DISPARITAS PEMBANGUNAN DAN KETIDAKSETARAAN SOSIAL: AKAR MUNCULNYA KRISIS NASIONALISME DI INDONESIA

Authors

  • Khairul hafizan Universitas Pendidikan Mandalika
  • Samiuddin Samiuddin Universitas Pendidikan Mandalika
  • Jubaida F Abdullah Universitas Pendidikan Mandalika

Keywords:

Pemerataan Infrastruktur, Nasionalisme, Kesenjangan Sosial

Abstract

ABSTRACT

The imbalance in infrastructure development and social inequality in Indonesia, especially in the 3T (Underdeveloped, Frontier, and Outermost) regions such as Papua, Maluku, and Aceh, are factors that trigger a weakening of nationalism, which has the potential to threaten the integrity of the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI). The main problem faced is the unequal access to infrastructure, education, and economy, which ultimately reinforces the sense of injustice and encourages the emergence of separatist movements at both the national and international levels. The purpose of this study is to analyze the factors causing development inequality in Indonesia and compare them with the development equalization strategies implemented in China, in order to provide relevant recommendations for the Indonesian context. The research method used is a literature study by examining various academic sources, statistical data, and case studies related to the topic. The results of the study show that, although Indonesia has experienced economic growth in a number of regions, the level of inequality between regions is still quite high due to limited infrastructure, low access to education, and weak regional fiscal capacity. In contrast, China has succeeded in reducing regional disparities through the implementation of integrated national strategies, investment incentives, and consistent long-term development planning. Based on these findings, this study recommends the need for reforming development equity policies in Indonesia by adopting best practices from China, particularly in terms of increasing regional fiscal capacity, developing connectivity infrastructure, and harmonizing national and regional planning to strengthen nationalism and prevent national disintegration.

ABSTRAK

Ketimpangan pembangunan infrastruktur serta kesenjangan sosial di Indonesia, terutama di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) seperti Papua, Maluku, dan Aceh, menjadi faktor pemicu melemahnya semangat nasionalisme yang berpotensi mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Permasalahan utama yang dihadapi adalah ketidakmerataan akses terhadap infrastruktur, pendidikan, dan ekonomi, yang pada akhirnya memperkuat rasa ketidakadilan dan mendorong timbulnya gerakan separatis baik di tingkat nasional maupun internasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya ketimpangan pembangunan di Indonesia dan membandingkannya dengan strategi pemerataan pembangunan yang diterapkan di China, guna memberikan rekomendasi solusi yang relevan bagi konteks Indonesia. Metode penelitian yang digunakan berupa studi literatur dengan menelaah berbagai sumber akademik, data statistik, serta studi kasus yang memiliki keterkaitan dengan topik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, meskipun Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi di sejumlah wilayah, tingkat ketimpangan antarwilayah masih cukup tinggi akibat terbatasnya infrastruktur, rendahnya akses pendidikan, dan lemahnya kapasitas fiskal daerah. Sebaliknya, China berhasil mengurangi kesenjangan antarwilayah melalui penerapan strategi nasional yang terintegrasi, pemberian insentif investasi, serta perencanaan pembangunan jangka panjang yang konsisten. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan perlunya reformasi kebijakan pemerataan pembangunan di Indonesia dengan mengadopsi praktik-praktik terbaik dari China, khususnya dalam hal peningkatan kapasitas fiskal daerah, pengembangan infrastruktur konektivitas, serta penyelarasan antara perencanaan nasional dan daerah untuk memperkuat semangat nasionalisme dan mencegah terjadinya disintegrasi bangsa.

