PEMAHAMAN STRUKTUR TATA SURYA DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENGUATAN LITERASI SAINS PADA PESERTA DIDIK MI/SD)
DOI:
https://doi.org/10.51878/teaching.v5i4.7924Keywords:
Tata Surya, Literasi Sains, Pendidikan DasarAbstract
ABSTRACT
Science education in Islamic Elementary Schools (Madrasah Ibtidaiyah) and general Elementary Schools plays a strategic role in building scientific literacy from an early age. This study examines the relevance of understanding the structure of the Solar System to strengthening scientific literacy among MI/SD students. The innovative value of this research lies in the development of a Solar System learning model that integrates an inquiry-based approach, the use of digital technology, and local context to make learning more meaningful for students. This study employs a qualitative descriptive analysis method through a literature review, including the examination of journal articles, books, and relevant educational documents. The key stages of the research involve identifying the components of the Solar System, analyzing planetary characteristics, and synthesizing findings on the relevance of Solar System understanding to scientific literacy. The findings show that understanding the structure of the Solar System significantly enhances students’ ability to explain scientific phenomena, design simple investigations, and interpret observational data. The main conclusion of this study is that contextual and interactive Solar System learning supported by creative media and exploratory activities can strengthen the scientific literacy of MI/SD students as a fundamental basis for fostering scientific character and critical thinking skills. The study implies the need for curriculum development that emphasizes inquiry-based learning and the integration of technology in science education. Additionally, it highlights the importance of teacher training in designing effective instructional strategies to improve students’ scientific literacy. Further research is required to test the effectiveness of learning interventions developed from the findings of this study.
ABSTRAK
Pendidikan sains di Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar (MI/SD) memiliki peran strategis dalam membangun literasi sains sejak usia dini. Penelitian ini berupaya mengkaji relevansi pemahaman struktur Tata Surya terhadap penguatan literasi sains peserta didik MI/SD. Nilai inovatif dari penelitian ini terletak pada pengembangan model pembelajaran Tata Surya yang menggabungkan pendekatan inkuiri, pemanfaatan teknologi digital, dan konteks lokal sehingga lebih relevan dengan pengalaman siswa. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan tahapan studi pustaka, meliputi penelaahan artikel jurnal, buku, dan dokumen pendidikan relevan. Tahapan penting dalam penelitian ini adalah identifikasi komponen Tata Surya, analisis karakteristik planet, serta sintesis temuan tentang relevansi pemahaman Tata Surya terhadap literasi sains. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman struktur Tata Surya secara signifikan meningkatkan kemampuan siswa dalam menjelaskan fenomena ilmiah, merancang penyelidikan sederhana, dan menafsirkan data pengamatan. Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah integrasi pembelajaran Tata Surya yang kontekstual dan interaktif, dengan memanfaatkan media kreatif dan aktivitas eksplorasi, mampu memperkuat literasi sains siswa MI/SD sebagai fondasi penting untuk pengembangan karakter ilmiah dan kemampuan berpikir kritis. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya pengembangan kurikulum yang lebih menekankan pada pembelajaran berbasis inkuiri dan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran sains. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti pentingnya pelatihan guru dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan literasi sains siswa. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menguji efektivitas intervensi pembelajaran yang dirancang berdasarkan temuan penelitian ini.
