VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan https://www.jurnalp4i.com/index.php/vocational <p><strong>VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan | <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/12588">Terakreditasi Sinta 5 </a></strong>yang diterbitkan 4 kali setahun (Januari, April, Juli dan Oktober) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berafiliasi dengan Perguruan Tinggi Indonesia. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Kejuruan, Teknik dan Sistem Informasi<br /><strong>e-ISSN : 2774-6283 | p-ISSN : 2775-0019<br /></strong></p> en-US admin@jurnalp4i.com (Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd.) admin@jurnalp4i.com (Randi Pratama M., M.Pd.) Wed, 25 Feb 2026 00:00:00 +0000 OJS 3.2.1.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 ANALISIS PERBANDINGAN STRUKTUR ATAS JEMBATAN TIPE WARREN PADA JEMBATAN SUBALI TERHADAP TIPE PRATT, HOWE, DAN PARKER MENGGUNAKAN SOFTWARE MIDAS CIVIL https://www.jurnalp4i.com/index.php/vocational/article/view/9617 <p>Bridges are vital transportation infrastructure components that connect región separated by various physical barriers. Steel truss bridges consistof several types, including the Warren, Pratt, Howe, and Parker configurations. The specific truss configuration significantly influents both the structural strength and the economic value of the bridge. This study aims to compare the structural performance of the Warren truss used in the Subali Bridge against Pratt, Howe, and Parker types to determine their comparative efficiency and cost-effectiveness. The research was conducted by simulating various vehicle loads using Midas Civil software to identify the máximum load capacity, deflection, and esrimated material costs for each bridge type. The result indicate that the Warren truss (Subali Bridge) can withstand a maximum load of 33 tons, while the Pratt truss sustains 24 tons, the Howe 21 tons, and the Parker truss 36 tons. The largest deflection occured in the Howe truss, while the smallest was observed in the Parker truss. Regarding economic análisis, the Parker truss incurred the highest estimated material cost at Rp. 1.895.359.792 while the Pratt and Howe trusses had the lowest at Rp. 1.862.936.874. in conclusión, the Parker truss is the superior model in terms of structural strength although it requires the highest material investment, the cost difference is considered insignificant relative to its performance.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Jembatan merupakan infrastruktur penopang jalan yang sangat penting untuk menghubungkan wilayah-wilayah yang dipisahkan oleh berbagai hambatan. Jembatan rangka baja memiliki beberapa tipe diantaranya adalah tipe <em>Warren, Pratt, Howe, dan Parker. </em>Konfigurasi rangka jembatan akan berpengaruh terhadap kekuatan dan nilai ekonomis jembatan. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja struktur atas jembatan tipe <em>Warren </em>pada jembatan Subali terhadap tipe <em>Pratt, Howe, </em>dan <em>Parker </em>untuk mengetahui perbandingan kinerja dan nilai ekonomis. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan simulasi beberapa beban kendaraan dengan menggunakan <em>software Midas Civil </em>untuk mengetahui perbandingan beban maksimum yang mampu ditahan setiap tipe jembatan, mengetahui nilai lendutan, dan melakukan perbandingan estimasi biaya material yang digunakan setiap tipe jembatan. Hasil menunjukkan jembatan tipe <em>Warren </em>pada jembatan Subali mampu menahan beban maksimal 33 ton, jembatan tipe <em>Pratt </em>24 ton, jembatan tipe <em>Howe </em>21 ton, dan tpe <em>Parker </em>36 ton. Lendutan terbesar terjadi pada jembatan tipe <em>Howe </em>dan lendutan terkecil pada tipe <em>Parker. </em>Estimasi biaya material paling besar adalah jembatan tipe <em>Parker </em>RP. 1.895.359.792 dan terkecil jembatan tipe <em>Pratt </em>dan <em>Howe </em>Rp. 1.862.936.874. jembatan tipe <em>Parker </em>merupakan jembatan paling baik dari segi kekuatan walaupun estimasi biaya material paling besar, namun nilainya sangat tidak signifikan.