PEMBERDAYAAN EKONOMI PETANI MELALUI SISTEM INTEGRASI PADI TERNAK (SIPT) DI KELOMPOK TANI LAPORRANG KABUPATEN PINRANG
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i3.12062Keywords:
sistem integrasi padi–ternak, kinerja ekonomi, fermentasi jerami, R/C Ratio, pemberdayaan petaniAbstract
The Integrated Rice–Livestock Farming System (SIPT) is an integrated farming model with strong potential to improve efficiency and farmer income through the optimal utilization of agricultural waste. This study aimed to analyze the economic performance of rice and cattle farming under integrated and non-integrated systems at the Laporrang Farmer Group, Pinrang Regency. The study was conducted in December 2025 using a survey method with a census technique involving 15 farmer group members who implemented both systems simultaneously. Data were collected through structured interviews, field observations, and documentation, then analyzed descriptively and comparatively through cost analysis, income analysis, R/C Ratio, and value-added assessment. The results showed that the integrated system produced an R/C Ratio of 2.34, higher than the non-integrated system at 2.11, with net rice farming income reaching IDR 10,600,000 per hectare per growing season. Utilization of rice straw through fermentation technology increased livestock economic value by four times, from IDR 300,000 to IDR 1,200,000 per month per head, accompanied by an increase in daily weight gain from 6 kg to 24 kg per month. The use of livestock manure as organic fertilizer also improved soil fertility and reduced dependence on external inputs. It is concluded that SIPT is capable of creating a sustainable circular economy pattern at the farm household level, making it a viable model for broader rural economic empowerment.
ABSTRAK
Sistem Integrasi Padi–Ternak (SIPT) merupakan model usahatani terpadu yang berpotensi meningkatkan efisiensi dan pendapatan petani melalui pemanfaatan limbah pertanian secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja ekonomi usahatani padi dan ternak sapi pada sistem integrasi dan non-integrasi di Kelompok Tani Ternak Laporrang, Kabupaten Pinrang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2025 menggunakan metode survei dengan teknik sensus terhadap 15 anggota kelompok tani yang menerapkan kedua sistem secara bersamaan. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif-komparatif melalui analisis biaya, pendapatan, R/C Ratio, dan nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem integrasi menghasilkan R/C Ratio sebesar 2,34, lebih tinggi dibandingkan sistem non-integrasi sebesar 2,11, dengan pendapatan bersih usahatani padi mencapai Rp10.600.000/ha/musim tanam. Pemanfaatan jerami padi melalui teknologi fermentasi meningkatkan nilai tambah usaha ternak hingga empat kali lipat, dari Rp300.000 menjadi Rp1.200.000 per bulan per ekor, disertai peningkatan pertambahan bobot badan dari 6 kg menjadi 24 kg per bulan. Penggunaan kotoran ternak sebagai pupuk organik turut memperbaiki kesuburan tanah dan menekan ketergantungan terhadap input eksternal. Disimpulkan bahwa SIPT mampu menciptakan pola circular economy di tingkat rumah tangga tani yang berkelanjutan, sehingga berpotensi menjadi model pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan yang layak dikembangkan secara lebih luas.
Downloads
References
Ambar, A. A., et al. (2025). Buku penerapan pertanian terpadu. Deepublish.
