phenomenological approach to gain a comprehensive understanding of the situation from the perspectives of the subjects involved in supervision activities, namely the principal, teachers, and school supervisors. Data were collected through documentation, interviews, and observations. The data analysis techniques included data reduction, comparative analysis, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the principal plays a role as a facilitator in organizing supervision and in providing observation instruments collaboratively with teachers and school supervisors. School supervisors also participate by providing guidance and support related to the supervision program, which helps strengthen relationships between teachers and school leadership. Supervision results are then used to formulate improvement strategies. The improvement steps identified include enhancing teachers’ competencies in digital literacy for instructional presentation, developing teachers’ competencies in their respective fields of expertise, and fostering collaboration within subject-area groups for the development of teaching materials.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini membahas supervisi kolaboratif sebagai sarana peningkatan mutu pendidikan di SMP Negeri 27 Makassar. Penulis kemudian membagi ke dalam submasalah, yaitu bagaimana supervisi kolaboratif di implementasikan di SMP Negeri 27 Makassar. Jenis penelitian ini merupakan kualitatif dengan pendekatan fenomenalogi untuk memahami keadaan secara menyeluruh dari sudut pandang subjek yang terlibat dalam kegiatan supervisi, yaitu kepala sekolah, guru, dan pengawas sekolah. Metode pengumpulan data lainnya yang digunakan adalah dokumentasi, wawancara, dan observasi. Teknik analisis data, penggalian data, teknik analisis komparatif, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepala sekolah berperan sebagai fasilitator dalam mengorganisir supervisi, menyediakan alat observasi bersama guru, dan pengawas sekolah. Pengawas sekolah turut serta memberikan bimbingan dan dukungan terkait program supervisi akan membantu memperkuat hubungan antara guru dan pimpinan. Hasil supervisi dan merumuskan langkah-langkah perbaikan. Adapun langkah perbaikan yang dihasilkan ialah pengembangan kompetensi guru dalam penguasaan digitalisasi dalam penyajian materi pengajaran, pengembangan kompetensi guru di masing-masing bidang keahlian, membangun kerjasama dalam rumpun keilmuan dalam pembuatan bahan ajar.</p> 2026-01-13T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/8690 LANDASAN TEORITIS DAN FILOSOFIS MUTU PENDIDIKAN 2026-01-11T14:07:27+00:00 Budiman Hafid budimanhafid0@gmail.com Fatihul Fauzi fatihulfauzi@gmail.com Masduki Duryat masdukiduryat86@gmail.com <p>The quality of education in Indonesia continues to face fundamental challenges, including disparities in teacher quality, limited educational facilities and infrastructure, as well as unequal access to education across regions, all of which affect equity and the effectiveness of learning. The main objective of this study is to analyze the theoretical and philosophical foundations of educational quality and to identify factors influencing the implementation of quality education in Indonesia. This study employs a qualitative research method with a literature review approach, collecting data from various journals, books, and policy documents related to educational quality management. The findings highlight the importance of implementing integrated quality management, including Total Quality Management (TQM) and the utilization of digital technology, as key strategies for improving educational quality in a sustainable and equitable manner. In addition, the study reveals the need for multisectoral collaboration and equity-oriented policies that are adaptive to socio-economic dynamics. The contribution of this research strengthens the theory of educational quality management and provides empirical insights within the context of Indonesian education, with significant implications in social, cultural, and academic domains. This study recommends further exploration using mixed-methods approaches to capture empirical data and examine the impact of ongoing digital transformation.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Mutu pendidikan di Indonesia yang masih menghadapi berbagai tantangan mendasar, termasuk ketimpangan kualitas guru, keterbatasan sarana prasarana, serta disparitas akses pendidikan antar wilayah yang memengaruhi kesetaraan dan efektivitas pembelajaran. