DARI KESALEHAN SPIRITUAL MENUJU KESALEHAN EKOLOGIS: REKONSTRUKSI PEMBELAJARAN PAI BERBASIS ETIKA LINGKUNGAN ISLAM
DOI:
https://doi.org/10.51878/educational.v6i3.14369Abstract
The increasingly complex environmental crisis is not merely an ecological problem but is also closely related to moral, ethical, and spiritual issues concerning how humans interact with nature. Islamic Religious Education (PAI) holds a strategic position in developing students' awareness of human responsibility toward the environment as an integral part of practicing Islamic values. However, PAI learning still tends to emphasize spiritual and individual piety, while the dimension of ecological piety has not received proportional attention. This study aims to analyze the concept of ecological piety from the perspective of Islamic environmental ethics and to formulate a reconstruction of PAI learning that integrates spiritual piety with students' ecological responsibility. This research employs a qualitative approach using library research and an interdisciplinary perspective that integrates Islamic Religious Education, Islamic ethics, and environmental education. The data sources are analyzed through content analysis by examining Qur'anic verses, hadith, Islamic educational literature, and relevant scholarly studies on environmental ethics. The findings indicate that Islamic environmental ethics are founded on the principles of tawḥīd, khalīfah fī al-arḍ, trust (amānah), balance (mīzān), as well as the prohibition of environmental destruction (fasād) and excessive behavior (isrāf). These principles can serve as the foundation for reconstructing PAI learning through the integration of learning objectives, materials, learning processes, habituation, and evaluation oriented toward the development of ecological piety. This study proposes a paradigm in which students' piety is represented not only through ritual obedience and their vertical relationship with Allah but also through ethical responsibility for environmental sustainability. Therefore, PAI learning needs to shift from a predominantly individual-spiritual piety paradigm toward an integrative form of piety that unites spiritual, social, and ecological dimensions.
ABSTRAK
Krisis lingkungan yang semakin kompleks tidak hanya merupakan persoalan ekologis, tetapi juga berkaitan dengan persoalan moral, etika, dan spiritual manusia dalam memperlakukan alam. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki posisi strategis dalam membentuk kesadaran peserta didik mengenai tanggung jawab manusia terhadap lingkungan sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai keislaman. Namun, pembelajaran PAI masih cenderung berorientasi pada penguatan kesalehan spiritual dan individual, sementara dimensi kesalehan ekologis belum memperoleh perhatian yang proporsional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kesalehan ekologis dalam perspektif etika lingkungan Islam serta merumuskan rekonstruksi pembelajaran PAI yang mengintegrasikan kesalehan spiritual dengan tanggung jawab ekologis peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) dan pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan perspektif Pendidikan Agama Islam, etika Islam, dan pendidikan lingkungan. Sumber data dianalisis melalui analisis isi dengan menelaah ayat-ayat Al-Qur'an, hadis, literatur pendidikan Islam, dan kajian ilmiah yang relevan dengan etika lingkungan. Hasil kajian menunjukkan bahwa etika lingkungan Islam bertumpu pada prinsip tauhid, khalīfah fī al-arḍ, amanah, keseimbangan (mīzān), serta larangan melakukan kerusakan (fasād) dan tindakan berlebih-lebihan (isrāf). Prinsip-prinsip tersebut dapat menjadi basis rekonstruksi pembelajaran PAI melalui integrasi tujuan, materi, proses pembelajaran, pembiasaan, dan evaluasi yang berorientasi pada pembentukan kesalehan ekologis. Penelitian ini menawarkan paradigma bahwa kesalehan peserta didik tidak hanya direpresentasikan melalui ketaatan ritual dan hubungan vertikal dengan Allah, tetapi juga melalui tanggung jawab etis dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Dengan demikian, pembelajaran PAI perlu diarahkan dari paradigma kesalehan yang dominan individual-spiritual menuju kesalehan integratif yang menyatukan dimensi spiritual, sosial, dan ekologis.
Downloads
References
Al-Bukhari, M. ibn Isma'il. (n.d.). Sahih al-Bukhari. Dar Tuq al-Najah.
Al-Qur'an al-Karim.
Al-Qurthubi, A. A. M. ibn A. al-Ansari. (n.d.). Al-Jami' li Ahkam al-Qur'an. Mu'assasah al-Risalah.
Al-Sa'di, A. ibn N. (n.d.). Taysir al-Karim al-Rahman fi Tafsir Kalam al-Mannan. Mu'assasah al-Risalah.
