PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN TOTAL BELANJA DAERAH TERHADAP TINGKAT KEMANDIRIAN DAERAH DI KABUPATEN LOMBOK BARAT TAHUN 2015-2024
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i3.11254Keywords:
Kemandirian Fiskal, Pendapatan Asli Daerah, Belanja DaerahAbstract
Fiscal autonomy reflects a local government's capability to self-finance development and public services. Given the high reliance on central transfers, optimizing Locally Generated Revenue (PAD) and expanding expenditure efficiency are critical. This associative quantitative study analyzes the impact of PAD and Total Regional Expenditure on Fiscal Autonomy in West Lombok Regency (2015–2024) using secondary data from Budget Realization Reports. Multiple linear regression with Heteroskedasticity and Autocorrelation Consistent (HAC) Newey-West standard errors was applied to resolve autocorrelation and heteroscedasticity issues. The empirical results demonstrate that PAD has a positive and significant effect on Fiscal Autonomy (coefficient = 0.373874; p = 0.0001), whereas Total Regional Expenditure shows no significant effect (p = 0.2824). Simultaneously, both variables significantly influence fiscal autonomy based on the Wald F-statistic (p = 0.000213). The coefficient of determination (R2) of 0.5463 indicates that the model explains 54.63% of the autonomy variance. These findings confirm a flypaper effect, where increased spending fails to effectively stimulate local fiscal capacity. Consequently, the local government must intensify PAD collection and improve the productivity of budget allocations.
ABSTRAK
Kemandirian fiskal merupakan refleksi kemampuan daerah dalam mendanai pembangunan dan pelayanan publik secara mandiri. Mengingat tingginya ketergantungan pemerintah daerah terhadap dana transfer pusat, optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan efisiensi belanja menjadi sangat krusial. Penelitian kuantitatif asosiatif ini menganalisis pengaruh PAD dan Total Belanja Daerah terhadap Kemandirian Fiskal Kabupaten Lombok Barat periode 2015–2024 menggunakan data sekunder Laporan Realisasi APBD. Analisis data menerapkan regresi linear berganda dengan pendekatan Heteroskedasticity and Autocorrelation Consistent (HAC) Newey-West untuk mengoreksi autokorelasi dan heteroskedastisitas. Hasil riset membuktikan PAD berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kemandirian Fiskal (koefisien = 0,373874; p = 0,0001), sedangkan Total Belanja Daerah tidak berpengaruh signifikan (p = 0,2824). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan berdasarkan uji Wald F-statistic (p = 0,000213). Nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,5463 menunjukkan bahwa 54,63% variasi kemandirian fiskal mampu dijelaskan oleh model ini. Temuan ini mengindikasikan fenomena flypaper effect, di mana ekspansi belanja belum efektif menstimulasi kapasitas fiskal daerah. Implikasinya, pemerintah daerah perlu mengintensifkan penerimaan PAD dan meningkatkan produktivitas alokasi belanja.
Downloads
References
Badriyah, B. (2025). Rethinking character education in Islamic elementary schools: Trends, transformations, and strategic solutions in Madrasah Ibtidaiyah. Ta'lim Diniyah: Jurnal Pendidikan Agama Islam. https://doi.org/10.53515/tdjpai.v5i2.186
Defitri, S. Y. (2020). Pengaruh belanja modal dan belanja pegawai terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah. Fokus Bisnis: Media Pengkajian Manajemen dan Akuntansi, 19(2), 107–119. https://doi.org/10.32639/fokusbisnis.v19i2.476
Dewantoro, D. A. (2022). Pengaruh pajak daerah dan retribusi daerah terhadap kemandirian keuangan daerah. Journal of Innovation in Management, Accounting and Business, 1(2), 38–47. https://doi.org/10.56916/jimab.v1i2.174
Fadilah, H., & Helmayunita, N. (2020). Analisis flypaper effect pada dana alokasi umum, dana alokasi khusus, dana bagi hasil, dan pendapatan asli daerah terhadap belanja daerah provinsi di Indonesia. Jurnal Eksplorasi Akuntansi, 2(3), 3144–3159. http://jea.ppj.unp.ac.id/index.php/jea/issue/view/27
Farild, M., Bachtiar, F., Wahyudi, & Jannah, R. (2021). Analisis kinerja keuangan PT BNI Syariah Tbk sebelum dan pada saat pandemi COVID-19. Assets, 11(1), 88–95. https://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/assets/article/view/21411
