MENUMBUHKAN NALAR EKOLOGIS MELALUI SASTRA: INTEGRASI EKOKRITIK DALAM KURIKULUM SMA
DOI:
https://doi.org/10.51878/language.v5i4.9094Keywords:
Nalar ekologis, ekokritik, pedagogi sastra, pendidikan lingkungan, model ADDIEAbstract
Environmental education in Indonesia faces stagnation due to the dominance of cognitive-reductionist scientific approaches, often failing to engage the deeper dimensions of student consciousness. This study aims to revitalize the role of literature as a pedagogical instrument for cultivating ecological reasoning by developing ecocriticism-infused literary appreciation materials. Employing the ADDIE Research and Development (R&D) model, this study tests the construct validity of literature in bridging the gap between linguistic aesthetics and environmental ethics. Through triangulation validation (material experts, media experts, 15 practitioners) and field testing with 27 students at SMA Kolese De Britto, the research found that integrating ecocriticism across five literary genres achieved exceptionally high acceptability, with material expert validation at 92.08% and user response at 92.50%. These findings demonstrate that the ecocritical approach effectively transforms literary texts from mere rote-learning objects into dialectical spaces capable of training students' reasoning sensitivity and empathy toward the global environmental crisis.
ABSTRAK
Pendidikan lingkungan hidup di Indonesia menghadapi tantangan stagnasi akibat dominasi pendekatan saintifik yang cenderung kognitif-reduksionistik, sehingga gagal menyentuh dimensi kesadaran terdalam siswa. Penelitian ini bertujuan untuk merevitalisasi peran sastra sebagai instrumen pedagogis dalam menumbuhkan nalar ekologis (ecological reasoning) melalui pengembangan bahan ajar apresiasi sastra bermuatan ekokritik. Menggunakan desain Research and Development (R&D) model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), penelitian ini menguji validitas konstruk materi sastra dalam menjembatani kesenjangan antara estetika bahasa dan etika lingkungan. Melalui validasi triangulasi (ahli materi, ahli media, 15 praktisi pendidikan) dan uji lapangan terhadap 27 siswa SMA Kolese De Britto, penelitian ini menemukan bahwa integrasi ekokritik dalam lima genre sastra memperoleh akseptabilitas sangat tinggi dengan skor validasi ahli materi 92,08% dan respon pengguna 92,50%. Temuan ini membuktikan bahwa pendekatan ekokritik mampu mentransformasi teks sastra dari sekadar objek hafalan menjadi ruang dialektis yang efektif untuk melatih kepekaan nalar dan empati siswa terhadap krisis lingkungan global.
References
Amri, S., dkk. (2011). Implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran. Prestasi Pustakaraya.
Astuti, N. M. M. S., Yarsama, K., & Sujaya, I. M. (2025). Penyusunan buku pengayaan kecintaan terhadap lingkungan SMA melalui kajian ekokritik kumpulan puisi. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni, 13(2), 259–271. https://doi.org/10.59672/stilistika.v13i2.4558
Barry, P. (2002). Beginning theory: An introduction to literary and cultural theory (2nd ed.). Wales University Press.
Bartosch, R. (2013). Environ mentality: Ecocriticism and the event of postcolonial fiction. Rodopi.
Candra, A. A. (2017). Ekokritik dalam cerpen Indonesia mutakhir. Jurnal Pena Indonesia, 3(2), 100–129. https://doi.org/10.26740/jpi.v3n2.p100-129
Endraswara, S. (2016). Metodologi penelitian ekologi sastra: Konsep, langkah, dan penerapan. CAPS.
Fatimah, Y., Waluyo, H. J., & Waluyo, B. (2021). Ekokritik pada novel Kekal karya Kalu Kancana serta pemanfaatannya dalam pembelajaran sastra di SMA. Basastra: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 9(2), 313–332. https://doi.org/10.20961/basastra.v9i2.53185
Garrard, G. (2004). Ecocriticism. Routledge.
Glotfelty, C., & Fromm, H. (Eds.). (1996). The ecocriticism reader: Landmarks in literary ecology. University of Georgia Press.
Juanda. (2018). Ekokritik sastra: Kajian ekologis dalam sastra Indonesia. Deepublish.
Juanda, J. (2024). Pelajaran ekologis dari sastra: Kearifan lokal dalam novel Upacara. DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 4(4), 994–1003. https://doi.org/10.53769/deiktis.v4i4.1144
Landriany, E. (2014). Implementasi kebijakan Adiwiyata dalam upaya mewujudkan pendidikan lingkungan hidup di SMA Kota Malang. Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan, 2(1). https://doi.org/10.22219/jkpp.v2i1.1739
Munaris, M., & Prasetya, R. A. P. (2019). Pemanfaatan kajian ekokritik dalam pembelajaran sastra sebagai wahana menanamkan cinta lingkungan. Repository LPPM Universitas Lampung. http://repository.lppm.unila.ac.id/view/divisions/FKIP14/2019.html
Nada, Z. Q., & Listiana, H. (2024). Tren integrasi literasi ekologis dalam materi pembelajaran Bahasa Indonesia pada Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 282–299. https://doi.org/10.19105/ghancaran.vi.17209
Nazili, A. R., Khasanah, M. P., Cahyani, S. U., & Ahmad, N. (2025). Literasi lingkungan melalui pembelajaran Bahasa Indonesia sebagai upaya membangun kepedulian ekologis. Innovative: Journal of Social Science Research, 5(2), 3572–3580. https://doi.org/10.31004/innovative.v5i2.18810
Oktafia, S., & Puspitoningrum, E. (2022). Analisis ekokritik pada novel Tentang Kita karya Wiwik Waluyo untuk pembelajaran sastra di SMA. Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran), 5, 616–648. https://doi.org/10.29407/kxpgf241
Orr, D. W. (1992). Ecological literacy: Education and the transition to a postmodern world. SUNY Press.
Rahmaputri, N. K. A. (2024). Implementasi pedagogi kritis dalam pembelajaran bahasa dan sastra. Pedalitra: Prosiding Pedagogi, Linguistik, dan Sastra, 4(1), 201–207. https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/pedalitra/article/view/4186
Riduwan, & Sunarto. (2009). Pengantar statistika untuk penelitian pendidikan, sosial, komunikasi, ekonomi, dan bisnis. Alfabeta.
Sharma, V. K. (2017). Thoreau’s ecocriticism: An improved means to unimproved ends. American Journal of Arts and Design, 2(1), 24–29. https://doi.org/10.11648/j.ajad.20170201.14
Yarsama, K. (2024). Implementasi pedagogi kritis dalam pembelajaran apresiasi sastra. Pedalitra: Prosiding Pedagogi, Linguistik, dan Sastra, 4(1), 58–62. https://ojs.mahadewa.ac.id/index.php/pedalitra/article/view/4169
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 D. Sanusi S.H. Murti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













