MENGENAL STUDI ISLAM DI DUNIA (GLOBAL)
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i3.6431Keywords:
Studi, Islam, Berbagai NegaraAbstract
Islamic studies, as a global academic discipline, exhibits significant diversity of approaches, influenced by the cultural, historical, and political contexts of each region. This background to the problem prompts the need for comparative analysis to understand the landscape of Islamic scholarship as a whole. Therefore, the focus of this research is to map and compare the practice of Islamic studies in several representative countries, such as Indonesia, Turkey, Egypt, and the Western region (the United States and the United Kingdom). The primary research method used is library research, collecting data from various scientific journals and relevant literature. The data was then analyzed descriptively and comparatively to identify the distinctive characteristics of each region. Key findings demonstrate clear differences in approach: Indonesia emphasizes the pesantren tradition and moderation, Turkey integrates Islamic studies with the modern education system, Egypt excels in classical studies, while the West tends to be more critical, interdisciplinary, and focuses on contemporary issues such as pluralism. The main conclusion of this research emphasizes that this diversity of approaches constitutes an intellectual wealth. Thus, academic collaboration and intercultural dialogue are crucial for building a more holistic, inclusive understanding of Islam that is able to respond to the challenges of the global era.
ABSTRAK
Studi Islam sebagai disiplin akademis global menunjukkan keragaman pendekatan yang signifikan, dipengaruhi oleh konteks budaya, sejarah, dan politik di setiap wilayah. Latar belakang masalah ini mendorong perlunya analisis komparatif untuk memahami lanskap keilmuan Islam secara utuh. Oleh karena itu, fokus penelitian ini adalah memetakan dan membandingkan praktik Studi Islam di beberapa negara representatif seperti Indonesia, Turki, Mesir, serta kawasan Barat (Amerika Serikat dan Inggris). Sebagai langkah penelitian utama, metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research), dengan mengumpulkan data dari berbagai jurnal ilmiah dan literatur relevan. Data tersebut kemudian dianalisis secara deskriptif-komparatif untuk mengidentifikasi karakteristik khas di setiap kawasan. Temuan utama menunjukkan perbedaan pendekatan yang jelas: Indonesia menekankan tradisi pesantren dan moderasi, Turki mengintegrasikan studi Islam dengan sistem pendidikan modern, Mesir unggul dalam kajian klasik, sedangkan Barat cenderung lebih kritis, interdisipliner, dan fokus pada isu kontemporer seperti pluralisme. Simpulan utama dari penelitian ini menegaskan bahwa keragaman pendekatan tersebut merupakan sebuah kekayaan intelektual. Dengan demikian, kolaborasi akademis dan dialog antarbudaya menjadi sangat krusial untuk membangun pemahaman tentang Islam yang lebih holistik, inklusif, dan mampu merespons tantangan zaman secara global.
References
Akbar, A., et al. (2021). Muhammadiyah dalam perkembangan pendidikan Islam di Indonesia. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 5(2), 898–902. https://doi.org/10.33487/edumaspul.v5i2.2854
Al Hanif, M. N. (2021). Islamic studies dalam konteks global dan perkembanganya di Indonesia. Trilogi: Jurnal Ilmu Teknologi, Kesehatan, dan Humaniora, 2(1). https://doi.org/10.33650/trilogi.v2i1.2863
Anwar, C. (2023). Tujuan pendidikan Islam perspektif Al-Qur’an. Jurnal Ilmiah Research Student (JIRS), 1(2), 289–300.
Apriyani, N., et al. (2025). Peran madrasah sebagai institusi pendidikan Islam. Learning: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 4(4), 1274. https://doi.org/10.51878/learning.v4i4.4086
Ayd?n, B. C. (2024). Toledo School of Translators and its importance in the history of translation in the West. Ankara Journal of Turkish and Islamic Studies. https://dergipark.org.tr/tr/pub/ajtis/issue/86753/1538569
Effendi, R. (2021). Studi Islam Indonesia: Pendidikan Islam modern (Kajian historis perspektif Karel A Steenbrink). Alhamra: Jurnal Studi Islam, 2(1), 36–48.