Fauziah, A. N. A., & Haryanto. (2019). Analisis pengaruh pendapatan asli daerah, dana alokasi umum, dan belanja modal terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah pada pemerintah daerah kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah tahun 2012–2017. Diponegoro Journal of Accounting, 8(2), 17–30. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/accounting/article/view/25545
Mulyani, H. (2016). The relationship of local own revenues and general fund allocation on capital expenditure of local government. Global Conference on Business, Management and Entrepreneurship, 163–166. https://doi.org/10.2991/gcbme-16.2016.29
Novindriastuti, I., & Purnomowati, N. H. (2020). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kemandirian keuangan pemerintah daerah sebagai penguatan desentralisasi fiskal (Studi pada pemerintah daerah provinsi di Indonesia tahun 2014–2018). Jurnal Akuntansi dan Manajemen Mutiara Madani, 8(1), 70–91. https://jurnal.stienganjuk.ac.id/index.php/ojsmadani/article/download/88/62
Nur, E. I. F., & Endro, A. S. (2021). Pengaruh PAD, DAU, belanja modal, dan belanja pegawai terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah. Seminar Nasional Akuntansi dan Call for Paper (SENAPAN), 1(1), 61–69. https://doi.org/10.33005/senapan.v1i1.228
Nurhasanah, & Maria. (2017). Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kemandirian kota di Provinsi Bengkulu. Jurnal Riset Terapan Akuntansi, 1(1), 60–73. https://jurnal.polsri.ac.id/index.php/jrtap/article/view/715/1473
Qisthina, F. A., Wahyudi, S. T., & Khusaini, M. (2020). Analisis kemandirian keuangan daerah di kabupaten dan kota SWP Gerbangkertasusila Plus. Jurnal Ekobis: Ekonomi, Bisnis & Manajemen, 10(2), 107–118. https://doi.org/10.37932/j.e.v10i2.109
Rahayu, W., Syamsu, A. D., & Priyatmo, T. (2024). Pengaruh pajak daerah, DBH, dan DAK terhadap kemandirian keuangan pemerintah daerah di Provinsi Riau. Jurnal Manajemen Perbendaharaan, 5(1), 38–56. https://doi.org/10.33105/jmp.v5i1.513
Raudha, N., & Abdullah, S. (2023). Systematic literature review: Faktor-faktor yang mempengaruhi kemandirian keuangan. Aktiva: Jurnal Akuntansi dan Investasi, 8(2). https://doi.org/10.53712/aktiva.v8i2.2173
Saraswati, N. P., & Nurharjanti, N. N. (2021). Pengaruh pajak daerah, retribusi daerah, belanja modal, dan dana perimbangan terhadap kemandirian keuangan daerah. Business Management, Economic, and Accounting National Seminar, 2, 51–64. https://conference.upnvj.ac.id/index.php/biema/article/download/1680/1144
Sefira, & Budiwitjaksono. (2022). Analisis PAD dan belanja pegawai terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah di Provinsi Jawa Timur tahun 2019–2020. JIMAT (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi), 13(3), 938–947. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/S1ak/article/view/46304
Siregar, B., & Pratiwi, N. (2017). The effect of local government characteristics and financial independence on economic growth and human development index in Indonesia. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 19(2), 65–71. https://doi.org/10.9744/jmk.19.2.65-71
Sulistyawati, A. I., Illyasa, N., Santoso, A., Nugroho, A. H. D., & Gusmao, C. (2024). Kajian empiris faktor-faktor penentu kemandirian keuangan daerah. Jurnal Akuntansi dan Bisnis Indonesia, 5(1), 23–35.
Sundjoto, S., Rahayu, S., Fitrianty, R., & Hariawan, D. (2023). Pengaruh pajak daerah, retribusi daerah, dana bagi hasil pajak, dan belanja modal terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah. Cakrawala Repositori IMWI, 6(5), 1563–1579. https://doi.org/10.52851/cakrawala.v6i5.477
Utami, M. (2025). Faktor-faktor yang mempengaruhi kemandirian keuangan daerah pada kabupaten/kota di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2007–2016. JIEP: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan, 1(2), 283–292. https://jiep.ulm.ac.id/index.php/jiep/article/view/2282
Vellia, F., & Mildawati, T. (2021). Pengaruh pajak daerah dan retribusi daerah terhadap belanja daerah Kota Surabaya. Jurnal Ilmu dan Riset Akuntansi, 10(1), 1–18. https://jurnalmahasiswa.stiesia.ac.id/index.php/jira/article/view/3728















