MODEL INTERNALISASI NILAI HUMANIS RELIGIUS DALAM PENGEMBANGAN PESANTREN RAMAH ANAK
DOI:
https://doi.org/10.51878/teaching.v6i3.14552Keywords:
Model Internalisasi Nilai Humanis Religius; Pesantren Ramah Anak; Perlindungan AnakAbstract
The increasing cases of violence and bullying in Islamic boarding schools highlight the importance of strengthening Islamic education that emphasizes not only formal religiosity but also child protection through humanitarian values. This study aims to analyze the model of internalizing religious humanist values in the development of Child-Friendly Islamic Boarding Schools (Pesantren Ramah Anak) related to child protection from violence and bullying at Pesantren Al-Hamidiyah, Depok City. This study employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that the internalization of religious humanist values is implemented through aspects of caregiving and supervision, curriculum and learning processes, facilities and infrastructure, as well as general boarding school services. The internalization process takes place through the stages of value transformation, value transaction, and value transinternalization. The values internalized include freedom, brotherhood, and equality based on the principles of tawhid and revelation. The implementation of these values contributes to creating a safer, more inclusive, non-violent boarding school environment that supports the protection of students from violence and bullying. This study produces a model for the internalization of religious humanist values built through the integration of values, internalization processes, and boarding school culture in realizing child-friendly Islamic education oriented toward child protection.
ABSTRAK
Maraknya kasus kekerasan dan perundungan di lingkungan pesantren menunjukkan pentingnya penguatan pendidikan Islam yang tidak hanya menekankan aspek religiusitas formal, tetapi juga perlindungan anak melalui nilai-nilai kemanusiaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis model internalisasi nilai humanis religius dalam pengembangan Pesantren Ramah Anak terkait perlindungan anak dari kekerasan dan perundungan di Pesantren Al-Hamidiyah Kota Depok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai humanis religius dilakukan melalui aspek kepengasuhan dan kemusyrifan, kurikulum dan proses pembelajaran, sarana dan prasarana, serta pelayanan umum pesantren. Proses internalisasi berlangsung melalui tahapan transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi nilai. Adapun nilai yang diinternalisasikan meliputi kebebasan, persaudaraan, dan kesetaraan yang berlandaskan prinsip tauhid dan wahyu. Implementasi nilai-nilai tersebut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan pesantren yang aman, inklusif, non-kekerasan, dan mendukung perlindungan santri dari kekerasan dan perundungan. Penelitian ini menghasilkan model internalisasi nilai humanis religius yang dibangun melalui keterpaduan antara nilai, proses internalisasi, dan kultur pesantren dalam mewujudkan pendidikan pesantren yang ramah anak dan berorientasi pada perlindungan anak.
Downloads
References
Abdullah, A., & Ds, H. N. (2020). Pendidikan humanis dalam perspektif pendidikan Islam. Jurnal Ilmiah Islamic Resources, 17(2), 76–85. https://doi.org/10.1234/jiir.v17i2.2020
Agustin, M., Saripah, I., & Gustiana, A. D. (2018). Analisis tipikal kekerasan pada anak dan faktor yang melatarbelakanginya. Jurnal Ilmiah VISI PGTK PAUD dan DIKMAS, 13(1), 1–10. https://doi.org/10.21009/JIV.1301.1
Ahmad, N. (2017). Pendidikan Islam humanis: Kajian pemikiran A. Malik Fadjar. Oglam Books.
Algristian, H., AS, N. A., Fithriyah, F. K., Khamida, K., Hidayah, N., & Yahya, D. (2022). Pencegahan perundungan untuk mendukung zero violance education di lingkungan pondok pesantren. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 209–217. https://doi.org/10.33086/snpm.v1i1.809
Aminah, A. A., Fadjarajani, S., Mulya, G., & Marwan, I. (2025). Implementasi kebijakan pesantren ramah anak dalam menanggulangi bullying dan kekerasan di pesantren. PEMA: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(3), 465–472. https://doi.org/10.56832/pema.v5i3.2021
Aminullah, M. (2022). Humanisme religius perspektif Al-Qur’an (titik temu agama dan filsafat). Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan, 6(2), 112–125. https://doi.org/10.52266/tajdid.v6i2.112
Firman, Rama, B., Damopoli, M., & Said, M. (2020). Realitas pembelajaran konten keislaman dan keindonesiaan di Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan. Jurnal Al-Qalam, 26(1), 1–12. https://doi.org/10.18592/al-banjari.v14i1.644
Hadi, S. (2012). Konsep humanisme Yunani Kuno dan perkembangan dalam sejarah pemikiran filsafat. Jurnal Filsafat, 22(2), 117–130. https://doi.org/10.22146/jf.12990
Hakam, K. A., & Nurdin, E. S. (2016). Metode internalisasi nilai-nilai (untuk modifikasi perilaku berkarakter). Alfabeta.
