PERSEPSI ANAK PEREMPUAN TERHADAP POLA ASUH AYAH TUNGGAL
DOI:
https://doi.org/10.51878/paedagogy.v6i3.12873Keywords:
Persepsi, Anak Perempuan, Ayah Tunggal, Pola Asuh, FenomenologiAbstract
Single-father parenting presents challenges in meeting a daughter’s developmental and emotional needs, particularly within a patriarchal cultural context. This study aimed to describe a daughter’s perception of single-father parenting and the psychological experiences associated with it. The study employed a qualitative approach with a case study design. The participant was a 19-year-old woman living in Bantul, Yogyakarta, who had been raised by her single father since the age of 10 following her mother’s death. Data were collected through in-depth interviews, transcribed verbatim, coded, and analyzed thematically. Four main themes emerged. First, paternal control gradually shifted toward trust as the participant grew older, although the father tended to remain silent when disappointed. Second, discipline and logical consequences were perceived as contributing to the participant’s independence and sense of responsibility, while expectations to contribute financially created pressure. Third, communication primarily focused on practical matters, whereas emotional concerns were rarely discussed because the participant felt that her experiences were not always validated. Fourth, paternal affection was expressed more frequently through concrete actions, companionship, and shared time than through verbal expressions or physical affection. These findings indicate that, in the participant’s experience, single-father parenting supported independence and responsibility but remained limited in terms of emotional openness and closeness.
ABSTRAK
Pengasuhan oleh ayah tunggal menghadirkan tantangan dalam memenuhi kebutuhan perkembangan dan emosional anak perempuan, terutama dalam konteks budaya patriarki. Penelitian ini bertujuan menggambarkan persepsi seorang anak perempuan terhadap pengasuhan ayah tunggal serta pengalaman psikologis yang menyertainya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan adalah seorang perempuan berusia 19 tahun di Bantul, Yogyakarta, yang diasuh oleh ayah tunggal sejak usia 10 tahun setelah ibunya meninggal dunia. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, ditranskripsikan secara verbatim, dikodekan, dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama. Pertama, kontrol ayah berkurang dan berkembang menjadi kepercayaan seiring bertambahnya usia partisipan, meskipun ayah cenderung memilih diam ketika kecewa. Kedua, kedisiplinan dan konsekuensi logis dipersepsikan berkontribusi terhadap perkembangan kemandirian dan tanggung jawab, tetapi harapan untuk berkontribusi secara finansial menimbulkan tekanan bagi partisipan. Ketiga, komunikasi lebih banyak berfokus pada persoalan praktis, sedangkan masalah emosional jarang dibicarakan karena partisipan merasa tidak selalu memperoleh validasi. Keempat, kasih sayang ayah lebih sering diwujudkan melalui tindakan nyata, pendampingan, dan waktu bersama daripada melalui ungkapan verbal atau afeksi fisik. Temuan ini menunjukkan bahwa pengasuhan ayah tunggal dalam pengalaman partisipan mendukung kemandirian, tetapi masih memiliki keterbatasan dalam keterbukaan dan kedekatan emosional.
Downloads
References
Ariska, Octaviani, A., Krisdiana, M., Ananda, Y., & Pertiwi, A. D. (2022). Analisis fatherless terhadap pola asuh anak. Early Childhood Journal, 3(1), 32–45. https://doi.org/10.30872/ecj.v3i1.4852
Badan Pusat Statistik. (2021). Perempuan dan laki-laki di Indonesia 2021. https://www.bps.go.id/id/publication/2021/12/16/9261644618cd6b95e5ab5840/perempuan-dan-laki-laki-di-indonesia-2021.html
Bahfen, M., Rahmatunnisa, S., & Ratusila, A. Z. (2023). Keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak usia dini di wilayah Kelurahan Ciater. Yaa Bunayya: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 94–100. https://doi.org/10.24853/yby.7.1.94-100
Brooks, J. (2011). The process of parenting: Proses pengasuhan (Ed. ke-8; R. Fajar, Penerj.; Sekartaji, Ed.). Pustaka Pelajar.
Cohen, B. J. (1992). Sosiologi: Suatu Pengantar (S. Simamora, Penerj.; Cet. 2). Rineka Cipta.
