ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA MINAT SISWA DALAM MENGIKUTI LAYANAN KONSELING INDIVIDU

Authors

  • Vitensia Meliani Nggego Universitas Tadulako
  • Nur Eka Wahyuningsih Universitas Tadulako
  • Ikhlas Rasido Universitas Tadulako
  • Hasan Hasan Universitas Tadulako

DOI:

https://doi.org/10.51878/academia.v6i4.14242

Keywords:

minat siswa, layanan konseling individu, persepsi siswa

Abstract

Low student interest in utilizing individual counseling services can hinder the optimal implementation of guidance and counseling in helping students address problems and develop their potential. This study aimed to describe students' interest in participating in individual counseling services and analyze the factors influencing their low interest at SMP Negeri 3 Palu. This study employed a qualitative approach using a case study design. The participants consisted of six eighth-grade students identified as having low interest in individual counseling services and one guidance and counseling teacher selected through purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, and documentation and analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. Data credibility was examined through source and technique triangulation. The findings indicate that students' interest in individual counseling services was still low, as reflected in their limited initiative to voluntarily utilize the services. The low interest was influenced by three main aspects: students' perceptions of the service and counseling confidentiality, psychological barriers such as embarrassment, fear, and lack of self-confidence, and the perception that their problems did not require assistance from a guidance and counseling teacher. The perception that guidance and counseling services are primarily intended for problematic students further strengthened students' reluctance to utilize the services. Thus, students' low interest was influenced not only by internal conditions but also by perceptions of the function and safety of individual counseling services. These findings highlight the importance of strengthening students' understanding of the function of counseling, creating a safe and nonjudgmental counseling environment, and increasing students' trust in the confidentiality of counseling services.

ABSTRAK

Rendahnya minat siswa dalam memanfaatkan layanan konseling individu dapat menghambat optimalisasi fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu siswa menyelesaikan permasalahan serta mengembangkan potensi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan minat siswa dalam mengikuti layanan konseling individu dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi rendahnya minat tersebut di SMP Negeri 3 Palu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas enam siswa kelas VIII yang teridentifikasi memiliki minat rendah dalam mengikuti layanan konseling individu dan satu guru bimbingan dan konseling yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat siswa dalam mengikuti layanan konseling individu masih rendah, ditandai dengan minimnya inisiatif siswa untuk memanfaatkan layanan secara sukarela. Rendahnya minat tersebut dipengaruhi oleh tiga aspek utama, yaitu persepsi siswa terhadap layanan dan kerahasiaan konseling, hambatan psikologis berupa rasa malu, takut, dan kurang percaya diri, serta persepsi bahwa masalah yang dihadapi belum memerlukan bantuan guru bimbingan dan konseling. Persepsi bahwa layanan bimbingan dan konseling identik dengan siswa bermasalah juga memperkuat keengganan siswa untuk memanfaatkan layanan. Dengan demikian, rendahnya minat siswa tidak hanya berkaitan dengan kondisi internal siswa, tetapi juga dengan persepsi yang terbentuk terhadap fungsi dan keamanan layanan konseling individu. Temuan ini menunjukkan pentingnya penguatan sosialisasi fungsi konseling, penciptaan suasana layanan yang aman dan tidak menghakimi, serta peningkatan kepercayaan siswa terhadap kerahasiaan layanan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aini, J., Sari, D. P., & Nasution, A. R. (2023). Faktor-faktor penyebab rendahnya minat siswa memanfaatkan layanan bimbingan dan konseling. Jurnal Muhafadzah: Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Islam, 4(1), 44–51. https://e-journal.uin-al-azhaar.ac.id/index.php/muhafadhah/article/view/673/480

Agniarahmah, A., & Yulia, C. (2023). Keefektifan media ular tangga dalam meningkatkan self-awareness. JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), 8(1), 8–13. https://journal.stkipsingkawang.ac.id/index.php/JBKI/article/view/3409

Fitriani, D., Arifyadi, A., & Hasan, H. (2023). Analisis karakteristik dan kepribadian ideal guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan kualitas bimbingan dan konseling di Kota Palu. Ghaidan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam dan Kemasyarakatan, 7(2), 237–242. https://doi.org/10.19109/ghaidan.v7i2.19834

Fitriani, E., Neviyarni, N., Mudjiran, M., & Nirwana, H. (2022). Problematika layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Naradidik: Journal of Education and Pedagogy, 1(3), 174–180. https://doi.org/10.24036/nara.v1i3.69

Fitriyadi. (2023). Pengaruh burnout akademik terhadap hasil belajar siswa. JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), 8(2), 103–111. https://doi.org/10.26737/jbki.v8i2.4480