Armayanto, H., & Syahidin, A. (2025). Membangun kesadaran ekologis umat Islam melalui pengelolaan lingkungan di masjid. Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan, 22(2), 235–247. https://doi.org/10.46781/al-mutharahah.v22i02.1770
Arsyad, M., & Hasanah, N. (2025). Nilai ekologis Islam: Konsep khalifah dan amanah. Al-Mustafid: Journal of Quran and Hadith Studies, 4(1), 33–48. https://doi.org/10.30984/mustafid.v4i1.1361
Azzahra, S., & Maysithoh, S. (2024). Peran Muslim dalam pelestarian lingkungan: Ajaran dan praktik. At-Thullab: Jurnal Mahasiswa Studi Islam, 6(1), 1568–1579. https://doi.org/10.20885/tullab.vol6.iss1.art8
Binawan, A., & Soetopo, M. G. S. (2023). Implementasi hak atas lingkungan hidup yang bersih, sehat, dan berkelanjutan dalam konteks hukum Indonesia. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 9(1), 121–156. https://doi.org/10.38011/jhli.v9i1.499
Ceesay, K., & Sonko, K. L. (2024). Integrating Islamic environmental ethics into basic education curricula in The Gambia for a sustainable environment. TARBIYA: Journal of Education in Muslim Society, 11(2), 159–178. https://doi.org/10.15408/tjems.v11i2.42072
Hasnia, Sakka, A. R., & Kara, A. (2025). Eco-theology dalam perspektif hadis: Relevansinya terhadap etika dan hukum lingkungan. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(6), 10243–10252.
Ibn Kathir, I. ibn U. (n.d.). Tafsir al-Qur'an al-'Azim. Dar Tayyibah.
Ismail, M. J. (2021). Pendidikan karakter peduli lingkungan dan menjaga kebersihan di sekolah. Guru Tua: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 4(1), 59–68. https://doi.org/10.31970/gurutua.v4i1.67
Kurniati, N., & Mursalin, H. (2023). Pandangan Islam terhadap upaya pelestarian lingkungan. Mauriduna: Journal of Islamic Studies, 4(2), 212–220. https://doi.org/10.37274/mauriduna.v4i2.842
Laksono, G. E. (2022). Mewujudkan kesadaran lingkungan melalui Pendidikan Agama Islam berbasis ecotheology Islam. Jurnal Kependidikan, 10(2), 247–258. https://doi.org/10.24090/jk.v10i2.8043
Muslim ibn al-Hajjaj. (n.d.). Sahih Muslim. Dar Ihya' al-Turath al-'Arabi.
Nur, A., Husin, H. Bin, Alwizar, & Yasir, M. (2025). Qur'anic ecotheology and the ethics of forest protection in Indonesia. Jurnal Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur'an dan Hadis, 26(2), 351–382. https://doi.org/10.14421/qh.v26i2.6312
Putri, L. D., Nugroho, C., Malik, A., & Nastain, M. (2024). Developing ecological piety in pesantren: The Kyai's cognition and the practice of living fiqh al-bi'ah in Banten. Ijtihad: Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan, 23(2), 235–259. https://doi.org/10.18326/ijtihad.v23i2.235-259
Rahman, R., Ismail, F., Nurhayati, N., & Abu Nazar, I. (2025). Ecological ethics in Islamic religious education textbooks: A qualitative representation analysis. Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education, 6(3), 844–861. https://doi.org/10.31538/tijie.v6i3.1995
Rohman, A., Kurniawan, E., Syifauddin, M., Muhtamiroh, S., & Muthohar, A. (2024). Religious education for the environment: Integrating eco-theology in the curriculum of Islamic religious and character education to enhance environmental education in Indonesia. Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam, 18(2), 201–226. https://doi.org/10.21580/nw.2024.18.2.21094
Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al-Mishbah: Pesan, kesan dan keserasian Al-Qur'an. Lentera Hati.
Syihabuddin, M., Mubaraq, Z., & Mustofa, M. L. (2023). Elucidating eco-religious in Islamic studies and the future of environmental ethics. Al'Adalah, 26(2), 189–207. https://doi.org/10.35719/aladalah.v26i2.370
Wasil, W., & Muizudin, M. (2023). Ekoteologi dalam menyikapi krisis ekologi di Indonesia perspektif Seyyed Hossein Nasr. Refleksi: Jurnal Kajian Agama dan Filsafat, 22(1), 22–43. https://journal.uinjkt.ac.id/index.php/refleksi/article/view/31403
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















