PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AKTIF TERMODIFIKASI UNTUK MENINGKATKAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS VI DENGAN HAMBATAN MEMBACA SPESIFIK

Authors

  • Yuniati Program Studi Magister Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia
  • Fery Muhamad Firdaus Program Studi Magister Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51878/academia.v6i3.13881

Keywords:

pembelajaran aktif termodifikasi, membaca pemahaman, multisensori, PQ4R, membaca spesifik

Abstract

Reading comprehension is a fundamental skill that remains challenging for students with specific reading difficulties because it affects their ability to understand information and participate effectively in classroom learning. This study aimed to examine the improvement in reading comprehension following the implementation of a modified active learning model for sixth-grade students with specific reading difficulties at SDN 007 Sangatta Selatan. The study employed a quantitative approach using a one-group pretest–posttest pre-experimental design. The participants consisted of two students purposively selected based on their identified specific reading difficulties. Data were collected through reading comprehension tests administered before and after the intervention, measuring three indicators: literal comprehension, simple inference, and the ability to identify main ideas and important information. The findings revealed an average improvement of 30% in the students' reading comprehension scores after the intervention. The greatest improvement was found in the simple inference indicator, whereas the smallest improvement occurred in identifying main ideas. These findings suggest that the modified active learning model has the potential to support the development of reading comprehension through structured, multisensory, and cognitively engaging learning activities. However, given the very small number of participants and the absence of a control group, the findings should be interpreted within the limited context of this study and require further investigation with larger samples.

ABSTRAK

Kemampuan membaca pemahaman merupakan kompetensi dasar yang masih menjadi tantangan bagi siswa dengan hambatan membaca spesifik karena memengaruhi kemampuan mereka dalam memahami informasi dan mengikuti proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peningkatan kemampuan membaca pemahaman setelah penerapan model pembelajaran aktif termodifikasi pada siswa kelas VI dengan hambatan membaca spesifik di SDN 007 Sangatta Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental tipe one-group pretest–posttest. Subjek penelitian terdiri atas dua siswa yang dipilih secara purposive karena teridentifikasi mengalami hambatan membaca spesifik. Data dikumpulkan menggunakan tes membaca pemahaman sebelum dan sesudah intervensi yang mengukur tiga indikator, yaitu pemahaman literal, inferensi sederhana, serta kemampuan menentukan ide pokok dan informasi penting. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca pemahaman pada kedua subjek dengan rata-rata kenaikan skor sebesar 30% setelah mengikuti pembelajaran. Peningkatan terbesar terjadi pada indikator inferensi sederhana, sedangkan peningkatan terendah terdapat pada kemampuan menentukan ide pokok. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran aktif termodifikasi berpotensi mendukung peningkatan kemampuan membaca pemahaman melalui pembelajaran yang terstruktur, multisensori, dan berpusat pada aktivitas kognitif siswa. Meskipun demikian, mengingat penelitian hanya melibatkan dua subjek dengan desain tanpa kelompok kontrol, hasil penelitian ini perlu dipahami sebagai temuan pada konteks penelitian yang terbatas dan memerlukan pengujian lebih lanjut pada jumlah subjek yang lebih besar.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Annisa, Zudeta, E., Marsyah, U., Khalida, R., Ulni, E. K., & Fitriani, D. (2024). Implementasi pembelajaran bagi siswa disleksia di sekolah dasar. Journal of Special Education Lectura, 2(2), 1–9. https://doi.org/10.31849/jselectura.v2i2.24912

Arif Almahdi, A., & Mawardi. (2024). Model pembelajaran Discovery Learning dengan pendekatan CRT untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan literasi membaca. Fondatia, 8(3), 687–700. https://doi.org/10.36088/fondatia.v8i3.5234

Dihan, W., Hidayat, M., & Nugraha, U. (2022). Penerapan metode PQ4R untuk meningkatkan keterampilan membaca pemahaman pada pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas VI SD. Jurnal Pendidikan Tematik DIKDAS, 7(1), 88–100. https://doi.org/10.22437/jptd.v7i1.19544

Diwansyah, F. A., Rosidin, O., & Juansah, D. E. (2025). Hambatan fonologis pada remaja tanpa disleksia dalam membaca kata kompleks: Perspektif psikolinguistik. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa dan Sastra, 11(3), 3025–3034. https://doi.org/10.30605/onoma.v11i3.6382

Febriyani, H., Suyatno, & Zuhaery. (2024). Teacher strategies in the potential optimization of children with special needs in elementary school. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 8(1), 80–89. https://doi.org/10.23887/jisd.v8i1.66373

Fitriani, I., & Hari, A. W. (2024). Intervensi guru sekolah dasar pada siswa disleksia di kelas I SDN 02 Kota Bima. Renjana Pendidikan Dasar, 4(1), 38–44. https://prospek.unram.ac.id/index.php/renjana/article/view/412

Herianty, A., & Ngatmini. (2024). Pemahaman dan penanganan disleksia pada peserta didik sekolah dasar di MIN 1 Pontianak: Tinjauan literatur. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD FKIP Universitas Mandiri, 10(1), 218–227. https://doi.org/10.36989/didaktik.v10i1.2514

Irnajuliana. (2025). Implementasi model pembelajaran Discovery Learning terhadap keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran PAI di SMAN 23 Bone. Teaching and Learning Journal of Mandalika (Teacher), 6(2).

