PINJAMAN ONLINE : EKSISTENSINYA DALAM PEREKONOMIAN MASYARAKAT DAN IMPLIKASI TERHADAP PERILAKU KONSUMEN
DOI:
https://doi.org/10.51878/moneter.v2i2.13634Keywords:
Pinjaman Online, Literasi Keuangan, Perilaku Konsumen, Fenomenologi, Perlindungan KonsumenAbstract
ABSTRACT
Advances in information technology have accelerated the growth of digital financial services, particularly fintech lending or online loans. Despite the associated legal, financial, and psychological risks, public interest in these services continues to increase. This study aims to explore the reasons why individuals continue to use online loans despite being aware of the associated risks and to identify the psychological impacts experienced by users. This research employed a qualitative phenomenological approach through in-depth interviews with four active online loan users in Bekasi Regency, West Java, Indonesia. Data were analyzed using phenomenological analysis, including data reduction, coding, theme identification, and interpretation of participants' lived experiences. The findings reveal that urgent financial needs, a consumptive lifestyle, and limited access to alternative financing are the primary factors driving the use of online loans. Participants tended to disregard long-term risks due to immediate financial pressures, while loan default emerged as a psychological coping mechanism that potentially worsens both financial and psychological conditions. This study highlights that the decision to use online loans is influenced not only by rational considerations but also by situational pressures and psychological factors. The findings contribute to the literature by demonstrating the importance of understanding users' subjective experiences as a basis for strengthening financial literacy, enhancing consumer protection policies, and developing more inclusive and sustainable alternative financing schemes.
ABSTRAK
Kemajuan teknologi informasi mendorong pertumbuhan layanan keuangan digital, khususnya fintech lending atau pinjaman online. Meskipun memiliki risiko hukum, finansial, dan psikologis, minat masyarakat terhadap layanan ini terus meningkat. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi alasan individu tetap menggunakan pinjaman online di tengah kesadaran akan risikonya serta mengidentifikasi dampak psikologis yang dialami pengguna. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi melalui wawancara mendalam terhadap empat pengguna aktif pinjaman online di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, pengkodean, identifikasi tema, dan interpretasi makna pengalaman informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan ekonomi yang mendesak, gaya hidup konsumtif, dan terbatasnya akses pembiayaan alternatif menjadi faktor utama penggunaan pinjaman online. Informan cenderung mengabaikan risiko jangka panjang karena tekanan kebutuhan, sementara perilaku gagal bayar menjadi mekanisme adaptasi psikologis (coping) yang berpotensi memperburuk kondisi keuangan dan psikologis. Penelitian ini menegaskan bahwa keputusan menggunakan pinjaman online dipengaruhi oleh tekanan situasional dan kondisi psikologis, tidak hanya oleh pertimbangan rasional. Temuan ini memberikan kebaruan dengan menunjukkan pentingnya memahami pengalaman subjektif pengguna sebagai dasar penguatan literasi keuangan, perlindungan konsumen, dan pengembangan pembiayaan alternatif yang lebih inklusif.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Arsy Danti, Syifa Salsa Bila

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0