</p> Oktavian Fajar Nugroho, Widha Ardhiansyah, Nurjanah Nurjanah Copyright (c) 2026 VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan https://www.jurnalp4i.com/index.php/vocational/article/view/9617 Wed, 25 Feb 2026 00:00:00 +0000 PEMETAAN AREA GENANGAN BANJIR MENGGUNAKAN MODEL HEC-RAS 2D DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PADA DAS BOGEL KECAMATAN SUTOJAYAN https://www.jurnalp4i.com/index.php/vocational/article/view/9621 <p>Sutojayan District in Blitar Regency, which is traversed by the Bogel River Basin (DAS), is an area that is highly vulnerable to flooding due to a combination of flat topography, extreme rainfall intensity, and massive land use changes. This study aims to map in detail the flood-prone areas in the Bogel Watershed as a structural mitigation effort. The research method uses a quantitative approach that integrates hydrological analysis in three Sub-DAS (Bacem, Lodoyo, and Judeg) with spatial hydraulic modeling using HEC-RAS 2D software and Geographic Information Systems (GIS) in various return period scenarios (Q2, Q5, Q10, Q25, Q50, and Q100). The results of the hydrological analysis show a significant increase in flood discharge as the return period increases, for example in the Bacem Sub-DAS from 69.28 m³/second (Q2) to 174.61 m³/second (Q100). Spatial modeling confirmed that the flood inundation area expanded from 4.98 km² in Q2 to 10.98 km² in Q100. The affected areas in the initial scenario included eight villages (Bacem, Jingglong, Kalipang, Kedungbunder, Pandanarum, Sutojayan, Sukorejo, and Sumberjo), and extended to Jegu and Kembangarum during the extreme return period. The main conclusion confirms that the integration of HEC-RAS and GIS has proven effective in predicting flood distribution accurately, making it crucial for<em> use as a database for spatial planning and disaster mitigation in Sutojayan District.</em></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kecamatan Sutojayan di Kabupaten Blitar, yang dilalui oleh Daerah Aliran Sungai (DAS) Bogel, merupakan kawasan yang sangat rentan terhadap bencana banjir akibat kombinasi topografi datar, intensitas curah hujan ekstrem, dan masifnya perubahan tata guna lahan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan secara detail area rawan genangan banjir pada DAS Bogel sebagai upaya mitigasi struktural. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif yang mengintegrasikan analisis hidrologi pada tiga SubDAS (Bacem, Lodoyo, dan Judeg) dengan pemodelan hidraulika spasial menggunakan perangkat lunak HEC-RAS 2D dan Sistem Informasi Geografis (SIG) pada berbagai skenario kala ulang (Q2, Q5, Q10, Q25, Q50, dan Q100). Hasil analisis hidrologi menunjukkan lonjakan debit banjir yang signifikan seiring bertambahnya kala ulang, misalnya pada SubDAS Bacem dari 69,28 m³/detik (Q2) menjadi 174,61 m³/detik (Q100). Pemodelan spasial mengonfirmasi bahwa luas genangan banjir berekspansi dari 4,98 km² pada Q2 hingga mencapai 10,98 km² pada Q100. Wilayah terdampak pada skenario awal meliputi delapan desa (Bacem, Jingglong, Kalipang, Kedungbunder, Pandanarum, Sutojayan, Sukorejo, dan Sumberjo), dan meluas hingga Jegu serta Kembangarum pada kala ulang ekstrem. Simpulan utama menegaskan bahwa integrasi HEC-RAS dan SIG terbukti efektif memprediksi sebaran banjir secara akurat, sehingga sangat krusial digunakan sebagai basis data tata ruang dan mitigasi bencana di Kecamatan Sutojayan.</p> Akram Arsyahudin, Widha Ardhiansyah, Hazairin Nikmatul Lukma Copyright (c) 2026 VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan https://www.jurnalp4i.com/index.php/vocational/article/view/9621 Wed, 25 Feb 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS NERACA AIR PADA PERIODE KRITIS MUSIM TANAM PADI UNTUK MENILAI KEANDALAN SISTEM IRIGASI RAWA LEBAK (STUDI KASUS: DAERAH IRIGASI RAWA AMPUKUNG, KABUPATEN TABALONG) https://www.jurnalp4i.com/index.php/vocational/article/view/9622 <p>The swamp lowland irrigation system is strongly influenced by rainfall fluctuations and water level dynamics, which may cause an imbalance between water availability and irrigation water demand during the