PEMBERDAYAAN PELAKU USAHA MIKRO SEKTOR WISATA MELALUI IMPLEMENTASI QRIS DI DESA AIK BERIK, KABUPATEN LOMBOK TENGAH

Authors

  • Supratman Supratman Universitas Pendidikan Mandalika
  • Menik Aryani Universitas Pendidikan Mandalika
  • Sari Kartikaningrum Universitas Pendidikan Mandalika
  • Galih Mulya Subastyan Universitas Pendidikan Mandalika
  • Miratul Husna Neris Universitas Pendidikan Mandalika

DOI:

https://doi.org/10.51878/community.v5i2.7429

Keywords:

QRIS, Literasi Digital, UMKM Wisata, Pendekatan Partisipatif

Abstract

ABSTRACT

Digital transformation plays a crucial role in strengthening the economic resilience of communities, particularly through the acceleration of digitalization among micro, small, and medium enterprises (MSMEs). One of the key innovations supporting this effort is the implementation of the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) by Bank Indonesia, which enables transactions to be conducted quickly, securely, and efficiently. This community service activity was carried out in Aik Berik Village, Central Lombok Regency—one of the leading tourism villages within the Rinjani Geopark area—with the aim of empowering micro-scale tourism entrepreneurs through education, data collection, and the implementation of QRIS. The adoption of QRIS in the tourism sector of Aik Berik Village was implemented using a mobile participatory approach to accelerate the digital adaptation of micro and small business actors. Educational activities, registration assistance, and transaction simulations were conducted directly at business locations spread across the Benang Stokel and Benang Kelambu waterfall tourism areas. The results show a significant improvement in digital financial literacy, understanding of QRIS usage, and transaction efficiency, which became up to 70% faster than before. Furthermore, the application of digital payment systems strengthened professionalism and transparency in managing the village’s tourism economy. This field-based approach proved effective in accelerating digital transformation and fostering an inclusive, adaptive, and sustainable digital tourism village ecosystem. Digitalization through QRIS not only enhances visitor convenience and trust but also serves as a tool for local economic empowerment, strengthening MSME competitiveness in the digital economy era

ABSTRAK

Transformasi digital menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, terutama melalui percepatan digitalisasi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu inovasi penting yang mendukung hal tersebut adalah penerapan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) oleh Bank Indonesia, yang memungkinkan transaksi dilakukan dengan cepat, aman, dan efisien. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Aik Berik, Kabupaten Lombok Tengah—desa wisata unggulan di kawasan Rinjani Geopark—dengan tujuan memberdayakan pelaku usaha mikro sektor wisata melalui edukasi, pendataan, dan implementasi QRIS. Penerapan QRIS di sektor wisata Desa Aik Berik dilakukan melalui pendekatan mobile participatory untuk mempercepat adaptasi digital pelaku usaha mikro dan menengah. Edukasi, pendampingan registrasi, serta simulasi transaksi dilaksanakan langsung di lokasi usaha yang tersebar di sekitar destinasi wisata Air Terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam literasi keuangan digital, pemahaman penggunaan QRIS, dan efisiensi transaksi hingga 70% lebih cepat dibanding sebelumnya. Selain itu, penerapan sistem pembayaran digital juga memperkuat profesionalisme dan transparansi pengelolaan ekonomi wisata desa. Pendekatan berbasis lapangan ini terbukti efektif dalam mempercepat transformasi digital serta mendukung terwujudnya ekosistem desa wisata yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Digitalisasi melalui QRIS tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan kepercayaan wisatawan, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi lokal yang memperkuat daya saing UMKM di era ekonomi digital.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggraini, N., Harsono, I., & Sriningsih, S. (2024). Efektivitas penggunaan dana desa untuk pembangunan di desa bonjeruk kecamatan jonggat kabupaten lombok tengah. Jurnal Oportunitas Ekonomi Pembangunan, 3(1), 1-8.

https://doi.org/10.29303/oportunitas.v3i1.570

Asyani, M. & Dewi, R. (2018). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan pengelolaan hutan kemasyarakatan (social forestry). Jurnal Manajemen Agribisnis (Journal of Agribusiness Management), 6(2), 42.

https://doi.org/10.24843/jma.2018.v06.i02.p06

Bustaomi, Y., Alwi, M., & Singandaru, A. (2025). Dampak pengembangan objek wisata aik nyet terhadap kesejahteraan rumah tangga pelaku usaha mikro di destinasi wisata aik nyet kabupaten lombok barat. JIE, 4(1), 1-20. https://doi.org/10.59827/jie.v4i1.200

Hardoyo, D., Muhammad, F., & Taruna, T. (2016). Perencanaan kegiatan wisata pendidikan dalam kawasan geopark rinjani lombok berbasis daya dukung lingkungan (studi daerah aik berik). Jurnal Ilmu Lingkungan, 14(2), 103. https://doi.org/10.14710/jil.14.2.103-107

