PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS KESALEHAN EKOLOGIS SEBAGAI RESPONS TERHADAP KRISIS LINGKUNGAN DAN BENCANA DEFORESTASI
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i3.12302Keywords:
Kesalahan Ekologis, Deforestasi, Pendidikan Agama IslamAbstract
ABSTRACT
The increasing rate of deforestation in Indonesia has triggered various ecological crises, including flash floods, environmental degradation, and ecosystem imbalance. This condition highlights the importance of educational approaches that foster ecological awareness grounded in religious values. This study aims to analyze the concept of Islamic Religious Education (IRE) based on ecological piety as a response to environmental crises through the interpretation of Qur’anic verses. The study employed a qualitative method with a descriptive-analytical approach based on library research. Primary data were obtained from Hamka’s Tafsir Al-Azhar and M. Quraish Shihab’s Tafsir Al-Misbah, while secondary data were collected from relevant scientific literature. Data were analyzed using a socio-ecological approach to connect Qur’anic interpretations with contemporary environmental issues. The findings reveal that Qur’an Surah Ar-Rum verse 41 emphasizes the relationship between environmental destruction and human misconduct (fasad), while Surah Ar-Rahman verses 7–9 highlight the principle of mizan (balance) as the foundation of ecological order. Classical and contemporary interpretations extend the meaning of fasad beyond moral and spiritual corruption to include ecological damage such as deforestation, pollution, and climate change. Based on these findings, six principles of ecological piety were formulated: respect for nature, moral responsibility, cosmic solidarity, ecological compassion, ecological justice, and ecological restoration. The study concludes that integrating these principles into Islamic Religious Education can provide an ethical and transformative framework for developing learners who possess both spiritual awareness and responsibility toward environmental sustainability.
ABSTRAK
Deforestasi yang terus meningkat di Indonesia telah memicu berbagai krisis ekologis, termasuk banjir bandang, degradasi lingkungan, dan hilangnya keseimbangan ekosistem. Kondisi ini menunjukkan pentingnya penguatan pendidikan yang mampu menumbuhkan kesadaran ekologis berbasis nilai-nilai keagamaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis kesalehan ekologis sebagai respons terhadap krisis lingkungan melalui kajian tafsir Al-Qur’an. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis berbasis studi kepustakaan (library research). Data primer diperoleh dari Tafsir Al-Azhar karya Hamka dan Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, sedangkan data sekunder berasal dari berbagai literatur ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan melalui pendekatan sosio-ekologis untuk menghubungkan makna ayat dengan realitas kerusakan lingkungan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Ar-Rum ayat 41 menegaskan hubungan antara kerusakan lingkungan dan perilaku manusia (fasad), sedangkan QS. Ar-Rahman ayat 7–9 menekankan pentingnya prinsip mizan (keseimbangan) sebagai dasar tata kelola alam. Penafsiran para ulama memperluas makna fasad tidak hanya pada aspek moral-spiritual, tetapi juga pada kerusakan ekologis seperti deforestasi, polusi, dan perubahan iklim. Berdasarkan temuan tersebut dirumuskan enam prinsip kesalehan ekologis, yaitu hormat terhadap alam, tanggung jawab moral, solidaritas kosmis, kasih sayang ekologis, keadilan ekologis, dan pemulihan ekologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi prinsip-prinsip kesalehan ekologis dalam PAI dapat menjadi landasan etis dan transformatif untuk membentuk peserta didik yang memiliki kesadaran spiritual sekaligus tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan.
Downloads
References
Al Hamid, S. A. (2024). Pendidikan Islam berwawasan lingkungan berbasis pondok pesantren. Al-Jadwa: Jurnal Studi Islam, 3(2), 192–204.
https://doi.org/10.38073/aljadwa.v3i2.1772
Anggara, P. T., & Lestari, L. B. (2025). Integrasi nilai keislaman dan teknologi dalam pengembangan kurikulum melalui kajian literatur kritis. Advances in Education Journal, 2(1), 97–105. https://journal.al-afif.org/index.php/aej/article/view/131
Aziz, A. M., Aryani, L., & Rismawati, L. (2025). Peran nilai-nilai pendidikan agama Islam dalam pendidikan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Jurnal Pendidikan, Kepelatihan, Olahraga, dan Kesehatan, 1(2), 169–181.
https://doi.org/10.64690/sportika.v1i2.506
Chasanah, M. A. (2022). Urgensi pendidikan Islam dalam pembentukan kesalehan ekologis di pondok pesantren. Musala: Jurnal Pesantren dan Kebudayaan Islam Nusantara, 1(2), 198–216. https://doi.org/10.37252/jpkin.v1i2.316
Dina, T. A. F., Ilahana, A. D., Rohaimi, S. T., Ardiyanto, M. F., & Hami, W. (2026). Peran pendidikan agama Islam dalam menghadapi krisis ekologi dan menumbuhkan kesadaran iman terhadap alam. Istifkar: Media Transformasi Pendidikan, 6(1), 15–25. https://doi.org/10.62509/ji.v6i1.326
Firnando, H. G., & Setiawati, C. (2025). Ekoteologi Aswaja: Integrasi nilai-nilai Nahdlatul Ulama dalam etika lingkungan. NAHNU: Journal of Nahdlatul Ulama and Contemporary Islamic Studies, 3(2), 603–632. https://doi.org/10.63875/nahnu.v3i2.109
Habibi, M. (2025). Revitalisasi nilai ekoteologi dalam pendidikan agama Islam di era disruptif: Kajian integratif tasawuf dan STEM. Jurnal Studi Edukasi Integratif, 2(1), 19–29. https://pustaka.biz.id/journal/jsei/article/view/51
Hayati, N., & Zahroh, I. (2025). Menggali nilai-nilai etika, akhlak, dan tanggung jawab sosial pada lembaga pendidikan Islam. Jurnal Manajemen Pendidikan, 13(2).
