PENGGUNAAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PENILAIAN RISIKO NASABAH PEMBIAYAAN SYARIAH
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i4.16263Keywords:
Artificial Intelligence, Penilaian Risiko, Pembiayaan SyariahAbstract
ABSTRACT
The use of Artificial Intelligence (AI) in customer risk assessment offers Islamic financial institutions opportunities to process information more systematically, while also raising legal concerns regarding the limits of technological authority and legal accountability for financing decisions. This study aims to examine the position of AI in customer risk assessment and the legal responsibilities of Islamic financial institutions in its application. The study employs normative legal research using statutory and conceptual approaches. The analysis involves examining legal provisions concerning Islamic banking, personal data protection, customer protection, and technology governance, followed by an assessment of these provisions in relation to the principles of prudence and accountability in AI utilization. The findings indicate that AI can support data processing, identify risk patterns, and provide information to inform the assessment of prospective customers’ financing eligibility. However, algorithmic outputs cannot replace the professional judgment and legal responsibility of the institution authorized to make financing decisions. Islamic financial institutions remain obligated to supervise analytical outputs, ensure that data are used in accordance with applicable regulations, and maintain fairness, information security, and compliance with Sharia principles. This study concludes that AI implementation must be supported by adequate governance and meaningful human oversight to ensure that technological efficiency remains balanced with customer legal protection and accountability for financing decisions.
ABSTRAK
Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam penilaian risiko nasabah membuka peluang bagi lembaga keuangan syariah untuk mengolah informasi secara lebih sistematis, tetapi sekaligus menimbulkan persoalan mengenai batas kewenangan teknologi dan pertanggungjawaban hukum atas keputusan pembiayaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kedudukan AI dalam proses penilaian risiko nasabah serta tanggung jawab lembaga keuangan syariah atas penggunaannya. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Analisis dilakukan melalui penelaahan ketentuan hukum yang berkaitan dengan perbankan syariah, pelindungan data pribadi, perlindungan nasabah, dan tata kelola teknologi, kemudian dikaitkan dengan konsep kehati-hatian serta akuntabilitas dalam penggunaan AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dapat dimanfaatkan untuk membantu pemrosesan data, mengenali pola risiko, dan menyediakan informasi sebagai bahan pertimbangan dalam menilai kelayakan calon nasabah. Namun, keluaran algoritma tidak dapat diperlakukan sebagai pengganti penilaian dan tanggung jawab hukum lembaga yang berwenang mengambil keputusan pembiayaan. Lembaga keuangan syariah tetap berkewajiban mengawasi hasil analisis, memastikan penggunaan data sesuai ketentuan, serta menjaga keadilan, keamanan informasi, dan kepatuhan terhadap prinsip syariah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan AI perlu disertai tata kelola yang memadai dan pengawasan manusia agar efisiensi teknologi berjalan seimbang dengan perlindungan hukum nasabah dan akuntabilitas keputusan pembiayaan.
Downloads
References
Afifah, D. D., Rinaldi, A., & Fateh, M. (2026). Implementasi hukum ekonomi syariah dalam startup fintech berbasis artificial intelligence di Indonesia. El Hisbah: Journal of Islamic Economic Law, 6(1), 71–86. https://e-journal.uingusdur.ac.id/el_hisbah/article/view/15046
Amaliyah, R. (2025). Efektivitas penggunaan teknologi artificial intelligence terhadap proteksi keamanan sistem tata kelola perusahaan (sektor perbankan). Info Kripto, 19(1), 49–60. https://infokripto.poltekssn.ac.id/index.php/infokripto/article/view/121
Basri, W. (2025). Transforming ethical regulation of artificial intelligence in Islamic banking: A maqashid shariah perspective in the digital era: Transformasi regulasi etis kecerdasan buatan dalam perbankan syariah: Perspektif maqashid syariah di era digital. Sipakainge: Inovasi Penelitian, Karya Ilmiah, dan Pengembangan (Islamic Science), 3(1), 52–72. https://ejurnal.iainpare.ac.id/index.php/sipakainge/article/view/14599
Bin-Armia, M. S., & Kambakov, Y. (2026). Artificial intelligence and Shariah governance in Islamic finance: Institutional design, value creation, and risk management. Sukuk: International Journal of Banking, Finance, Management and Business, 5(I), 49–61. https://sukukjournal.org.uk/index.php/sukuk/article/view/79
Fitrianto, B. (2025). Tinjauan yuridis tanggung jawab hukum bank terhadap kerugian nasabah akibat kecerdasan buatan (AI) dalam pengambilan keputusan kredit. Milthree Law Journal, 2(1), 28–56. https://milthreelawjournal.co.id/index.php/mlj/article/view/92
