STRATEGI EFEKTIF DALAM PEMBELAJARAN GRAMMAR BAHASA INGGRIS YANG TIDAK MEMBOSANKAN DI KELAS SEMBILAN DI MTS ITTIHADUL BAYAN TELAGA LEBUR SEKOTONG TENGAH
DOI:
https://doi.org/10.51878/teaching.v5i2.6845Keywords:
Strategi Pembelajaran, Siswa, Grammar, Bahasa InggrisAbstract
This study aims to identify effective and engaging English grammar learning strategies in ninth-grade students at MTs Ittihadul Bayan Telaga Lebur Sekotong Tengah. Grammar is an important aspect of English language acquisition, but students often find it difficult and tedious. Therefore, an engaging, enjoyable, and tailored learning approach is needed. This study employed a qualitative descriptive method with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that the implementation of interactive learning strategies such as educational games, audio-visual media, grammar quizzes, group discussions, and project-based learning can increase student enthusiasm, learning motivation, and understanding of grammar structures. Teachers who are active, creative, and innovative in designing learning play a significant role in creating a fun and engaging classroom atmosphere. Furthermore, students' active involvement in the learning process encourages a more meaningful learning experience. With appropriate and varied strategies, grammar learning is no longer perceived as a boring activity, but rather as an engaging and challenging process.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pembelajaran grammar Bahasa Inggris yang efektif dan tidak membosankan di kelas sembilan MTs Ittihadul Bayan Telaga Lebur Sekotong Tengah. Grammar merupakan salah satu aspek penting dalam penguasaan Bahasa Inggris, namun sering kali dianggap sulit dan membosankan oleh siswa. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran interaktif seperti permainan edukatif, media audio-visual, kuis grammar, diskusi kelompok, dan pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan semangat siswa, motivasi belajar, serta pemahaman terhadap struktur grammar. Guru yang aktive, kreatif dan inovatif dalam merancang pembelajaran turut berperan besar dalam menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dan tidak monoton. Selain itu, keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar mendorong terciptanya pengalaman belajar yang lebih bermakna. Dengan strategi yang tepat dan bervariasi, pembelajaran grammar tidak lagi dianggap sebagai kegiatan yang membosankan, melainkan sebagai proses yang menarik dan menantang.
Downloads
References
Afiyah, A. N., & Zulkarnaen, Z. (2025). Penerapan inkuiri terbimbing untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi siswa pada pembelajaran ipas sd. SOCIAL Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(2), 306. https://doi.org/10.51878/social.v5i2.5033
Azzahra, S., & Azra, F. (2025). Efektivitas media permainan tic-tac-chem pada materi hukum-hukum dasar kimia terhadap hasil belajar siswa kelas X fase E SMA/MA. SCIENCE Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Dan IPA, 5(3), 1332. https://doi.org/10.51878/science.v5i3.6680
Brown, H. D. (2007). Principles of language learning and teaching (5th ed.). Pearson Education.
Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2000). Intrinsic motivation and self-determination in human behavior. Plenum.
Dewi, E. K. A., et al. (2025). Efektivitas model cooperative learning tipe team game tournament terhadap hasil belajar siswa dengan bantuan media educaplay. LEARNING Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 5(2), 763. https://doi.org/10.51878/learning.v5i2.4946
Dewi, R. N., & Santosa, P. B. (2018). Strategi pembelajaran interaktif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 25(1), 40–50.
Gee, J. P. (2003). What video games have to teach us about learning and literacy. Palgrave Macmillan.
Harmer, J. (2007). How to teach English. Pearson Education Limited.
Haryudin, A., & Syhrizal, T. (2018). Teaching English grammar using problem based learning with puzzle at English education student of IKIP Siliwangi Bandung. PROJECT (Professional Journal of English Education), 1(1), 33–42. https://doi.org/10.22460/project.v1i1.p33-42
Hasriani, A., & Masruddin. (2020). Improving grammar mastery by using scramble method of the eleventh-grade students at Senior High School Number 2 Palopo. FOSTER Journal of English Language Teaching, 1(1), 9. https://doi.org/10.24256/foster-jelt.v1i1.3
Heinich, R., et al. (2005). Instructional media and technologies for learning. Pearson.
Indah, N. (2024). Model pembelajaran discovery learning pada operasi bilangan kelas 4 SD. SCIENCE Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Dan IPA, 4(4), 382. https://doi.org/10.51878/science.v4i4.3497
Larsen-Freeman, D. (2000). Techniques and principles in language teaching (2nd ed.). Oxford University Press.
Lin, C.-J., et al. (2020). Facilitating EFL students’ English grammar learning performance and behaviors: A contextual gaming approach. Computers & Education, 152, 103876. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2020.103876
Luawo, S. D., et al. (2025). Deskripsi pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran ipas kelas 4 sd. SCIENCE Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Dan IPA, 5(2), 526. https://doi.org/10.51878/science.v5i2.4874
Muhamad, M., & Aliyyah, R. R. (2025). Pemanfaatan aplikasi quizizz untuk meningkatkan motivasi belajar siswa kelas 6 SDN 28 Melayu Kota Bima pada mata pelajaran ipas. SCIENCE Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Dan IPA, 5(2), 764. https://doi.org/10.51878/science.v5i2.5015
Nunan, D. (2003). Practical English language teaching. McGraw-Hill.
Pauzan, P. (2024). Theory in second language acquisition (Recognition of concepts toward Krashen’s second language acquisition theory for five main hypotheses). Journal on Education, 6(4), 20876. https://doi.org/10.31004/joe.v6i4.6210
Ramadhan, G. M., & Alhadiq, M. F. (2023). Articulate Storyline dan PowerPoint sebagai media pembelajaran inovatif berbasis ICT untuk meningkatkan keterampilan sosial. COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education), 6(4), 734. https://doi.org/10.22460/collase.v6i4.19204
Richards, J. C., & Rodgers, T. S. (2001). Approaches and methods in language teaching (2nd ed.). Cambridge University Press.
Salsabila, A., et al. (2025). Berpikir induktif sebagai dasar kompetensi sikap kritis bagi peserta didik generasi millennial abad 21. CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(1), 264. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i1.4465
Santrock, J. W. (2014). Educational psychology (5th ed.). McGraw-Hill.
Susilana, R., & Riyana, C. (2008). Media pembelajaran: Hakikat, pengembangan, pemanfaatan dan penilaian. CV Wacana Prima.
Widiati, U. (2006). Media pembelajaran bahasa Inggris. Universitas Negeri Malang Press.
Yuda, A. R., et al. (2025). Implementasi blended learning dalam pengajaran bahasa Inggris: Studi kasus di sekolah dasar. CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(2), 592. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i2.4730
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












