PENERAPAN CONTEXTUAL TEACHING LEARNING DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR OPTIK PADA MATA PELAJARAN FISIKA SISWA KELAS X MM 1 SMK N1 GEDANGAN KABUPATEN MALANG
DOI:
https://doi.org/10.51878/vocational.v2i4.1867Keywords:
Contextual Teaching and Learning, Aktivitas SiswaAbstract
In general, students think that physics is a difficult and scary lesson. To be able to change students' views of Physics subjects, learning must be made that can make students interested and motivated to study Physics. Thus, learning Physics is no longer seen as scary learning. One way to support this is to choose a learning strategy/model that is appropriate to the student's condition. One way is to use Contextual Teaching and Learning (CTL). The research subjects in this study were students of class X MM1 at SMK N 1 Gedangan, Gedangan District, Malang Regency. The instrument used in this study was the student activity observation sheet. Based on the above data analysis, it can be concluded that: Contextual Teaching and Learning (CTL) applied in this study can be carried out properly by students to respond positively to each activity in learning.
ABSTRAK
Pada umumnya siswa berpendapat bahwa pelajaran Fisika merupakan salah satu pelajaran yang sukar dan menakutkan. Untuk dapat mengubah pandangan siswa terhadap mata pelajaran Fisika , maka harus dibuat pembelajaran yang dapat membuat siswa tertarik dan termotivasi untuk belajar Fisika. Sehingga, pembelajaran Fisika tidak lagi dipandang menjadi pembelajaran menakutkan. Salah satu cara untuk mendukung hal tersebut, maka harus dipilih strategi/model pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa. Salah satunya adalah dengan menggunakan Contextual Teaching and Learning (CTL). Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas X MM1 SMk N 1 Gedangan Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi aktivitas siswa. Berdasarkan analisis data diatas, maka dapat disimpulkan bahwa: Cotextual Teaching and Learning (CTL) yang diterapkan dalam penelitian ini dapat dilaksanakan dengan baik oleh siswa untuk merespon secara positif setiap aktivitas dalam pembelajaran.
References
Arfan, A. M, R., & Hamka. (2019). Pengaruh pendekatan saintifik terhadap aktivitas belajar dan hasil belajar geografi pada siswa kelas X SMA Negeri 3 Maros. Jurnal Pendidikan geografi program pascasarjana.
Departemen Pendidikan Nasional. 2002. Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching and Learning (CTL)). Jakarta: Depdiknas.
Fadhilah, R. F., & Nuraini. (2018). Hubungan antara aktivitas belajar siswa dan hasil belajar pada mata pelajaran kimia kelas X SMA Negeri 5 Pontianak. Jurnal open jurnal unmu hpnk.
Fayakun, M., & Joko, P. 2015. "Efektivitas Pembelajaran Fisika Menggunakan Model Kontekstual ( CTL ) Dengan Metode Predict , Observe , Explain Terhadap Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi" JPFI, 11(1), 49–58.
Haling, A. dkk. 2006. Belajar dan Pembelajaran. Makassar: Badan Penerbit UNM.
Hosnan. 2014. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21 Kunci Sukses Implementasi Kurikulum 2013. Bogor: Ghalia Indonesia.
Hudson, C. C., & Whisler, V. R. 2013. "Contextual Teaching And Learning For Practitioners. Systemics, Cybernetics And Informatics", 6(4),
Kemendikbud. 2017. Model Silabus Mata Pelajaran Sekolah Menengah Atas/ Madrasah Aliyah (SMA/MA) Mata Pelajaran Fisika. Jakarta.
Komalasari, Kokom. 2010. Pembelajaran Kontekstual: Konsep dan Aplikasi. Bandung: PT Refika Aditama.
Kunandar. 2007. Guru Pofesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses dalam Sertifikasi Guru. Jakarta: PT Raja Grafindo.
Majid, Abdul. 2014. Pembelajaran Tematik Terpadu. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nana Sudjana. 2008. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Oemar Hamalik. 2008. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Riduwan. 2012. Belajar Mudah Penelitian untuk Guru, Karyawan dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta.
Saharuddin, A., Wijaya, T., Elihami, E., & Ibrahim, I. (2019). Literation Of Education And Innovation Business Engineering Technology. Jurnal Edukasi Nonformal, 1(1), 48-55.
Sanjaya, Wina. 2009. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.
Slameto. 1995. Belajardan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Sudjana Nana, Ibrahim. 2009. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Sugiyono. 2002. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif danR & B. Bandung: Alfabeta.
Suprihatiningrum, J. 2013. Strategi Pembelajaran : Teori dan Aplikasi. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Suyanti, Retno Dwi. 2010. Strategi Pembelajaran Kimia. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Syaiful Sagala. 2003. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Trianto. 2011. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Uno, Hamzah B., 2006. Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara
Ural, E. 2016. "The Effect of Guided-Inquiry Laboratory Experiments on Science Education Students’ Chemistry Laboratory Attitudes, Anxiety and Achievement. Journal of Education and Training Studies", 4(4), 217–227.
Wijaya, T., Elihami, E., & Ibrahim, I. (2019). Student And Faculty Of Engagement In Nonformal Education. Jurnal Edukasi Nonformal, 1(1), 139-147.
Williamson, N. M., Huang, D. M., Bell, S. G., & Metha, G. F. 2015. "Guided Inquiry Learning in an Introductory Chemistry Course", 23(6), 34–51.
Winasanjaya. 2006. Strategi pembelajaran berorientasi standar prosespendidikan. Jakarta: Kencana.
Wiriaatmadja, R. 2012. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Yudhistira, D. 2013. Menulis Penelitian Tindakan Kelas Yang Apik (Asli PerluIlmiah Konsisten). Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.
Yuli, E. & Asmawati, S. 2007. "Lembar Kerja Siswa (LKS) Menggunakan Model Guided Inquiry Untuk Meningkatkan Konsep Siswa"








