PROBLEMATIKA ASESMEN PEMBELAJARAN PAI BERBASIS MULTIKULTURAL

Authors

  • Putri Ainur Rohmah Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI Semarang
  • Ahmad Nur Islah Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI Semarang

DOI:

https://doi.org/10.51878/teaching.v5i2.6512

Keywords:

Asesmen, Pendidikan Agama Islam, Multikultural, Nilai Keberagaman, Guru PAI

Abstract

ABSTRACT

This study aims to deeply uncover the problematic implementation of assessments in multicultural-based Islamic Religious Education (PAI) learning at SDN Daseh, while also analyzing the causal factors and offering alternative solutions. The background of this study is based on the fact that PAI assessments still predominantly assess cognitive aspects, such as memorization and understanding of teaching materials, while affective and social aspects such as tolerance, empathy, and appreciation for diversity have not received serious attention. This condition has implications for the limited role of assessment in supporting the formation of inclusive student character and able to live harmoniously in a pluralistic society. This study adopted a descriptive qualitative method with data collection through in-depth interviews, observations, and document analysis. The findings of this study indicate that PAI teachers experience difficulties in developing assessment measurement tools that consider multicultural aspects, and there is a lack of adequate training or technical guidance. The assessment rubric does not clearly include multicultural indicators, and the existing assessment process does not reflect the values of diversity that should be in accordance with the school's vision that emphasizes the value of diversity. The conclusion of this study emphasizes the importance of reconstructing Islamic Religious Education (PAI) assessments through the development of relevant, contextual, and holistic indicators and assessment instruments, which encompass cognitive, affective, and social aspects in a balanced manner. This effort is expected to make assessments a tool for developing tolerant, inclusive, and socially just character in students.

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap secara mendalam probematika pelaksanaan asesmen dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis multiultural di SDN Daseh, sealigus menganalisis faktor penybabnya dan menawarkan alternatif solusi. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kenyataan bahwa asesmen PAI masih dominan menilai aspek kognitif, seperti hafalan dan pemahaman materi ajar, sementara aspek afektif dan social seperti toleransi, empati, dan penghargaan terhadap keberagaman belum mendapat perhatian serius. Kondisi ini berimplikasi pada terbatasnya peran asesmen dalam mendukung pembentukan karakter peserta didik yang inklusif dan mampu hidup harmonis di tengah masyarakat majemuk. Penelitian ini mengadopsi metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, pengamatan, dan analisis dokumen. Temuan dari studi ini mengindikasikan bahwa pengajar PAI mengalami kesulitan dalam menyusun alat ukur asesmen yang mempertimbangkan aspek multikultural, serta belum adanya pelatihan atau panduan teknis yang memadai. Rubrik penilaian tidak secara jelas mencakup indikator multikultural, dan proses asesmen yang ada belum mencerminkan nilai-nilai keberagaman yang seharusnya sesuai dengan visi sekolah yang menekankan nilai kebhinekaan. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya melakukan rekonstruksi dalam asesmen PAI melalui pengembangan indikator dan instrumen penilaian yang relevan, kontekstual, dan holistik, yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan social secara seimbang. Upaya ini diharapkan mampu menjadikan asesmen sebagai sarana pembentukan karakter toleran, inklusif, dan berkeadilan social pada peserta didik.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abedi, J. (2006). Psychometric issues in the ELL assessment and special education eligibility. Teachers College Record, 108(11), 2282-2303.

Adawiah, R. (2023). Teacher’s constraints and challenges in implementing student attitude assessment in junior high school. Open Education Studies, 5(1), Article 20220204. https://doi.org/10.1515/edu-2022-0204

Arikarani, Y., Suradi, S., Ngimadudin, N., & Wulandari, Y. (2025). Pendidikan Agama Islam multikultural: Konsep, nilai dan praktiknya di lingkungan madrasah. Edification Journal: Pendidikan Agama Islam, 7(2), 233-254.