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis landasan teoritis dan filosofis mutu pendidikan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi implementasi mutu pendidikan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, mengumpulkan data dari berbagai jurnal, buku, dan dokumen kebijakan terkait pengelolaan mutu pendidikan. Hasil kajian menunjukkan pentingnya penerapan manajemen mutu terpadu, termasuk Total Quality Management (TQM) dan pemanfaatan teknologi digital, sebagai strategi utama dalam meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan dan merata. Selain itu, penelitian ini mengungkap kebutuhan kolaborasi multisektoral dan kebijakan pemerataan yang adaptif terhadap dinamika sosial-ekonomi. Kontribusi penelitian ini memperkuat teori manajemen mutu pendidikan dan memberikan gambaran empiris dalam konteks pendidikan Indonesia, dengan implikasi signifikan di bidang sosial, budaya, dan akademik. Penelitian ini merekomendasikan eksplorasi lebih lanjut dengan pendekatan campuran untuk menangkap data empiris dan pengaruh transformasi digital yang sedang berlangsung. Abstrak harus mencerminkan keseluruhan substansi isi artikel dan mampu membantu pembaca untuk menentukan relevansinya dengan minat serta memutuskan apakah akan membaca dokumen secara keseluruhan.</p> 2026-01-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/8692 IMPLEMENTASI KONSEP PENDIDIKAN ISLAM DALAM STRATEGI BRANDING LEMBAGA PENDIDIKAN 2026-01-11T14:08:58+00:00 Tiara Listari tiaralistari90@gmail.com Saipul Annur saipulannur_uin@radenfatah.ac.id Baharuddin Baharuddin baharudin@pap.ac.id <p>Islamic education is an educational system grounded in the values of the Qur’an and the Sunnah, aiming to develop individuals who are faithful, knowledgeable, and possess noble character through a balanced integration of spiritual, intellectual, social, and moral dimensions. In the era of globalization and modernization, Islamic educational institutions face challenges such as increasing competition in educational quality, growing public demands for excellent educational services, and the need to build a positive and trustworthy institutional image. These conditions require Islamic educational institutions not only to excel in internalizing Islamic values but also to implement professional <em>branding</em> strategies without compromising their Islamic identity. This study aims to examine the concept of Islamic education and analyze relevant and applicable <em>branding</em> strategies for Islamic educational institutions in the modern era. The research employs a qualitative approach using library research by analyzing various literature sources, including books, scholarly journals, and academic articles related to Islamic education and educational <em>branding</em>. The findings indicate that integrating Islamic educational concepts with <em>branding</em> strategies grounded in Islamic values can enhance institutional image, strengthen public trust, and improve the sustainable competitiveness of Islamic educational institutions.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pendidikan Islam merupakan sistem pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan tujuan membentuk insan yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia secara seimbang antara aspek spiritual, intelektual, sosial, dan moral. Di era globalisasi dan modernisasi, lembaga pendidikan Islam menghadapi tantangan berupa persaingan mutu, tuntutan masyarakat terhadap kualitas layanan pendidikan, serta kebutuhan membangun citra lembaga yang positif dan terpercaya. Kondisi ini menuntut lembaga pendidikan Islam untuk tidak hanya unggul dalam internalisasi nilai-nilai keislaman, tetapi juga mampu menerapkan strategi <em>branding</em> yang profesional tanpa menghilangkan identitas keislamannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep pendidikan Islam serta menganalisis strategi <em>branding</em> yang relevan dan aplikatif bagi lembaga pendidikan Islam di era modern. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, dan artikel akademik yang berkaitan dengan pendidikan Islam dan <em>branding</em> pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi konsep pendidikan Islam dengan strategi <em>branding</em> yang berlandaskan nilai-nilai Islam mampu meningkatkan citra lembaga, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta meningkatkan daya saing lembaga pendidikan Islam secara berkelanjutan.</p> 2026-01-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/8677 DESAIN KURIKULUM BERBASIS CAPAIAN (OUTCOME-BASED CURRICULUM): DARI TUJUAN HINGGA IMPLEMENTASI EFEKTIF 2026-01-09T01:09:39+00:00 Hilmiyatul Latifah hilmilatifah@gmail.com Abdul Rozak hilmilatifah@gmail.com Muhammad Zuhdi hilmilatifah@gmail.com <p>This study examines the implementation of Outcome-Based Curriculum (OBC) at SMP Raudlotul Muta’allimin, a religious-based school that is undergoing transformation toward more measurable and structured education. OBC is considered relevant in preparing students with competencies required to face global challenges, yet its application in a religious school context presents unique dynamics. The purpose of this study is to explore the experiences, perceptions, and challenges faced by teachers and students in the implementation of OBC, using a qualitative approach based on a case study. Data was collected through in-depth interviews with 10 teachers and 20 students, as well as participatory observation