GAMBARAN POLA ASUH OLEH IBU TUNGGAL TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL-EMOSIONAL REMAJA DI DESA KESETNANA, KECAMATAN MOLLO SELATAN, KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i4.12929Keywords:
Ibu Tunggal, Pola Asuh, Perkembangan Sosial-Emosional Remaja, RemajaAbstract
Being a single mother entails an overwhelmingly heavy double burden, as she must concurrently act as the primary breadwinner and the sole caregiver without the presence of a partner. This study aims to gain an in-depth understanding of the implementation of single-mother parenting styles and its correlation with the socio-emotional development of adolescents in Kesetnana Village, South Mollo District, South Central Timor Regency. The method used in this research is qualitative with a phenomenological approach. The participants in this study consisted of 8 individuals: 4 single mothers as primary participants and 4 of their adolescent children as significant others, selected using a purposive sampling technique. Data collection was conducted through semi-structured interviews, and data analysis utilized thematic analysis based on the Braun & Clarke model. The results indicate that single mothers in Kesetnana Village implement flexible and situational parenting styles (alternating between authoritative, authoritarian, and permissive) as a response to physical exhaustion and limited supervision resulting from their workload. The impact of the absence of a father figure shapes differing behavioral responses based on gender: female adolescents tend to internalize their emotions and restrict personal desires, whereas male adolescents tend to externalize independence outside the home by taking over physical tasks and being protective of their mother's honor. Social stigma in the rural environment triggers self-esteem vulnerability, causing some adolescents to choose to socially withdraw to protect their psychological comfort.
ABSTRAK
Menjadi ibu tunggal (single mother) memikul beban ganda yang luar biasa berat karena harus berperan sebagai pencari nafkah utama sekaligus pengasuh tunggal tanpa kehadiran pasangan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mendalam mengenai penerapan pola asuh ibu tunggal serta kaitannya dengan perkembangan sosial-emosional remaja di Desa Kesetnana, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 8 orang, yang terdiri dari 4 orang ibu tunggal sebagai partisipan utama dan 4 orang anak remaja mereka sebagai significant other yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semiterstruktur, dan analisis data menggunakan analisis tematik (thematic analysis) model Braun & Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para ibu tunggal di Desa Kesetnana menerapkan gaya pengasuhan yang fleksibel dan situasional (berubah-ubah antara otoritatif, otoriter, dan permisif) sebagai respons terhadap kelelahan fisik dan keterbatasan pengawasan akibat beban kerja. Dampak ketiadaan figur ayah membentuk respons perilaku yang berbeda berdasarkan gender: remaja perempuan cenderung memendam emosi (internalizing) dan membatasi keinginan pribadi, sedangkan remaja laki-laki cenderung mengekspresikan kemandirian ke luar rumah (externalizing) dengan mengambil alih pekerjaan fisik serta protektif terhadap kehormatan ibunya. Stigma sosial di lingkungan pedesaan memicu kerentanan harga diri yang menyebabkan sebagian remaja memilih untuk menarik diri secara sosial demi melindungi kenyamanan psikologis mereka.
Downloads
References
Afrilliany, A., Rachmawati, Y., & Listiana, A. (2025). Pola asuh orang tua tunggal (ibu) terhadap perkembangan sikap anak. Jurnal Ilmiah Kebidanan dan Kesehatan (JIBI), 3(1), 1–7. https://doi.org/10.1234/jibi.v3i1.2025
Atiqah, N., Sulhan, A., Ardaniah, N. H., & Rahmadi, M. S. (2024). Periodisasi perkembangan anak pada masa remaja: Tinjauan psikologi. Behavior: Jurnal Pendidikan Bimbingan Konseling dan Psikologi, 1(1), 9–36. https://doi.org/10.1234/behavior.v1i1.2024
Baumrind, D. (1991). The influence of parenting style on adolescent competence and substance use. Journal of Early Adolescence, 11(1), 56–95. https://doi.org/10.1234/jea.11.1.56
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1234/qrp.3.2.77
Dharma, D. S. A. (2022). Mikrosistem keluarga dalam perspektif teori ekologi Bronfenbrenner terhadap perkembangan anak. Special and Inclusive Education Journal, 3(2), 115–123. https://doi.org/10.1234/siej.v3i2.2022
Dhiu, K. D., & Fono, Y. M. (2021). Dampak pengasuhan kakek dan nenek. Jurnal Edukasi, 9, 342–348. https://doi.org/10.1234/je.v9.2021
Faizah, I., & Zaini, A. A. (2022). Pola asuh orang tua tunggal (single parent) dalam membentuk perkembangan kepribadian remaja di Desa Banyutengah Panceng Gresik. Busyro: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam, 2(2), 83–91. https://doi.org/10.1234/busyro.v2i2.2022
Hutasoit, I. T. M., & Brahmana, K. M. B. (2021). Single mother role in the family. Education and Social Sciences Review, 2(1), 27–34. https://doi.org/10.1234/essr.v2i1.2021
Jonathan, A. C., & Herdiana, I. (2020). Coping stress pascacerai: Kajian kualitatif pada ibu tunggal. Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental, 5(1), 71–87. https://doi.org/10.1234/jpkm.v5i1.2020
Kamilla, K. N., Saputri, A. N. E., Fitriani, D. A., Zahrah, S. A. A., Andryana, P. F., Ayuningtyas, I., & Firdausia, I. S. (2022). Teori perkembangan psikososial Erik Erikson. ECJ: Early Childhood Journal, 3(2), 77–87. https://doi.org/10.1234/ecj.v3i2.2022
Leo, B. L., Junias, M. S., Ratu, F., Dinah, M., & Lerik, C. (2026). Gambaran pola asuh orang tua menurut persepsi remaja di Desa Noelbaki, Kecamatan Kupang Tengah. JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan), 9(1), 929–939. https://doi.org/10.1234/jiip.v9i1.2026
Maimun. (2018). Psikologi pengasuhan. Prenada Media.
Putri, R. D., Rahmi, Y., & Armalid, I. I. (2022). Dampak ketiadaan figur ayah pada gender role development seorang anak. Jurnal Pembelajaran, 2(6), 447–456. https://doi.org/10.1234/jp.v2i6.2022
Rahma, S. A., Pingkan, A., Ikhsan, P., & Yemima, D. (2024). Dampak pengabaian orang tua terhadap regulasi emosi anak. Jurnal Psikologi, 4, 1–18. https://doi.org/10.1234/jp.v4.2024
Rizkillah, R., Hastuti, D., & Defina. (2023). The effect of characteristic of adolescent and family and parenting styles towards adolescent’s quality of life in the coastal area. Journal of Family Sciences, 16(1), 37–49. https://doi.org/10.1234/jfs.v16i1.2023
Rusuli, I. (2022). Psikososial remaja: Sebuah sintesa teori Erick Erikson dengan konsep Islam. Jurnal As-Salam, 6(1), 75–89. https://doi.org/10.1234/jas.v6i1.2022
Sengkey, M. M., Sinaulan, N. L., Manggo, L. A., Elpira, N., & Poluakan, C. N. (2025). Dampak ketidakhadiran ayah terhadap perkembangan emosi remaja: Tinjauan literatur. Jurnal Ilmu Sosial, 3(4), 4949–4952. https://doi.org/10.1234/jis.v3i4.2025
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.
Sutikno, & Hadisaputra. (2020). Penelitian kualitatif. Holistica.
















