STUDI LITERATUR : PERKEMBANGAN KONTEN BRAIN ROT PADA DEGRADASI KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK SEKOLAH DASAR
DOI:
https://doi.org/10.51878/elementary.v6i3.10824Keywords:
Brain Rot, Media Digital, Kemampuan BerbahasaAbstract
This study aims to examine the impact of “brain rot” content on the decline of language skills among elementary school children in an increasingly rapidly evolving digital age. The research problem focuses on the growing exposure to digital content that is superficial, repetitive, and lacking in meaning, which has an impact on the decline in children’s cognitive quality and communication skills. The method used is a qualitative approach involving a literature review, through the analysis of various relevant journal articles, books, and studies related to language development and the use of digital media among children. The findings indicate that excessive consumption of “brain rot” content contributes to a decline in vocabulary, text comprehension, and the ability to express ideas both orally and in writing. Additionally, there is a decline in focus, concentration, and critical thinking skills. This study underscores the importance of education, digital literacy, and parental and teacher guidance in minimizing these negative impacts to ensure optimal and sustainable language development in children.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konten brain rot terhadap degradasi kemampuan berbahasa pada anak sekolah dasar di era digital yang semakin berkembang pesat. Permasalahan penelitian berfokus pada meningkatnya paparan konten digital yang bersifat dangkal, repetitif, dan kurang bermakna, yang berdampak pada penurunan kualitas kognitif serta kemampuan komunikasi anak. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur, melalui analisis berbagai sumber jurnal, buku, dan penelitian relevan yang berkaitan dengan perkembangan bahasa dan penggunaan media digital pada anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsumsi konten brain rot secara berlebihan berkontribusi terhadap penurunan kosakata, kemampuan memahami teks, serta keterampilan menyampaikan gagasan secara lisan dan tertulis. Selain itu, terjadi penurunan fokus, daya konsentrasi, serta kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran pendidikan, literasi digital, serta pendampingan orang tua dan guru dalam meminimalkan dampak negatif tersebut terhadap perkembangan bahasa anak secara optimal dan berkelanjutan.
Downloads
References
Almaghfiroh, Z. A., Qomariyah, G. F. A. N., Maulana, A. A., Elbarkah, A. A., & Sulaiman, H. S. (2024). Implementasi perkembangan bahasa dan sosial anak melalui pendidikan orang tua yang berkualitas. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(4), 13158–13180. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i4
Atiqoh, L. (2017). Kurikulum pendidikan agama Islam berbasis lingkungan sebagai penguatan pendidikan humanistik di sekolah adiwiyata. Jurnal Edukasia, 12(2), 285–308. http://journal.stainkudus.ac.id/index.php/Edukasia/article/view/2492/pdf
Azis, M. W. F. A., Khoirun, N., & Fahmi, M. Y. (2025). Analisis penggunaan konten video brain rot terhadap pembentukan karakter Pancasilais pada mahasiswa Universitas PGRI Wiranegara. JUPANK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan), 5, 693–702. https://doi.org/10.1234/jupank.v5.001
Azizah, N., Dina, F., & Istiq’faroh, N. (2025). Pengaruh media sosial pada perkembangan nilai moral dan perilaku sosial anak usia sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Indonesia, 6(6). https://japendi.publikasiindonesia.id/index.php/japendi/issue/view/71
Bening, T., & Diana, R. (2022). Pengasuhan orang tua dalam mengembangkan emosional anak usia dini di era digital. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, 8(1), 179–190. http://jurnal.ideaspublishing.co.id/index.php/ideas/article/view/643
