ANALISIS KEBERMAKNAAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH HUKUM PERDATA PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN

Authors

  • Lenny Mutiara Ambarita Universitas Simalungun, Pematangsiantar, Indonesia
  • Juni Irianti Sitinjak Universitas Simalungun, Pematangsiantar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i4.11097

Keywords:

Kebermaknaan, Hukum Perdata, KUH Perdata, Kewarganegaraan

Abstract

ABSTRACT

The Civil Law course taught to undergraduate (S1) students in the Civic Education (PKn) Study Program is essentially not very different in content from that taught to students in the Faculty of Law. In the Indonesian Civil Code (KUHPerdata), there are many legal concepts. The learning strategies used to understand these concepts include concept learning models and meaningful learning approaches. Civil Law in PKn materials is included in the topic of Citizens’ Rights and Obligations, understood as reciprocal relationships between one citizen and another. In essence, Civil Law regulates individual interests or, in other words, governs legal relationships between citizens. To ensure that relationships among citizens run properly, the rights and obligations of each party in civil legal relations are regulated in the Civil Code. Examples of civil law concepts that are commonly used in daily life include the concept of legal adulthood, property ownership rights over land, the concept of power of attorney and sale and purchase agreements, as well as the concept of documentary evidence.

ABSTRAK

Mata Kuliah Hukum Perdata yang di berikan kepada mahasiswa starta 1 (S1) Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sesungguhnya dari segi isi tidak berbeda jauh dengan yang diberikan kepada mahasiswa (S1) di Fakultas Hukum. Dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata) terdapat banyak konsep hukum. Strategi pembelajaran yang digunakan untuk memahami konsep tersebut digunakanlah model pembelajaran konsep dan pembelajaran bermakna. Hukum Perdata dalam materi PKn termasuk dalam materi Hak dan Kewajiban Warga Negara. Hak dan kewajiban warga negara disini dalam arti hubungan timbal balik antara warga negara yang satu dengan warga negara lainnya. Dalam hukum perdata pada dasarnya mengatur kepentingan orang perorangan atau dengan kata lain mengatur kepentingan hukum antara warga negara satu dan warga negara lainnya. Untuk menjaga agar hubungan antara warga negara satu dan warga negara lainnya berjalan dengan baik maka masing-masing pihak yang berkepentingan , hak dan kewajibannya dalam hubungan hukum perdata diatur dalam KUH Perdata. Salah satu contoh konsep hukum perdata yang sering dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah konsep usia dewasa, konsep hak milik atas tanah, konsep pemberian kuasa dan jual beli serta konsep alat bukti surat-surat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al Farizi, I. P., Azly, A. R., & Prasojo, A. D. (2025). Implementasi pembelajaran civic knowledge, civic skills, dan civic disposition terhadap siswa usia SD/MI di era digital. ALMUSTOFA: Journal of Islamic Studies and Research, 2(2), 286–294. https://ejournal.bamala.org/index.php/almustofa/article/view/609

Atmaja, T. S. (2023). Internalisasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 8(1), 171–179.

https://journal.upgripnk.ac.id/index.php/kewarganegaraan/article/view/7380

Bloom, B. S. (1956). Taxonomy of educational objectives: The classification of educational goals. New York: Longmans, Green and Co.

Branson, M. S. (1999). The role of civic education: A forthcoming education policy task force position paper from the Communitarian Network. Washington, DC: Center for Civic Education.

Fatahillah, F. (2023). Konsep Pembelajaran Hukum Bagi Siswa Sekolah Dasar Melalui Pendidikan Kewarganegaraan. Journal Of Elementary School Education (Jouese), 3(2), 247-257.

https://ejournal.umpri.ac.id/index.php/JGP/article/view/2084

Gustiani, E., As Shalikhah, S. W., & Maulia, S. T. (2023). Pendidikan kewarganegaraan sebagai pendidikan nilai dan pendidikan hukum dalam mewujudkan warga negara yang cerdas dan baik (smart and good citizen). Civilia: Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan, 1(2), 127–137.

https://jurnal.anfa.co.id/index.php/civilia/article/view/299

Hasna, K., Nst, N. A., & Nelwati, S. (2024). Urgensi dan implementasi pembelajaran pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi. Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 2(7), 130–135. https://jurnal.kolibi.org/index.php/cendikia/article/view/1955

Hidayah, L. N., Muskibah, & Yetniwati. (2024). Model pembelajaran kolaboratif berbasis case method: Studi kasus pada mata kuliah hukum perdata. Jurnal Pengembangan Budaya Hukum, 1(1), 10–17. https://online-journal.unja.ac.id/jphk/article/view/38949

Jayanti, A. D., Fransiska, D., & Isnaini, U. (2024). Pembelajaran Hukum dalam Pendidikan Kewarganegaraan Sekolah Dasar Berdasarkan Teori Pedagogik. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 1(3), 8.

https://edu.pubmedia.id/index.php/pgsd/article/view/513

Kansil, C.S.T. et.al. (2016). Hukum Perdata Termasuk Asas-asas Hukum Perdata. PT. Pradnja Paramita, Jakarta.