Dick, G. L. (2004). The Fatherhood Scale. Research on Social Work Practice, 14(2), 80–92. https://doi.org/10.1177/1049731503257863
Fakhri, A., Sayyidina, R. Z., & Jasmine, S. E. (2023). Peran ayah sebagai orang tua tunggal dalam mengasuh anak: Perspektif gender dalam keluarga. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Non Formal, 1, 31–42. https://ejournal.untirta.ac.id/SNPNF/article/view/81
Hariyanto. (2021). Memahami fenomena fatherless dan dampaknya bagi anak. Industry.co.id. https://www.industry.co.id/read/83342/memahami-fenomena-fatherless-dan-dampaknya-bagi-anak
Heri, M., Pratama, A. A., & Wijaya, G. A. (2022). Pengalaman Single Parent Dalam Mengasuh Anak Usia Pra-Sekolah (6 Tahun). Jurnal Keperawatan Silampari, 290-296. https://doi.org/10.31539/jks.v6i1.4332
Ilhami, M. W., Nurfajriani, W. V., Mahendra, A., Sirodj, A. R., & Afgani, M. W. (2024). Penerapan Metode Studi Kasus Dalam Penelitian Kualitatif. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 462-469. https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/6872
Jannah, D. (2018). Single Pareny: Ayah Sebagai Pembina Moral Anak. Jurnal Of Multidicsiplinary Research and Developement, 103-111. https://jurnal.ranahresearch.com/index.php/R2J/article/view/25
Kreitner, R., & Kinicki, A. (2010). Organizational behavior (9th ed.). McGraw-Hill/Irwin.
Lestari, S., & Amaliana, N. (2020). The role of the father as single-parent in childcare. Jurnal Sains Psikologi, 9(1), 1–14. https://doi.org/10.17977/um023v9i12020p1-14
Makagingge, M., Karmila, M., & Candra, A. (2019). Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perilaku Sosial Anak. Jurnal Pendidikan anak usia Dini, 115-122. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/YaaBunayya/article/view/5568
Nafisah, A., & Cahyanti, I. Y. (2021). Gambaran kecerdasan emosional remaja yang diasuh ayah tunggal. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental, 1(1), 765–777. https://doi.org/10.20473/brpkm.v1i1.26946
National Fatherhood Initiative. (2013, November 12). The father absence crisis in America [Infografik]. https://www.fatherhood.org/championing-fatherhood/the-father-absence-crisis-in-america
Nasution, F., Janani, A., Fadila, A. N., Asmidsah, A., & Khairiyani, S. (2023). Perkembangan Psikososial Masa Kanak-kanak Pertengahan. Jurnal Penidikan, Ilmu sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 1176-1188. https://jurnal.permapendis-sumut.org/index.php/edusociety/article/view/421
Nisa, A. H., Hasna, H., & Yarni, L. (2023). Persepsi. KOLONI, 2(4), 213–226. https://doi.org/10.31004/koloni.v2i4.568
Nugrahani, R. F., & Fitri, W. C. (2023). Pola Asuh Orang Tua Single Parent. Jurnal Literasi Psikologi, 35-45. https://doi.org/10.36636/psikodinamika.v3i2.2791
Rakhman, M., Tentama, F., & Situmorang, N. Z. (2018). Gambaran subjective well-being anak perempuan pada Komunitas Rumah Belajar Indonesia Bangkit (RBIB) di Yogyakarta. Dalam Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Community Psychology (hlm. 1–27). Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Jember. https://jurnal.unmuhjember.ac.id/index.php/PROGI/article/view/gab/0
Saepulloh, R. (2017, July 28). Mensos: Indonesia ranking 3 fatherless country di dunia. Warta Ekonomi. https://wartaekonomi.co.id/read149193/mensos-indonesia-ranking-3-fatherless-country-di-dunia
Sari, P. P., Sumardi, & Mulyadi, S. (2020). Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perkembangan Emosional Anak Usia Dini. Jurnal PAUD Agapedia, 157-170. https://doi.org/10.17509/jpa.v4i1.27206
Setyawati, & Rahardjo, P. (2015). Keterlibatan ayah serta faktor-faktor yang berpengaruh dalam pengasuhan seksualitas sebagai upaya pencegahan perilaku seks pranikah remaja di Purwokerto. Dalam Prosiding Seminar Nasional Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian LPPM Universitas Muhammadiyah Purwokerto (hlm. 216–223). http://seminarlppm.ump.ac.id/index.php/semlppm/article/view/160
Syafrianto, R., & Aulia, P. (2024). Gambaran pola pengasuhan orang tua single parent (ayah). Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(1), 15505–15517. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/14591
Wulandari, T., Sari, D. P., & Nasution, A. R. (2024). Deskriptif Mendalam Untuk Memastikan Keteralihan Temuan Penelitian Kualitatif. Jurnal Literasiologi, 124-131. https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/674
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Latifah Hidayati, Andhita Dyorita Khoiryasdien

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.