Hasibuan, N. (2026). Child-friendly Islamic boarding schools: A conceptual study of Islamic education strategies in the prevention of violence against children. Tafkir: Interdisciplinary Journal of Islamic Education, 7(2), 319–337. https://doi.org/10.31538/tijie.v7i2.2517
Ikeda, D. (2008). Dewi perdamaian: 7 jalur menuju kehormatan global. PT Bhuana Ilmu Populer Gramedia.
Izzah, N., Ahmad, M., & Suryadi, S. (2025). Development model of child-friendly management in Islamic boarding schools (pesantren). Journal of Posthumanism, 5(6), 4466–4477. https://doi.org/10.63332/joph.v5i6.2640
Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia. (2024, 27 Desember). JPPI catat kasus kekerasan sekolah-pesantren di 2024 tembus 573 kasus. CNN Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20241227153044-20-1181548/jppi-catat-kasus-kekerasan-sekolah-pesantren-di-2024-tembus-573-kasus
Kemenag. (2025). Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 91 Tahun 2025 tentang Peta Jalan Program Pengembangan Pesantren Ramah Anak. Kementerian Agama Republik Indonesia.
Mas'ud, A. (2002). Menggagas format pendidikan nondikotomik: Humanisme religius sebagai paradigma pendidikan. Gama Media.
Mizani, Z. M. (2021). Relevansi konsep pendidikan humanis-religius Abdurrahman Mas’ud dengan penguatan pendidikan karakter keterampilan peserta didik abad 21. Ta'dibuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 4(2), 168–170. https://doi.org/10.30659/jpai.4.2.166-177
Muafiah, E., Sofiana, N. E., & Khasanah, U. (2022). Pesantren education in Indonesia: Efforts to create child-friendly pesantren. ULUMUNA, 26(2), 447–471. https://doi.org/10.20414/ujis.v26i2.558
Muntolib, M., Sidik, S., Zuhdi, M., & Arief, A. (2024). Model pesantren tanpa perundungan dalam pembentukan santri milenial. Edu Society: Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(3), 1863–1874. https://doi.org/10.56832/edu.v4i3.579
Nadlifuddin, M. I. (2024). Child-friendly pesantren concept: A strategic approach to empowering children’s rights. Santri: Journal of Pesantren and Fiqh Sosial, 5(2), 169–184. https://doi.org/10.35878/santri.v5i2.1395
Nata, A. (2020). Pendidikan Islam di era milenial. Kencana.
Putra, A., Sholihin, M., Sandi, Q., & Asmuni. (2023). Dampak kekerasan dan perundungan (bullying) di lembaga pendidikan serta pencegahannya. Al-Hikmah: Jurnal Studi Keislaman dan Pendidikan, 10(2), 20–35. https://doi.org/10.12065/al-hikmah.v10i2.5
Rahmanudin, I., Yakin, P. A., & Umam, M. R. K. (2024). Implementation of child-friendly pesantren in an effort to prevent violence against students in Islamic boarding schools. KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan, 4(3), 78–87. https://doi.org/10.51878/knowledge.v4i3.3427
Rigby, K. (2003). Consequences of bullying in schools. The Canadian Journal of Psychiatry, 48(9), 583–590. https://doi.org/10.1177/070674370304800904
Rigby, K. (2017). School perspectives on bullying and preventative strategies: An exploratory study. Australian Journal of Education, 61(1), 24–39. https://doi.org/10.1177/0004944116685622
Ristianah, N. (2020). Internalisasi nilai-nilai keislaman perspektif sosial kemasyarakatan. Darajat: Jurnal PAI, 3(1), 1–12. https://doi.org/10.1234/darajat.v3i1.2020
Silvina, A. U., Cahyono, E. A., Mutiah, M., Habibullah, H. M., Rosidin, M. F., & Khoir, A. M. (2026). Pendampingan anti-bullying di Pondok Pesantren Manba’ul Ulum Klepek sebagai upaya pencegahan kekerasan dan membentuk pesantren ramah anak. Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(1), 103–111. https://doi.org/10.53299/bajpm.v6i1.3737
Toha, C. (2006). Kapita selekta pendidikan Islam. Pustaka Pelajar.
Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (2014). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 297.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













