TANGGUNG JAWAB HUKUM PEMERINTAH ATAS KERUGIAN WAJIB PAJAK AKIBAT KEGAGALAN CORETAX ADMINISTRATION SYSTEM

Authors

  • Christian Alexander Tjandra Fakultas Hukum Universitas Narotama Surabaya, Indonesia
  • Bambang Arwanto Fakultas Hukum Universitas Narotama Surabaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i4.16265

Keywords:

Coretax Administration System, Perlindungan Hukum Wajib Pajak, Pertanggungjawaban Pemerintah, Administrasi Perpajakan Digital

Abstract

ABSTRACT

The digitalization of tax administration through the Coretax Administration System is expected to improve service efficiency. However, technical disruptions since its implementation have the potential to impede taxpayers’ fulfillment of their tax obligations and cause financial or non-financial losses. This study aims to analyze the legal basis for government liability for such losses and identify the forms of legal protection available to taxpayers. It employs normative legal research using statutory and conceptual approaches. Legal materials are examined through inventory, review of relevant legal provisions, and qualitative analysis of the principles of government liability and taxpayer protection. The findings indicate that the administration of the national tax system imposes an obligation on the government to maintain service reliability and uphold the principles of prudence and good service. Nevertheless, system disruptions do not automatically establish unlawful conduct; liability must be assessed by considering the breach of a legal obligation, demonstrable losses, and the causal relationship between the disruption and the losses incurred. Preventive protection should be strengthened through clear system reliability standards, disruption notifications, and procedures for adjusting tax deadlines. Repressive protection may be pursued through administrative remedies or dispute resolution mechanisms appropriate to the nature of the issue and applicable legal provisions. This study underscores the need for accountable, transparent, and legally certain digital tax governance that safeguards taxpayers’ rights.

ABSTRAK

Digitalisasi administrasi perpajakan melalui Coretax Administration System diharapkan meningkatkan efisiensi pelayanan, tetapi gangguan teknis sejak penerapannya berpotensi menghambat pemenuhan kewajiban perpajakan dan merugikan wajib pajak. Penelitian ini bertujuan menganalisis dasar pertanggungjawaban hukum pemerintah atas kerugian tersebut serta mengidentifikasi bentuk perlindungan hukum yang dapat ditempuh wajib pajak. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Bahan hukum dikaji melalui inventarisasi, penelaahan norma yang relevan, dan analisis kualitatif terhadap prinsip pertanggungjawaban pemerintah serta perlindungan hak wajib pajak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan sistem administrasi perpajakan menimbulkan kewajiban bagi pemerintah untuk menjaga keandalan layanan dan memenuhi asas kecermatan serta pelayanan yang baik. Namun, gangguan sistem tidak secara otomatis membuktikan adanya perbuatan melawan hukum; penetapan tanggung jawab perlu mempertimbangkan pelanggaran kewajiban hukum, kerugian yang dapat dibuktikan, dan hubungan kausal antara gangguan dengan kerugian. Perlindungan preventif perlu diperkuat melalui standar keandalan sistem, pemberitahuan gangguan, dan prosedur penyesuaian tenggat yang jelas. Adapun perlindungan represif dapat ditempuh melalui mekanisme administratif maupun jalur sengketa yang sesuai dengan karakter permasalahan dan ketentuan hukum. Penelitian ini menegaskan perlunya tata kelola perpajakan digital yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada kepastian hukum bagi wajib pajak.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aini, A. N., Suhatmi, E. C., & Meikhati, E. (2025). Pengaruh kepercayaan pada pemerintah, literasi pajak, dan digitalisasi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak. Jurnal Akuntansi dan Pajak, 26(1). https://doi.org/10.29040/jap.v26i1.18055

Al-Dulaimi, A. O. M., & Mohammed, M. A. A. W. (2026). Legal responsibility for errors caused by artificial intelligence (AI) in the public sector. International Journal of Law and Management, 68(4), 695–722. https://doi.org/10.1108/IJLMA-08-2024-0295

Alendra, Nugraha, M. A.-H., Suwandi, Ardianto, Y., Husno, J., & Yuwono, H. (2026). Disharmoni antara hukum administrasi pemerintahan dan hukum pidana dalam penanganan penyalahgunaan wewenang pejabat publik. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(4), 5394–5410. https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn/article/view/6488

Amanah, H., & Mulka, S. R. (2026). Quality of digital public services in Pelabuhan Village, Samarinda, Indonesia. Golden Ratio of Mapping Idea and Literature Format, 6(2), 1298–1310. https://goldenratio.id/index.php/grmilf/article/view/1927

Ananta, W. V. A. (2026). Keamanan siber pemerintah dan aspek hukum administrasi negara: Tanggung jawab administratif dalam perlindungan sistem informasi publik di era digital. Jurnal Atribusi Hukum, 1(1), 1–15. https://lenterapublikasi.com/index.php/jah/article/view/133

Ayem, S., Melinda, D. A., Kuncoro, A. P., Wahidah, F. N., & Pratama, E. S. (2026). Transformasi digital perpajakan dan faktor perilaku kepatuhan wajib pajak study literature review. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 20(2), 127–144. https://jeb.stieykpn.ac.id/index.php/jeb/id/article/view/131

Dewi, N. M. T., & Kusumawardhani, S. A. M. A. (2026). Tanggung jawab hukum platform digital terhadap kerugian konsumen dalam transaksi marketplace. Journal of Multidisciplinary Law Studies, 1(2), 80–90. https://journal.tirtapustaka.com/index.php/jomlas/article/view/284

