MEMBANGUN GENERASI TANGGUH : IMPLEMENTASI PSIKOEDUKASI RESILIENSI BAGI GURU DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA
DOI:
https://doi.org/10.51878/community.v5i2.7837Keywords:
Penguatan karakter, psikoedukasi, resiliensiAbstract
Child development between the ages of 7 and 12 is a crucial phase, vulnerable to academic and social pressures, requiring appropriate intervention to maintain emotional stability. This study focuses on the urgency of strengthening the role of teachers as psychological facilitators through the implementation of a resilience psychoeducation program. Implemented at Warraphat School, Thailand, this community service program aims to equip educators with the competencies to develop resilient character in students. The implementation method employed a systematic, hybrid approach, encompassing initiation, material delivery, practical simulations, and measurable evaluation through pretests and posttests. The intervention results demonstrated significant program effectiveness, evidenced by an 18.9 percent increase in teacher understanding, with the average participant score increasing from 45.6 to 64.5. This improvement indicates that educators have successfully internalized the concept of resilience and mastered practical strategies for applying it in their learning. The main conclusion confirms that resilience psychoeducation effectively transforms the role of teachers from mere instructors to character-building agents capable of creating a supportive educational ecosystem. This is crucial for developing a generation of students who are adaptive, possess good emotional regulation, and are resilient in facing the dynamic challenges of future life.
ABSTRAK
Periode perkembangan anak usia 7-12 tahun merupakan fase krusial yang rentan terhadap tekanan akademik dan sosial, sehingga memerlukan intervensi tepat untuk menjaga stabilitas emosi. Penelitian ini berfokus pada urgensi penguatan peran guru sebagai fasilitator psikologis melalui implementasi program psikoedukasi resiliensi. Dilaksanakan di Warraphat School, Thailand, program pengabdian ini bertujuan membekali pendidik dengan kompetensi dalam membentuk karakter tangguh siswa. Metode pelaksanaan menerapkan pendekatan hibrida yang sistematis, mencakup tahap inisiasi, penyampaian materi, simulasi praktik, serta evaluasi terukur melalui pretest dan posttest. Hasil intervensi menunjukkan efektivitas program yang signifikan, dibuktikan dengan peningkatan pemahaman guru sebesar 18,9 persen, di mana nilai rata-rata peserta meningkat dari 45,6 menjadi 64,5. Peningkatan ini mengindikasikan bahwa para pendidik berhasil menginternalisasi konsep resiliensi serta menguasai strategi praktis untuk diterapkan dalam pembelajaran. Simpulan utama menegaskan bahwa psikoedukasi resiliensi efektif mentransformasi peran guru dari sekadar pengajar menjadi agen penguat karakter yang mampu menciptakan ekosistem pendidikan suportif. Hal ini krusial untuk mencetak generasi siswa yang adaptif, memiliki regulasi emosi yang baik, dan tangguh dalam menghadapi dinamika tantangan kehidupan masa depan.
Downloads
References
Aisyah, N., & Mahabbati, A. (2025). Identification of emotional and behavioral disorders among first grade students. Indonesian Journal of Innovation Studies, 26(4). https://doi.org/10.21070/ijins.v26i4.1732
Akbar, A., & Tahoma, R. (2018). Dukungan sosial dengan resiliensi guru sekolah dasar. Jurnal Penelitian dan Pengukuran Psikologi, 7(2), 55–64. https://doi.org/10.21009/JPPP.071.07
Asfiyah, N., & Kurniawati, D. (2020). Hubungan antara resiliensi dengan work engagement pada guru SLB. Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam, 13(1), 45–58. https://doi.org/10.18860/psi.v11i2.6385
Betul Cebesoy, U., & Karisan, D. (2020). Teaching the role of forests in mitigating the effects of climate change using outdoor educational workshop. Research in Science & Technological Education, 1.