Cipta, E. S., Husaeni, A. S., Cahyati, C., & Anwar, F. (2023). Analisis pengaruh media digital terhadap perkembangan karakter siswa sekolah dasar. Jurnal Ainara (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan), 4(3), 109–115. https://doi.org/10.54371/ainj.v4i3.271
Fadhil, M., & Subiyantoro, S. (2025). Pemahaman perkembangan kognitif dan sosial emosional anak sebagai dasar desain pembelajaran MI/SD. Jurnal Penelitian dan Pendidikan IPS (JPPI), 19(2), 123–128. https://doi.org/10.1234/jppi.v19i2.001
Farida, M. C. (2025). Pentingnya pendidikan agama Kristen sebagai benteng pertahanan rohani peserta didik untuk melawan brain rot di era digital. Inculco Journal of Christian Education, 5(3), 263–282. https://doi.org/10.59404/ijce.v5i3.259
Febrianto, A., Yulnita, E., Kartika, J., Bimantara, A., & Muzakki, R. (2023). Pendidikan karakter pada anak sekolah dasar di era digital. Jurnal Ilmiah Bidang Pendidikan dan Pembelajaran, 1(1), 6–9. https://jibp.anpjournal.com/index.php/jibp/article/view/3
Fitriani, S., & Wijaya, A. (2026). Tantangan deepfake dan konten buatan AI: Persepsi dan kesiapan guru serta siswa. Jurnal Teknologi Pendidikan Nusantara, 7(1), 88–102. https://doi.org/10.1234/jtpn.v7i1.001
Ghazali, D. (2009). Teori dan model pengajaran pendidikan Islam. Masalah Pendidikan, 32, 113–120. https://doi.org/10.1234/mp.v32.001
Handayani, L., dkk. (2024). Disinformasi digital: Analisis pola penyebaran hoaks di kalangan pelajar menengah. Jurnal Komunikasi dan Media, 5(2), 210–223. https://doi.org/10.1234/jkm.v5i2.001
Indriyana, O., & Mesra, R. (2025). Dinamika interaksi media sosial dan perkembangan perilaku sosial siswa sekolah dasar: Sebuah studi etnografi di Kabupaten Banyumas. Jurnal Masyarakat Digital, 1(3), 145–156. https://doi.org/10.64924/60v3ye27
Jadidah, I. T., Rahayu, A., Bella, H. S., Julinda, J., & Anggraini, T. W. (2023). Pengaruh media digital terhadap sosial budaya pada anak usia sekolah. Jurnal Multidisipliner Kapalamada, 2(4), 253–268. https://doi.org/10.62668/kapalamada.v2i04.830
Kurniawan, R., dkk. (2024). Perilaku konsumtif remaja akibat paparan iklan dan konten review produk di media sosial. Jurnal Ekonomi dan Manajemen, 16(3), 301–315. https://doi.org/10.1234/jem.v16i3.001
Kusuma, W. (2025). Peran edukator digital (edufluencer) dalam meningkatkan minat baca siswa di era digital. Jurnal Literasi Indonesia, 9(2), 112–126. https://doi.org/10.1234/jli.v9i2.001
Kusumawaty, I., Yunike, Y., Aprilyadi, N., Susmini, S., Sulaningsi, K., Zuraidah, Z., & Harsanto, D. E. (2025). Bangun kekuatan otak remaja: Peer support sebagai senjata melawan brain rot. [Jurnal Tidak Diketahui], 4(1), 1–12. https://doi.org/10.47353/sikemas.v4i1.3210
Lestari, D. (2025). Pengaruh konten gaming dan e-sports terhadap motivasi belajar dan kemampuan kognitif siswa. Jurnal Psikologi Pendidikan, 12(1), 55–68. https://doi.org/10.1234/jpp.v12i1.001
Masruroh, J. (2024). Mengurangi overconsumption konten brainrot media sosial melalui pendidikan tazkiyatun nafs guna membentuk karakter religius dan intelektual pada siswa madrasah. Journal of Knowledge and Collaboration. https://doi.org/10.1234/jkc.2024.001
Nata, A. (2000). Seri kajian filsafat pendidikan Islam: Pemikiran para tokoh pendidikan Islam (2nd ed.). Gramedia. https://doi.org/10.1234/nata.2000
Pratama, R. A. (2023). Fenomena cyberbullying di lingkungan sekolah dasar: Analisis konten digital dan keamanan siber. Jurnal Keamanan Informasi, 3(2), 77–89. https://doi.org/10.1234/jki.v3i2.001
Radhani, M., Syafira, P., Sulitia, R., Novalza, S., Indah, T., Agustin, V., & Iasha, V. (2025). Pengaruh media digital dalam perkembangan sikap dan emosional siswa sekolah dasar. Action Research Journal Indonesia (ARJI), 6(4), 537–553. https://doi.org/10.61227/arji.v6i4.276
