PERTANGGUNGJAWABAN PEMERINTAH ATAS PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PEMBERIAN LAYANAN PUBLIK KEPADA MASYARAKAT
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i4.16264Keywords:
Artificial Intelligence, Pertanggungjawaban Pemerintah, Pelayanan Publik, Hukum Administrasi, Kewenangan PemerintahanAbstract
ABSTRACT
The use of Artificial Intelligence (AI) in public services offers opportunities to improve the efficiency of government administration while raising legal concerns regarding the legitimacy of authority, decision-making transparency, and legal accountability. This study aims to analyze the legal status of AI in governmental decision-making and identify the parties responsible for decisions made with the assistance of such technology. The research employs a normative legal method using statutory and conceptual approaches. Legal materials were collected through a literature review, classified, and analyzed qualitatively by examining relevant legal provisions in relation to the concepts of governmental authority, accountability, and the protection of public rights. The findings indicate that existing regulations have not yet established a comprehensive and specific legal framework governing all aspects of accountability for AI-assisted governmental decision-making. Accordingly, AI should be positioned as a supporting instrument, while the authority to make and issue decisions must remain grounded in applicable legislation. Legal responsibility remains with the authorized government bodies or officials, in accordance with the applicable legal basis and form of accountability. The use of AI must be accompanied by verification of system outputs, compliance with the General Principles of Good Governance, transparency, and personal data protection. This study emphasizes the need for AI governance that ensures the legality of administrative decisions, government accountability, and the availability of mechanisms through which the public can seek review and correction.
ABSTRAK
Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pelayanan publik membuka peluang untuk meningkatkan efisiensi administrasi pemerintahan, tetapi sekaligus memunculkan persoalan mengenai keabsahan kewenangan, transparansi keputusan, dan pertanggungjawaban hukum. Penelitian ini bertujuan menganalisis kedudukan AI dalam proses pengambilan keputusan pemerintahan serta menentukan pihak yang bertanggung jawab atas keputusan yang dihasilkan dengan bantuan teknologi tersebut. Penelitian menggunakan metode hukum normatif melalui pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum dikumpulkan melalui studi kepustakaan, kemudian diklasifikasikan dan dianalisis secara kualitatif dengan menghubungkan ketentuan hukum yang relevan dengan konsep kewenangan pemerintahan, akuntabilitas, dan perlindungan hak masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan mengenai penggunaan AI dalam pengambilan keputusan pemerintahan belum membentuk kerangka hukum yang secara khusus dan menyeluruh mengatur seluruh aspek pertanggungjawabannya. AI karena itu perlu ditempatkan sebagai instrumen pendukung, sedangkan kewenangan pengambilan dan penetapan keputusan tetap harus berlandaskan peraturan perundang-undangan. Tanggung jawab hukum tetap melekat pada badan atau pejabat pemerintahan yang berwenang sesuai dengan dasar dan bentuk pertanggungjawaban yang berlaku. Penggunaan AI harus disertai verifikasi keluaran sistem, penerapan asas-asas umum pemerintahan yang baik, transparansi, serta pelindungan data pribadi. Penelitian ini menegaskan perlunya tata kelola AI yang menjamin keabsahan keputusan, akuntabilitas pemerintah, dan tersedianya mekanisme koreksi bagi masyarakat.
Downloads
References
Ali, N., & Rozi, S. Z. R. (2026). Penerapan asas-asas umum pemerintahan yang baik dalam pelayanan publik sebagai pilar demokrasi di Indonesia. Audi Et AP: Jurnal Penelitian Hukum, 5(01), 206–114. https://jurnal.saburai.id/index.php/jaeap/article/view/4681
Bignami, F. (2022). Artificial intelligence accountability of public administration. The American Journal of Comparative Law, 70(Supplement_1), i312–i346. https://academic.oup.com/ajcl/article/70/Supplement_1/i312/6596541
Bimasakti, M. A., & Saifulloh, P. P. A. (2026). Anticipatory lawmaking pengaturan kecerdasan buatan sebagai subjek hukum administrasi negara melalui undang-undang. Prosiding: Konferensi Nasional ASIPPER 2025, 1(1), 497–516. https://asipper.or.id/index.php/KNASIPPER2025/article/view/52
Ginting, Y. (2025). Criminal accountability in the era of artificial intelligence abuse from the perspective of legality. The Prosecutor Law Review, 3(3). https://prolev.kejaksaan.go.id/kejaksaan/article/view/78
Hadi, I. G. A. A., Windari, R. A., Hartono, M. S., & Gerri, G. F. (2026). Perlindungan hukum terhadap konsumen dalam perjanjian berlangganan digital dengan mekanisme perpanjangan otomatis (auto-renewal). Jurnal Ilmu Hukum Sui Generis, 6(3), 9–17. https://ejournal2.undiksha.ac.id/index.php/JIH/article/view/8346