Khansa, H. K. S., & Prasakti, A. (2025). Integrasi Literasi Hukum Digital Dalam Pendidikan Kewarganegaraan: Studi Konseptual Implementasi E-Court Untuk Penyelesaian Perkara Waris. Pedagogik: Jurnal Pendidikan, 20(2), 188–195. https://doi.org/10.33084/pedagogik.v20i2.11140

Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. (n.d.). Pasal 1865 tentang pembuktian. Burgerlijk Wetboek voor Indonesie.

Kurniyawan, H., & Moeslim, A. H. A. (2024). Pendidikan hukum di indonesia: tinjauan dalam konteks pendidikan kewarganegaraan. Jurnal Civic Hukum, 9(2). https://doi.org/10.22219/jch.v9i2.31722

Kusdarini, E., Sunarso, & Arpannudin, I. (2020). The implementation of Pancasila education through field work learning model. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 39(2). https://doi.org/10.21831/cp.v39i2.31412

Laksmi, D. A. V. (2025). Peranan Pembelajaran Konsep Hukum Perdata Untuk Meningkatkan Kebermaknaan Pendidikan Kewarganegaraan. Berajah Journal, 4(10), 1851-1860.

https://ojs.berajah.com/index.php/go/article/view/515

Mustajab, R. X., & Muthaqin, D. I. Application of Jurisprudential Inquiry Model Through PKn Learning to Grow Student Law Consciousness as Citizens. Jurnal Civicus, 20(2), 17-24. https://ejournal.upi.edu/index.php/civicus/article/view/45475

Nadhif, F. F., Kalami, G. F., Ridhati, H. A., Muhtar, M. I., Setyaningsih, R., & Shafira, S. K. (2023). Analisis peminatan mahasiswa Fakultas Hukum Unnes terhadap komunitas belajar hukum perdata. Jurnal Mediasi, 2(1). https://jurnalilmiah.org/journal/index.php/mediasi/article/view/384

Nurdiansyah, E., Sapriya, S., Darmawan, C., Abdulkarim, A., & Kurniawan, D. (2025). Living Lab Implementation in Civic Education to Internalize National Spirit and Responsibility Character. Indonesian Journal on Learning and Advanced Education (IJOLAE). https://doi.org/10.23917/ijolae.v7i3.8505

Nurgiansah, T. H., Sapriya, S., Bribin, M. B., Mulyani, H., Prayogi, R., & Suriaman, S. (2024). Model Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Pendidikan Hukum. Jurnal Basicedu, 7(6), 4300–4307. https://jbasic.org/index.php/basicedu/article/view/6578

Parera, J. D. (2004). Teori semantik (2nd ed.). Erlangga.

Rahayu, D. A., Ulum, B., & Putra, A. P. E. (2025). Digital Literacy in Scientific-based Civics Learning to Strengthen Students' Civic Disposition: Literasi Digital Dalam Pembelajaran PKn berbasis Saintifik untuk Penguatan Civic Dispotition Mahasiswa. Jurnal Media Informatika, 6(3), 1642-1649. http://ejournal.sisfokomtek.org/index.php/jumin/article/download/5804/3603

Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Sekretariat Negara.

Samad, A., & Fuad, F. (2021). Sanksi pidana perjanjian yang dilarang menurut penggolongan hukum privat dan publik. Jurnal Magister Ilmu Hukum, 1(2). https://doi.org/10.36722/jmih.v1i2.735

Saylendra, N. P., & Sofyan, F. S. (2022). Upaya pengembangan nilai sadar hukum pada mahasiswa melalui pembelajaran pendidikan kewarganegaraan berbasis boardgame. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 7(1), 44–54. https://doi.org/10.21067/jmk.v7i1.6238

Siregar, H., Jamaludin, J., & Moad, M. (2024). Model value clarification technique dalam membentuk kecerdasan kewarganegaraan pada pembelajaran hukum tata negara. Jurnal Civic Hukum, 8(2). https://doi.org/10.22219/jch.v8i2.26728

Sofwan, S. S. M. (2018). Hukum perdata: Hukum benda. Liberty. Yogyakarta.

Subekti. (2012.) Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Pradnja Paramita, Jakarta.

Tutik, T. T. (2020). Hukum perdata dalam sistem hukum nasional. Kencana Prenada Media Group.

Wardana, A. Y., Fitri, A. A., Lunggana, H. Z., Kusuma, K. N., Fathurrachman, M., Rozak, R. W. A., & Insani, N. N. (2023). Analisis pembelajaran synchronous dan asynchronous dalam meningkatkan civic competence di sekolah. Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 2(2), 78–87. https://doi.org/10.55904/nautical.v2i2.683

Witanto, I. A. (2023). Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Hukum Negara Di Indonesia. Ganesha Civic Education Journal, 5(2), 117-122.

https://ejournal2.undiksha.ac.id/index.php/GANCEJ/article/view/4912

Downloads

Published

2025-10-29

How to Cite

Ambarita, L. M., & Sitinjak, J. I. (2025). ANALISIS KEBERMAKNAAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH HUKUM PERDATA PADA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan , 5(4), 2046–2059. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i4.11097

Issue

Section

Articles