ETNOSAINS PERKEBUNAN SINGKONG: STUDI LITERATUR INTEGRASI BUDAYA LOKAL DALAM PEMBELAJARAN IPAS SEKOLAH DASAR DI TULANG BAWANG LAMPUNG

Authors

  • Luthfiana Luthfiana Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Semarang
  • Eko Handoyo Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Semarang
  • Hanafi Hussin Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.51878/elementary.v6i3.10492

Keywords:

Etnosains, Singkong, IPAS, Budaya Lokal, Sekolah Dasar

Abstract

The limited integration of local cassava-based ethnoscience in elementary IPAS learning has caused science and social studies materials to be less connected to students’ cultural experiences, agrarian environment, and daily lives, particularly in Tulang Bawang, Lampung. This study aims to analyze the forms of integration of cassava plantation ethnoscience into elementary IPAS learning through a literature review. The literature search was conducted through Google Scholar, SINTA, Scopus, and Garuda, as well as supporting academic sources, including books, journal articles, proceedings, and research reports. The literature was selected based on the criteria of publications from 2014 to 2025, relevance to ethnoscience, elementary IPAS/science learning, local culture, local wisdom, contextual learning, cassava cultivation or processing practices, and availability in full text. The data were analyzed using descriptive-thematic analysis through the identification, classification, mapping, and interpretation of key themes related to local community practices and IPAS concepts. The findings show that cassava plantation ethnoscience can be integrated into IPAS learning through three main forms: conceptual integration, contextual integration, and cultural value integration. Conceptual integration is reflected in the mapping of local practices, such as seed selection, stem cutting, soil preparation, plant maintenance, cassava tape fermentation, gaplek drying, and tapioca flour production, with the concepts of plant growth, ecosystems, changes in matter, and production processes. Contextual integration is carried out by utilizing cassava plantations, agricultural environments, and home industries as learning resources. Cultural value integration includes the internalization of hard work, mutual cooperation, economic independence, and environmental care. The implication of this study highlights the need to develop systematic, contextual, and student-appropriate cassava ethnoscience-based IPAS learning materials that suit the characteristics of elementary school students in Tulang Bawang.

ABSTRAK

Minimnya integrasi etnosains lokal singkong dalam pembelajaran IPAS sekolah dasar menyebabkan materi sains dan sosial kurang terhubung dengan pengalaman budaya, lingkungan agraris, dan kehidupan sehari-hari siswa, khususnya di Tulang Bawang, Lampung. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk integrasi etnosains perkebunan singkong dalam pembelajaran IPAS sekolah dasar melalui studi literatur. Penelusuran literatur dilakukan melalui Google Scholar, SINTA, Scopus, dan Garuda, serta sumber akademik pendukung berupa buku, artikel jurnal, prosiding, dan laporan penelitian. Literatur dipilih berdasarkan kriteria publikasi tahun 2014–2025, relevan dengan etnosains, pembelajaran IPAS/IPA sekolah dasar, budaya lokal, kearifan lokal, pembelajaran kontekstual, praktik perkebunan atau pengolahan singkong, serta tersedia dalam teks lengkap. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif-tematik melalui identifikasi, pengelompokan, pemetaan, dan interpretasi tema-tema utama yang berkaitan dengan praktik lokal masyarakat dan konsep IPAS. Hasil kajian menunjukkan bahwa etnosains perkebunan singkong dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran IPAS melalui tiga bentuk utama, yaitu integrasi konseptual, integrasi kontekstual, dan integrasi nilai budaya. Integrasi konseptual tampak pada pemetaan praktik pemilihan bibit, stek batang, pengolahan tanah, perawatan tanaman, fermentasi tape, pengeringan gaplek, dan produksi tepung tapioka dengan konsep pertumbuhan tumbuhan, ekosistem, perubahan zat, dan proses produksi. Integrasi kontekstual dilakukan dengan memanfaatkan kebun singkong, lingkungan pertanian, dan industri rumah tangga sebagai sumber belajar. Integrasi nilai budaya mencakup penanaman nilai kerja keras, gotong royong, kemandirian ekonomi, dan kepedulian lingkungan. Implikasi kajian ini menunjukkan perlunya pengembangan perangkat pembelajaran IPAS berbasis etnosains singkong yang sistematis, kontekstual, dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar di Tulang Bawang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Achmad, W. K. S., Idrus, N. A., Irfan, M., & Utami, U. (2024). Pemanfaatan lingkungan alam sebagai media dan sumber belajar pada Komunitas Guru Pecinta Alam (GURILA). International Journal of Community Service Learning, 8(1), 70–78. https://doi.org/10.23887/ijcsl.v8i1.75907

Budiarti, I. S., Kusdianto, K., & Megawati, M. (2024). Ethnoscience exploration of sago processing as a science learning resource for elementary school. Journal of Advanced Sciences and Mathematics Education, 4(2), 195–206. https://doi.org/10.58524/jasme.v4i2.516

Fahrozy, F. P. N., Irianto, D. M., & Kurniawan, D. T. (2022). Etnosains sebagai upaya belajar secara kontekstual dan lingkungan pada peserta didik di sekolah dasar. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(3), 4337–4345. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i3.2843

Hs, A. M., Najwa, W. A., Rilianti, A. P., & Huda, M. M. (2024). Implementasi model sequenced berbasis pelestarian salak sebagai potensi lokal Bangkalan pada pembelajaran IPAS. Inovasi Sekolah Dasar: Jurnal Kajian Pengembangan Pendidikan, 11(2), 274–285.