Jannah, R., & Shalihah, R. (2025). Tinjauan literatur: Efektivitas penggunaan metode multisensori dalam pembelajaran membaca untuk anak disleksia di sekolah inklusi. JIMAD: Jurnal Ilmiah Mutiara Pendidikan, 3(3), 36–49. https://doi.org/10.61404/jimad.v3i3.429

Kemendikbudristek. (2022). Capaian pembelajaran pada Kurikulum Merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Khoiriyah, A., Sholikah, D. N. N., Anif, Q., & Utami, Y. (2025). Disleksia dan literasi digital: Implementasi media digital dalam bimbingan membaca. Karakter: Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam, 2(2), 153–163. https://doi.org/10.61132/karakter.v2i2.560

Kusumaningsih, D., Sukarno, Nurlina, L., Arifah, I., Muryati, S., & Naimah, M. (2025). Pengembangan model pembelajaran Bahasa Indonesia inklusif berbasis aplikasi AI bagi siswa disleksia di SMA. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 14(2), 644–656. https://doi.org/10.26499/rnh.v14i2.8378

Mahabbati, A. (2020). Keterampilan membaca pemahaman dan strategi pembelajarannya. UNY Press.

McLeod, S. A. (2022). Jean Piaget's theory of cognitive development. Simply Psychology.

Perfetti, C. A., & Stafura, J. Z. (2014). Word knowledge in a theory of reading comprehension. Scientific Studies of Reading, 18(1), 22–37. https://doi.org/10.1080/10888438.2013.827687

Pratama, T. M., Muktadir, A., & Ariffiando, N. F. (2024). Strategi guru dalam mengatasi kesulitan membaca pada siswa kelas IV SD Negeri 81 Kota Bengkulu. JURIDIKDAS, 7(3), 362–369. https://doi.org/10.33369/juridikdas.v7i3.35280

Primasari, I. F. N., & Supena, A. (2021). Meningkatkan kemampuan membaca siswa disleksia dengan metode multisensori di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 5(4). https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i4.1055

Rudiyati, S., Mumpuniarti, & Pujaningsih. (2017). Teacher knowledge and experience dealing with students with learning disabilities in inclusive elementary school and implications to learning accommodation and modification. Proceedings of the 1st Yogyakarta International Conference on Educational Management/Administration and Pedagogy. https://doi.org/10.2991/yicemap-17.2017.47

Sepsita, V., & Wijaya, Z. C. (2024). Penerapan metode multisensori dalam pembelajaran anak disleksia di tingkat sekolah dasar. Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter, 2(4), 42–54. https://doi.org/10.51903/pendekar.v2i4.745

Snow, C. E. (2002). Reading for understanding: Toward an R&D program in reading comprehension. RAND Corporation.

Snowling, M. J., & Hulme, C. (2021). Annual research review: Reading disorders revisited—The critical importance of oral language. Journal of Child Psychology and Psychiatry, 62(5), 635–653. https://doi.org/10.1111/jcpp.13324

Sukinah. (2021). Pengembangan model pembelajaran aktif untuk meningkatkan keterampilan berbahasa siswa berkebutuhan khusus. UNY Press.

Sweller, J., van Merriënboer, J. J. G., & Paas, F. G. W. C. (2019). Cognitive architecture and instructional design: 20 years later. Educational Psychology Review, 31(2), 261–292. https://doi.org/10.1007/s10648-019-09465-5

Umalihayati, U., Aini, S., Sa'diyah, H., Fajari, L. E. W., Fajrudin, L., Havita, V. N., Cahyaningsih, A. P., Ramadhani, D., Luthfiah, S. M., & Sopianti, N. A. (2024). Analisis kesulitan belajar Bahasa Indonesia siswa kelas IV di sekolah dasar: Studi kasus kualitatif. Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 12(2). https://doi.org/10.20961/jkc.v12i2.86666

Downloads

Published

2026-07-31

How to Cite

Yuniati, & Firdaus, F. M. (2026). PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN AKTIF TERMODIFIKASI UNTUK MENINGKATKAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA KELAS VI DENGAN HAMBATAN MEMBACA SPESIFIK . ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik, 6(3), 2578–2589. https://doi.org/10.51878/academia.v6i3.13881

Issue

Section

Articles