PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK SESUAI KURIKULUM MERDEKA
DOI:
https://doi.org/10.51878/vocational.v2i4.1868Keywords:
Problem Based Learning, Motivasi, Hasil BelajarAbstract
Learning that is able to optimize the role and existence of students is expected to increase students' learning motivation. The low motivation to learn has an impact on the quality of student learning outcomes. Based on the results of pre-cycle observations of class X students majoring in Marketing (PMS) at SMK Negeri 2 Tuban, the lecture method was not effective. Therefore, it is necessary to apply the Problem Based Learning learning model to enable teachers to provide motivation to students during learning and simultaneously improve learning outcomes. This type of research is Classroom Action Research (CAR) with a qualitative approach to class X PMS (Marketing) students or Digital Business competency skills consisting of 35 students. The results showed that the learning motivation of students in Cycle 2 increased compared to Cycle 1, which was indicated by the mean value of Cycle 2 of 91.43% (very good), higher than Cycle 1 which only reached 73.57% (good). Meanwhile, the learning outcomes of students seen from the average post-test score experienced an increase of 48.57% from the minimum completeness criteria in the application of PBL Cycle 1 (15 students or 42.86%) compared to the application of PBL Cycle 2 (32 students or 91.43%). words.
ABSTRAK
Pembelajaran yang mampu mengoptimalkan peran dan keberadaan peserta didik diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Rendahnya motivasi belajar tersebut berdampak terhadap kualitas hasil belajar peserta didik. Berdasarkan hasil observasi prasiklus pada peserta didik kelas X jurusan Pemasaran (PMS) pada SMK Negeri 2 Tuban dengan metode ceramah ternyata belum efektif. Oleh karena itu, diperlukan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning agar memungkinkan guru dalam memberikan motivasi kepada peserta didik selama pembelajaran dan sekaligus meningkatkan hasil belajar. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif terhadap peserta didik kelas X PMS (Pemasaran) atau kompetensi keahlian Bisnis Digital yang terdiri dari 35 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar peserta didik pada Siklus 2 mengalami peningkatan dibandingkan Siklus 1, yakni ditunjukkan dengan nilai rerata Siklus 2 sebesar 91,43% (sangat baik), lebih tinggi dibandingkan Siklus 1 hanya mencapai sebesar 73,57% (baik). Sedangkan, hasil belajas peserta didik dilihat dari rata-rata nilai post-test mengalami peningkatan sebesar 48,57% dari kriteria ketuntasan minimal pada penerapan PBL Siklus 1 (15 orang peserta didik atau sebesar 42,86%) dibandingkan dengan penerapan PBL Siklus 2 (32 orang peserta didik atau sebesar 91,43%).
References
Asnawir, Usman Basyiruddin. (2002). Media Pembelajaran. Jakarta Selatan: Ciputat Pers.
Demitra. (2003). Pembelajaran Pemecahan Masalah Matematika Sekolah Dasar dengan Pendekatan Problem Based Learning. Makalah. Disampaikan dalam Seminar Nasional Teknologi Pembelajaran di Hotel Inna Garuda Tanggal 22 – 23 Agustus 2003.
Engzell, P., Frey, A., & Verhagen, M. D. (2021). Learning loss due to school closures during the COVID-19 pandemic. Proceedings of the National Academy of Sciences, 118(17). https://doi.org/10.1073/pnas.2022376118.
Hassoubah, Z.I. (2007). Mengasah Pikiran Kreatif dan Kritis. Jakarta: Nuansa.
Hisyam, Zaini. (2002). Strategi Pembelajaran Aktif di Perguruan Tinggi. Yogyakarta: CTDS.
HmeloSilver, C. E., & Barrows, H. S. (2006). Goals and strategies of a problem-based learning facilitator. The interdisciplinary Journal of Problembased Learning, 1(1), 21-39.
Marisa, M. (2021). Inovasi kurikulum “Merdeka Belajar” di Era Society 5.0. Santhet: Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora, 5(1), 66–78. https://ejournal.unibabwi.ac.id/index.php/santhet/article/view/1317.
Nafiah, Yunin Nurun & Suyanto Wardan. (2014). Penerapan Model Problem-Based Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Pendidikan Vokasi, 4(1), 125-143.
Muslihati. (2005). Belajar dan Pembelajaran. Malang: LP3 UM.
Nurhadi. (2004). Kurikulum 2002: Pertanyaan & Jawaban. Jakarta: Grasindo.
Ningsih, Puji Rahayu, Arif Hidayat, & Sentot Kusairi. (2018). Penerapan Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Kelas III. Jurnal Pendidikan, 3(12), 1587-1593.
Rohmatulloh, Iqbal Hanif & Nugraha, Jaka. (2022). Penggunaan Learning Management System di Pendidikan Tinggi Pada Masa Pandemi Covid-19: Model UTAUT. Jurnal Pendidikan Administrasi Perkantoran (JPAP), 10(1), 48-66.
Santosa, Dwi Tri & Tawardjono Us. (2016). Faktor-Faktor Penyebab Rendahnya Motivasi Belajar dan Solusi Penanganan pada Siswa Kelas XI Jurusan Teknik Sepeda Motor. Jurnal Pendidikan Teknik Otomotif, 12(2), 14-21.
Sardiman, A.M. (2006). Interaksi dan Motivasi Belajar-Mengajar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Sudjana, Nana. (2013). Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Sugiyono, (2008). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sumarsih, Ineu, dkk. (2022). Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Penggerak Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu , 6(5), 8248 – 8258.
Sumitro, A., Setyosari, P., & Sumarmi. (2017). Penerapan Model Problem Based Learning Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPS. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 2(9), 1188—1195.
Yanti, A. A., & Fernandes, R. (2021). Adaptasi guru terhadap pembelajaran pada masa pandemi COVID-19 (studi kasus Guru MAN 2 Kota Padang Panjang). Jurnal Perspektif, 4(3), 459. https://doi.org/10.24036/perspektif.v4i3.479.