Bahasoan, H., & Buamona, S. (2023). Integrasi tanaman padi dan ternak sapi di Desa Savana Jaya Kecamatan Waeapo Kabupaten Buru. PARTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 33–40. https://doi.org/10.38043/parta.v4i1.4237
Hidayati, F., Yonariza, Nofialdi, & Yuzaria, D. (2020). Analisis keuntungan dan kendala penerapan konsep sistem pertanian terpadu (SPT) di Indonesia. JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis): Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, 5(3), 74–83. https://doi.org/10.37149/jia.v5i3.11688
Kadir, M. J. (2020). Analisis pendapatan sistem pertanian terpadu integrasi padi-ternak sapi di Kelurahan Tatae Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang. Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan, 6(1), 42–56. https://doi.org/10.24252/jiip.v6i1.14448
Kariyasa, K. (2005). Sistem integrasi tanaman-ternak dalam perspektif reorientasi kebijakan subsidi pupuk dan peningkatan pendapatan petani. Analisis Kebijakan Pertanian, 3(1), 68–80. https://repository.pertanian.go.id/server/api/core/bitstreams/f972ee35-1bec-4f29-a3ad-f9b238ec0b47/content
Lira, J., Purwanto, M. Y. J., Yani, M., Molla, S., & Akbar. (2024). Keberlanjutan kelembagaan sistem integrasi tanaman padi-ternak sapi: Studi kasus pada Kelompok Tani Terang-Terang. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 20(1), 1–12. https://doi.org/10.20956/jsep.v20i1.32285
Muchlis, A., Sema, S., Syamsu, J. A., & Asmuddin. (2023). Teknologi pengolahan pakan di daerah tropis: Teknik pengolahan pakan hijauan (berserat). Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Terpadu, 3(1), 145–152. https://doi.org/10.56326/jitpu.v3i1.2528
Mukhlis, Hendriani, R., Sari, N., Wisra, R. F., Fitrianti, S., & Lutfi, U. M. (2023). Analisis pendapatan petani model usahatani terpadu jagung-sapi di Kecamatan Payakumbuh. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 23(2), 254–261. https://doi.org/10.25181/jppt.v23i2.2793
Mukhlis, M., Hendriani, R., Sari, R. I. K., & Sari, N. (2022). Analisis produksi dan faktor produksi usaha tani terpadu tanaman padi dan ternak sapi di Nagari Taram Kecamatan Harau. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 22(2), 104–110. https://doi.org/10.25181/jppt.v22i2.2581
Sari, M., Firman, R. L., & Silalahi. (2022). Analisis usahatani integrasi sapi-sawit di Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Agro Bali: Agricultural Journal, 5(1), 145–157. https://doi.org/10.37637/ab.v5i1.879
Sarungu, Y. T., Ngatin, A., & Sihombing, R. P. (2020). Fermentasi jerami sebagai pakan tambahan ternak ruminansia. Fluida, 13(1), 24–29. https://doi.org/10.35313/fluida.v13i1.1852
Siswati, L., Insusanty, E., Nengsusi, Arianto, A., & Pranata, Z. (2023). Pendapatan pertanian terpadu kelapa sawit dengan ternak sapi di Kampung Delima Jaya Kecamatan Kerinci Kanan Kabupaten Siak. Jurnal Peternakan, 20(1), 32–41. https://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/peternakan/article/view/19238
Suwanti, V., Abrori, Y. J., Onca, R., Kandoi, R. T., Liun, A. C., Jehadut, T., Anggoro, A., & Farida, N. (2023). Pemanfaatan bioteknologi fermentasi jerami padi sebagai pakan ternak. J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat), 11(2), 94–100. https://jurnal.stkippgritulungagung.ac.id/index.php/jadimas/article/view/4744
Tiro, B. M. W., & Beding, P. A. (2019). Analisis usahatani integrasi tanaman padi dengan ternak sapi potong. Pertanian Agros, 21(1), 1–8. https://repository.pertanian.go.id/server/api/core/bitstreams/7ad08627-e8c5-48c8-85a5-17b717af7b23/content
Tulele, M., Rawasiah, R., & Ambar, A. A. (2023). Analisis usaha tani sistem integrasi padi ternak (SIPT) pada Kelompok Tani Sukamaju Kabupaten Sidenreng Rappang. National Multidisciplinary Sciences, 2(3), 265–273. https://proceeding.unmuhjember.ac.id/index.php/nms/article/view/285
Utami, S., & Rangkuti, K. (2021). Sistem pertanian terpadu tanaman ternak untuk peningkatan produktivitas lahan: A review. Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian, 9(1), 1–6. https://jurnal.uisu.ac.id/index.php/agriland/article/view/3855/2680
Wibowo, H. S., Indriani, R., & Adam, E. (2024). Prospek pengembangan sistem pertanian terpadu tanaman padi sawah dengan ternak sapi di Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 10(2), 1686–1700. https://jurnal.unigal.ac.id/index.php/mimbaragribisnis/article/view/14165/0
Wihardjaka, A. (2021). Dukungan pupuk organik untuk memperbaiki kualitas tanah pada pengelolaan padi sawah ramah lingkungan. Jurnal Pangan, 30(1), 53–64. https://doi.org/10.33964/jp.v30i1.496
Yanuartono, Y., Indarjulianto, S., Purnamaningsih, H., Nururrozi, A., & Raharjo, S. (2019). Fermentasi: Metode untuk meningkatkan nilai nutrisi jerami padi. Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 14(1), 49–60. https://ejournal.unib.ac.id/jspi/article/view/5610
Zailan, A. (2022). Analisis produksi dan pendapatan usahatani terintegrasi padi ternak sapi potong di Kecamatan Kahu Kabupaten Bone. AgriMu: Jurnal Pertanian Universitas Muhammadiyah Bone, 2(2), 29–38. https://journal.unismuh.ac.id/index.php/AgriMu/article/view/7689















