KONSTRUKSI DAN TRANSMISI MEMORI KOLEKTIF TENTANG KAHAR MUZAKAR DALAM KONFLIK DI TORAJA
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i3.11639Keywords:
Memori Kolektif, Sejarah Lisan, Trauma Sosial, Kahar Muzakkar, Masyarakat TorajaAbstract
This study aims to understand how the Toraja community constructs collective memory regarding the Kahar Muzakkar rebellion and to examine how the experience of the conflict influenced the social life of the people in Tana Toraja and North Toraja. This research uses a qualitative approach with a descriptive research type. Data were obtained through in-depth interviews with seven informants who had experiences and memories related to the Kahar Muzakkar rebellion and were supported by relevant literature. The results show that the collective memory of the community regarding the Kahar Muzakkar movement was formed through direct experiences and oral narratives passed down across generations within families and communities. The presence of armed groups created fear, psychological pressure, disruption of economic and social activities, and collective trauma that continues to live in the memory of the community. In dealing with the conflict situation, the Toraja people tended to take a neutral position as a survival strategy, while religious and traditional leaders played important roles in maintaining social stability and preserving local values. The memory of the conflict has continued to be transmitted and has become part of how the community understands local history and social relations within their environment. This study concludes that the Kahar Muzakkar rebellion not only left traces of political and military conflict, but also shaped the social memory structure of the Toraja community in a sustainable manner.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana masyarakat Toraja membangun memori kolektif terhadap peristiwa Pemberontakan Kahar Muzakkar serta melihat pengaruh pengalaman konflik tersebut dalam kehidupan sosial masyarakat di Tana Toraja dan Toraja Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap tujuh informan yang memiliki pengalaman dan ingatan mengenai peristiwa Kahar Muzakkar serta didukung oleh literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memori kolektif masyarakat mengenai gerakan Kahar Muzakkar terbentuk melalui pengalaman langsung dan cerita lisan yang diwariskan secara antargenerasi dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. Kehadiran pasukan bersenjata menimbulkan rasa takut, tekanan psikologis, terganggunya aktivitas ekonomi dan sosial, serta membentuk trauma kolektif yang masih terus hidup dalam ingatan masyarakat. Dalam menghadapi situasi konflik, masyarakat Toraja cenderung mengambil posisi netral sebagai strategi bertahan hidup, sementara tokoh agama dan tokoh adat berperan penting dalam menjaga stabilitas sosial dan mempertahankan nilai-nilai lokal masyarakat. Ingatan mengenai konflik tersebut kemudian terus diwariskan dan menjadi bagian dari cara masyarakat memandang sejarah lokal dan relasi sosial di lingkungan mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peristiwa Kahar Muzakkar tidak hanya meninggalkan jejak konflik politik dan militer, tetapi juga membentuk struktur memori sosial masyarakat Toraja secara berkelanjutan.
Downloads
References
Ali, M. A., Pradana, Y., Amal, M. K., Soebahar, A. H., & Mursalim. (2026). Resiliensi identitas sosial Islam melalui pelestarian kearifan lokal di era globalisasi. At-Thullab: Jurnal Mahasiswa Studi Islam, 8(1), 157–173. https://doi.org/10.0885/tullab.vol8.iss1.art11
Arianti, P. M., Fitriani, S. L., Aprilina, N. C., Ramadhani, N., Ansaria, M. D. N., Lia, D. J. A., & Setiawan, A. (2026). Memori kolektif prasasti Kembang Sore sebagai sumber belajar sejarah lokal dalam memperkuat identitas sosial pembelajaran IPS. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(2), 890–901. https://doi.org/10.51878/social.v6i2.10546
Ayubia, P. N., Sukmana, C., & Saepudin, A. (2024). Peran tokoh masyarakat dalam pelestarian kearifan lokal pasca ketiadaan kepala adat di Desa Adat Cireundeu Cimahi. Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan Dan Inovator Pendidikan, 10(3), 440–451. https://doi.org/10.29408/jhm.v10i3.27157
Bahrudin, M. I., Qomaruzzaman, B., & Albustomi, A. G. (2026). The role and symbolic meaning of the Wacan Syekh oral tradition in fostering community social culture. Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama, 9(1), 209–222. https://doi.org/10.15575/hanifiya.v9i1.42957
