IMPLEMENTATION OF THE SOROGAN METHOD IN NAHWU LEARNING USING THE YELLOW BOOK AT MADRASAH ALIYAH AL-HIKAM JOMBANG
DOI:
https://doi.org/10.51878/learning.v5i1.4558Keywords:
sorogan, nahwu, kitab kuningAbstract
This qualitative descriptive study aims to describe the steps, advantages, and obstacles in implementing the sorogan method in learning nahwu using the yellow book in class XB of Madrasah Aliyah Al-Hikam Jombang. Data were collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldana models which include data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the implementation of the sorogan method involves three stages: preparation (preparation of lesson plans by teachers), implementation (learning with the sorogan method), and evaluation (teachers ask about the material and rules that have been taught). The advantages of this method include establishing closeness between teachers and students, teachers can monitor the development of student understanding directly, more personal guidance and direction, and increasing student independence and enthusiasm for learning. However, the main obstacle is time efficiency, where the individual sorogan process takes a long time, causing students waiting for their turn to feel bored and the class becomes less conducive. To overcome this, teachers give additional assignments to students waiting for their turn to keep the classroom atmosphere conducive. The sorogan method, with modifications, remains relevant for in-depth nahwu learning.
ABSTRAK
Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah, kelebihan, dan kendala penerapan metode sorogan dalam pembelajaran nahwu menggunakan kitab kuning di kelas XB Madrasah Aliyah Al-Hikam Jombang. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan metode sorogan melibatkan tiga tahap: persiapan (penyusunan RPP oleh guru), pelaksanaan (pembelajaran dengan metode sorogan), dan evaluasi (guru menanyakan materi dan kaidah yang telah diajarkan). Kelebihan metode ini meliputi terjalinnya kedekatan antara guru dan siswa, guru dapat memantau perkembangan pemahaman siswa secara langsung, bimbingan dan arahan yang lebih personal, serta peningkatan kemandirian dan semangat belajar siswa. Namun, kendala utama adalah efisiensi waktu, di mana proses sorogan yang individual memakan waktu lama, menyebabkan siswa yang menunggu giliran merasa bosan dan kelas menjadi kurang kondusif. Untuk mengatasi hal ini, guru memberikan tugas tambahan kepada siswa yang menunggu giliran untuk menjaga suasana kelas tetap kondusif. Metode sorogan, dengan modifikasi, tetap relevan untuk pembelajaran nahwu yang mendalam.
References
A'yun, Q. (2021). Implementation of Sorogan Method in Memorizing Nahwu Jurumiyah. Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Studi Islam, 11(2), 18-30. https://journal.unipdu.ac.id/index.php/alhikmah/article/view/2853
Alfiyanti, D. R., et al. (2023). Penerapan Metode Sorogan Guna Meningkatkan Kemampuan Membaca Kitab Kuning Siswa Kelas VIII B MTs Darussalam Krembung Sidoarjo. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 5(1), 3606–3611. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jpdk/article/view/13298
Al-Munawaroh, & Mustika, I. (2023). Implementasi Metode Sorogan Dalam Meningkatkan Kemampuan Memahami Nadhom Imrithi Di Pondok Pesantren Nurul Hikmah. Jurnal Al-Himmah: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 4(2), 115-124. https://journal.unipdu.ac.id/index.php/alhimmah/article/view/4127
Departemen Agama RI. (2004). Profil pondok pesantren mu’adalah. Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam, Direktorat Pendidikan Keagamaan dan Pondok Pesantren, Proyek Peningkatan Pondok Pesantren.
Fentia, N. A. (2021). Implementasi Metode Sorogan Dalam Pembelajaran Nahwu Di Pondok Pesantren Salafiyah Al-Mujahidin Rawalo BanyumaS [Skripsi, IAIN Purwokerto]. https://eprints.uinsaizu.ac.id/9570/
Karim, B. A. (2020). Strategi Pembelajaran Kitab Kuning: Transformasi Penguatan Sistem Subkultur Pondok Pesantren Indonesia.
Kementerian Agama RI. (2006). Profil Pondok Pesantren. Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam, Direktorat Pendidikan Keagamaan dan Pondok Pesantren, Proyek Peningkatan Pondok Pesantren.
Mas'ud, R. (2021). Implementasi Metode Sorogan Dalam Meningkatkan Pemahaman Fiqih Santri Di Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan Jombang. Journal on Education, 5(1). 742-748. https://jonedu.org/index.php/joe/article/view/3515
Mu’izzuddin, M., et al. (2019). Implementasi Metode Sorogan Dan Bandungan Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Kitab Kuning. Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 6(1), Article 1. https://doi.org/10.32678/geneologipai.v6i1.1942
Mubarok, Z., & Rozak, A. (2018). Penerapan Metode Sorogan Dalam Meningkatkan Kemampuan Nahwu Santri Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Jurnal Al-Ibrah, 73-92. https://ejournal.iaiibrahimy.ac.id/index.php/alibrah/article/download/82/76/329
Mukhafidhoh, F., et al. (2024). Implementasi Metode Sorogan pada Pembelajaran Kitab Taqrib dalam Meningkatkan Pemahaman Nahwu dan Fiqih bagi Santri di Pondok Pesantren Darussalam Tugumulyo OKI. Al-Haytham: Jurnal Pendidikan Islam, 72–93.
Murtafiah, N. H. (2021). Efektivitas Penerapan Metode Sorogan Kitab Al Jurumiyah Dalam Menigkatkan Kemampuan Membaca Kitab Kuning. An Nida. https://journal.an-nur.ac.id/index.php/AND/article/view/75
Nabilla, D. F., et al. (2022). Development of the Sorogan Method in Learning to Read the Alquran. Maharot?: Journal of Islamic Education, 6(2), 94. https://doi.org/10.28944/maharot.v6i2.736
Nisa, F. S., et al. (2024). Modernization of Kitab Kuning Learning Through the Use of Digital Media at Miftahul Ulum Islamic Boarding School, Cirebon. Jurnal Pendidikan, 33(1), 314-326. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/edukasi/article/view/75878
Rofiq, A. (2023). Penerapan Metode Sorogan Dan Bandongan Dalam Meningkatkan Pemahaman Qowa’id Santri Di Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading Kasri Kota Malang. Jurnal Al-Himmah: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 4(1), 91–103. https://journal.unipdu.ac.id/index.php/alhimmah/article/view/3817
Sugiyono, P. D. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. ALFABETA, cv.
Susanti, S., et al. (2023). The sorogan method in enhancing understanding of hadith: A case study at Madrasah Aliyah. https://jurnal.arraniry.ac.id/index.php/PIONIR/article/view/19266/8358
Syauqi, I. (2024). Implementasi metode Sorogan dalam meningkatkan motivasi belajar kitab kuning: Studi multisitus di Pondok Pesanten Assaidiyyah 1 dan PP Cemerlang Annajah [Masters, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim]. http://etheses.uin-malang.ac.id/61907/
Uno, H. B. (2008). Model Pembelajaran (menciptakan proses belajar mengajar yang kreatif dan efektif ). PT Bumi Aksara.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