Gudnanto, G., Zamroni, E., & Rahardjo, S. (2023). Konseling kelompok model KIPAS (Konseling Intensif, Progresif, Adaptif, Terstruktur) untuk meningkatkan minat berwirausaha siswa SMK di masa pandemi Covid-19. Jurnal Mahasiswa BK An-Nur: Berbeda, Bermakna, Mulia, 9(1), 76–87. https://doi.org/10.31602/jmbkan.v9i1.10113

Ibrahim, M. G., Mohammed, A. S. E., & Evadzi, C. (2025). Students' attitudes towards the utilization of guidance and counselling services in schools. International Journal of Social Sciences, 8(3), 145–152. https://doi.org/10.21744/ijss.v8n3.2436

Maisyaroh, S., & Astuti, A. D. (2024). Penerapan teknik role playing dalam bimbingan kelompok untuk meningkatkan perilaku asertif siswa. Counsellia: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 14(1), 11–26. https://doi.org/10.25273/counsellia.v14i1.17730

Mangampa, I. T. A., Nurwahyuni, N., Puswiartika, D., & Fitriani, D. (2025). Factors causing the lack of student interest in participating in guidance and counseling services at SMA Negeri 1 Pamona Selatan. International Journal of Multidisciplinary Research and Analysis, 8(6). https://doi.org/10.47191/ijmra/v8-i06-60

Marimbun, M., & Pohan, R. A. (2021). Gambaran sarana dan prasarana bimbingan dan konseling pada sekolah menengah negeri di Indonesia. ENLIGHTEN: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 4(2), 76–87. https://doi.org/10.32505/enlighten.v4i2.3365

Mayarani, L., & Harahap, A. C. P. (2023). Hubungan regulasi emosi dan efikasi diri dengan pengambilan keputusan karier siswa kelas VII MTs Al-Jam'iyatul Washliyah. JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), 8(2), 94–102. https://doi.org/10.26737/jbki.v8i2.4402

Mustamir, M., Charli, L., & Pandra, V. (2025). Pengaruh persepsi siswa dan sarana prasarana BK terhadap minat layanan bimbingan konseling. Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora, 8(4). https://doi.org/10.31539/bxvksg36

Putri, I. S., Hasan, H., Puswiartika, D., & Fitriani, D. (2025). Individual counseling using cognitive restructuring techniques to reducing nomophobic behavior. Journal of Educational Sciences, 9(6), 6187–6196. https://jes.ejournal.unri.ac.id/index.php/JES/article/view/1401

Putriana, N., Ramli, M., & Wahyuni, F. (2023). Studi fenomena minat siswa memanfaatkan layanan bimbingan dan konseling di SMP. Jurnal Pembelajaran, Bimbingan, dan Pengelolaan Pendidikan, 3(10), 930–941. https://doi.org/10.17977/um065v3i102023p930-941

Rahma, Z. N. E., & Kholisna, T. (2021). Persepsi layanan bimbingan dan konseling sekolah terhadap minat siswa berkonsultasi. Psikodinamika: Jurnal Literasi Psikologi, 1(1), 1–7. https://doi.org/10.36636/psikodinamika.v1i1.582

Rasido, I., Rizal, S. A., & Surahman, S. P. (2025). Psikologi pendidikan: Peran psikologi pendidikan di era digital. CV Sentral Pendidikan Sulawesi.

Sari, P., Suarja, S., Zainuri, I., & Pajarianto, H. (2023). Intensitas penggunaan media sosial TikTok terhadap kecenderungan perilaku narsistik. JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), 8(1), 1–7. https://journal.stkipsingkawang.ac.id/index.php/JBKI/article/view/3807

Siregar, M. D. (2021). Persepsi siswa tentang bimbingan dan konseling terhadap pemberian layanan bimbingan dan konseling di MTs NW Kelayu Jorong. JKP (Jurnal Konseling Pendidikan), 5(1), 46–57. https://doi.org/10.29408/jkp.v5i1.3687

Thalib, M. M., Wahyuningsih, N. E., Fitriani, D., Nurwahyuni, N., & Hasan, H. (2023). Efektivitas penggunaan model window shopping untuk meningkatkan minat siswa mengikuti layanan bimbingan dan konseling. Ghaidan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam dan Kemasyarakatan, 7(1), 81–87. https://doi.org/10.19109/ghaidan.v7i1.17223

Wardani, S. Y., Kadafi, A., & Dewi, N. K. (2023). Peran konselor dalam meningkatkan perilaku literasi digital siswa di masa pandemi Covid-19. JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia), 8(2), 84–93. https://doi.org/10.26737/jbki.v8i2.3135

Downloads

Published

2026-09-10

How to Cite

Nggego, V. M., Wahyuningsih, N. E., Rasido, I., & Hasan, H. (2026). ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA MINAT SISWA DALAM MENGIKUTI LAYANAN KONSELING INDIVIDU. ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik, 6(4), 3435–3447. https://doi.org/10.51878/academia.v6i4.14242

Issue

Section

Articles