PARADIGMA INTERDISIPLINER DALAM KAJIAN LIVING QUR’AN: PERSPEKTIF KEILMUAN ISLAM KONTEMPORER

Authors

  • Syarifah Al Alawiyah Program Studi Magister Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Keywords:

Living Qur'an, Paradigma Interdisipliner, Studi Al-Qur'an, Integrasi Keilmuan, Keilmuan Islam Kontemporer, Metodologi Penelitian

Abstract

ABSTRACT

Living Qur'an studies have developed as an approach to examining how the Qur'an is experienced and practiced within social life. However, most previous studies have primarily focused on describing social phenomena or strengthening methodological aspects without specifically addressing the interdisciplinary paradigm as a conceptual framework that integrates multiple academic disciplines. This gap has limited comprehensive explanations of the relationships among the Qur'anic text, its reception, religious practices, and broader social dynamics. Therefore, this study aims to analyze the urgency of an interdisciplinary paradigm in Living Qur'an studies, explain its implementation, and formulate its contribution to the development of contemporary Islamic scholarship. This study employed a qualitative library research method using content analysis of scholarly literature on Living Qur'an, Qur'anic studies, and interdisciplinary theories. The findings reveal that the interdisciplinary paradigm enables the integration of tafsīr, sociology, anthropology, psychology, history, communication, and education, resulting in a more comprehensive understanding of Living Qur'an practices. The novelty of this study lies in proposing an interdisciplinary paradigm as a conceptual framework that broadens the scope of Living Qur'an studies while strengthening their relevance in addressing contemporary social, cultural, and technological developments. These findings contribute to the advancement of research methodology and support the development of more integrative, contextual, and adaptive Qur'anic studies.

ABSTRAK

Kajian Living Qur'an berkembang sebagai pendekatan yang mengkaji interaksi masyarakat dengan Al-Qur'an dalam praktik sosial, namun sebagian besar penelitian masih berfokus pada deskripsi fenomena atau penguatan metodologi tanpa secara khusus membahas paradigma interdisipliner sebagai kerangka konseptual yang mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu. Kesenjangan tersebut menyebabkan analisis terhadap fenomena Living Qur'an belum sepenuhnya mampu menjelaskan keterkaitan antara teks, resepsi, praktik keagamaan, dan dinamika sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis urgensi paradigma interdisipliner dalam kajian Living Qur'an, menjelaskan implementasinya, serta merumuskan kontribusinya bagi pengembangan keilmuan Islam kontemporer. Penelitian menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif melalui analisis isi terhadap literatur mengenai Living Qur'an, studi Al-Qur'an, dan teori interdisipliner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma interdisipliner memungkinkan integrasi perspektif tafsir, sosiologi, antropologi, psikologi, sejarah, komunikasi, dan pendidikan sehingga menghasilkan analisis yang lebih komprehensif terhadap praktik Living Qur'an. Kebaruan penelitian ini terletak pada perumusan paradigma interdisipliner sebagai kerangka konseptual yang memperluas objek kajian sekaligus memperkuat relevansi studi Living Qur'an dalam merespons dinamika sosial, budaya, dan teknologi. Temuan ini berimplikasi pada penguatan metodologi serta pengembangan studi Al-Qur'an yang lebih integratif, kontekstual, dan adaptif.

References

Abdullah, Amin. (2022). Islam sebagai Ilmu: Epistemologi, Metodologi, dan Etika. Bandung: Mizan,

Abdullah, Amin. (2011). Studi Agama: Normativitas atau Historisitas? Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Abdullah, Amin. (2020) Multidisiplin, Interdisiplin, dan Transdisiplin: Metode Studi Agama dan Studi Islam di Era Kontemporer Yogyakarta: IB Pustaka,

Afriadi Putra dan Muhammad Yasir. (2020). Kajian Al-Qur'an di Indonesia (Dari Studi Teks ke Living Qur'an), Suhuf 13, no. 2

Atabik, Ahmad. (2014). The Living Qur'an: Potret Budaya Tahfiz al-Qur'an di Nusantara. Jurnal penelitian 8.1

Campbell, Heidi A. (2013). Digital Religion: Understanding Religious Practice in New Media Worlds New York: Routledge.

David D. Hall, ed., (1997) Lived Religion in America: Toward a History of Practice (Princeton: Princeton University Press.

Ghoni, Abdul, and Gazi Saloom. (2021). Idealisasi metode living qur’an, Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer 5.2: 413.

Gill, Sam D. (2011). Religion and Practice. New York: Palgrave Macmillan.

Hs, Muhammad Alwi, and Iin Parninsih. (2021). Living Qur’an dalam Studi Qur’an di Indonesia (Kajian Atas Pemikiran Ahmad Rafiq) Hermeneutik 15.1.

Klein, Julie Thompson. (1990). Interdisciplinarity: History, Theory, and Practice (Detroit: Wayne State University Press.

McGuire, Meredith B. (2008). Lived Religion: Faith and Practice in Everyday Life (Oxford: Oxford University Press.

Meredith B. McGuire. (2008). Lived Religion: Faith and Practice in Everyday Life (Oxford: Oxford University Press.

Mujahidin et al., Ahmad. (2025). The Living Qur'an Approach in Islamic Education: A Systematic Literature Review, Jurnal Pendidikan Islam.

Murtadlo, Ghulam. (2023). Mendalami Living Qur'an: Analisis Pendidikan dalam Memahami dan Menghidupkan Al-Qur'an: Exploring the Living Qur'an: An Analysis of Education in Understanding and Living the Qur'an, PANDU: Jurnal Pendidikan Anak Dan Pendidikan Umum 1.2

Rafiq, Ahmad. (2016)The Living Qur'an: Its Text, Reception, and Function in the Society, dalam The Qur'an in the Malay-Indonesian World: Context and Interpretation, ed. Majid Daneshgar, Peter G. Riddell, dan Andrew Rippin London: Routledge.

Rafiq, Ahmad. (2021). Living Qur'an: Its Historical Roots and Academic Challenges, Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan Hadis 22, no. 2.

Sam D. Gill, (2011). Religion and Practice (New York: Palgrave Macmillan.

Syamsuddin, Sahiron. (2007). Ranah-ranah Penelitian dalam Studi Al-Qur'an dan Hadis. Yogyakarta: Teras.

Yusuf, Muhammad. (2011). Pendekatan Sosiologis dalam Kajian Living Qur'an, Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan Hadis 12, no. 1.

Downloads

Published

2026-07-17

How to Cite

Alawiyah, S. A. (2026). PARADIGMA INTERDISIPLINER DALAM KAJIAN LIVING QUR’AN: PERSPEKTIF KEILMUAN ISLAM KONTEMPORER. KHAZANAH : Jurnal Studi Ilmu Agama, Sosial Dan Kebudayaan, 1(2), 342–357. Retrieved from https://www.jurnalp4i.com/index.php/khazanah/article/view/13359

Issue

Section

Articles

Similar Articles

1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.