https://journal.unpak.ac.id/index.php/JMP/article/view/13096
Iqbal, M. (2025). Ekoteologi Islam: Mengintegrasikan nilai-nilai Fatwa MUI No. 86 Tahun 2023 ke dalam pola hidup berkelanjutan. Jurnal Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam, 2(2). https://jurnal.mui.or.id/index.php/lplhsda/article/view/32
Iqbal, M., & Fitriani, D. (2026). Banjir dan kerusakan hutan dalam tinjauan QS Ar-Rum ayat 41: Refleksi teologis atas krisis ekologis. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(4), 23677–23683. https://jerkin.org/index.php/jerkin/article/view/6054
Kurniawan, C., Ridwanulloh, M. U., Hamidah, T., & Fanani, B. (2026). Integrasi nilai-nilai Al-Qur’an dan hadith dalam pengelolaan pendidikan Islam. Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya, 32(1), 32–49.
https://ejurnal.uibu.ac.id/index.php/paradigma/article/view/2871
Limbong, R., Luthfi, A. A. A., Yufitri, S., Chandra, A. F., & Ghazali, M. B. (2023). Kesalehan ekologis masyarakat Muslim Pekanbaru: Studi terhadap hadis dalam upaya meminimalisir kerusakan lingkungan. Harmoni, 22(1), 70–92. https://jurnalharmoni.kemenag.go.id/index.php/harmoni/article/view/617
Lucky, W. N., & Rifai, A. A. (2026). Green Islamic education di era krisis iklim: Rekonstruksi kurikulum berbasis ekoteologi untuk pendidikan berkelanjutan. An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan), 5(3), 323–331.
https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1058
Muflihin, Z. (2026). Integrasi konsep khal?fah f? al-ar? dalam pendidikan agama Islam sebagai basis ekopedagogi. ABDUSSALAM: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Islam, 2(1), 199–206.
https://journal.iai-daraswaja-rohil.ac.id/index.php/abdussalam/article/view/217
Pananrang, A. D. (2026). Islam sebagai basis ekoteologi: Rekonstruksi relasi manusia, alam, dan Tuhan. In Prosiding Seminar Nasional Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIM Sinjai (Vol. 5, pp. 9–18). https://doi.org/10.47435/sentikjar.v5i0.4427
Rahmayani, D., Hidayah, I. N., Rohmah, I. A. S., Ibrahim, S. F., & Habibi, R. (2025). Integrasi kosmologi Jawa dan ekoteologi Islam dalam pemikiran Seyyed Hossein Nasr. Panangkaran: Jurnal Penelitian Agama dan Masyarakat, 9(2), 276–300.
https://doi.org/10.14421/panangkaran.v9i2.4660
Ramadhan, L. P. (2025). Analisis deforestasi dan degradasi terhadap lingkungan hidup. Beleid, 3(1), 91–109. https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/beleid/article/view/29470
Santoso, R., Ratnawati, H., & Riyanti, D. (2022). Klusterisasi tingkat deforestasi: Ekologi kewarganegaraan Indonesia. Indonesian Journal of Conservation, 11(1), 34–38. https://journal.unnes.ac.id/nju/ijc/article/view/35941
Sukmana, O., Abidin, Z., & Widodo, E. R. P. (2026). Perspektif interdisipliner Islam terhadap krisis iklim global: Kajian literatur tentang tanggung jawab manusia dan keberlanjutan lingkungan. Buletin Taman Baca, 1(1). https://jurnal.rumakayoe.id/btb/article/view/6
Sulwana, S., & Harahap, N. (2025). Pengembangan perencanaan metode dan strategi pembelajaran PAI berbasis lingkungan. TAUJIH: Jurnal Pendidikan Islam, 7(1), 28–43. https://doi.org/10.53649/taujih.v7i01.1090
Supeno, S., Nuruzzaman, M. A., Roa'zah, N., Muazaroh, M. D., Afifah, D. E., Sukirno, S., & Munahar, M. (2024). Penyusunan buku panduan manajemen dakwah lingkungan berbasis tafsir ekologis QS Al-Rum: 41 dan aplikasinya dalam gerakan sedekah sampah. Sciences du Nord Community Service, 1(2), 81–102.
https://doi.org/10.71238/sncs.v102.109
Tampubolon, I., & Nasution, K. (2025). Deforestasi dan pemberdayaan masyarakat tani hutan ditinjau dari perspektif etika dan hukum Islam. Jurnal At-Taghyir: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa, 8(1), 129–156.
http://jurnal.uinsyahada.ac.id/index.php/taghyir/article/view/18069
Warwer, F., Malatuny, Y. G., & Layan, S. (2024). Kehilangan hutan, kehilangan masa depan: Krisis ekologi dalam pendekatan biblis. DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika, 7(1), 55–70. https://doi.org/10.53547/diegesis.v7i1.446