of teaching and learning activities. Data analysis was performed using thematic analysis, which allowed the researcher to identify patterns of meaning in participants' experiences. The main findings indicate that although OBC has a positive impact on increasing student engagement and achieving more measurable competencies, challenges remain regarding time constraints, limited resources, and resistance to change. This study contributes to the development of outcome-based education theory by highlighting the importance of teacher involvement in the curriculum design process and maintaining a balance between global standards and local values. Practically, the findings can serve as a reference for curriculum development in religious-based schools and provide insights for policymakers in effectively integrating OBC.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini mengkaji penerapan Outcome-Based Curriculum (OBC) di SMP Raudlotul Muta’allimin, sebuah sekolah berbasis agama yang tengah bertransformasi menuju pendidikan yang lebih terukur dan terstruktur. OBC dianggap relevan dalam mempersiapkan siswa dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan global, namun penerapannya di sekolah dengan latar belakang agama menghadirkan dinamika tersendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengalaman, persepsi, dan tantangan yang dihadapi oleh para guru dan siswa dalam menghadapi implementasi OBC, dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 10 guru dan 20 siswa, serta observasi partisipatif terhadap kegiatan belajar mengajar. Analisis data dilakukan dengan pendekatan analisis tematik, yang memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi pola-pola makna dalam pengalaman partisipan. Temuan utama menunjukkan bahwa meskipun OBC membawa dampak positif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan pencapaian kompetensi yang lebih terukur, terdapat tantangan terkait dengan keterbatasan waktu, sumber daya, dan resistensi terhadap perubahan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori pendidikan berbasis capaian dengan menyoroti pentingnya keterlibatan guru dalam proses desain kurikulum dan mempertahankan keseimbangan antara standar global dan nilai-nilai lokal. Praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pengembangan kurikulum di sekolah-sekolah berbasis agama, serta memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan pendidikan dalam mengintegrasikan OBC secara lebih efektif.</p> <p> </p> <p> </p> 2026-01-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/8934 PERAN LINGKUNGAN DALAM PEMBENTUKAN PENDIDIKAN ANAK: PERSPEKTIF PEMIKIRAN IBNU KHALDUN 2026-01-09T01:08:56+00:00 Nurul Asma Khoiriyah 01000250023@student.ums.ac.id Mutohharun Jinan o100230051@student.ums.ac.id <p>Education in the modern era serves not only as a means of transferring knowledge but also as a primary tool in building individual character and advancing society. Ibn Khaldun's thinking emphasizes that education is strongly influenced by the family, school, and community environments, which shape children's mindsets, behaviors, and moral values. A religious and communicative family environment, a school that encourages intellectual development, and a society that upholds the values ??of justice, equality, and cooperation are important factors in creating a holistic education. This article examines Ibn Khaldun's educational thinking, which emphasizes the balance between naqli (the natural) and aqli (the rational) knowledge, as well as the importance of instilling adab (good manners) in the educational process. This research demonstrates that good education must pay attention to the interaction between individuals and their social environment and focus on building strong character. In the context of globalization and technological advancement, the influence of social media and the social environment is a determining factor in children's character development. The conclusion of this study is that children's education must involve synergy between families, schools, and communities to shape a generation that is intellectually intelligent, has noble character, and cares about social life.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pendidikan di era modern tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai alat utama dalam membangun karakter individu dan kemajuan masyarakat. Pemikiran Ibnu Khaldun menekankan bahwa pendidikan sangat dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, yang membentuk pola pikir, perilaku, serta nilai-nilai moral anak. Lingkungan keluarga yang religius dan komunikatif, sekolah yang mendorong perkembangan intelektual, serta masyarakat yang menjunjung tinggi nilai keadilan, kesetaraan, dan kerja sama, merupakan faktor penting dalam menciptakan pendidikan yang holistik. Artikel ini mengkaji pemikiran pendidikan Ibnu Khaldun, yang menekankan keseimbangan antara ilmu naqli dan aqli, serta pentingnya penanaman adab dalam proses pendidikan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan yang baik harus memperhatikan interaksi antara individu dan lingkungan sosialnya, serta berfokus pada pembentukan karakter yang kuat. Dalam konteks globalisasi dan kemajuan teknologi, pengaruh media sosial dan lingkungan sosial menjadi faktor penentu dalam perkembangan karakter anak. