KENDALA GURU DALAM PELAKSANAAN STRATEGI PEMBELAJARAN DIFERENSIASI PENDDIKAN AGAMA ISLAM DI SMA MUHAMMADIYAH PAGAR ALAM
DOI:
https://doi.org/10.51878/teaching.v5i2.6469Keywords:
Kendala guru, Strategi Pembelajaran DiferensiasiAbstract
This research was motivated by the gap between the demands of the Independent Curriculum and actual practice, where Islamic Religious Education (PAI) teachers at Muhammadiyah Pagar Alam Senior High School have not fully implemented the differentiated learning strategy. The focus of this research is to identify the obstacles faced by PAI teachers in implementing this strategy and analyze the efforts made to overcome them. Using a descriptive qualitative approach, the main research steps included data collection through observation, in-depth interviews with PAI teachers and the curriculum vice-adviser, and documentation studies. Key findings indicate that the implementation of differentiated learning is hampered by several obstacles, including: limited supporting resources, a lack of understanding of students' interests and talents, limited learning time, and teachers' adaptation period to the new curriculum. In response, various efforts have been undertaken, such as early identification of student characteristics by teachers and collaboration with guidance and counseling teachers to map student potential. In conclusion, although the implementation of the differentiated learning strategy has not been optimal due to various obstacles, teachers and the school have proactively formulated solutions to facilitate more personalized, participatory learning that meets each student's learning needs according to their potential.
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara tuntutan Kurikulum Merdeka dengan praktik di lapangan, di mana guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA Muhammadiyah Pagar Alam belum sepenuhnya menerapkan strategi pembelajaran diferensiasi. Fokus penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru PAI dalam implementasi strategi tersebut serta menganalisis upaya yang dilakukan untuk mengatasinya. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, langkah penelitian utama meliputi pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru PAI dan waka kurikulum, serta studi dokumentasi. Temuan utama menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran diferensiasi terhambat oleh beberapa kendala, antara lain: keterbatasan sumber daya pendukung, kurangnya pemahaman siswa akan minat dan bakatnya, waktu pembelajaran yang terbatas, serta masa adaptasi guru terhadap kurikulum yang masih baru. Sebagai respons, berbagai upaya mulai dilakukan, seperti identifikasi awal karakteristik siswa oleh guru, serta kolaborasi dengan guru BK/BP untuk memetakan potensi siswa. Kesimpulannya, meskipun penerapan strategi pembelajaran diferensiasi belum optimal akibat berbagai kendala, pihak guru dan sekolah telah proaktif merumuskan langkah-langkah solutif untuk memfasilitasi pembelajaran yang lebih personal, partisipatif, dan mampu memenuhi kebutuhan belajar setiap siswa sesuai potensinya.
Downloads
References
Amaliyah, H., et al. (2025). Kurikulum merdeka sebagai upaya dalam mewujudkan pendidikan inklusif di Indonesia. Manajerial: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 5(1), 37. https://doi.org/10.51878/manajerial.v5i1.4738
Baharuddin, S. M. (2022). Problematika guru di sekolah.
Cintang, N., et al. (2018). The obstacles and strategy of project based learning implementation in elementary school. Journal of Education and Learning (EduLearn), 12(1), 7. https://doi.org/10.11591/edulearn.v12i1.7045
Diasamidze, I., et al. (2021). Handling multi-level classes in the city of Batumi. Proceedings of CBU in Social Sciences, 2, 88. https://doi.org/10.12955/pss.v2.206
Dirman, D., et al. (2025). Implementasi pembelajaran berdiferensiasi untuk mencapai standar proses pendidikan di SMP. Learning: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 5(1), 384. https://doi.org/10.51878/learning.v5i1.4568
Dhori, M., & Tiara, N. (2021). Implementasi pendidikan karakter religius di sekolah dasar. Journal of Islamic Elementary Education, 4(2), 118–128.
Farid, I., et al. (2022). Strategi pembelajaran diferensiasi dalam memenuhi kebutuhan belajar peserta didik di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4(6), 11177–11182.
Hidayah, N. P. (2016). Kepemimpinan visioner kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan [Skripsi, IAIN Pontianak]. https://meranti.perpus.iainptk.ac.id/index.php?p=show_detail&id=43050
Istiqomah, I., et al. (2022). Upaya meningkatkan komitmen mengajar guru dalam pembelajaran daring selama masa pandemi Covid-19. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(1), 30. https://doi.org/10.29303/jipp.v7i1.383
Lestari, U. F. M. W. (2024). Strategi pembelajaran diferensiasi dalam Pendidikan Agama Islam. Journal of Education Research, 5(2), 527–535.
Maryam, M., et al. (2024). Penerapan teori multiple intelligences dalam menumbuhkan nilai-nilai keberagamaan peserta didik di rumah sekolah Cendekia Kabupaten Gowa. Learning: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 4(4), 1195. https://doi.org/10.51878/learning.v4i4.3765
Minh, D. T. H. (2018). Applying differentiated teaching method in teaching mathematics in high schools in Vietnam. American Journal of Educational Research, 6(5), 532. https://doi.org/10.12691/education-6-5-26
Mustakim, M. (2021). The development of learning strategies in Pesantren: Studies on the transformation of the teaching system in Pesantren. IJORER: International Journal of Recent Educational Research, 2(2), 224. https://doi.org/10.46245/ijorer.v2i2.94
Oktaviani, H. (2021). Psikologi pembelajaran. CV. Global Aksara Pres.
Setiawan, A., et al. (2024). Analisis asesmen dalam strategi pembelajaran diferensiasi kelas XI di SMK Negeri 51 Jakarta. Prosiding Diskusi Panel Nasional Pendidikan Matematika, 644.
Subhi, I. H. K. (2022). Metode penelitian kualitatif, kuantitatif, dan PTK (Teori dan praktek). Noer Fikri Offset.
Susilawati, B., et al. (2024). Kurikulum merdeka belajar pada pembelajaran pendidikan agama Islam. Learning: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 4(1), 43. https://doi.org/10.51878/learning.v4i1.2745
Susilawati, B., et al. (2024). Peran guru pendidikan agama Islam dalam membentuk konsep diri positif (self concept) pada peserta didik. Learning: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 4(3), 459. https://doi.org/10.51878/learning.v4i3.3164
Syukur, A., et al. (2025). Implementasi pendidikan agama Islam dalam menanamkan nilai-nilai religius peserta didik. Learning: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 5(2), 476. https://doi.org/10.51878/learning.v5i2.4864
Tolchan, M. (2020). Problematika pendidikan agama Islam dan solusinya. Kanzum Books.
Trisnaningsih, S. (2023). Model pembelajaran dengan metode team teaching. Sensasi, 2(1), 65. https://doi.org/10.33005/sensasi.v2i1.60
Wahyu, I. C. D. K., et al. (2020). Diluwang Ponorogo narrative as enrichment of materials in historical learning based on local wisdom. Social Humanities and Educational Studies (SHEs) Conference Series, 3(2), 160. https://doi.org/10.20961/shes.v3i2.46236
Yasir, M., et al. (2023). Differentiation learning training in projects as an implementation strategy for the Merdeka curriculum at Yas’a Sumenep Middle School. Salus Publica: Journal of Community Service, 1(2), 47. https://doi.org/10.58905/saluspublica.v1i2.156
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