Assayuthi, J. (2020). Urgensi pembelajaran Pendidikan Agama Islam multikultural. Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal, 5(2), 240–254.

Banks, J. A. (2015). Cultural diversity and education: Foundations, curriculum, and teaching (6th ed.). Routledge.

Banks, J. A. (2017). Multicultural education: Issues and perspectives (9th ed.). Wiley.

Fadillah, M. A., & Yunus, M. (2024). Assessment of Application Domains in Learning Islamic Education Skills in The 21 st Century. Arfannur: Journal of Islamic Education, 5(2), 111-122.

Fahrul, F., Thahir, L. S., & Hamlan, H. (2024). Peran Guru PAI dalam Meningkatkan Sikap Toleransi Berbasis Pendidikan Multikultural pada Peserta Didik SMP Negeri 13 Palu. Prosiding Kajian Islam dan Integrasi Ilmu di Era Society (KIIIES) 5.0, 3(1), 249-252.

Gay, G. (2018). Culturally responsive teaching: Theory, research, and practice (3rd ed.). Teachers College Press.

Hidayat, M. L. (2023). Strategi Pembelajaran Berbasis Multikultural dalam Pendidikan Agama Islam. Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 11(2), 101-112.

Hoon, C. Y. (2017). Putting religion into multiculturalism: Conceptualising religious multiculturalism in Indonesia. Asian Studies Review, 41(3), 476-493.

Kurniawan, N. R. (2023). Pengembangan Asesmen Pendidikan Agama Islam Berbasis Multikultural di Sekolah Menengah. Jurnal Pendidikan Agama Islam Indonesia, 5(2), 112-125.

Darling-Hammond, L., & Flook, L. (2017). Implications for educational practice of the science of learning and development. Applied Developmental Science, 21(2), 97–140. https://doi.org/10.1080/10888691.2017.1304035

Mashuri, S. (2021). Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Perspektif Multikultural. Paedagogia: Jurnal Pendidikan, 10(1), 55-67.

Nieto, S. (2017). Language, culture, and teaching: Critical perspectives (3rd ed.). Routledge.

Nugroho, D. P. (2020). Tantangan Guru dalam Mengembangkan Asesmen Multikultural di Sekolah Dasar. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 4(1), 45-57.

Rahmawati, N. S. (2023). Peran guru PAI dalam pembelajaran pendidikan agama Islam berwawasan multikultural di SMAN 1 Purwokerto [Skripsi, Universitas Islam Negeri Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto]. Repository UIN Saizu. http://repository.uinsaizu.ac.id/id/eprint/20848

Sutrisno, E. (2019). Aktualisasi moderasi beragama di lembaga pendidikan. Jurnal Bimas Islam, 12(2), 323-348.

Sujatmiko, T., Nadlif, A., & Astutik, A. (2022). Nilai-nilai Pendidikan Multikultural pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Jenjang Sekolah Menengah Pertama. Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme, 4(3), 267–280.

Sukowati, N. L., Yuanda, N., & Fajrin, N. (2025). Multicultural-Based Islamic Religious Education Assessment Strategy to Improve Students' Tolerance. Journal of English Language and Education, 10(3), 183-192.

Wahidah, E. Y., & Marlina, L. (2025). Internalisasi Nilai-Nilai Multikultural Dalam Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam. Masagi, 3(2), 40–47. https://doi.org/10.37968/masagi.v3i2.880

Wiggins, G., & McTighe, J. (2011). The understanding by design guide to creating high-quality units. ASCD.

Zuchdi, D. (2020). Pendidikan Karakter untuk Membangun Masyarakat Multikultural. Jurnal Cakrawala Pendidikan, 39(2), 280-292.

Downloads

Published

2025-08-31

How to Cite

Rohmah, P. A., & Islah, A. N. (2025). PROBLEMATIKA ASESMEN PEMBELAJARAN PAI BERBASIS MULTIKULTURAL. TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, 5(2), 460-467. https://doi.org/10.51878/teaching.v5i2.6512

Issue

Section

Articles