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa pendidikan anak harus melibatkan sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk membentuk generasi yang cerdas secara intelektual, berakhlak mulia, dan peduli terhadap kehidupan sosial.</p> <p> </p> 2026-01-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/8691 DEFINISI DAN KONSEP MANAJEMEN PEMASARAN PENDIDIKAN 2026-01-11T14:08:16+00:00 Ayu Sofya ayusofya576@gmail.com Saipul Annur saipulannur_uin@radenfatah.ac.id Baharuddin Baharuddin baharudin@pap.ac.id <p>Educational marketing management is an important strategy for educational institutions in building a positive image, enhancing public trust, and strengthening long-term relationships with students and parents. This article aims to examine the concepts, objectives, functions, and marketing mix strategies in educational marketing management through a literature review approach. Data were obtained by analyzing various books and scholarly articles relevant to the topic of educational marketing management. The findings indicate that the objectives of educational marketing management include improving service quality, strengthening institutional reputation, fostering service innovation, increasing operational efficiency, and enhancing public satisfaction and loyalty. The functions of educational marketing management encompass planning, implementation, control, evaluation, human resource management, and institutional branding. Educational marketing mix strategies integrate elements of product, price, promotion, place, service processes, human resources, and physical evidence to create high-quality learning experiences and sustainable institutional competitiveness. The systematic implementation of educational marketing management has been shown to improve service quality, attract new students, and maintain institutional sustainability and public trust. This article is expected to serve as a conceptual reference for the development of effective and adaptive educational marketing strategies in response to changing societal needs.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Manajemen pemasaran pendidikan merupakan strategi penting bagi lembaga pendidikan dalam membangun citra positif, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta memperkuat hubungan jangka panjang dengan peserta didik dan orang tua. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep, tujuan, fungsi, dan strategi bauran pemasaran pendidikan berdasarkan pendekatan studi kepustakaan. Data diperoleh melalui analisis berbagai buku dan artikel ilmiah yang relevan dengan topik manajemen pemasaran pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tujuan manajemen pemasaran pendidikan mencakup peningkatan kualitas layanan, penguatan reputasi lembaga, pengembangan inovasi layanan, efisiensi operasional, serta peningkatan kepuasan dan loyalitas masyarakat. Fungsi manajemen pemasaran pendidikan meliputi perencanaan, implementasi, pengendalian, evaluasi, pengelolaan sumber daya manusia, dan penguatan branding lembaga. Strategi bauran pemasaran pendidikan mengintegrasikan unsur produk, harga, promosi, lokasi, proses layanan, sumber daya manusia, dan bukti fisik guna menciptakan pengalaman belajar yang berkualitas dan berdaya saing. Penerapan manajemen pemasaran pendidikan secara sistematis terbukti mampu meningkatkan mutu layanan, menarik peserta didik baru, serta menjaga keberlanjutan dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan. Artikel ini diharapkan menjadi referensi konseptual dalam pengembangan strategi pemasaran pendidikan yang efektif dan adaptif terhadap perubahan kebutuhan masyarakat.</p> 2026-01-22T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/9201 PEMANFAATAN PERANGKAT DIGITAL DALAM MANAJEMEN SEKOLAH: LITERATURE REVIEW 2026-01-24T06:44:25+00:00 Adrianus TH. Mahulae adrianusthmahulae@gmail.com Binur Panjaitan adrianusthmahulae@gmail.com <p>Digital transformation in education has changed the way schools manage operations, administration, and strategic decision-making. Digital tools such as school management information systems, cloud-based platforms, and mobile applications are increasingly being adopted to improve the efficiency and effectiveness of education management. This study aims to identify, analyze, and synthesize literature on the use of digital tools in school management, including the types of technology used, benefits, challenges, and best practices for implementation. The literature review was conducted through a comprehensive search of 10 articles in the Google Scholar database. The analysis identified five main categories of digital tools: (1) School Management Information Systems, (2) Web portals and cloud platforms, (3) Communication and community tools, (4) Governance and planning dashboards, and (5) Mobile and hybrid applications. The main benefits include increased operational efficiency, data-driven decision making, better stakeholder communication, and professionalization of school leadership.