Fauzi, M. A. G., & Erliyana, A. (2023). Kompetensi mengadili peradilan tata usaha negara terhadap gugatan perbuatan melanggar hukum oleh badan dan/atau pejabat pemerintahan (onrechtmatige overheidsdaad). UNES Law Review, 6(2), 4357–4371. https://www.review-unes.com/law/article/view/1273

Firdaus, R., & Herman, K. M. S. (2026). Asimetri kekuasaan antara fiskus dan wajib pajak dalam pemeriksaan pajak digital: Analisis kritis perspektif hak asasi manusia. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(4), 6855–6864. https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn/article/view/8927

Halisah, H., & Ningsih, E. A. (2026). Perlindungan hukum terhadap wajib pajak dalam kebijakan penerapan pajak digital di Indonesia. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology, 4(3), 129–136. https://doi.org/10.69693/ijmst.v4i3.11368

Hariyanto, S., Hutauruk, A., Sinambela, H., & Hutahaean, F. M. P. (2026). Pengenaan sanksi administrasi berupa kenaikan atas pengungkapan ketidakbenaran pengisian Surat Pemberitahuan: Analisis Putusan Pengadilan Pajak Nomor PUT-009740.99/2024/PP/M. XVB. Viva Themis: Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora, 9(2), 917–935. https://jurnal.saburai.id/index.php/THS/article/view/5757

Hartini, S., Kunarti, S., Iryatin, A. N., & Haryanto, T. (2026). Maladministrasi pelayanan perpajakan digital dan tanggung jawab administratif Direktorat Jenderal Pajak atas kerugian wajib pajak. Hakim: Jurnal Ilmu Hukum dan Sosial, 4(3), 95–111. https://journal.stekom.ac.id/index.php/Hakim/article/view/3995

Hartini, S. I., Jemaru, S., & Amdpar, A. I. (2027). Kedudukan tanda tangan elektronik dalam perjanjian: Analisis yuridis menurut Undang-Undang Jabatan Notaris. Asas Wa Tandhim: Jurnal Hukum, Pendidikan Dan Sosial Keagamaan, 6(1), 265–282. https://jurnal.ucy.ac.id/index.php/awtjhpsa/article/view/3851

Kirani, A. A., & Lie, G. (2026). Transisi ke Coretax dan pengaruhnya terhadap tingkat kepatuhan wajib pajak di tengah perubahan hukum pajak yang ketat. Jurnal Hukum, Politik dan Ilmu Sosial, 5(1), 136–145. https://ejurnal.politeknikpratama.ac.id/index.php/jhpis/article/view/6020

Kurdi, K., Ashar, D., & Dadek, T. A. (2026). Pertanggungjawaban negara atas perbuatan melawan hukum oleh pejabat pemerintahan (onrechtmatige overheidsdaad) dalam sistem hukum administrasi Indonesia. Unes Journal of Swara Justisia, 10(1), 55–67. https://www.swarajustisia.unespadang.ac.id/UJSJ/article/view/789

Nastia, N. (2025). Optimalisasi sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) dalam pelayanan publik di Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Selatan. Humanis: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, 17(2), 160–168. https://e-jurnal.unisda.ac.id/index.php/Humanis/article/view/9478

Nugroho, G. H., Hutauruk, A., & Sinambela, H. (2026). Analisis yuridis penerapan tarif imbalan bunga atas putusan Pengadilan Pajak berdasarkan asas lex posterior derogat lex priori antara UU HPP Nomor 7 Tahun 2021 dengan UU Pengadilan Pajak Nomor 14 Tahun 2002. Themis: Jurnal Ilmu Hukum, 3(2), 1–9. https://publikasi.abidan.org/index.php/themis/article/view/2083

Pratama, M. R. F., & Siregar, A. M. (2026). Perlindungan hukum konsumen atas kerugian yang timbul akibat kegagalan sistem pembayaran e-wallet. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(4), 20494–20516. https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn/article/view/12125

Rifat, T., Nuraida, V., & Helisda, H. (2026). Penguatan pemahaman asas-asas umum pemerintahan yang baik bagi perangkat daerah dalam upaya pencegahan sengketa tata usaha negara. JIPMAS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 2(3), 326–339. https://malaqbipublisher.com/index.php/JIPMAS/article/view/1394

Salosso, M., & Hammar, R. K. R. (2026). Core Tax Administration System and taxpayer compliance in the digital era. Journal Development Manecos, 4(1), 195–208. https://scieclouds.com/ojsnew/index.php/jm/article/view/1188

Taufiqurrahman, M. (2025). Kewajiban dan tanggung jawab pemerintah daerah terhadap keterlambatan pelayanan publik dalam sistem pemerintahan digital. Iuris Studia: Jurnal Kajian Hukum, 6(3), 1026–1035. https://jurnal.bundamediagrup.co.id/index.php/iuris/article/view/1264

Downloads

Published

2026-10-30

How to Cite

Tjandra, C. A., & Arwanto, B. (2026). TANGGUNG JAWAB HUKUM PEMERINTAH ATAS KERUGIAN WAJIB PAJAK AKIBAT KEGAGALAN CORETAX ADMINISTRATION SYSTEM. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan , 6(4), 3896–3908. https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i4.16265

Issue

Section

Articles