PEREMPUAN TANGGUH, AGEN PERUBAHAN: PERAN STRATEGIS DI BPBD JAWA TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.51878/academia.v6i1.9182Keywords:
Perepmpuan, Kesetaraan Gender, Penanggulangan BencanaAbstract
ABSTRACT
The issue of gender equality in disaster management institutions remains a challenge, although the role of women is beginning to be recognized in emergency response. This study aims to examine the strategic roles and obstacles faced by female employees at the Regional Disaster Management Agency (BPBD) of East Java Province. Using a descriptive qualitative approach, informants in this study consisted of female employees directly involved in the field as well as staffing officials. Data collection techniques were conducted through in-depth interviews, direct observation, and documentation analysis. The results showed that women are actively involved in all phases of disaster management, starting from the pre-disaster stage, emergency response, to post-disaster recovery. Their contributions include policy formulation, community education, logistics coordination, psychosocial support, and social reconstruction. However, they face challenges such as biological constraints, cultural stereotypes that underestimate women's capacity, and the double burden of work and domestic responsibilities. Nevertheless, female employees in BPBD Jatim demonstrate resilience and leadership capacity, and are able to become agents of change in the work environment and community. Their involvement increases the inclusiveness and effectiveness of disaster programs, especially in reaching vulnerable groups such as children, the elderly, and pregnant women. This research emphasizes the importance of gender mainstreaming in disaster governance as well as the need for institutional support through gender-sensitive policies and equitable division of tasks.
ABSTRAK
Isu kesetaraan gender dalam kelembagaan penanggulangan bencana masih menjadi tantangan, meskipun peran perempuan mulai diakui dalam respons darurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran strategis serta hambatan yang dihadapi oleh pegawai perempuan di Badan Penanggulabngan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, informan dalam penelitian ini terdiri ats pegawai perempuan yang terlibat langsung di lapangan serta pejabat kepegawaian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan dilibatkan secara aktif dalam seluruh fase penanggulangan bencana, mulai dari tahap prabencana, tanggap darurat, hingga pemulihan pasca bencana. Kontribusi mereka mencakup perumusan kebijakan, edukasi masyarakat, koordinasi logistik, dukungan psikososial, serta rekonstruksi sosial. Namun, terdapat berbagai tantangan yang mereka hadapi, seperti kendala biologis, stereotip budaya yang meremehkan kapasitas perempuan, serta beban ganda antara pekerjaan dan tanggung jawab domestik. Mesikupn demikian, pegawai perempuan di BPBD Jatim menunjukkan ketangguhan dan kapasitas kepemimpinan, serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan kerja dan masyarakat. Keterlibatan mereka meningkatkan inklusivitas dan efektivitas program kebencanaan, khususnya dalam menjangkau kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Penelitian ini menekankan pentingnya pengarustamaan gender dalam tata kelola bencana serta perlunya dukungan kelembagaan melalui kebijakan yang sensitif gender dan pembagian tugas yang adil
Downloads
References
Alam, K., & Rahman, MH (2017). Perempuan dalam pengurangan risiko bencana: Studi kasus dari Bangladesh. Jurnal Internasional Pengurangan Risiko Bencana, 23, 82–92.
https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2017.03.002
Aldrich, DP, & Meyer, MA (2015). Modal sosial dan ketahanan komunitas. American Behavioral Scientist , 59(2), 254–269. https://doi.org/10.1177/0002764214550299
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur. (2024). Profil dan data kepegawaian BPBD Provinsi Jawa Timur. https://bpbd.jatimprov.go.id
Badan Pusat Statistik. (2022). Statistik bencana alam. BPS. https://www.bps.go.id/subject/156/bencana-alam.html
Brown, SK, Jenkins, SF, Sparks, RSJ, Odbert, H., & Auker, MR (2017). Basis data korban jiwa akibat gunung berapi: Analisis ancaman gunung berapi dengan penekanan pada Indonesia. Jurnal Vulkanologi Terapan, 6 (1), 1–23. https://doi.org/10.1186/s13617-017-0067-4
Gaillard, JC, Sanz, K., Balgos, BC, Dalisay, SNM, Gorman-Murray, A., Smith, F., & Toelupe, V. (2017). Melampaui laki-laki dan perempuan: Perspektif kritis tentang gender dan bencana. Geoforum, 87 , 1–7. https://doi.org/10.1016/j.geoforum.2017.09.018
Handayani, S. (2019). Peran perempuan dalam pengurangan risiko bencana berbasis komunitas. Jurnal Analisa Sosiologi, 8(2), 143–156. https://jurnal.uns.ac.id/jas/article/view/32745
Irsyam, M., Widiyantoro, S., Natawidjaja, DH, Meilano, I., Rudyanto, A., Hidayati, S., Triyoso, W., Hanifa, NR, Djarwadi, D., & Faizal, L. (2020). Pengembangan peta bahaya gempa nasional Indonesia tahun 2017. Spektrum Gempa, 36 (1_suppl), 112–136. https://doi.org/10.1177/8755293020951206
Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengurangan Risiko Bencana. (2017). Kerangka kerja Sendai untuk pengurangan risiko bencana 2015–2030. UNDRR.
https://www.undrr.org/publication/sendai-framework-disaster-risk-reduction-2015-2030
Kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengurangan Risiko Bencana. (2022). Laporan penilaian global tentang pengurangan risiko bencana. UNDRR.
Kapucu, N. (2018). Tata kelola kolaboratif dalam manajemen bencana. Public Administration Review, 78 (2), 234–245. https://doi.org/10.1111/puar.12822
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2021). Perempuan dalam situasi bencana. KPPPA. https://www.kemenpppa.go.id
Lestari, E., & Nugroho, SP (2019). Konsep risiko bencana dalam perspektif pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Jurnal Penanggulangan Bencana, 10(2), 65–76. https://jurnal.bnpb.go.id/index.php/jpb/article/view/347
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. (2022). Data gunung api aktif Indonesia. PVMBG. https://vsi.esdm.go.id
Rahman, MA, & Salehin, M. (2018). Pengurangan risiko bencana melalui partisipasi masyarakat: Peran perempuan. Jurnal Internasional Pengurangan Risiko Bencana, 28, 823–832. https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2018.02.018
Rushton, A., & Gray, L. (2020). Gender dan aksi kemanusiaan: Kemajuan dan kesenjangan. Bencana , 44(2), 235–256. https://doi.org/10.1111/disa.12382
Tannenbaum, C., Ellis, RP, Eyssel, F., Zou, J., & Schiebinger, L. (2019). Analisis seks dan gender meningkatkan sains dan teknik. Nature, 575 (7781), 137–146. https://doi.org/10.1038/s41586-019-1657-6
UN Women. (2021). Gender dan pengurangan risiko bencana. https://www.unwomen.org/en/what-we-do/humanitarian-action/disaster-risk-reduction
World Bank. (2018). Recovery and reconstruction after disaster: A guide for sustainable development. World Bank Group. https://openknowledge.worldbank.org/handle/10986/29895
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Aulia Midya Priandini, Dwi Setianingsih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.