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Transformasi digital dalam pendidikan telah mengubah cara sekolah mengelola operasional, administrasi, dan pengambilan keputusan strategis. Perangkat digital seperti sistem informasi manajemen sekolah, platform berbasis cloud, dan aplikasi mobile semakin banyak diadopsi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas manajemen pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesis literatur tentang pemanfaatan perangkat digital dalam manajemen sekolah, termasuk jenis teknologi yang digunakan, manfaat, tantangan, dan praktik terbaik implementasi. Literature Review dilakukan dengan pencarian komprehensif di database Google Scholar sebanyak 10 artikel. Analisis mengidentifikasi lima kategori utama perangkat digital: (1) Sistem Informasi Manajemen Sekolah, (2) Portal web dan platform cloud, (3) Alat komunikasi dan komunitas, (4) Dashboard tata kelola dan perencanaan, dan (5) Aplikasi mobile dan hybrid. Manfaat utama meliputi peningkatan efisiensi operasional, pengambilan keputusan berbasis data, komunikasi stakeholder yang lebih baik, dan profesionalisasi kepemimpinan sekolah.</p> <p> </p> 2026-01-28T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/9142 ANALISIS TANTANGAN DAN PELUANG IMPLEMENTASI AI KE DALAM SISTEM MANAJEMEN PEMBELAJARAN PADA JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH ATAS (SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW) 2026-01-21T13:43:32+00:00 Yovan Juanuari yovanjuanuari@gmail.com Lukmanul Hakim yovanjuanuari@gmail.com Rudi Hariawan yovanjuanuari@gmail.com Muhammad Iqbal yovanjuanuari@gmail.com <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>This study aims to systematically analyze the challenges and opportunities in implementing Artificial Intelligence (AI) within Learning Management Systems (LMS) at the senior high school level in Indonesia. Employing a qualitative approach through a Systematic Literature Review (SLR), the research followed the guidelines of Kitchenham &amp; Charters and the PRISMA framework. Data were collected from peer-reviewed journal articles indexed in Sinta 1–3 published between 2024 and 2025, and screened using Rayyan.ai. The extracted data from 31 selected studies were synthesized through thematic and narrative analysis. The findings reveal that AI implementation in LMS for Indonesian high schools takes various forms, including adaptive learning systems, educational chatbots, learning analytics, and generative AI tools for personalized instruction. Major challenges identified include unequal technological infrastructure, limited digital literacy among teachers and students, policy and funding constraints, and ethical and data privacy issues. Conversely, key opportunities involve enhancing personalized and effective learning, automating assessment and administrative processes, improving learning analytics for pedagogical decision-making, and supporting the implementation of the Merdeka Curriculum. The study underscores that integrating AI into LMS holds significant potential to improve the quality and efficiency of education at the high school level, provided it is accompanied by inclusive implementation strategies, enabling policies, and capacity building for educational human resources.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis berbagai tantangan dan peluang implementasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) ke dalam Sistem Manajemen Pembelajaran pada Sekolah Menengah Atas di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Studi Literatur Sistematis (Systematic Literature Review/SLR), yang dilaksanakan mengikuti pedoman Kitchenham &amp; Charters serta pelaporan PRISMA. Sumber data penelitian diperoleh dari artikel-artikel terakreditasi Sinta 1–3 yang dipublikasikan pada periode 2024–2025, dan diseleksi menggunakan perangkat Rayyan.ai. Analisis dilakukan melalui sintesis tematik dan naratif terhadap data hasil ekstraksi dari 31 studi terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) implementasi AI dalam LMS di SMA Indonesia mencakup berbagai bentuk, seperti sistem pembelajaran adaptif, chatbot pendidikan, analitik pembelajaran, dan dukungan AI generatif untuk personalisasi belajar; 2) Tantangan utama yang teridentifikasi meliputi keterbatasan infrastruktur dan konektivitas internet, kesiapan guru dan siswa dalam literasi digital, aspek kebijakan dan pendanaan, serta isu etika dan privasi data; dan 3) Peluang yang dapat dimanfaatkan antara lain peningkatan personalisasi dan efektivitas pembelajaran, otomatisasi penilaian dan administrasi, penguatan analitik pembelajaran untuk pengambilan keputusan pedagogis, serta dukungan terhadap implementasi Kurikulum Merdeka. Integrasi AI ke dalam LMS berpotensi besar untuk meningkatkan mutu dan efisiensi pendidikan di jenjang SMA, jika disertai dengan strategi implementasi yang inklusif, kebijakan pendukung, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia pendidikan.