POLITIK BAHASA: DINAMIKA KEKUASAAN, IDENTITAS, DAN PERENCANAAN BAHASA
DOI:
https://doi.org/10.51878/academia.v5i2.6298Keywords:
Politik Bahasa, Kekuasaan, Identitas, Perencanaan BahasaAbstract
ABSTRACT
This study aims to comprehensively analyze the dynamics of language politics in Indonesia, particularly in the post-reform era. The main focus is to identify how political power, identity construction, and national language planning interact and influence the linguistic landscape in Indonesia. Using a qualitative approach through case studies and discourse analysis, this research explores the role of language in the political arena, including the mobilization of support, the formation of public opinion, and the representation of social groups. Additionally, the study examines the implementation of national language policies, the challenges encountered, and their impact on the maintenance of regional languages and the development of Indonesian as both a unifying and global language. The findings indicate that post-reform language politics in Indonesia are marked by a tension between strengthening the national language and preserving regional languages. Language functions as both an instrument of power and a marker of identity in various political and social arenas. Although linguistic diversity is formally recognized, policy implementation still faces significant challenges, such as weak inter-agency coordination, limited resources, and low public participation. These findings highlight the need for inclusive, contextual, and sustainable language policies to manage linguistic diversity as a national asset that reinforces identity, social cohesion, and supports social and cultural development in a multicultural and multilingual Indonesia.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif dinamika politik bahasa di Indonesia khususnya pasca-reformasi. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana kekuasaan politik, konstruksi identitas, dan perencanaan bahasa nasional saling berinteraksi dan memengaruhi lanskap kebahasaan di Indonesia. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi kasus dan analisis wacana, penelitian ini mengeksplorasi peran bahasa dalam arena politik, termasuk mobilisasi dukungan, pembentukan opini publik, dan representasi kelompok sosial. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji implementasi kebijakan bahasa nasional, tantangan yang dihadapi, serta dampaknya terhadap pemertahanan bahasa daerah dan pengembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik bahasa pasca-reformasi di Indonesia ditandai oleh tarik-menarik antara penguatan bahasa nasional dan pelestarian bahasa daerah. Bahasa berfungsi sebagai instrumen kekuasaan sekaligus penanda identitas dalam berbagai arena politik dan sosial. Meski keberagaman bahasa diakui secara formal, implementasi kebijakan masih menghadapi tantangan, seperti lemahnya koordinasi, keterbatasan sumber daya, dan rendahnya partisipasi publik. Temuan ini menekankan perlunya kebijakan yang inklusif, kontekstual, dan berkelanjutan agar keberagaman bahasa dapat dikelola sebagai aset nasional yang memperkuat identitas, kohesi sosial, serta mendukung pembangunan sosial dan budaya di Indonesia yang multikultural dan multilingual.
Downloads
References
Anderson, B. (1991). Imagined communities: Reflections on the origin and spread of nationalism. Verso.
Budiono, I., & Yanita, R. (2024). Language documentation practices in Indonesia: A critical theory perspective. Lingua Cultura, 18(1), 23–34. https://journal.binus.ac.id/index.php/lingua/article/view/11878
Chaer, A., & Agustina, L. (2010). Sosiolinguistik: Perkenalan awal. Rineka Cipta.
Dardjowidjojo, S. (2000). Perencanaan Bahasa di Indonesia: Sejarah dan Prospek. Jurnal Linguistik Indonesia, 18(1), 1-18. (Jika ada studi spesifik tentang perencanaan bahasa di Indonesia)
Daud, M. Y., & Yasin, B. (2019). Language Policy and Language Planning in Multilingual Indonesia: Challenges and Future Directions. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding, 6(6), 362–371. https://doi.org/10.18415/ijmmu.v6i6.1185
Fishman, J. A. (1991). Reversing language shift: Theoretical and empirical foundations of assistance to threatened languages. Multilingual Matters.
Fitriati, S. W., & Rata, E. (2021). Language, globalisation, and national identity: A study of English-medium policy and practice in Indonesia. Indonesian Journal of Applied Linguistics, 11(2), 237–248. https://doi.org/10.17509/ijal.v11i2.284
Hamied, F. A., & Musthafa, B. (2023). Policies on language education in Indonesia. Indonesian Journal of Applied Linguistics, 13(1), 1–10. https://doi.org/10.17509/ijal.v13i1.20279
Hamka, M. (2023). Language policy and planning: Diglossia in Indonesia. Pencerah: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, 9(2), 74–85. https://jurnal-umbuton.ac.id/index.php/Pencerah/article/view/1948
Heller, M. (2010). Language and identity. In N. H. Hornberger & S. L. McKay (Eds.), Sociolinguistics and language education (pp. 151-179). Multilingual Matters.