Istanto, H., & Mursyidah, L. (2024). Non-Cash Systems Improving Transparency in Village Financial Management: Sistem Non-Tunai Meningkatkan Transparansi Pengelolaan Keuangan Desa. Indonesian Journal of Law and Economics Review, 19(4). https://doi.org/10.21070/ijler.v19i4.1189

Kusuma, M., Afifi, M., & Manan, A. (2025). Pengaruh akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja desa (apbdes) terhadap pembangunan desa di desa sukaraja kecamatan praya timur kabupaten lombok tengah. Konstanta, 4(1), 143-161.

https://doi.org/10.29303/konstanta.v4i1.1849

Margi, M., Murdana, I., & Abdullah, A. (2024). Strategi pengelolaan daya tarik wisata air terjun benang stokel di lombok tengah. JRTour, 4(2), 404-410.

https://doi.org/10.47492/jrt.v4i2.3653

Murianto, M. (2014). Potensi dan persepsi masyarakat serta wisatawan terhadap pengembangan ekowisata di Desa Aik Berik, Lombok Tengah. Jurnal Master Pariwisata (JUMPA), 1(1), 43-64. https://doi.org/10.24843/jumpa.2014.v01.i01.p03

Muttalib, A., & Khaeri, K. (2024). Pemberdayaan ekonomi desa melalui badan usaha milik desa (BUMDes) Desa Sengkerang Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah. Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 37–40.

https://doi.org/10.69503/abdinesia.v4i2.249

Nita, N. A., Bangsawan, S., & Pandjaitan, D. R. H. (2024). MSME business growth in Indonesia: Is the Indonesian Standard Quick Response Code (QRIS) a major factor? Jurnal Inovasi, 20(2), Mei. https://doi.org/10.30872/jinv.v20i2.1770

Purnomo, S., Nurmalitasari, N., & Nurchim, N. (2024). Digital transformation of MSMEs in Indonesia: A systematic literature review. Journal of Management and Digital Business, 4(2), 301-312. https://doi.org/10.53088/jmdb.v4i2.1121

Rahmawati, S., & Arfiansyah, M. (2023). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Penggunaan QRIS pada UMKM Kota Surakarta. Journal Management, 22(3), 2655-2826. https://doi.org/10.33557/mbia.v22i3.2663

Santika, A. Z., Musyaffi, A. M., & Zairin, G. M. (2024). Factors Influencing the Adoption of QRIS Digital Payments in MSMEs. Jurnal Akuntansi, Perpajakan dan Auditing, 5(1), 172-187. https://doi.org/10.21009/japa.0501.13

Saputra, A., Hermawan, A., & Maesaroh, S. (2024). Analisis dan rekomendasi upaya penerapan penggunaan qris bagi pedagang di pasar cikurubuk tasikmalaya. JUTRABIDI, 1(5), 41-58. https://doi.org/10.61132/jutrabidi.v1i5.310

Saputra, H., Sukartini, N., Nasution, M., Ariyah, M., Efendi, Y., & Rohman, A. (2023). Analisis swot pengembangan desa wisata berbasis kearifan dan potensi lokal melalui pemberdayaan masyarakat untuk mendukung pengembangan pariwisata di desa aik berik lombok tengah. Jurnal Pengabdian Masyarakat – Teknologi Digital Indonesia, 2(1), 19. https://doi.org/10.26798/jpm.v2i1.778

Septiani, L., Yuliatin, Y., Fauzan, A., & Sumardi, L. (2023). Tradisi mensilaq dan nilai karakter yang terkandung di dalamnya (studi di dusun lendang kunyit, desa pengadang, kecamatan praya tengah, kabupaten lombok tengah). Jiip – Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(12), 10249-10256. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i12.3235

Setiawan, A. (2024). The role of village government in digital-based community empowerment in tourism villages. Journal of Governance, 9(3), 461–475.

https://doi.org/10.31506/jog.v9i3.28017

Wisesa, B., Hadi, A., & Darmansyah, D. (2020). Alokasi anggaran pengelolaan objek daya tarik wisata (odtw) alami di desa aik berik kecamatan batukliang utara kabupaten lombok tengah. Journal of Government and Politics (Jgop), 2(1), 20.

https://doi.org/10.31764/jgop.v2i1.2201

Downloads

Published

2025-11-08

How to Cite

Supratman, S., Aryani, M., Kartikaningrum, S., Subastyan, G. M., & Neris, M. H. (2025). PEMBERDAYAAN PELAKU USAHA MIKRO SEKTOR WISATA MELALUI IMPLEMENTASI QRIS DI DESA AIK BERIK, KABUPATEN LOMBOK TENGAH. COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 629-637. https://doi.org/10.51878/community.v5i2.7429

Issue

Section

Articles