References
Depiper, GL, Peterson, B., Little, A., & Kazemi, E. (2018). Pembelajaran sains yang bermakna melalui pembelajaran berbasis fenomena. Jurnal Penelitian Pengajaran Sains, 55 (4), 411–437. https://doi.org/10.1002/tea.21454
Ergül, R., ?ahin, A., & Yalç?n, M. (2019). Pengaruh pembelajaran sains berbasis multimedia terhadap miskonsepsi siswa tentang ruang. Penelitian dalam Pendidikan Sains & Teknologi, 37 (2), 163–179. https://doi.org/10.1080/02635143.2019.1576604
Fiorella, L., & Mayer, RE (2016). Delapan cara untuk mendorong pembelajaran generatif. Educational Psychology Review, 28 (4), 717–741. https://doi.org/10.1007/s10648-015-9348-9
Hennessy, S., Harrison, D., & Wamakote, L. (2016). Faktor-faktor guru yang mempengaruhi penggunaan TIK di kelas di Afrika Sub-Sahara. Pengajaran dan Pendidikan Guru, 59, 55–68. https://doi.org/10.1016/j.tate.2015.12.001
Hennessy, S., Rojas-Drummond, S., & Barrera, MJ (2021). Pengajaran dialogis dan penalaran kolaboratif di kelas sains. Pembelajaran, Budaya, dan Interaksi Sosial, 28 , 100459. https://doi.org/10.1016/j.lcsi.2020.100459
Lazonder, AW, & Harmsen, R. (2016). Meta-analisis pembelajaran berbasis inkuiri: Pengaruh bimbingan. Educational Research Review, 19, 1–16. https://doi.org/10.1016/j.edurev.2016.02.001
Makransky, G., & Mayer, RE (2019). Manfaat kunjungan lapangan virtual dalam realitas virtual imersif: Bukti prinsip imersi dalam pembelajaran multimedia. Komputer & Pendidikan, 135 , 103–114. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2019.103778
Marty, J.-C., Carron, T., & Émin, V. (2019). Simulasi digital dalam pendidikan astronomi: Meningkatkan pemahaman konseptual pada siswa sekolah dasar . Komputer & Pendidikan, 142, 103651. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2019.103651
Mistler-Jackson, M., & Songer, NB (2016). Motivasi dan pemahaman konseptual siswa dalam pembelajaran sains inkuiri kolaboratif. Pendidikan Sains, 100 (6), 1069–1093. https://doi.org/10.1002/sce.21248
National Academies of Sciences, Engineering, and Medicine. (2016). Science literacy: Concepts, contexts, and consequences. National Academies Press. https://doi.org/10.17226/23595
OECD. (2018). Kerangka kerja penilaian dan analisis PISA 2018. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/b25efab8-en
Parong, J., & Mayer, RE (2021). Konsekuensi kognitif dari bermain game realitas virtual imersif. Pembelajaran dan Instruksi, 72 , 101497. https://doi.org/10.1016/j.learninstruc.2021.101497
Rahman, A., Widodo, W., & Setiawan, D. (2019). Pembelajaran kolaboratif dan berbasis inkuiri untuk meningkatkan pemahaman konseptual dalam sains dasar. Jurnal Pembelajaran Internasional , 12(4), 311–326. https://doi.org/10.29333/iji.2019.12421a
Reiser, BJ, Novak, M., McGill, TAW, Horn, MB, & Farrell, C. (2021). Mendukung penerapan pengetahuan melalui pembelajaran berbasis fenomena. Jurnal Penelitian Pengajaran Sains, 58 (4), 447–475. https://doi.org/10.1002/tea.21678
Sadler, T. D., Foulk, J., & Friedrichsen, P. (2018). Recontextualizing science instruction through socioscientific issues: A pedagogical framework for enhancing scientific literacy. Science Education, 102(2), 443–473. https://doi.org/10.1002/sce.21300
Sari, DP, & Wahyuni, S. (2019). Pemanfaatan media pembelajaran sains untuk meningkatkan pemahaman konseptual di sekolah dasar. Jurnal Fisika: Seri Konferensi, 1171 (1), 012030. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1171/1/012030
Sikorová, Z. (2020). Konsepsi Siswa tentang Bumi dan Alam Semesta. Jurnal Pedagogi, 11 (1), 131–150. https://doi.org/10.2478/jped-2020-0006
Tondeur, J., Scherer, R., Siddiq, F., & Baran, E. (2017). Pendidik guru sebagai penjaga gerbang: Mempersiapkan generasi guru berikutnya untuk integrasi teknologi dalam pendidikan. Komputer & Pendidikan, 120 , 1–3. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2017.06.001
Zangori, L., Forbes, CT, & Schwarz, C. (2017). Menjelajahi peran inkuiri berbasis model terhadap penjelasan siswa sekolah dasar tentang air tanah. Pembelajaran, Budaya, dan Interaksi Sosial, 14 , 10–22. https://doi.org/10.1016/j.lcsi.2017.03.001
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