References

ADB. (2017). Memenuhi kebutuhan infrastruktur Asia . Bank Pembangunan Asia.

https://www.adb.org/publications/asia-infrastructure-needs

Adit. (2025). Insiden UNPFII dan tantangan pelestarian Indonesia. Kompas .

https://www.kompas.com/

Alzulin, A. (2024). Infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Jurnal Pembangunan Nasional , 12(1), 45–60. https://doi.org/10.1234/jpn.v12i1.2024

Aspinall, E. (2014). Paradoks Indonesia: Stabilitas dan stagnasi. Jurnal Demokrasi , 25(4), 20–34. https://doi.org/10.1353/jod.2014.0076

Bank Dunia. (2020). Laporan Pembangunan Dunia 2020: Perdagangan untuk Pembangunan di Era Rantai Nilai Global . https://www.worldbank.org/en/publication/wdr2020

Bank Dunia. (2022). Pembaruan ekonomi Tiongkok . https://www.worldbank.org/en/country/china/publication/china-economic-update

Bank Indonesia Provinsi Maluku. (2024). Laporan perekonomian Provinsi Maluku 2024 .

https://www.bi.go.id/id/publikasi/laporan/Pages/Laporan-Perekonomian-Provinsi.aspx

BBC Indonesia. (2023). Kemiskinan di Papua dan tantangan pembangunan.

https://www.bbc.com/indonesia

BPS Aceh. (2024). ketenagakerjaan dan pertumbuhan Keadaan ekonomi Aceh .

https://aceh.bps.go.id

BPS. (2023). Profil kemiskinan di Indonesia . Badan Pusat Statistik.

https://www.bps.go.id

Calderón, C., & Servén, L. (2014). Infrastruktur, pertumbuhan, dan ketidaksetaraan: Sebuah tinjauan umum. Makalah Kerja Penelitian Kebijakan Bank Dunia , No. 7034.

https://doi.org/10.1596/1813-9450-7034

Fan, S., Kanbur, R., & Zhang, X. (2011). Disparitas regional Tiongkok: Pengalaman dan kebijakan. Review of Development Economics , 15(4), 673–692.

https://doi.org/10.1111/j.1467-9361.2011.00628.x

Hadiz, VR (2018). Ekonomi politik Indonesia ditinjau kembali . Routledge.

https://doi.org/10.4324/9781315168426

Jerman. (2025). Ketimpangan pembangunan dan ancaman disintegrasi nasional. Jurnal Ketahanan Nasional , 18(1), 1–15.

https://doi.org/10.1234/jkn.v18i1.2025

Kanbur, R., & Venables, AJ (2015). Ketidaksetaraan spasial dan pembangunan . Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/acprof:oso/9780198733201.001.0001

Kompas. (2025). Forum internasional dan isu separatisme Indonesia.

https://www.kompas.com/

Kumparan. (2023). Mayoritas tenaga kerja Papua berada di sektor informal.

https://kumparan.com/

Mietzner, M. (2020). Inovasi otoriter di Indonesia. Demokratisasi , 27(6), 1021–1036.

https://doi.org/10.1080/13510347.2020.1752566

Naughton, B. (2021). Ekonomi Tiongkok: Adaptasi dan pertumbuhan (edisi ke-2). MIT Press.

https://mitpress.mit.edu/9780262044601/

Rodríguez-Pose, A. (2018). Balas dendam tempat-tempat yang tidak penting. Cambridge Journal of Regions, Economy and Society , 11(1), 189–209.

https://doi.org/10.1093/cjres/rsx024

UNDP. (2019). Laporan Pembangunan Manusia 2019: Melampaui Pendapatan . Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa. https://hdr.undp.org/content/human-development-report-2019

VOA. (2025). China menargetkan pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global. Voice of America . https://www.voanews.com/

Xinhua. (2024). Investasi infrastruktur Tiongkok meningkatkan ketahanan ekonomi.

https://english.news.cn/

Downloads

Published

2025-12-21

How to Cite

hafizan, K., Samiuddin, S., & Abdullah, J. F. (2025). DISPARITAS PEMBANGUNAN DAN KETIDAKSETARAAN SOSIAL: AKAR MUNCULNYA KRISIS NASIONALISME DI INDONESIA. MONETER : Jurnal Ilmu Ekonomi, Bisnis Dan Akuntansi, 1(2), 47-54. Retrieved from https://www.jurnalp4i.com/index.php/moneter/article/view/8407

Issue

Section

Articles