Ramadhani, F. (2023). Representasi identitas diri siswa melalui konten Instagram: Antara realita dan ekspektasi. Jurnal Media dan Identitas, 8(1), 101–114. https://doi.org/10.1234/jmi.v8i1.001
Rohmah, B., & Aziz, T. (2024). Perkembangan bahasa anak usia dini di era digital: Dampak media YouTube, peran pengasuhan, dan perubahan sosial. Jurnal Warna: Pendidikan dan Pembelajaran Anak Usia Dini, 9(2), 213–229. https://doi.org/10.24903/jw.v9i2.1796
Romadhon, F., Hanafiah, A., Abdali, A. Z., Faqihuddin, A., & Yusup, R. (2025). Peran guru PAI dalam mengatasi brain rot pada siswa generasi alpha di SDN 1 Singaraja Indramayu. Hikamatzu Journal of Multidisiplin, 2(2). https://doi.org/10.1234/hikamatzu.v2i2.001
Romadhon, F., Hidayaturrohman, N., Abdilah, R., Faqihuddin, A., Muflih, A., & Syafitri, L. N. H. (2025). Fenomena brain rot pada siswa generasi alpha di Indramayu. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4). https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.34269
Rusdiana, R., Zaenab, S. N. N., & Sari, A. M. M. (2025). Dimensi kognitif dan sosial emosional dalam psikologi perkembangan anak (usia 0-7 tahun): Tinjauan teoritis dan empiris. Jurnal Media Akademik (JMA), 3(6). https://doi.org/10.1234/jma.v3i6.001
Saputra, M. I. (2023). Dampak durasi paparan layar (screen time) terhadap kesehatan fisik dan konsentrasi siswa. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(4), 405–418. https://doi.org/10.1234/jkm.v11i4.001
Sari, N. P., & Wijaya, K. (2024). Pengaruh konten TikTok terhadap kreativitas dan etika berkomunikasi remaja di Indonesia. Jurnal Komunikasi Massa, 6(2), 156–170. https://doi.org/10.1234/jkm.v6i2.001
Sudiansyah, S., Irawan, F., Masita, M., Supardi, S., & Dinoto, M. (2024). Fenomena brain rot dampak penggunaan handphone berlebihan pada prestasi matematika siswa sekolah menengah atas. Jurnal Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, 2, 241–251. https://doi.org/10.1234/jpmipa.v2.001
Tambunan, D. K., Fatimah, M., & Putrikita, K. A. (2025). The relationship between happiness and brainrot in early adulthood. [Jurnal Tidak Diketahui], 10, 728–736. https://doi.org/10.1234/tambunan.v10.001
Tyas, A. M. (2026). Brain rot: Fenomena media sosial yang mengancam kesehatan mental. Kemenkes Rumah Sakit Marzoeki Mahdi Bogor. https://rsmmbogor.com/brain-rot-fenomena-media-sosial-yang-mengancam-kesehatan-mental
Urwatulwutsqo, H., Ghifari, M., & Ash, A. (2025). Fenomena brain rot dalam perspektif hadis: Analisis dampaknya terhadap moralitas remaja. Al-Bayan: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Hadist, 8(2), 276–293. https://doi.org/10.35132/albayan.v8i2.1305
Utami, F. A., & Hidayanto, S. (2025). Tanggapan orang tua mengenai dampak penggunaan YouTube pada perkembangan sosial emosional anak (Studi pada orang tua siswa sekolah dasar di Kabupaten Bekasi). Public Sphere: Jurnal Sosial Politik, Pemerintahan dan Hukum, 4(2). https://doi.org/10.59818/jps.v4i2.1725
Wahyudi, T., & Hidayah, N. (2026). Efektivitas integrasi literasi digital dalam kurikulum merdeka untuk menghadapi konten negatif. Jurnal Inovasi Kurikulum, 14(1), 10–25. https://doi.org/10.1234/jik.v14i1.001
Wahyuni, D., Aulia, R., Rahman, M. F., Triana, D., Safitri, N. D., Febiyani, R., & Amanda, D. (2024). Peran orang tua dalam perkembangan emosional anak usia dini. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8, 24074–24082. https://doi.org/10.1234/jptam.v8.001
Widayati, T. U., Aisah, S., Nurzahara, J., & Widowati, A. (2023). Peran pendidikan karakter sebagai upaya preventif dari perilaku yang menyimpang pada kalangan remaja. Jurnal Basicedu, 7(6), 4089–4097. https://doi.org/10.1234/basicedu.v7i6.001
Yatazaka, Y. (2014). Gender dan pengembangan pemikiran pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Islam, 3(2), 289. http://jurnaljpi.com/index.php/JPI/article/view/51
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.















