MEKANISME COPING GURU BK DALAM MENGHADAPI SISWA DENGAN PERILAKU SELF-HARM : STUDI KUALITATIF
DOI:
https://doi.org/10.51878/learning.v5i1.3766Keywords:
Guru BK, Self-Harm, Mekanisme CopingAbstract
Mental health is currently a frequently discussed topic, one of which is mental health among adolescents. When an adolescent becomes emotionally fragile, they may resort to self-harm as an outlet. Guidance counselors who support students dealing with self-harm also require effective coping mechanisms to maintain their own mental health. This study aims to understand how a student's self-harming behavior impacts the emotional regulation of the guidance counselor supporting them and how the counselor employs coping mechanisms to address this issue. The research adopts a qualitative method with a phenomenological approach, as the researchers seek to uncover the issue of self-harm that is prevalent among adolescents. The results of the research show five findings, namely feelings of discomfort that arise when accompanying students with Self-Harm behavior, the form of Self-Harm carried out by students is by cutting their arms, the background of students doing Self-Harm varies, Guidance Teachers carry out Problem Focused and Emotional Focused Coping to reduce pressure.
ABSTRAK
Kesehatan mental saat ini merupakan topik yang sering dibahas, dan salah satunya adalah kesehatan mental pada remaja. Ketika diri seorang remaja menjadi rapuh mereka bisa melakukan pelampiasan melalui tindakan self-harm. Guru BK yang membimbing peserta didiknya yang mengalami self-harm pun membutuhkan mekanisme koping yang tepat untuk tetap menjaga kesehatan mentalnya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tindakan self harm yang dilakukan seorang peserta didik akan mempengaruhi regulasi emosi guru BK yang membimbingnya dan bagaimana cara guru BK melakukan mekanisme coping menghadapi masalah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dikarenakan peneliti ingin menungkap masalah self-harm yang banyak dilakukan para remaja. Hasil penelitian menunjukkan lima temuan, yaitu perasaan kurang nyaman yang muncul saat mendampingi siswa dengan perilaku Self-Harm, bentuk Self-Harm yang dilakukan oleh siswa yaitu dengan menyayat lengan, latar belakang siswa melakukan Self-Harm beragam, Guru BK melakukan Problem Focused Coping dan Emotional Focused Coping untuk mengurangi tekanan.
References
Gloriabarus. (2022, Oktober 24). berita. Retrieved from Uniersitas Gadjah Mada: https://ugm.ac.id/id/berita/23086-hasil-survei-i-namhs-satu-dari-tiga-remaja-indonesia-memiliki-masalah-kesehatan-mental/
Lazarus, R. S., & Folkman, S. (1984). Stress, Appraisal, and Coping. New York: Springer Publishing Company, Inc.
Liftiah. (2008). Psikologi Abnormal. Semarang.
Nelma, H. (2022). Gambaran Strategi Coping pada Profesional Kesehatan Mental. JP3SDM, 12-22.
Nusandari, A. (2011). Psikologi Kesehatan. Yogyakarta: Penerbit Galangpress.
Nelma, H. (2022). Gambaran Strategi Coping pada Profesional Kesehatan Mental. JP3SDM, 12-22.
Nevid, J. S., Rathus, S. A., & Greene, B. (2014). Psikologi Abnormal Edisi Kesembilan Jilid 1. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Moleong, L. J. (2009). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.
Prayitno. (1997). Pelayanan Bimbingan dan Konseling SMU. Jakarta: Dirjen Dikti Diknas.
Rinny Andryani Putri, R. K. (2024). Tantangan Mahasiswa dalam Menghadapi Era Generasi Strawberry. Publishing : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 1-7.
Riyanti, R. F., & Taufik, T. (2023). Strategi Koping Guru dalam Penanganan Siswa di Kelas Rendah Sekolah Luar Biasa. GUIDENA : Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling, 610-631.
Rukmana, B. (2021). Faktor Penyebab Terjadinya Perilaku Self Injury pada Mahasiswa yang Berkuliah di Universitas Swasta di Kota Pekanbaru. Pekanbaru: Universitas Islam Riau.
Sakti, A. (2024, Desember 2). 8 Kriteria Sehat Jiwa Menurut WHO, Bagaimana Denganmu? Retrieved from IDN Times Sulsel: https://sulsel.idntimes.com/health/fitness/adisa-sakti/kriteria-sehat-jiwa-menuru-who-c1c2
Salahudin, A. (2010). Bimbingan dan Konseling. Bandung: Pustaka Setia.
Sardiman. (2003). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Raja Garafindo Persada.
Sitio, D. K., & Diponegoro, A. (2023). Studi Fenomenologi : Coping Stress Guru Pendamping Khusus Wanita di Sekolah Kristen Kalam Kudus Pontianak. EDUKASIA : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 2261-2682.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2014). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Penerbit Alfabeta
Suhertina. (2015). Penyusunan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Pekanbaru: Mutiara Pesisir Sumatera.
T, M. I. (2011). Pengaruh Kematangan Emosi Terhadap Kecenderungan Perilaku Self Injury pada Remaja. Jakarta: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
Thesalonika, & Apsari, N. C. (2021). Perilaku Self-Harm Atau Melukai Diri Sendiri yang Dilakukan oleh Remaja (Self-Harm Or Self-Injuring Behaior By Adolesents). Focus : Jurnal Pekerjaan Sosial, 213-224.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