Bierman, K. L., & Slotkin, R. (2023). The aggressive-disruptive child and school outcomes. In Springer eBooks (p. 1301). Springer Nature. https://doi.org/10.1007/978-3-031-31547-3_73
Habsyah, L., et al. (2024). Peran guru dalam meningkatkan resiliensi siswa sekolah dasar. Fokus: Jurnal Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan, 9(1), 23–33.
Kamil, H., & Qamaria, R. S. (2021). Psikoedukasi penerapan kenormalan baru di masyarakat selama masa pandemi Covid-19 berdasarkan kajian sosiologi hukum dan psikologi hukum. Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2). https://doi.org/10.53624/kontribusi.v1i2.26
Lestari, D. M., & Fatimah, L. (2019). Intervensi psikoedukasi untuk meningkatkan resiliensi pada anak yang mengalami trauma. Jurnal Psikologi Ulayat, 6(1), 65-80.
Miskanik, M. (2022). Kontrol diri sebagai mediator konsep diri, resiliensi, dukungan sosial terhadap hasil belajar siswa. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 5(1), 120. https://doi.org/10.31004/jrpp.v5i1.5706
Nadeem, T., et al. (2024). Testing an educational intervention to enhance resilience and self-efficacy among schoolteachers in Karachi Pakistan. BMC Research Notes, 17(1), 142. https://doi.org/10.1186/s13104-024-06683-1
Rahmah, L., et al. (2025). Analisis faktor-faktor dan strategi pencegahan bullying di MI Nurul Ilmi Kota Bima. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(2), 649. https://doi.org/10.51878/social.v5i2.5642
Reintjes, C., et al. (2025). Resilient teachers in a strained system: Mental health and resilience amidst school transformation processes. Education Sciences, 15(9), 1251. https://doi.org/10.3390/educsci15091251
Rismanda, E., et al. (2025). Kolaborasi orang tua dan guru dalam membentuk generasi tangguh melalui kajian parenting. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 5(2), 777. https://doi.org/10.51878/learning.v5i2.5080
Rizani, A. H., & Wiranti, D. A. (2025). Analisis program penguatan pendidikan karakter jiwa nasionalisme di kelas 4 SD Negeri 6 Suwawal. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 5(2), 1013. https://doi.org/10.51878/learning.v5i2.6439
Romiadi, R. (2024). Inovasi dalam pengelolaan iklim dan budaya sekolah melalui gerakan penguatan pendidikan karakter di SMP Negeri 1 Lahei. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 4(1), 1. https://doi.org/10.51878/learning.v4i1.2716
Salvo-Garrido, S., et al. (2025). Understanding teacher resilience: Keys to well-being and performance in Chilean elementary education. Behavioral Sciences, 15(3), 292. https://doi.org/10.3390/bs15030292
Santana, S. A., et al. (2025). Interaksi resiprokal otak dan perilaku pada perkembangan anak. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(2), 721. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i2.4851
Santrock, J. W. (2019). Life-span development (17th ed.). McGraw-Hill Education.
Sujarwo, S., et al. (2021). Psikoedukasi protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19 di Desa Banding Agung. Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 128–145.
Sulfa, D. M., et al. (2024). Human connection with nature improves wellbeing and pro-environmental behavior: A literature review. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, 10(2). https://doi.org/10.22219/jpbi.v10i2.32674
Widyorini, E., et al. (2021). Pengaruh pelatihan psikoedukasi terhadap pemahaman orangtua mengenai resiliensi anak cerdas istimewa (gifted) dan implikasinya pada anak. InSight: Jurnal Ilmiah Psikologi, 23(2), 12–25. https://doi.org/10.26486/psikologi.v23i2.1605
Wongsokarto, J. W., & Kurniawan, W. (2025). Metode konseling Islam dalam mengatasi penyimpangan remaja (Studi kasus di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Kota Ternate). CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(4), 1536. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i4.7139
Zayani, C. G., et al. (2025). Pengaruh dukungan sosial teman sebaya terhadap kesehatan mental peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 12 Padang. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(3), 930. https://doi.org/10.51878/social.v5i3.6917
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