Gandasari, N. M., Hidayat, R. R., & Siswajanthy, F. (2025). Peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mengawasi fintech lending sebagai instrumen ekonomi digital. Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory, 3(1), 399–408. https://mail.shariajournal.com/index.php/IJIJEL/article/view/941
Garbo, A. G., & Latifah, H. R. (2024). Optimasi pelayanan nasabah Bank Syariah Indonesia melalui penggunaan kecerdasan buatan. Jurnal Masharif Al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah, 9(2). https://journal.um-surabaya.ac.id/Mas/article/view/22128
Hidayat, A. K., & Sumirah, E. (2026). Tawarruq berbasis artificial intelligence pada perbankan syariah: Kepastian hukum akad dalam sistem matching algoritmik. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 4(5), 4482–4492. https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn/article/view/8504
Huang, Y. (2024). Fairness-aware credit risk assessment using alternative data: An explainable AI approach for bias detection and mitigation. Journal of Artificial Intelligence Review, 5(1), 27–39. https://learnedvertex.com/index.php/JAIR/article/view/219
Kumalasari, A. P., Renaldy, W., & Amir, N. H. (2026). Kecerdasan buatan dalam efisiensi operasional perbankan syariah: Studi layanan chatbot dan credit scoring berbasis machine learning. Muhkamat: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah, 1(1), 1–19. https://ejurnal.yppddisidrap.ac.id/index.php/jpww/article/view/40
Kusumawardana, M. Y., Fitria, M. S., & Komarudin, K. (2026). Aspek hukum penggunaan artificial intelligence dalam pemberian kredit oleh bank di Indonesia: Perspektif perlindungan nasabah dan prinsip kehati-hatian. Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa, 4(5), 1591–1603. https://ejurnal.kampusakademik.my.id/index.php/jipm/article/view/3091
Langit, U. A. S., & Setiawan, F. (2025). Integrasi kecerdasan buatan dalam fintech syariah: Kajian konseptual. ILTIZAMAT: Journal of Economic Sharia Law and Business Studies, 4(2), 42–51. https://ejournal.stismu.ac.id/ojs/index.php/Iltizamat/article/view/2325
Legowo, M. B., Sarongan, F. A., & Buaty, N. (2024). Peran kecerdasan buatan untuk perlindungan data nasabah dalam aktivitas operasional sektor perbankan. LOFIAN: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi, 4(1), 30–36. https://ejournal.umbp.ac.id/index.php/lofian/article/view/252
Marwan, A., Ramadhanty, D., Nurtjahyoko, K., & Tobing, C. (2026). Kebijakan implementasi artificial intelligence (AI) dan privasi di sektor perbankan. Global Leadership Organizational Research in Management, 4(3), 41–68. https://jurnal.stikes-ibnusina.ac.id/index.php/GLORY/article/view/3852
Nurbaitillah, Nasaruddin, Ramadoni, Darwis, R., Fuad, & Iksan. (2025). Perlindungan hukum terhadap nasabah dalam praktik pembiayaan murabahah pada lembaga keuangan syariah di Indonesia. Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam, 14(2). https://journal.um-surabaya.ac.id/Maqasid/article/view/26903
Octavia, E., Thio, J., Audelia, S., & Prianto, Y. (2026). Perluasan tanggung jawab pencipta dan pengguna kecerdasan buatan dalam perspektif filsafat hukum. Jurnal Ragam Pengabdian, 3(1), 118–128. https://teewanjournal.com/index.php/juragan/article/view/2499
Pratama, D., Kurniawan, F. I., & Ashshidiqy, H. A. (2026). Persepsi keadilan dan kepercayaan terhadap keputusan kredit berbasis AI pada layanan PayLater: Tinjauan literatur tentang fairness, trust, dan responsible AI. Determinasi: Jurnal Penelitian Ekonomi Manajemen dan Akuntansi, 4(3), 859–868. https://jsr.ums.ac.id/determinasi/article/view/1249
Putri, D. F., Andriani., Sari, W. R., & Nabbila, F. L. (2023). Analisis perlindungan nasabah BSI terhadap kebocoran data dalam menggunakan digital banking. Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Manajemen, 1(4), 173–181. https://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jiem/article/view/331
Qutieshat, E., Al Adwan, M., & Khater, M. (2026). Artificial intelligence in Islamic law: Ethics, governance, and accountability. Journal of Sustainable Development and Regulatory Issues (JSDERI), 4(2), 467–714. https://journal.yapici.or.id/index.php/JSDERI/article/view/236
Rizki, I. K., Fatekhah, P. S., & Ali, M. M. (2024). Implementasi prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan di bank syariah. JIOSE: Journal of Indonesian Sharia Economics, 3(1), 63–78. https://mail.journal.ipmafa.ac.id/index.php/jiose/article/view/896
Silitonga, A., Simarmarta, D., & Togatorop, H. (2026). Rekonstruksi hukum dagang digital di Indonesia: Analisis kesenjangan pengaturan transaksi elektronik dan kecerdasan buatan berbasis layered responsibility. JURISFINANCE: Business, Law and Financial Studies, 1(1), 16–39. https://ojs.polmed.ac.id/index.php/jurisfinance/article/view/3261
Trinh, T. K., & Zhang, D. (2024). Algorithmic fairness in financial decision-making: Detection and mitigation of bias in credit scoring applications. Journal of Advanced Computing & Intelligent Systems, 4(2), 36–49. https://learnedvertex.com/index.php/JACIS/article/view/156
