critical period of the rice-growing season. This study aims to analyze the water balance during the critical period in order to assess the reliability of the irrigation system in the Ampukung Swamp Irrigation Area, Tabalong Regency. Secondary data were obtained from the Detail Engineering Design (DED) document. The analysis was conducted on a semi-monthly basis by calculating 80% dependable discharge, evapotranspiration, and irrigation water requirements for rice at each growth stage. The results indicate that water deficits occurred during land preparation and early vegetative stages from January to February, with the maximum deficit reaching −8,075.56 L/s in early February and a minimum reliability ratio of 0.17. In contrast, surplus conditions were found during the late vegetative and generative stages, where the reliability ratio exceeded one. Critical-period water balance analysis provides a more specific assessment of water shortage risks compared to annual water balance evaluation.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Sistem irigasi rawa lebak dipengaruhi oleh fluktuasi curah hujan dan dinamika muka air sehingga berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air, terutama pada periode kritis musim tanam padi. Penelitian ini bertujuan menganalisis neraca air pada periode kritis untuk menilai keandalan sistem irigasi di Daerah Irigasi Rawa Ampukung, Kabupaten Tabalong. Data yang digunakan berupa data sekunder dari dokumen Detail Engineering Design (DED). Analisis dilakukan secara setengah bulanan dengan menghitung debit andalan 80%, evapotranspirasi, serta kebutuhan air irigasi tanaman padi pada setiap fase pertumbuhan. Hasil menunjukkan defisit air terjadi pada fase penyiapan lahan dan vegetatif awal selama Januari hingga Februari, dengan defisit maksimum sebesar −8.075,56 l/det pada Februari I dan rasio keandalan minimum 0,17. Sebaliknya, pada fase vegetatif lanjut dan generatif terjadi surplus air dengan rasio keandalan di atas satu. Analisis periode kritis memberikan gambaran risiko kekurangan air yang lebih spesifik dibanding neraca air tahunan.</p> <p> </p> Arifin Arifin Copyright (c) 2026 VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan https://www.jurnalp4i.com/index.php/vocational/article/view/9622 Wed, 25 Feb 2026 00:00:00 +0000 EVALUASI KETERLAMBATAN PEKERJAAN DAN EFEKTIFITAS METODE CRASHING DALAM PENYELESAIAN PEKERJAAN ADDITIONAL BUILDING ONDULINE MANUFAKTUR INDONESIA https://www.jurnalp4i.com/index.php/vocational/article/view/9619 <p>Delays in construction work are a problem that often occurs and can have an impact on increasing costs and disruption of work completion schedules. This study aims to analyze the factors that affect work delays and evaluate the effectiveness of the Crashing method as an alternative to accelerating the completion time of Additional Building Onduline Manufaktur Indonesia's work. The study used a quantitative approach with data processing using partial tests (T-test), simultaneous tests (F-test), and determination coefficient analysis to determine the influence of project delay factors. In addition, an analysis of time acceleration was carried out using the Crashing method with the help of Microsoft Project through an increase in overtime working time for four hours. The results of the study show that there are six factors that affect project delays, namely labor, tools, methods, materials, finances, and unexpected events. Based on the partial test, four factors that have a significant influence on project delays are labor, materials, methods, and unforeseen events. Simultaneous tests showed that all variables had a positive influence on delay with a significance value of 0.000 and a determination coefficient value of 0.745. The results of the Crashing analysis show that the duration of the project can be accelerated from 180 days to 144 days with an additional cost of IDR 229,017,286.40 or 4.56%. The Crashing method has proven to be effective in shortening the duration of a project despite the increase in costs. Keywords: Work Delay, Crashing, SPSS, Microsoft Project.