RITUAL CUCURANGI TOGO LASALIMU SEBAGAI SUMBER PEMBELAJARAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL
DOI:
https://doi.org/10.51878/manajerial.v6i2.11758Keywords:
Cucurangi Togo Lasalimu, Kearifan Lokal, EtnografiAbstract
This study examines the structure of the Cucurangi Togo Lasalimu ritual, the local wisdom embedded within it, and its potential as a culturally based learning resource. The research adopts a qualitative approach using an ethnographic design, emphasizing an in-depth understanding of cultural practices within the Lasalimu community, Buton Regency. The findings reveal that the Cucurangi Togo Lasalimu ritual is organized in a systematic sequence of activities that reflects the social and cultural coherence of the community from beginning to end. The ritual embodies interconnected values of local wisdom, including religious, social, ecological, and philosophical dimensions that remain actively present in daily community life. These values not only serve as guiding principles for behavior but also shape a harmonious relationship among humans, nature, and the spiritual realm. Furthermore, the ritual holds strong potential to be integrated into contextual learning, particularly in Indonesian language instruction, such as descriptive texts, explanatory texts, and report texts. This study highlights that local wisdom can be meaningfully integrated into education to strengthen cultural literacy and support character development among students.
ABSTRAK
Penelitian ini mengkaji struktur ritual Cucurangi Togo Lasalimu, nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya, serta potensinya sebagai sumber pembelajaran berbasis budaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis etnografi yang menekankan pemahaman mendalam terhadap praktik budaya masyarakat Lasalimu, Kabupaten Buton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Cucurangi Togo Lasalimu memiliki susunan kegiatan yang teratur dan mencerminkan keterpaduan sosial-budaya masyarakat dari awal hingga akhir pelaksanaan. Di dalamnya terkandung nilai kearifan lokal yang saling berkaitan, meliputi aspek religius, sosial, ekologis, dan filosofis yang hidup dalam keseharian masyarakat. Nilai-nilai tersebut tidak hanya menjadi pedoman dalam bertindak, tetapi juga membentuk hubungan harmonis antara manusia, alam, dan dimensi spiritual. Selain itu, ritual ini memiliki potensi untuk dijadikan sumber pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya pada materi teks deskripsi, teks eksplanasi, dan laporan hasil observasi. Penelitian ini menegaskan bahwa kearifan lokal dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran sebagai upaya memperkuat literasi budaya dan pembentukan karakter peserta didik secara lebih bermakna.
Downloads
References
Adam, M. R., Kusumadewi, A., & Naqiyah, N. (2026). Meningkatkan interaksi sosial melalui kegiatan budaya rutinan Yasin–Tahlil. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(1), 175–184. https://doi.org/10.51878/social.v6i1.9383
Adiputra, D. K., Assayid, W. S., Arini, I., & Nugroho, N. (2025). Generasi muda pelestari kearifan lokal untuk inklusi adat di era modern. PROFICIO, 6(2), 333–339. https://doi.org/10.36728/jpf.v6i2.4760
Afdhal, A. (2023). An examination of traditional customs in Minangkabau leadership tradition: Continuity and changes in the modern era. PUBLICUS: Jurnal Administrasi Publik, 1(2), 119–134. https://doi.org/10.30598/publicusvol1iss2p119-134
Ali, M. A., Pradana, Y., Amal, M. K., Soebahar, A. H., & Mursalim. (2026). Resiliensi identitas sosial Islam melalui pelestarian kearifan lokal di era globalisasi. At-Thullab: Jurnal Mahasiswa Studi Islam, 8(1), 157–173. https://doi.org/10.20885/tullab.vol8.iss1.art11
Arianti, P. M., Fitriani, S. L., Aprilina, N. C., Ramadhani, N., Ansaria, M. D. N., Lia, D. J. A., & Setiawan, A. (2026). Memori kolektif Prasasti Kembang Sore sebagai sumber belajar sejarah lokal dalam memperkuat identitas sosial pembelajaran IPS. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(2). https://doi.org/10.51878/social.v6i2.10546
Basri, L. O. A., Sukmana, O., Wahyudi, W., & Sofyan, A. (2026). Pemberdayaan Lazismu Kota Sorong dalam distribusi hewan qurban Idul Adha 1446 H/2025. Abdimas Papua: Journal of Community Service, 8(1), 47–55. https://doi.org/10.33506/pjcs.v8i1.5309
Febrianto, P. T., Thariq, R. A., Nuriah, S., Oktavia, F. M., Stantika, V., & Hasanah, S. S. (2026). Internalisasi nilai kearifan lokal dalam pembelajaran IPS sekolah dasar untuk membentuk karakter global mendukung SDGs 4. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(2), 553–567. https://doi.org/10.51878/social.v6i2.10113
Harun, L. (2025). Identifikasi karakter norma hukum pada ritual Lodong-Ana dalam masyarakat adat suku Liwun di Desa Balukhering Kecamatan Lewolema Kabupaten Flores Timur (Karya ilmiah tidak diterbitkan). Universitas Katolik Widya Mandira.