Jannah, D. R. N., & Atmojo, I. R. W. (2022). Pemanfaatan tradisi Padusan dan Kungkum di Boyolali dalam mengembangkan materi ajar Ilmu Pengetahuan Alam di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 6(2), 2673–2680. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i2.2202

Lestari, L., & Nabila, N. (2024). Penerapan etnosains dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial kelas IV di MI As-Sunni Pamekasan. Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 8(2), 675. https://doi.org/10.35931/am.v8i2.3461

Miranto, S., Arif, M., Zulfiani, Z., & Anwar, C. (2025). Ethnoagriculture and food sovereignty in Kampung Cireundeu: An environmental education perspective. Tadris: Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah, 10(1), 63–77. https://doi.org/10.24042/tadris.v10i1.21011

Natalia, D., Herpratiwi, H., Nurwahidin, M., & Riswandi, R. (2023). Pengembangan modul IPAS berbasis proyek untuk meningkatkan kreativitas belajar peserta didik. Jurnal Teknologi Pendidikan, 8(2), 327–338. https://doi.org/10.33394/jtp.v8i2.6459

Nisa, R. K., Pramasdyahsari, A. S., Suharno, S., & Roshayanti, F. (2024). Penerapan model problem based learning untuk meningkatkan hasil belajar kognitif IPAS kelas V. JS (Jurnal Sekolah), 8(3), 413–423. https://doi.org/10.24114/js.v8i3.57906

Nur DS, Y. (2025). Pengembangan bahan ajar digital berbasis etnosains untuk meningkatkan kemampuan literasi sains siswa [Disertasi doktoral, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa]. Repositori Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. http://eprints.untirta.ac.id/id/eprint/51417

Nuralita, A. (2020). Analisis penerapan model pembelajaran berbasis etnosains dalam pembelajaran tematik SD. MIMBAR PGSD Undiksha, 8(1), 1–8. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPGSD/article/view/22972

Pawe, Y. M., Awu, Y., Lawe, Y. U., & Menge, E. (2024). Pemanfaatan lingkungan alam sekitar dalam pelaksanaan pembelajaran IPAS berbasis etnosains di SDK Olabolo. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 1(4), 1–10. https://doi.org/10.47134/pgsd.v1i4.845

Pieter, J., Risamasu, P. V. M., & Budiarti, I. S. (2023). Pengembangan bahan ajar berbasis kearifan lokal Jayapura untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan penguasaan konsep. Jurnal Pendidikan Fisika, 12(2), 171–177. https://doi.org/10.24114/jpf.v12i2.49444

Putra, B. P., & Wahyuni, S. (2025). Integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran IPA untuk meningkatkan literasi sains siswa: Kajian literatur. Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 13(2), 1431–1439. https://doi.org/10.20961/jkc.v13i2.103518

Saefull, Yuliatin, I., & Rosmilawati, I. (2025). Internalisasi nilai budaya adat Seren Taun Citorek dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar. LINGUA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 21(2). https://doi.org/10.30957/lingua.v21i2.1009

Sudarmin. (2014). Pendidikan karakter, etnosains dan kearifan lokal. FMIPA UNNES.

Sumarni, M. L., Jewarut, S., Melati, F. V., Vuspitasari, B. K., Atlantika, Y. N., & Siokalang, M. A. (2026). Potensi pembelajaran IPAS dalam memperkenalkan kearifan lokal di sekolah dasar. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(1), 292–302. https://doi.org/10.51878/social.v6i1.9386

Wae, V. P. S. M., Priska, M., & Daud, M. H. (2024). Ethnoscientific study of the making of traditional Uwi Kaju Ndota and Alu Ndene food in Ende Regency. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 10(4), 1969–1975. https://doi.org/10.29303/jppipa.v10i4.6293

Wicaksono, A. G. (2020). Penyelenggaraan pembelajaran IPA berbasis pendekatan STEM dalam menyongsong era Revolusi Industri 4.0. LENSA (Lentera Sains): Jurnal Pendidikan IPA, 10(1), 54–62. https://doi.org/10.24929/lensa.v10i1.98

Windiana, N., Hamdu, G., & Giyartini, R. (2025). Analisis pembelajaran berbasis etnosains di sekolah dasar Kecamatan Rajapolah. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(2). https://journal.unpas.ac.id/index.php/pendas/article/view/26569/13142

Yulia, N. M., Salsabila, A. D., & Anggita, A. L. I. (2025). Analisis penerapan model project based learning berbasis etnosains pada pembelajaran IPA di sekolah dasar. Madrasah Ibtidaiyah Education Journal, 3(1), 11–20. https://doi.org/10.63321/miej.v3i1.96

Downloads

Published

2026-06-19

How to Cite

Luthfiana, L., Handoyo , E., & Hussin, H. (2026). ETNOSAINS PERKEBUNAN SINGKONG: STUDI LITERATUR INTEGRASI BUDAYA LOKAL DALAM PEMBELAJARAN IPAS SEKOLAH DASAR DI TULANG BAWANG LAMPUNG. ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar , 6(3), 708–722. https://doi.org/10.51878/elementary.v6i3.10492

Issue

Section

Articles