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Keterlambatan pekerjaan konstruksi merupakan permasalahan yang sering terjadi dan dapat berdampak terhadap peningkatan biaya serta terganggunya jadwal penyelesaian pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan pekerjaan dan mengevaluasi efektivitas metode <em>Crashing</em> sebagai alternatif percepatan waktu penyelesaian pekerjaan Additional Building Onduline Manufaktur Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengolahan data menggunakan uji parsial (uji T), uji simultan (uji F), dan analisis koefisien determinasi (R²) untuk mengetahui pengaruh faktor keterlambatan pekerjaan. Selain itu, dilakukan analisis percepatan waktu menggunakan metode <em>Crashing</em> dengan bantuan <em>Microsoft Project</em> melalui penambahan waktu kerja lembur selama empat jam. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam faktor yang mempengaruhi keterlambatan, yaitu tenaga kerja, alat, metode, material, keuangan, dan kejadian tak terduga. Berdasarkan uji parsial, empat faktor yang berpengaruh signifikan terhadap keterlambatan proyek yaitu tenaga kerja, material, metode, dan kejadian tak terduga. Uji simultan menunjukkan seluruh variabel memiliki pengaruh positif terhadap keterlambatan dengan nilai signifikansi 0,000 dan nilai koefisien determinasi sebesar 0,745. Hasil analisis <em>Crashing </em>menunjukkan durasi proyek dapat dipercepat dari 180 hari menjadi 144 hari dengan penambahan biaya sebesar Rp 229.017.286,40 atau 4,56%. Metode Crashing terbukti efektif dalam mempersingkat durasi proyek meski terjadi peningkatan biaya.</p> Ardhana Wahyu Aktafarid, Hangga Prima Setiawan, Ahmad Yufron Copyright (c) 2026 VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan https://www.jurnalp4i.com/index.php/vocational/article/view/9619 Wed, 25 Feb 2026 00:00:00 +0000 EVALUASI GEOMETRIK DAN PERENCANAAN PERKERASAN JALAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA PADA RUAS SIDOMULYO - BAKUNG https://www.jurnalp4i.com/index.php/vocational/article/view/9615 <p>The designo f concrete road pavement is due to the predicition o fan increase in traffic volumen and geometric esign due to topografic conditions in hilly áreas. The purpose of this study is to find out the results of the geogmetric evaluation of exiting roads, the selection of optimal trajectories and the designo f the rod pavement plan for the Sidomulyo – Bakung section using tthe designo f the road pavement plan for the Sidomulyo – Bakung section using the MDP 2024 method. Explanatory Reserach is an type of Reserach that is used and aims to understand thecause – and – effect relationship between variables (as in correlational research), but also tries to explain why and how thw relationship occurs. Evaluation of the Sidomulyo – Bakung road section, village road, class II collector road classification, 2 lanes road 4m wide, planned speed 40 km/h, showing 9 bends ( 3SCS, 3 FC, and 3 SS) The length of the road studied is 1.5 km oad width 4 meters, Plan life 40 years. Concrete thickness 30 cm, concete quality K300, Dowel ∅24 mm, 45 cm long, 30 cm spcing. Tie bar ∅24, length 100 cm tie bar distance 60 cm. Preision is needed, escpecially in the calculation results. There needs to bea more detailed calculation for the excavation and stockpile parts to get optimal results.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perancangan perkerasan jalan beton dikarenakan prediksi adanya peningkatan volume lalu lintas dan desain geometrik dikarenakan kondisi topografi di wilayah perbukitan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hasil evaluasi geometrik jalan eksisting, pemilihan trase optimal dan desain rencana perkerasaan jalan ruas Sidomulyo – Bakung dengan método MDP 2024. Penelitian Explanatory Research atau penelitian pejelasn adalah jenis penelitian yang dipakai dn bertujuan untuk memahami hubungan sebab – akibat antara variabel – variabel yang diteliti. Dalam penelitian ini peneliti tidak hanya menggambarkan fenomena (seperti dalam penelitian deskriptif) atau menjelaskan hubungan antar variabel (seperti dlam penelitain korelasional), tetapi juga