Herawaty, R., & Fitria, A. (2025). Potensi pertanggungjawaban hukum pejabat publik atas keputusan yang dipengaruhi output kecerdasan buatan (AI) generatif. Arus Jurnal Sosial dan Humaniora, 5(3), 4603–4616. https://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/article/view/1966
Islam, G. F., & Sulastri, D. (2026). Penerapan prinsip e-government dalam administrasi pemerintahan digital: Tantangan regulasi dan perlindungan hukum warga negara. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 4(1), 1012–1023. https://mail.shariajournal.com/index.php/IJIJEL/article/view/1758
Judijanto, L., & Harsya, R. M. K. (2025). Etika dan hukum dalam penggunaan artificial intelligence terhadap privasi digital di Indonesia. Sanskara Hukum dan HAM, 3(03), 141–149. https://sj.eastasouth-institute.com/index.php/shh/article/view/543
Komarudin, D., & Tjenreng, M. B. Z. (2025). Peran kecerdasan buatan dalam meningkatkan efisiensi pelayanan publik di Indonesia. Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 11(2), 733–741. https://ojs.unigal.ac.id/index.php/modrat/article/view/5225
Kurnia, K. F., Hendryan, D., Pratama, S. S., & Yusnandi, Y. (2026). Analisis yuridis rekonstruksi keputusan tata usaha negara pada era artificial intelligence dalam perkembangan demokrasi digital di Indonesia. Viva Themis: Jurnal Ilmu Hukum dan Humaniora, 9(2), 640–659. https://jurnal.saburai.id/index.php/THS/article/view/5713
Melati, R., Zulfan, I. N., Yusar, M., & Juliani, A. (2026). Rekonstruksi perlindungan hak atas privasi dalam era kecerdasan buatan: Tantangan hukum siber di Indonesia. Kamara Journal, 3(2), 150–159. https://indoscholarcenter.com/index.php/KJ/article/view/479
Salim, C., Izza, W. M., & Purwoko, P. (2026). Artificial intelligince dan tantangan konstitusi modern di Indonesia: Rekontruksi konstitusionalisme Indonesia di era kecerdasan buatan. Jurnal Tana Mana, 7(1), 415–419. https://ojs.staialfurqan.ac.id/jtm/article/view/508
Saputra, R. F., Zamsuri, A., & Amri, A. D. (2025). Tantangan etika teknologi dalam pemanfaatan artificial intelligence: Privasi, bias, dan akuntabilitas dalam pendidikan di Indonesia. SEMASTER: Seminar Nasional Teknologi Informasi & Ilmu Komputer, 4(1), 65–71. https://journal.unilak.ac.id/index.php/Semaster/article/view/30980
Saputri, E. D., Lestari, S. A., Sari, C. I. K., & Putri, A. (2025). Penggunaan artificial intelligence di sektor pelayanan publik: Analisis terhadap jaminan kepastian hukum dan hak atas privasi dalam. JISH: Jurnal Ilmu Syariah dan Hukum, 5(2), 169–180. https://ejournals.ddipolman.ac.id/index.php/jish/article/view/188
Sinae, E., Amrrijal, N. K., Andara, D. P., Putra, F. A., & Utomo, M. E. S. B. (2026). Perbandingan sistem hukum Indonesia, China dan Singapura dalam pengaturan pertanggungjawaban hukum kecerdasan buatan (artificial intelligence) di era digital. Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisipliner, 3(01). https://ojs.ruangpublikasi.com/index.php/jpim/article/view/2229
Silfia, R. I. (2025). The role of administrative law in regulating advanced algorithms: A legal framework for emerging technologies. Best Journal of Administration and Management, 3(4), 211–219. https://internationalpublisher.id/journal/index.php/Bejam/article/view/278
Suhardi, M. (2025). Legal accountability for the use of artificial intelligence in government administrative decision-making in Indonesia. International Journal of Scientific Research, 2(03), 100–111. https://journal.yaumil.org/index.php/ijsr/article/view/26
Sukmaningsih, N. K. I. A. (2025). Urgensi pengaturan hak cipta di era kecerdasan buatan: Tantangan dan solusi hukum di Indonesia. In Prosiding Seminar Nasional Hukum, Bisnis, Sains dan Teknologi, 5(1), 16–22. https://ojs.udb.ac.id/HUBISINTEK/article/view/4281
Taufiqurrahman, M. (2025). Perlindungan hak warga negara atas transparansi keputusan administrasi yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan. Iuris Studia: Jurnal Kajian Hukum, 6(3), 1016–1025. https://jurnal.bundamediagrup.co.id/index.php/iuris/article/view/1263
Wijaya, R., Shania, J., & Antony. (2026). Rekonstruksi green government 4.0: Transformasi tata kelola APBD berbasis kecerdasan buatan melalui climate budget tagging dan akuntabilitas karbon berkelanjutan. JEKP (Jurnal Ekonomi dan Keuangan Publik), 13(1), 24–41. https://ejournal.ipdn.ac.id/JEKP/article/view/6611
Yorman, & Wahab, A. (2026). Akuntabilitas algoritmik dalam penyelenggaraan pelayanan publik digital melalui GovTech Indonesia ditinjau dari asas-asas umum pemerintahan yang baik. Jurnal Perlindungan Masyarakat: Bestuur Praesidium, 3(1), 163–178. https://ejournal.ipdn.ac.id/jpa/article/view/6428
Zahabiyyah, J. R., Septiana, A. N., & Hayat. (2024). Etika kecerdasan buatan artificial intelligence (AI) dalam pengambilan keputusan kebijakan publik. Wacana: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Interdisiplin, 11(2), 841–855. https://doi.org/10.37304/wacana.v11i2.17054
