</p> 2026-01-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/9073 KOHERENSI KEBIJAKAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS) DAN DAMPAKNYA PADA MUTU PENDIDIKAN 2026-01-20T04:49:34+00:00 Ririn Riantiningrum ririnriantiningrum59@admin.paud.belajar.id Winahyu Dwi Artanti ririnriantiningrum59@admin.paud.belajar.id Ulunna Sikhah ririnriantiningrum59@admin.paud.belajar.id <p>School-Based Management (SBM) is a decentralization policy aimed at improving educational quality by strengthening school autonomy, stakeholder participation, and accountability mechanisms. However, its implementation has not always been aligned with the normative objectives of the policy. This article examines the coherence of School-Based Management implementation in relation to educational quality improvement, focusing on the interrelationship between school autonomy, stakeholder participation, and accountability systems. The study employs a qualitative approach using a multiple case study design, with data collected through in-depth interviews, observations, and document analysis across selected schools. The findings reveal that SBM implementation remains largely administrative in nature, characterized by limited school authority over human resource and financial management, as well as accountability practices oriented toward procedural compliance rather than student learning outcomes. In addition, stakeholder participation, particularly that of school committees, tends to be symbolic, while instructional leadership capacity among principals varies considerably. These conditions indicate a lack of policy coherence between delegated autonomy and the supporting institutional framework. The study concludes that strengthening instructional leadership, aligning regulatory frameworks, and developing learning-outcome-based accountability systems are critical prerequisites for enhancing the effectiveness of School-Based Management in a sustainable manner.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) merupakan kebijakan desentralisasi pendidikan yang bertujuan meningkatkan mutu melalui pemberian otonomi, penguatan partisipasi, dan penerapan akuntabilitas di tingkat sekolah. Namun, dalam praktiknya, implementasi MBS sering kali belum sepenuhnya selaras dengan tujuan normatif kebijakan. Artikel ini bertujuan menganalisis koherensi pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah dalam konteks peningkatan mutu pendidikan, dengan fokus pada keterkaitan antara otonomi sekolah, partisipasi pemangku kepentingan, dan sistem akuntabilitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multipel yang melibatkan beberapa sekolah, melalui teknik wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi MBS masih didominasi oleh kepatuhan administratif, ditandai dengan keterbatasan kewenangan sekolah dalam pengelolaan sumber daya manusia dan keuangan, serta akuntabilitas yang lebih berorientasi pada pelaporan prosedural dibandingkan capaian pembelajaran. Selain itu, partisipasi masyarakat dan komite sekolah belum berkembang secara substantif, sementara kapasitas kepemimpinan instruksional kepala sekolah masih bervariasi. Temuan ini menegaskan bahwa rendahnya koherensi antara kebijakan otonomi dan sistem pendukung menjadi faktor utama yang menghambat efektivitas MBS. Oleh karena itu, penguatan kepemimpinan sekolah, penyelarasan regulasi, dan pengembangan sistem akuntabilitas berbasis hasil belajar menjadi prasyarat penting bagi keberhasilan implementasi MBS secara berkelanjutan.</p> 2026-01-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/9072 ANALISIS PENERAPAN SERTA IMPLEMENTASI MANAJEMEN PENDIDIKAN DI MI NU BASYIRUL ANAM KUDUS 2026-01-21T14:19:40+00:00 Muhammad Uchaida Sabilil Matin muchaidasm@ms.iainkudus.ac.id <p>Educational management plays a fundamental role in shaping the quality, direction, and sustainability of educational institutions, particularly Islamic elementary schools. In faith-based madrasahs, management practices are not solely oriented toward administrative efficiency but also toward the integration of Islamic values and contextual institutional needs. This study aims to examine the application and implementation of educational management at MI NU Basyirul Anam Kudus by focusing on actual managerial practices within the madrasah. A qualitative research approach was employed, with data collected through in-depth interviews with the head of the madrasah and supported by relevant literature review. Data analysis was conducted through systematic processes of data reduction, organization, and contextual interpretation. The findings reveal that educational management at MI NU Basyirul Anam Kudus has been implemented in an integrated and adaptive manner despite limitations in facilities and financial resources. The madrasah relies on strong human resource commitment, participatory leadership, and the internalization of Islamic values to support learning quality and institutional development. This study concludes that contextual and humanistic educational management serves as a crucial foundation for achieving sustainable improvement in Islamic elementary education institutions.