berusaha menjelaskan mengapa dn bagaimana hubungan tersebut terjadi. Evaluasi ruas jalan Sidomulyo – Bakung jaan dea, klasifikasi jalan kolektor kelas II, jalan 2 lajur lebar 4M, kecepatan rencana 40 km/jam menunjukkan 9 tikungan (3 SCS, 3 FC, dan 3 SS) Panjang jalan yang diteliti 1,5 km lebar jalan 4 meter, Umur rencana 40 tahun, Tebal beton 30 cm, mutu beton K300, Dowel ∅24 mm, panjang 45 cm jarak dowel 30cm. Tie bar ∅24, panjang 100cm jarak tie bar 60cm. Diperlukan ketelitian terutama pada perhitungan evaluasi geometrik, karena jika ada kekeliruan pada salah satu perhitungan maka perlu diadakan pengecekan ulang terhadap semua hasil perhitungan. Perlu adanya prhitungan yang lebih mendetail lagi untuk bagian galian dan timbunan agar mendapatkan hasil yang optimal.</p> Muhammad Safiqi, Hendrig Sudradjat, Ahmad Yufron Copyright (c) 2026 VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan https://www.jurnalp4i.com/index.php/vocational/article/view/9615 Wed, 25 Feb 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS PENURUNAN (AMBLAS) TIMBUNAN PADA OPRIT JEMBATAN DAWUHAN MENGGUNAKAN SOFTWARE PLAXIS 2D https://www.jurnalp4i.com/index.php/vocational/article/view/9618 <p>A bridge is a structure that spans a gap, connecting two areas separated by natural obstacles, such as rivers or lakes. The existence of bridges plays a vital role in supporting community mobility and regional economic growth. However, at the Dawuhan Bridge, a settlement (subsidence) problem has been observed at the bridge approach embankment. This settlement can reduce driving comfort and compromise road serviceability. The issues occurring at the Dawuhan Bridge in Kademangan District motivated this study to analyze the causes of the settlement and to identify appropriate technical solutions. This research was conducted through several stages, including field problem identification, soil data collection based on Standard Penetration Test (SPT) results, analysis using the Rankine and Meyerhof methods, and numerical modeling using PLAXIS 2D. The Rankine method was applied to determine the magnitude of active and passive earth pressures, while the Meyerhof method was used to evaluate soil bearing capacity. PLAXIS 2D was employed to provide a visual representation of soil deformation and settlement behavior. The results of the Rankine analysis indicate that the active earth pressure increases significantly at every two-meter interval, suggesting a high tendency for soil movement or deformation under applied loads. Furthermore, the Meyerhof method shows that the bearing capacity beneath the approach embankment varies with depth and soil type, with the soft soil layers exhibiting much lower bearing capacity compared to the underlying hard layers. Numerical simulation using PLAXIS 2D illustrates the pattern of soil deformation, indicating that the most critical deformation occurs within the embankment located above the soft soil layer. The maximum settlement obtained from the simulation is 0.56 m (56 cm).</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Jembatan merupakan suatu penyebrangan yang menghubungkan dua wilayah terpisaholeh hambatan alami seperti sungai atau danau. Keberadaan jembatan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Namun pada jembatan Dawuhan dijumpai permasalahan penururnan (amblas) pada oprit jembatan. Penurunan pada oprit tersebut dapat mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Dari permasalahan yang terjadi pada jembatan Dawuhan Kecamatan Kademangan, melatarbelakangi untuk menganalisis penyebab terjadinya penurunan dan mencari solusi teknis yang dapat dilakukan. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan diantaranya identifikasi masalah dilapangan, pengumpulan data tanah berdasarkan uji SPT, di analisis menggunakan <em>Rankine</em> dan <em>Mayerhof</em>, serta pembuatan pemodelan menggunakan <em>PLAXIS 2D</em>. Rankine digunakan untuk melihat besarnya tekanan aktif dan pasif pada tanah. Mayerhof digunakan untuk melihat daya dukung tanah. Lalu menggunakan <em>software PLAXIS 2D </em>untuk memberikan gambaran visual penurunan tanah. Hasil analisis menggunakan perhitungan <em>Rankine</em> menunjukkan bahwa tekanan aktif setiap per dua meter mengalami lonjakan yang besar, yang menandakan kecenderungan tanah mengalami pergeseran atau deformasi akibat beban diatasnya. Selain itu, metode <em>mayerhof</em> menunjukkan bahwa daya dukung tanah di bawah oprit sangat bervariasi tergantung pada kedalaman dan jenis tanahnya, namun pada lapisan tanah lunak jauh lebih rendah dibandingkan lapisan keras di bawahnya. Disimulasikan menggunakan <em>software PLAXIS 2D</em> memberikan gambaran visual deformasi tanah. Hasilnya menunjukkan area paling aktif mengalami deformasi adalah pada bagian timbunan oprit jembatan yang berada diatas tanah lunak. Deformasi yang terjadi sebesar 0,56 meter atau 56 cm.</p> <p> </p> Adellia Ersa Septianingrum, Widha Ardhiansyah, Nurjanah Nurjanah Copyright (c) 2026 VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan https://www.jurnalp4i.com/index.php/vocational/article/view/9618 Wed, 25 Feb 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS KEBUTUHAN AIR IRIGASI UNTUK PERENCANAAN SALURAN KEJURON TUNGGANGRI PADA DAERAH IRIGASI KALIDAWIR DENGAN SOFTWARE HEC-RAS https://www.jurnalp4i.com/index.php/vocational/article/view/9620 <p>Irrigation systems play a crucial role in supporting the sustainability of the agricultural sector, particularly in paddy field areas that heavily depend on water availability and distribution. One of the common problems in irrigation networks is uneven water distribution caused by limited channel capacity and suboptimal discharge management, especially during the dry season. This study aims to analyze irrigation water requirements and evaluate the capacity of the Kejuron Tunggangri channel within the Kalidawir Irrigation Area using the HEC-RAS software. The research employed a descriptive quantitative method utilizing primary data obtained from field observations and measurements of channel dimensions, as well as secondary data consisting of rainfall, dependable discharge, climatological data, and cropping patterns over the last ten years (2015–2024). The analysis included calculations of irrigation water requirements based on rice and secondary crop cropping patterns, assessment of water availability, and flow simulations using HEC-RAS. The results indicate that irrigation water demand varies throughout the planting season, with the highest demand occurring during the initial growth stage of rice crops and the lowest during the dry season. HEC-RAS simulations reveal that several segments of the secondary channel are unable to accommodate the design discharge, resulting in potential overflow, particularly in the upstream sections. Therefore, adjustments to the channel dimensions are required to ensure safe and efficient conveyance of the planned discharge. This study is expected to provide a technical basis for improving irrigation system management and enhancing the sustainable performance of irrigation infrastructure in the Kalidawir Irrigation Area.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Sistem irigasi memegang peranan penting dalam mendukung keberlanjutan sektor pertanian, khususnya pada daerah persawahan yang sangat bergantung pada ketersediaan dan distribusi air. Permasalahan yang sering terjadi pada jaringan irigasi adalah distribusi air yang tidak merata akibat keterbatasan kapasitas saluran dan pengelolaan debit yang belum optimal, terutama pada musim kemarau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air irigasi serta mengevaluasi kapasitas saluran Kejuron Tunggangri pada Daerah Irigasi Kalidawir dengan bantuan software HEC-RAS. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data primer berupa observasi dan pengukuran dimensi saluran di lapangan, serta data sekunder berupa data curah hujan, debit andalan, klimatologi, dan pola tanam selama 10 tahun terakhir (2015–2024). Analisis dilakukan melalui perhitungan kebutuhan air irigasi berdasarkan pola tanam padi dan palawija, analisis ketersediaan air, serta simulasi aliran saluran menggunakan software HEC-RAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air irigasi bervariasi sepanjang musim tanam, dengan kebutuhan tertinggi terjadi pada fase awal pertumbuhan tanaman padi dan terendah pada musim kemarau. Simulasi HEC-RAS menunjukkan bahwa beberapa segmen saluran sekunder tidak mampu menampung debit rencana sehingga berpotensi terjadi luapan, khususnya pada bagian hulu. Oleh karena itu, diperlukan penyesuaian dimensi saluran agar mampu menyalurkan debit secara aman dan efisien. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar teknis dalam pengelolaan dan peningkatan kinerja sistem irigasi secara berkelanjutan di Daerah Irigasi Kalidawir.</p> <p> </p> ‘Ainur Rizqi Syahriyan, Widha Ardhiansyah, Hazairin Nikmatul Lukma Copyright (c) 2026 VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan https://www.jurnalp4i.com/index.php/vocational/article/view/9620 Wed, 25 Feb 2026 00:00:00 +0000 EVALUASI KINERJA STRUKTUR PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN KOTA MADIUN https://www.jurnalp4i.com/index.php/vocational/article/view/9616 <p>Indonesia, as a country with high seismic activity, demands stringent earthquake-resistant building structural design, especially in public residential facilities. This study aims to evaluate the structural performance of low-income housing in Madiun City to ensure its suitability for gravity and earthquake loads. This evaluation was conducted using a descriptive quantitative method assisted by StaadPro 2023 software, with reference to the national standards SNI 1726:2019 on earthquake resistance and SNI 2847:2019 on structural concrete. The analysis process focused on testing the dimensions, concrete quality, and reinforcement of the main elements, including columns, beams, and floor slabs. The quantitative evaluation results indicate that the column elements (K1, K2, K3) and beam elements (B1, B2, B3, B4) have met the strength and stability requirements, thus being declared safe. However, analysis of the 130 mm thick floor slabs of the 2nd, 3rd, and 4th floors found a critical discrepancy, with the concrete cover only reaching 18 mm, compared to the minimum requirement of 20 mm, thus categorizing it as unsafe due to the potential for excessive deflection. As a key conclusion, although the main structure is generally sound, immediate technical improvements to the floor slab elements are required to ensure the long-term safety of the building in accordance with applicable standards.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Indonesia sebagai negara dengan aktivitas seismik yang tinggi menuntut perencanaan struktur bangunan tahan gempa yang sangat ketat, terutama pada fasilitas hunian publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja struktural bangunan rumah susun Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kota Madiun guna memastikan kelayakannya terhadap beban gravitasi dan gempa. Evaluasi ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif deskriptif berbantuan perangkat lunak StaadPro 2023, dengan mengacu pada standar nasional SNI 1726:2019 tentang ketahanan gempa dan SNI 2847:2019 tentang beton struktural. Proses analisis difokuskan pada pengujian dimensi, mutu beton, dan penulangan elemen utama yang meliputi kolom, balok, serta pelat lantai. Hasil evaluasi kuantitatif menunjukkan bahwa elemen kolom (K1, K2, K3) dan balok (B1, B2, B3, B4) telah memenuhi syarat kekuatan dan stabilitas, sehingga dinyatakan aman. Namun, analisis pada pelat lantai 2, 3, dan 4 dengan ketebalan 130 mm menemukan ketidaksesuaian kritis, di mana tebal selimut beton hanya mencapai 18 mm dari syarat minimal 20 mm, sehingga dikategorikan tidak aman karena berpotensi memicu lendutan berlebih. Sebagai simpulan utama, meskipun struktur utama secara umum layak, diperlukan perbaikan teknis segera pada elemen pelat lantai untuk menjamin keselamatan jangka panjang bangunan sesuai standar yang berlaku.</p> <p> </p> <p> </p> Putri Prima Yuhana, Nurjanah Nurjanah, Hangga Prima Setiawan Copyright (c) 2026 VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan https://www.jurnalp4i.com/index.php/vocational/article/view/9616 Wed, 25 Feb 2026 00:00:00 +0000