Fadilah, L. N., et al. (2025). Kontribusi ilmu pengetahuan Islam dalam pembentukan karakter untuk meningkatkan mutu pendidikan. Cendekia: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(2), 496. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i2.4707
Faizin, M., et al. (2024). Eksplorasi wujud tradisi maulid nabi sebagai medium pemahaman sejarah Nabi Muhammad pada sekolah di Kota Bandung. Learning: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 4(4), 1067. https://doi.org/10.51878/learning.v4i4.3485
Firmansyah, F. (2022). Tinjauan filosofis tujuan pendidikan Islam. Ta’lim: Jurnal Studi Pendidikan Islam, 5(1), 47–63. https://doi.org/10.52166/talim.v5i1.2857
Handayani, D., & Khori, Q. (2025). Transformasi pendidikan Islam dalam cengkeraman kekuasaan orde baru. Manajerial: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 5(2), 277. https://doi.org/10.51878/manajerial.v5i2.5380
Harlinda, et al. (2023). Pendidikan Islam pada masa awal di Indonesia. Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial, 2(2), 152–160. https://doi.org/10.58540/jipsi.v2i2.352
Insani, Z. N., et al. (2025). Implementasi pembelajaran pendidikan agama Islam dalam dimensi bernalar kritis melalui proyek pada kurikulum merdeka. Learning: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 5(2), 620. https://doi.org/10.51878/learning.v5i2.4859
Ismail, T., et al. (2023). Pendekatan antropologi dalam studi Islam. Qolamuna: Jurnal Studi Islam, 8(2), 16–31. https://doi.org/10.55120/qolamuna.v8i2.729
Muaz, M., & Ruswandi, U. (2022). Moderasi beragama dalam pendidikan Islam. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5(8), 3194–3203. https://doi.org/10.54371/jiip.v5i8.820
Muntaqo, R., & Siswanto, S. (2016). Theological approach in Islamic studies. AJIS: Academic Journal of Islamic Studies, 1(1), 21-38. https://journal.iaincurup.ac.id/index.php/AJIS/article/view/134
Musyaffa, M. A. (2021). Desain pembelajaran tahfidz Al-Quran di SMP Terbuka Pondok Pesantren ‘Roudlotul Muta’allimin Wonosalam’ Desa Wanar Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan. Dar El-Ilmi: Jurnal Studi Keagamaan Pendidikan dan Humaniora, 8(2), 117. https://doi.org/10.52166/darelilmi.v8i2.2849
Rohmah, N. B. (2017). Simbol dan akidah Islam: Analisis semiotik terhadap Serat Darmasonya karya KPH Suryaningrat. Sabda: Jurnal Kajian Kebudayaan, 10(2). https://doi.org/10.14710/sabda.v10i2.13269
Rubila, et al. (2024). Perkembangan studi Islam di dunia barat. JUTEQ: Jurnal Teologi & Tafsir, 1(2), 7–14.
Rubila, et al. (2025). Perkembangan studi Islam di dunia barat. JUTEQ: Jurnal Teologi & Tafsir, 2(1), 8–17.
Sudaryo, A. (2024). Dinamika pendidikan Islam di Indonesia. Interdisiplin: Journal of Qualitative and Quantitative Research, 1(1), 1–9.
Syahbudin, A., et al. (2023). Agama dan pendidikan di Barat dan dunia Islam. Jurnal Mu’allim, 5(1), 84–98. https://doi.org/10.35891/muallim.v5i1.3542
Tang, M., et al. (2024). Fungsi guru dalam implementasi kurikulum pendidikan agama Islam multikultural di Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu Ar-Rahmah Makassar. Learning: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 4(2), 165. https://doi.org/10.51878/learning.v4i2.2827
Tischler, M. M. (2018). Supposed and true knowledge of the Qur’?n in early medieval Latin literature, eighth and ninth centuries. Journal of Transcultural Medieval Studies, 5(1), 7. https://doi.org/10.1515/jtms-2018-0002
Zuhri, Z. (2016). Islamic studies in Sumatera: Prospects and challenges. AJIS: Academic Journal of Islamic Studies, 1(1), 1-20. https://journal.iaincurup.ac.id/index.php/AJIS/article/view/136