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Manajemen pendidikan merupakan unsur kunci dalam menentukan arah, mutu, dan keberlanjutan penyelenggaraan pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah. Dalam konteks madrasah swasta berbasis keagamaan, pengelolaan lembaga tidak hanya dituntut efektif secara administratif, tetapi juga responsif terhadap nilai-nilai keislaman dan kondisi nyata madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam penerapan serta implementasi manajemen pendidikan di MI NU Basyirul Anam Kudus dengan menitikberatkan pada praktik lapangan yang dijalankan oleh pengelola madrasah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara langsung dengan kepala madrasah serta telaah literatur pendukung. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi, pengorganisasian, dan penafsiran data secara kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MI NU Basyirul Anam Kudus telah mengimplementasikan fungsi-fungsi manajemen pendidikan secara terpadu, meskipun masih dihadapkan pada keterbatasan sarana dan pendanaan. Praktik manajemen dijalankan secara adaptif dengan mengandalkan komitmen sumber daya manusia, kepemimpinan partisipatif, serta penguatan nilai-nilai keislaman dalam kegiatan pembelajaran dan kelembagaan. Penelitian ini menegaskan bahwa manajemen pendidikan yang kontekstual dan humanis mampu menjadi fondasi penting dalam mendukung peningkatan mutu dan keberlanjutan madrasah.</p> 2026-01-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/article/view/9019 PENGARUH PERSEPSI SISWA TERHADAP TES KOMPETENSI AKADEMIK (TKA) DAN CAPAIAN MUTU PENDIDIKAN DI SMAIT BUNYAN INDONESIA 2026-01-21T03:38:28+00:00 Rendi Faturohman 24110200028@student.umj.ac.id Angwar Sadat 24110200028@student.umj.ac.id Masyadi Masyadi 24110200028@student.umj.ac.id <p>This study aims to analyze the influence of students' perceptions of the Academic Competency Test (TKA) on the achievement of national education quality at SMAIT Bunyan Indonesia. The research background stems from the importance of student perceptions in determining the effectiveness of educational assessments as instruments for quality improvement. The study employed a quantitative correlational approach involving 30 students as respondents. Data were collected through Likert scale questionnaires measuring students' perceptions of TKA and national education quality achievement. Data analysis used descriptive statistics, Shapiro-Wilk normality test, Pearson correlation, and simple linear regression. The results showed a positive and significant relationship between students' perceptions of TKA and national education quality achievement (r = 0.56; p &lt; 0.01). Regression analysis indicated that students' perceptions of TKA had a positive and significant effect on national education quality achievement (p &lt; 0.01) with a coefficient of determination R² = 0.31, meaning that 31% of the variation in education quality achievement can be explained by students' perceptions of TKA. These findings confirm that assessment functions not only as an academic measurement tool but also as a strategic instrument in building a quality culture in integrated Islamic schools.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persepsi siswa terhadap Tes Kompetensi Akademik (TKA) terhadap capaian mutu pendidikan nasional di SMAIT Bunyan Indonesia. Latar belakang penelitian berangkat dari pentingnya persepsi siswa dalam menentukan efektivitas asesmen pendidikan sebagai instrumen peningkatan mutu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 30 siswa sebagai responden. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert yang mengukur persepsi siswa terhadap TKA dan capaian mutu pendidikan nasional. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, korelasi Pearson, dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara persepsi siswa terhadap TKA dengan capaian mutu pendidikan nasional (r = 0,56; p &lt; 0,01). Analisis regresi menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap TKA berpengaruh positif dan signifikan terhadap capaian mutu pendidikan nasional (p &lt; 0,01) dengan koefisien determinasi R² = 0,31, yang berarti 31% variasi capaian mutu pendidikan dapat dijelaskan oleh persepsi siswa terhadap TKA. Temuan ini menegaskan bahwa asesmen tidak hanya berfungsi sebagai alat ukur akademik, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam membangun budaya mutu di sekolah Islam terpadu.</p> 2026-01-30T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan