KONSEP KEIMANAN DALAM KITAB NASOOIKHUL ‘IBAD BAB II: PERSPEKTIF SANTRI GEN Z DI PESANTREN MODERN (STUDI KASUS DI PONDOK PESANTREN KHOZINATUL ULUM 3 AL MUBARAK)
DOI:
https://doi.org/10.51878/teaching.v5i3.7329Keywords:
Nasooikhul ‘Ibad, keimanan, santri Generasi Z, pesantren modern, literasi digitalAbstract
This study aims to describe and analyze Generation Z students’ understanding of faith in Nash??ih al-‘Ib?d (Advice for Servants), Chapter II, authored by Shaykh Nawaw? al-Bant?n?, at Khozinatul Ulum 3 Al Mubarak Islamic Boarding School. The study is motivated by the enduring significance of classical Islamic texts as sources of moral and spiritual guidance, alongside the contemporary challenges faced by Generation Z in the digital era. A qualitative approach with a case study design was employed. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, documentation, and literature review, then analyzed using Miles, Huberman, and Saldaña’s qualitative data analysis framework, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing, with validity ensured through triangulation of sources and methods. The findings indicate that Generation Z students understand faith not only as inner belief but also as actionable practices that provide social benefits. Nevertheless, they face digital challenges that affect the consistency of their faith, resulting in fluctuations that require continuous guidance. Modern Islamic boarding schools play a crucial role in recontextualizing classical texts through adaptive, interactive, and contextually relevant teaching methods. The study concludes that strengthening faith among Generation Z requires a synergy between traditional pesantren instruction and digital literacy, ensuring that classical Islamic teachings remain contextual, applicable, and capable of guiding the younger generation in navigating contemporary challenges.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis pemahaman santri Generasi Z terhadap konsep keimanan dalam Kitab Nasooikhul ‘Ibad Bab II karya Syekh Nawawi al-Bantani di Pondok Pesantren Khozinatul Ulum 3 Al Mubarak. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya kitab klasik sebagai pedoman moral dan spiritual di pesantren, serta tantangan yang dihadapi Generasi Z dalam menjaga stabilitas iman di era digital dan globalisasi. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana santri menafsirkan iman, mengaitkannya dengan amal nyata, serta menyesuaikan praktik keagamaan dengan konteks kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dokumentasi, dan studi pustaka sebagai teknik pengumpulan data, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña (2014), yang meliputi reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta divalidasi melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa santri memahami iman sebagai integrasi antara keyakinan batin, pengakuan lisan, dan amal nyata yang memberi manfaat sosial, termasuk dalam aktivitas belajar bersama, kontribusi sosial, dan pengelolaan perilaku digital. Mereka menghadapi tantangan dari media digital yang dapat mengganggu konsistensi iman, sehingga perlu bimbingan berkelanjutan. Pesantren modern berperan penting dalam merekontekstualisasi kitab kuning melalui metode pembelajaran interaktif dan adaptif yang menghubungkan ajaran klasik dengan realitas modern. Simpulan penelitian menegaskan bahwa penguatan keimanan Generasi Z memerlukan sinergi antara transmisi tradisional pesantren dan literasi digital, agar nilai-nilai kitab klasik tetap relevan, aplikatif, dan mampu membimbing santri menghadapi tantangan kehidupan kontemporer.
References
Adawiyah, R. et al. (2024). Peran Gen Z dalam membawa Islam moderat ke kehidupan bermasyarakat. Jurnal Harmoni Nusa Bangsa, 2(1), 155–162. https://jurnal.stitnusa.ac.id/index.php/harmoni/article/view/277
Nisa, M. (2023). Implementasi fungsi actuating dakwah Pondok Pesantren Al-Musyaffa’ Kampir Sudipayung Ngampel Kendal [Skripsi, UIN Walisongo Semarang]. https://eprints.walisongo.ac.id/24029/1/1901036075_Mila%20Af_idatun%20Nisa__Full_Skripsi.pdf
Ahmad, N., & Qusufi, I. (2023). Pembelajaran kitab kuning di Pondok Pesantren Nurul Yakin Ringan-Ringan. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(4), 13245–1354. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/6339
Alfikri, A. W. (2023). Peran pendidikan karakter generasi Z dalam menghadapi tantangan di era society 5.0. Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana, 21–25. https://prosiding.unnes.ac.id/index.php/pascasarjana/article/view/6582
Arifah, A. R. et al. (2024). Peran Gen Z dalam membawa Islam moderat ke kehidupan bermasyarakat. Jurnal Harmoni Nusa Bangsa, 2(1), 152–155. https://jurnal.stitnusa.ac.id/index.php/harmoni/article/view/275
Durkheim, É. (1912). The elementary forms of religious life (Free Press ed.). https://api.pageplace.de/preview/DT0400.9780192637994_A39743286/preview-9780192637994_A39743286.pdf
Hidayat, A. W., & Fasa, M. I. (2019). Syekh Nawawi Al-Bantani dan pemikirannya dalam pengembangan pendidikan Islam. Khazanah: Jurnal Studi Islam dan Humaniora, 17(2), 297–318. https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/khazanah/article/view/3209/2045
Humayra, R., & Albina, M. (2025). Model-model penelitian kualitatif. Jurnal Nakula: Pusat Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Ilmu Sosial, 3(5). https://jurnal.nakula.or.id/index.php/jn/article/view/3987
Jannah, D. F. et al. (2025). Kitab kuning: Metode sorogan dan bandongan di pesantren. Annajah: Jurnal Pendidikan Islam, 4(1), 45–60. https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/573/363
Junaidi, K. et al. (2024). Dampak transformasi digital terhadap metode pengajaran di Pondok Pesantren Kabupaten Kampar: Peluang dan tantangan. Instructional Development Journal (IDJ), 7(1), 173–180. https://idj.upi-yai.ac.id/index.php/idj/article/view/573
Juwita, E. et al. (2025). Menjaga iman Islam di tengah tantangan dunia modern. Journal of Student Research, 3(1), 69–75. https://journal.studentresearch.id/index.php/jsr/article/view/2187
Kompasiana. (2023). Sejarah perkembangan Pondok Pesantren Khozinatul Ulum Blora. https://www.kompasiana.com/saadah050203/63ba600b4addee60b15775c2/sejarah-perkembangan-pondok-pesantren-khozinatul-ulum-blora
Kurniawan, F. (2024). Adaptasi santri generasi Z di Pondok Pesantren Darul Lughoh Wadda’wah. Khatulistiwa Journal of Islamic Studies, 12(1), 45–60. https://researchhub.id/index.php/Khatulistiwa/article/view/1858
Lestari, P. (2022). Tradisi penulisan dan pengajaran kitab pesantren: Proses membangun otoritas dalam kitab kuning. Jurnal Kajian Islam Interdisipliner, 7(2). https://ejournal.uin-suka.ac.id/pasca/jkii/article/view/1331/89
Mafa, A. M. I. (2008). Terjemah Nasha-ihul Ibad (Nasehat-nasehat bagi sang hamba). Surabaya: Gitamedia Press. https://id.scribd.com/document/863736607/terjemah-Nashoihul-Ibad
Maulida, I. H. (2021). Pemahaman hadis-hadis sufistik perspektif Syekh Nawawi Al-Bantani (Studi atas Kitab Nasaih al-‘Ibad) [Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta]. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/48678
Miles, M. B. et al. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks: SAGE. https://books.google.co.id/books?id=p0wXBAAAQBAJ
Mubarok, A. (2023). Nashaihul Ibad dengan terjemah dan makna pesantren Syeh Nawawi Al-Bantani. Kediri: Pustaka Isyfa’ Lana. https://repository.uinsa.ac.id/id/eprint/16982
Muthahari, A. (2023). Rekontekstualisasi pembelajaran kitab kuning dalam mendorong pendidikan Islam moderat dan berwawasan glokal. Thullab, 5(2), 210–225. https://journal.uii.ac.id/thullab/article/view/34246/17373
Prensky, M. (2001). Digital natives, digital immigrants. On the Horizon, 9(5), 1–6. https://www.marcprensky.com/writing/Prensky%20-%20Digital%20Natives,%20Digital%20Immigrants%20-%20Part1.pdf
Rahmah, A. et al. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat stres pada santri dan santriwati remaja di Pondok Pesantren Al-Ikhlas Negara. Jurnal Sosial dan Sains, 3(9). https://journal.unsika.ac.id/index.php/social/article/view/2629
Rofidah, L., & Muhid, A. (2023). Media dan hibrid identitas keagamaan di era digital. Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 8(1), 87–104. https://journal.iaincurup.ac.id/index.php/JDK/article/view/4805/1600
Rohmawati, H. S. et al. (2024). Mediatization and hypermediation in digital religion: A study of Indonesian Muslims. Jurnal Sosiologi Agama, 18(1), 15–32. https://ejournal.uin-suka.ac.id/ushuluddin/SosiologiAgama/article/view/182-01/182-01
Safitri, D. N., & Haris, A. R. (2022). Studi analisis rasa takut dalam Al-Qur’an. Izzatuna, 3(2). https://jurnal.stiuwm.ac.id/izzatuna/article/view/26/37
Sarinawati. (2025). Religiusitas di era digital: Transformasi praktik keagamaan di kalangan generasi Z. Khazanah: Journal of Religious and Social Scientific, 1(1), 15–25. https://journal.abdurraufinstitute.org/index.php/khazanah/article/view/259/190
Sarlota, T., & Puang, S. (2025). Spiritualitas kekristenan Gen Z: Perubahan pola penghayatan iman pada generasi digital. Humanitis: Jurnal Humaniora, Sosial dan Bisnis, 3(5). https://humanisa.my.id/index.php/hms/article/view/434/499
Subair. (2015). Abangan, santri, priyayi: Islam dan politik identitas kebudayaan Jawa. Dialektika, 9(2), 34–46. https://journal.unhas.ac.id/index.php/dialektika/article/view/8232
Supriatna, C., & Jenuri. (2023). Virtual communication: Etika bermedia sosial dalam perspektif Islam. Jurnal Comm-Edu, 6(2), 135–143. https://ejournal.unpak.ac.id/index.php/comm-edu/article/view/3298
Tambunan, R. D. L. (2025). Analisis lima dimensi religius dalam film Qodrat. Wicara: Jurnal Ilmiah. https://journal.unimed.ac.id/2012/index.php/wicara/article/view/3850
Wardana, B., & Widodo, H. (2022). Pembelajaran kitab kuning di Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Daarul Khoir. Ta’dibuna: Jurnal Pendidikan Islam, 11(4), 601–611. https://doi.org/10.32832/tadibuna.v11i4.6166
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