Bell-Martin, R. V., & Marston, J. F. (2023). Staying power: Strategies for weathering criminal violence in marginal neighborhoods of Medellín and Monterrey. Latin American Research Review, 58(4), 817–836. https://doi.org/10.1017/lar.2023.16
EB, M. A., & Tahara, T. (2026). Ingatan yang mencekam: Studi antropologi memori tentang konflik di Padamarari Poso. Journal of Peace, Security and Democracy, 2(1), 55–74. https://doi.org/10.63280/jpsd.v2i1.48643
Eraku, S. S., Ntelu, A., Hinta, E., & Baruadi, M. K. (2023). Urgensi pembelajaran mitigasi bencana alam melalui kearifan lokal pada guru PAUD. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(6), 7097–7108. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i6.5556
Fiedler, C., & Rohles, C. (2021). Social cohesion after armed conflict: A literature review (Discussion Paper No. 7/2021). Econstor. https://doi.org/10.23661/dp7.2021.v1.1
Funay, Y. E. N. (2020). Indonesia dalam pusaran masa pandemi: Strategi solidaritas sosial berbasis nilai budaya lokal. Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI), 1(2), 112–125. https://doi.org/10.22373/jsai.v1i2.509
Hertanto, Y. (2026). Rekonstruksi hak konstitusional masyarakat adat atas wilayah kelola rakyat dalam paradigma UU Cipta Kerja: Dialektika investasi dan kedaulatan ruang hidup. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 6(3), 1506–1515. https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i3.10444
Isdwiyanti, D., Naqiyah, N., & Khusumadewi, A. (2026). Makna tradisi ruwah desa bagi pengembangan konseling multibudaya. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 6(1), 405–414. https://doi.org/10.51878/learning.v6i1.9350
Karim, S. (2025). Oral tradition as cultural pedagogy. Jurnal Penelitian Keislaman, 21(1), 94–112. https://doi.org/10.20414/jpk.v21i1.13945
Laila, A., Rahmawati, D. D., Pratama, M. A. C., Haya, S., & Anas, S. H. (2026). Identitas sosial anggota komunitas mahasiswa muslim Patani Thailand. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 6(1), 85–94. https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i1.8873
Lumatalale, L., Tutuarima, F., & Metekohy, L. M. (2026). Makna simbolik tentang peletakan batu pertama rumah adat: Studi etnografi di Negeri Neniari Gunung Kecamatan Taniwel Kabupaten Seram Bagian Barat. SOCIAL: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 6(1), 326–337. https://doi.org/10.51878/social.v6i1.9726
Millenio, M. F. (2021). How the judgement effective? The role of United Nations in conflict resolution between Palestine and Israel. The Digest: Journal of Jurisprudence and Legisprudence, 2(2), 197–230. https://doi.org/10.15294/digest.v2i2.48637
Patty, F. A., Nanlohy, W. D., & Ruman, R. (2026). Pola pemanfaatan air sungai dari dam alami Wae Ela untuk masyarakat. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 6(2), 861–875. https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i2.9347
Ruman, R., Nanlohy, W. D., Botanri, A. A. A., & Pisty, K. (2026). Analisis kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi bencana gempa bumi. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 6(2), 967–977. https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i2.9332
Schwebel, F., Meynen, S., & García–Herranz, M. (2025). Social fabric analysis framework. arXiv. https://doi.org/10.5281/zenodo.16509937
Setiawati, N. A., Basundoro, P., Kusumawanto, A., Putro, M. A. P., & Pratama, S. F. (2025). Customary land rights and postcolonial land governance: The case of Pakel Village, Indonesia, 1950s-1980s. Paramita: Historical Studies Journal, 35(2), 210–223. https://doi.org/10.15294/paramita.v35i2.18311
Suleiman, M. A., & Balna, C. D. (2025). Coping mechanisms and social adaptations to kidnapping in Katsina State: A community-based approach. Nigerian Journal of Criminology and Security Studies, 1(1), 159–168. https://doi.org/10.63725/njcss.v1i1.13
Thawnghmung, A., Durán-Martínez, A., & No, L. (2025). Perception, lived experiences, and survival strategies for everyday violence: A case study of civil war in Myanmar. Pacific Affairs, 98(4), 699–723. https://doi.org/10.5509/2025984-art5
Turska, J. J., & Ludwig, D. (2023). Back by popular demand, ontology. Synthese, 202(2), Artikel 39. https://doi.org/10.1007/s11229-023-04243-x
Wahyudi, V. (2023). Dinamika politik lokal perspektif kewilayahan dalam menciptakan pembangunan masyarakat desa "rural politics." KOMUNITAS, 14(1), 25–35. https://doi.org/10.20414/komunitas.v14i1.7366















