MANAJEMEN KERJA SAMA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DENGAN INDUSTRI DAN DUNIA KERJA
DOI:
https://doi.org/10.51878/vocational.v5i3.6095Keywords:
manajemen, kerja sama, industri dan dunia kerjaAbstract
Vocational high school education is more effective and efficient if vocational high schools and industries closely. In fact, it is not easy for vocational high schools to obtain cooperation partners with industry and the world of work, the cooperation relationship certainly does not just happen without going through a long process. This study aims to analyze the management of vocational high school cooperation with industry and the world of work including planning, implementation, and evaluation of cooperation. The results show that cooperation planning is based on; (1) potential mapping, (2) regulations, (3) objectives, (4) urgency, and (5) cooperation strategies. The implementation of cooperation is based on; (1) exploration, (2) communication and coordination, (3) forms of activities, and (4) stakeholder involvement in cooperation. Evaluation of cooperation is based on; (1) monitoring and evaluation, (3) activity reporting, (4) supporting factors, (5) inhibiting factors, (6) efforts to overcome obstacles, (7) goal achievement, (8) benefits, and (9) cooperation development. Supporting factors for vocational high school cooperation with industry and the world of work are in the form of positive support that is effectively communicated by all related parties in carrying out commitments to achieve common goals. Factors inhibiting cooperation in the form of a negative mindset and lack of awareness of harmony in achieving common goals. Efforts to overcome obstacles to cooperation in the form of increasing awareness of commitment to achieving common goals with open dialog using the principles of coordination and effective communication that is collaborative.
ABSTRAK
Pendidikan SMK lebih efektif dan efisien apabila SMK dengan IDUKA melakukan kerja sama yang erat. Kenyataanya tidak mudah bagi SMK untuk memperoleh mitra kerja sama dengan IDUKA, hubungan kerja sama tentu tidak terjadi begitu saja tanpa melalui proses panjang. Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen kerja sama SMK dengan IDUKA meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kerja sama. Hasil penelitian menunjukan perencanaan kerja sama didasarkan pada; (1) pemetaan potensi, (2) peraturan, (3) tujuan, (4) urgensi, dan (5) strategi kerja sama. Pelaksanaan kerja sama didasarkan pada; (1) penjajakan, (2) komunikasi dan koordinasi, (3) bentuk kegiatan, dan (4) keterlibatan stakeholder dalam bekerja sama. Evaluasi kerja sama didasarkan pada; (1) monitoring dan evaluasi, (3) pelaporan kegiatan, (4) faktor pendukung, (5) faktor penghambat, (6) upaya mengatasi hambatan, (7) ketercapaian tujuan, (8) manfaat, dan (9) pengembangan kerja sama. Faktor pendukung kerja sama SMK dengan IDUKA berupa dukungan positif yang dikomunikasikan efektif seluruh pihak terkait dalam menjalankan komitmen untuk mencapai tujuan bersama. Faktor penghambat kerja sama berupa mindset negatif dan kurangnya kesadaran terhadap keselarsan dalam mencapai tujuan bersama. Upaya mengatasi hambatan kerja sama berupa meningkatkan kesadaran komitmen untuk mencapai tujuan bersama dengan dialog terbuka menggunakan prinsip koordinasi dan komunikasi efektif yang bersifat kolaboratif.
References
Amaliya, A., Mappincara, A., & Basri, S. (2024). Strategi humas dalam menjalin kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri di sekolah menengah kejuruan. Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pengembangan Pembelajaran, 3(2), 86–92. https://doi.org/10.26858/edustudent.v3i2.52809
Basri, H. (2022). Manajemen kerjasama sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri dalam meningkatkan kompetensi siswa di SMK N 2 Selong Lombok Timur [Skripsi, Universitas Islam Negeri Mataram].
Badan Pusat Statistik. (2024). Tingkat pengangguran terbuka berdasarkan tingkat pendidikan, 2024. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTE3OSMy/tingkat-pengangguran-terbuka-berdasarkan-tingkat-pendidikan.html
Indadihayati, W., & Hariyanto, V. L. (2023). Tinjauan literatur tentang penerapan prinsip total quality management pendidikan vokasi: Tantangan dan peluang. Jurnal Manajemen Satya Sastraharing, 7(1), 1–20. https://doi.org/10.33363/satya-sastraharing.v7i1.1029
Indriaturrahmi, & Sudiyatno. (2016). Peran dunia usaha dan dunia industri dalam penyelenggaraan SMK berbasis kearifan lokal di Kota Mataram. Jurnal Pendidikan Vokasi, 6(2), 162–172. https://doi.org/10.21831/jpv.v6i2.6277
Isbianti, P. (2009). Peran humas sebagai upaya menjalin kerja sama antara SMK dengan dunia usaha/dunia industri (DU/DI). Jurnal Manajemen Pendidikan, 1(5), 41–54.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Terobosan model pembelajaran di SMK. https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2018/02/terobosan-model-pembelajaran-di-smk
Mahmudah, F. N. (2019). Model manajemen kerja sama SMK dengan dunia kerja yang saling menguntungkan [Skripsi, Universitas Negeri Yogyakarta].
Mayasari. (2021). Laporan dan evaluasi penelitian. ALACRITY: Journal of Education, 1(2), 30–38.
Munthe, F., & Maputun, Y. (2021). Analisis kerja sama sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri dalam meningkatkan mutu lulusan sekolah menengah kejuruan. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia, 7(4), 586–593. https://doi.org/10.29210/020211479
Nugroho, W. (2022). Integrasi pendidikan karakter pada pendidikan vokasi di sekolah menengah kejuruan. Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan, 2(1), 73–84. https://doi.org/10.51878/vokasional.v2i1.936
Permatasari, D. R., Hidayati, L., Astutik, D., & Syambika, K. A. (2024). Faktor-faktor penghambat bidang kerja sama di Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang dengan DU/DI pada tahun 2023. Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan, 9(2), 60–67. https://doi.org/10.17977/um027v9i22024p60-67
Rahayu, S. M. (2024). Manajemen kelas industri dalam menunjang kompetensi siswa SMK pada kompetensi keahlian perhotelan di SMK Negeri 60 Jakarta [Skripsi, Universitas Negeri Jakarta].
Rojaki, M., Fitria, H., & Martha, A. (2021). Manajemen kerja sama sekolah menengah kejuruan dengan dunia usaha dan dunia industri. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3), 6337–6349.
Setiawaty, T., & Fahmi, I. (2022). Mengurangi kesenjangan keterampilan lulusan SMK: Bagaimana cara membangun jaringan kerja sama antara SMK dan industri dalam berbagi pengetahuan, keterampilan, dan informasi. Jurnal Spectro, 5(2), 1–8.
Siswanto, R. (2019). Manajemen kemitraan guru produktif SMK dengan dunia usaha dan dunia industri. CV. Pustaka Media Guru.
Suhardi, M. (2017). Strategi kerja sama sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri (DU/DI) di SMK Negeri 3 Mataram. Jurnal Visionary, 2(1), 22–28. https://doi.org/10.33394/vis.v2i1.695








