HAKIKAT MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK PEDAGOGIK: TINJAUAN FILOSOFIS DAN IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN

Authors

  • Nur Apriyani STIMI YAPMI Makassar
  • Yuspiani Yuspiani STIMI YAPMI Makassar
  • Wahyuddin Wahyuddin STIMI YAPMI Makassar

DOI:

https://doi.org/10.51878/learning.v5i1.4520

Keywords:

makhluk pedagogik, hakikat manusia, pendidikan, potensi dasar, pembentukan karakter

Abstract

Humans as pedagogical beings have the ability to be educated and teach, where education does not only focus on the transfer of knowledge, but also on character formation and the development of individual potential. Understanding the nature of humans is important for educators to be able to create an inclusive learning environment that is relevant to the needs of students. This qualitative study aims to understand the nature of humans as students through a library research approach. The results of the study show that humans, as servants and caliphs, have basic potential in the form of hearing, sight, and heart. This potential plays a role in the process of spiritual understanding and assessment, allowing humans to be responsible for maintaining the balance of nature according to His guidance.

ABSTRAK
Manusia sebagai makhluk pedagogik memiliki kemampuan untuk dididik dan mengajar, di mana pendidikan tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pengembangan potensi individu. Pemahaman hakikat manusia menjadi penting bagi pendidik agar mampu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk memahami hakikat manusia sebagai peserta didik melalui pendekatan penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manusia, sebagai hamba dan khalifah, memiliki potensi dasar berupa pendengaran, penglihatan, dan hati. Potensi ini berperan dalam proses pemahaman dan penilaian spiritual, memungkinkan manusia untuk bertanggung jawab dalam menjaga keseimbangan alam sesuai tuntunan-Nya.

References

Abidin, M., & Mustika. (2024). Konsep fitrah: Perwujudannya dalam lingkungan pendidikan Islam perspektif hadis. Jurnal Teknologi Pendidikan Madrasah, 7, 239–259.

Albina, M., & Aziz, M. (2022). Hakikat manusia dalam Al-Quran dan filsafat pendidikan Islam. … Islami: Jurnal Pendidikan Islam, 11(01), 731–746. https://doi.org/10.30868/ei.v11i01.2414

Al-Ghazali, I. (2005). Ihya’ Ulum Al-Din. Pustaka Azzam.

Bahri, S. (2021). Hadist tentang masa dan rentang waktu dalam pendidikan. Al-Tarbawi Al-Haditsah: Jurnal Pendidikan Islam, 6(1), 89. https://doi.org/10.24235/tarbawi.v6i1.8049

Brown, B. B., & Larson, J. (2009). Peer relationships in adolescence. In R. M. Lerner & L. Steinberg (Eds.), Handbook of adolescent psychology 1 (3rd ed., Vol. 2, pp. 74-103). John Wiley & Sons.

Burga, M. A. (2019). Hakikat manusia sebagai makhluk pedagogik. Al-Musannif, 1(1), 19–31. https://doi.org/10.56324/al-musannif.v1i1.16

Darajat, Z. (2005). Ilmu jiwa agama. Bulan Bintang.

Edukatif, J. I. (2024). Jurnal Ilmiah Edukatif. Jurnal Ilmiah Edukatif, 10, 149-155.

Fadhilah, E. Y., & Desyandri. (2022). Hakikat manusia sebagai penerima dan pengembang ilmu pengetahuan. Didaktika, 8(2), 2482–2490.

Gunawan, I., ...[tambahkan nama penulis dan detail publikasi]... (2017). The influence of school environment on student behavior. Journal of Educational Administration, Vol(Issue), Page-Page.

Idris, S., & Tabrani, A. Z. (2017). Realitas konsep pendidikan humanisme dalam konteks pendidikan Islam. Jurnal Edukasi: Jurnal Bimbingan Konseling, 3(1), 96–113.

Katsir, I. (2000). Tafsir Al-Qur’an Al-Azim (Tafsir Ibnu Katsir). Darussalam.

Luthfiyah., & Khobir, A. (2023). Ontologi, epistimologi dan aksiologi filsafat pendidikan. Jurnalbasicedu, 7(5), 3249–3254.

Mukorrobin, R. (2022). Hakikat manusia sebagai makhluk pedagogik. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 24(2), 668. https://doi.org/10.26623/jdsb.v24i2.3698

Nizar, S. (2001). Pengantar dasar dasar pemikiran pendidikan Islam. Gaya Gramedia Pratama.

Redmon Windu Gumati. (2020). Manusia sebagai subjek dan objek pendidikan (analisis semantik manusia dalam filsafat pendidikan Islam). Jurnal Pendidikan Indonesia, 1(2), 127–144. https://doi.org/10.36418/japendi.v1i2.20

Sammons, P., Ko, J., Chowdry, H., & Barreau, S.(2014). Influences on students’ academic self-concept and general academic self-efficacy. https://assets.publishing.service.gov.uk/media/57a08cb4e5274a31e0001825/RR340_-_Influences_on_students__academic_self-concept_and_general_academic_self-efficacy.pdf

Smith, C., & Denton, M. L. (2005). Soul searching: The religious and spiritual lives of American teenagers. Oxford University Press.

Steinberg, L., & Morris, A. S. (2001). Adolescent development. Annual Review of Psychology, 52(1), 83-110.

Downloads

Published

2025-02-24

How to Cite

Apriyani, N. ., Yuspiani, Y., & Wahyuddin, W. (2025). HAKIKAT MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK PEDAGOGIK: TINJAUAN FILOSOFIS DAN IMPLIKASINYA DALAM PENDIDIKAN. LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 5(1), 347-359. https://doi.org/10.51878/learning.v5i1.4520

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.