Irhas, & Satria, O. (2025). Kearifan lokal dalam pelestarian lingkungan: Studi kasus desa wisata dan komunitas adat. SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, 4(2), 370–376. https://doi.org/10.55681/seikat.v4i2.1641
Jubaedah, R., Dewi, D. A., & Istianti, T. (2025). Penguatan karakter siswa sekolah dasar melalui integrasi kearifan lokal dalam proses pembelajaran. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 10(2), 1286–1291. https://doi.org/10.51169/ideguru.v10i2.1765
Jumriani, J., Mutiani, M., Putra, M. A. H., Syaharuddin, S., & Abbas, E. W. (2021). The urgency of local wisdom content in social studies learning: Literature review. The Innovation of Social Studies Journal, 2(2), 103–103. https://doi.org/10.20527/iis.v2i2.3076
Loise, M., Kamaruddin, S. A., Adam, A., & Ahmadin, A. (2026). Menjaga tradisi dari generasi muda: Peran komunitas remaja adat di Desa Legian, Bali. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 6(3), 1602–1614. https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i3.10717
Lubis, M. (2025). Pemikiran dan gerakan qurban lintas agama Tuan Guru Batak di Simalungun. MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu-Ilmu Sosial, 9(1), 56–68. https://doi.org/10.30743/mkd.v9i1.10745
Lumatalale, L., Tutuarima, F., & Metekohy, L. M. (2026). Makna simbolik tentang peletakan batu pertama rumah adat: Studi etnografi di Negeri Neniari Gunung Kecamatan Taniwel Kabupaten Seram Bagian Barat. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(1), 326–337. https://doi.org/10.51878/social.v6i1.9726
Marian, D. Y. S., Sukiastini, I. G. A. N. K., Yofoby, H., Medlama, M., Ledang, H. B., & Meage, Y. (2026). Etnopedagogi bakar batu: Mengintegrasikan pendidikan dan budaya lokal di Wamena. MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 6(1), 375–387. https://doi.org/10.51878/manajerial.v6i1.9662
Namira, E. A., & Camellia, C. (2026). Tradisi adok sebagai wujud estetika budaya dalam adat pernikahan. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(1), 12–23. https://doi.org/10.51878/social.v6i1.9390
Nur, R. J., Wildan, D., & Komariah, S. (2023). Kekuatan budaya lokal: Menjelajahi 3S (Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge’) sebagai simbol kearifan lokal. MIMESIS, 4(2), 166–179. https://doi.org/10.12928/mms.v4i2.8105
Prasojo, Z. H., & Pabbajah, M. (2020). Akomodasi kultural dalam resolusi konflik bernuansa agama di Indonesia. Aqlam: Journal of Islam and Plurality, 5(1). https://doi.org/10.30864/ajip.v5i1.1131
Rani, R. (2023). Social interaction patterns of rural communities in maintaining local wisdom. Continuum: Indonesian Journal of Islamic Community Development, 2(2), 103–114. https://doi.org/10.35905/continuum.v2i2.13829
Setiawan, I., & Mulyati, S. (2020). Pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 7(2), 121–133. https://doi.org/10.30659/pendas.7.2.121-133
Sumarni, M. L., Jewarut, S., Melati, F. V., Vuspitasari, B. K., Atlantika, Y. N., & Siokalang, M. A. (2026). Potensi pembelajaran IPAS dalam memperkenalkan kearifan lokal di sekolah dasar. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(1), 292–302. https://doi.org/10.51878/social.v6i1.9386
Syahrudin, S., Isa, K., & Susanto, R. E. S. (2025). Community empowerment through social service: The role of sacrificial animal slaughter in strengthening solidarity and economic resilience in Sidoharjo Village, Pulung Ponorogo. Journal of Social Transformation and Regional Development, 7(2). https://doi.org/10.30880/jstard.2025.07.02.004
Uluum, D. C., Riswar, H., Prihartini, Y., Musli, Mustar, M., & Umasugi, M. K. (2025). Seloko adat Melayu Janti: Refleksi kearifan lokal dalam tradisi dan budaya masyarakat Melayu Jambi. Rihlah: Jurnal Sejarah dan Kebudayaan, 13(1), 1–14. https://doi.org/10.24252/rihlah.v13i01.56778
Umaternate, A. R., Fathimah, S., Hasrin, A., & Sidik, S. (2022). Memahami kearifan lokal masyarakat Minahasa, sebagai upaya membangun harmonisasi kehidupan sosial masyarakat. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan), 6(1). https://doi.org/10.58258/jisip.v6i1.2876
Wulandari, W. R., & Hapsari, A. N. S. (2021). Peran kearifan lokal dalam mewujudkan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa. Jurnal Proaksi, 8(2), 400–416. https://doi.org/10.32534/jpk.v8i2.2195
Yudari, A. A. K S., Karmini, N. W., Ngurah, I. G. A., & Sriwinarti, N. N. (2023). Pelestarian kearifan lokal beryajna melalui edukasi budidaya tanaman kelapa upakara di Desa Bunutin. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 7(2), 175–192. https://doi.org/10.37259/jpah.v7i2.2095
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