Hidayatullah, H. (2020). Code Mixing in Social Media: Between Identity and Ideology among Indonesian Youth. Proceedings of the International Conference on Language, Literature, Culture, and Education (ICOLLITE), 4(1), 142–150. https://doi.org/10.2991/icollite-19.2020.26
Hoed, Benny H. (2014). Semiotik dan Dinamika Sosial Budaya. Komunitas Budaya Bambu.
Hoerudin, C. W. (2024). The influence of language in forming political identity in Indonesia. Semantik: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 13(1), 50–60. https://e-journal.stkipsiliwangi.ac.id/index.php/semantik/article/view/3633
Holmes, J. (2013). An introduction to sociolinguistics (4th ed.). Routledge.
Indonesia. (1999). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah. Jakarta: Sekretariat Negara. (Catatan: Ini kemudian diganti oleh UU No. 32 Tahun 2004)
Indonesia. (2004). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Jakarta: Sekretariat Negara.
Indonesia. (2009). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Jakarta: Sekretariat Negara.
Lubis, A. H., Hasanah, S., & Wulandari, A. (2023). Language proficiency in standard and non-standard language among students: A sociolinguistic study. Pencerah: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, 9(2), 120–132. https://jurnal-umbuton.ac.id/index.php/Pencerah/article/view/1948
Mahsun. (2000). Dialektologi Diakronis Bahasa Melayu di Indonesia Barat. UI Press
Matatula, H. B., & Tupalessy, J. A. (2025). Language policy in Indonesian elementary schools: Balancing national, local, and foreign languages. Jurnal Huele, 6(1), 45–58. https://ojs3.unpatti.ac.id/index.php/huele/article/view/16980
Musyafa, M., & Suryani, S. (2020). Revitalisasi Bahasa Daerah dalam Konteks Multikulturalisme di Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 24(2), 103–115. https://doi.org/10.22146/jsp.51467
Pemerintah Provinsi Bali. (2017). Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 1 Tahun 2017 tentang Pelindungan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali. Bali: Pemerintah Provinsi Bali.
Prasetyo, W. (2021). Bahasa Indonesia dan Identitas Anak Muda di Media Sosial: Antara Nasionalisme dan Globalisasi. Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia, 9(1), 35–48. https://doi.org/10.26740/jbsi.v9n1.p35-48
Rachmawati, Y., & Cahyono, B. Y. (2021). The Use of Local Culture-Based Materials to Promote Students’ Engagement and Identity in Primary Education. Indonesian Journal of Applied Linguistics, 11(1), 123–134. https://doi.org/10.17509/ijal.v11i1.34628
Simanjuntak, M. (2021). Bahasa Indonesia: Policy, implementation, and planning. Lingua Cultura, 15(2), 97–105. https://journal.binus.ac.id/index.php/lingua/article/view/327
Spolsky, B. (2004). Language policy. Cambridge University Press.
Suhardi. (2019). Sosiolinguistik. Gadjah Mada University Press.
Sumarsono. (2007). Sosiolinguistik. Yogyakarta: Sabda.
Sumarsono. (2019) Variasi Bahasa. Universitas Muhammadiyah Malang Press.
Supriadi, H., Nurlaelawati, I., & Kurniawan, E. (2022). Discourse analysis on language policy in Presidential Regulation No. 63/2019. IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature, 10(1), 11–20. https://ejournal.iainpalopo.ac.id/index.php/ideas/article/view/4191
Tollefson, J. W. (2006). Language policy and the means of linguistic reproduction. Language Policy, 5(3), 207-227.
Wahabun, N. L. I. (2023). Ministry policy related to subjects Indonesian language and literature in school. JLILS: Journal of Language, Literature and Islamic Studies, 3(1), 18–25. https://jlils.ppj.unp.ac.id/index.php/jlils/article/view/50
Zulfadhli, A., Marlina, L., & Ningsih, S. (2023). Kebijakan pembelajaran Bahasa Indonesia di perguruan tinggi: Implementasi dan tantangannya. Semantik: Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 13(1), 25–34. https://e-journal.stkipsiliwangi.ac.id/index.php/semantik/article/view/3633
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Mashudi Mashudi, Kuntoro Kuntoro

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.












