KEMANDIRIAN DAN KETIDAKBERDAYAAN DUALITAS PEREMPUAN DALAM NOVEL GADIS KRETEK KARYA RATIH KUMALA
DOI:
https://doi.org/10.51878/teaching.v5i2.6000Keywords:
Kemandirian, Ketidakberdayaan, Novel Gadis kretekAbstract
This study aims to examine the duality of women's independence and helplessness in the novel Gadis Kretek by Ratih Kumala using a feminist approach and a descriptive qualitative method. The research focuses on how female characters are portrayed as individuals capable of emotional, economic, intellectual, and social independence, while at the same time facing various forms of helplessness caused by patriarchal social and political structures. The analysis shows that characters such as Roemaisa and Dasiyah represent women's independence in various forms, including courage in decision-making, economic resilience, and active participation in social life. On the other hand, the character Jeng Yah becomes a symbol of powerlessness, as she experiences stereotyping, marginalization, and violence due to her personal relationship being linked to political conflict. This study reveals that women in the novel are not only presented as victims, but also as subjects with agency to resist and survive. The findings affirm that Gadis Kretek not only presents a historical and romantic narrative, but also voices a critique of gender inequality and serves as a reflective medium on the struggles of Indonesian women. This research is expected to enrich the discourse of feminist literary studies and serve as a reference for understanding the representation of women in modern.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dualitas kemandirian dan ketidakberdayaan perempuan dalam novel Gadis Kretek karya Ratih Kumala dengan menggunakan pendekatan feminisme dan metode deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini adalah bagaimana tokoh-tokoh perempuan digambarkan sebagai individu yang mampu mandiri secara emosi, ekonomi, intelektual, dan sosial, namun pada saat yang sama juga menghadapi berbagai bentuk ketidakberdayaan akibat struktur sosial dan politik yang patriarkal. Hasil analisis menunjukkan bahwa tokoh seperti Roemaisa dan Dasiyah merepresentasikan kemandirian perempuan dalam berbagai bentuk, seperti keberanian mengambil keputusan, kemampuan bertahan hidup secara ekonomi, dan partisipasi aktif dalam lingkungan sosial. Di sisi lain, tokoh Jeng Yah menjadi simbol perempuan yang tidak berdaya, karena mengalami tekanan stereotip, marginalisasi, dan kekerasan akibat relasi pribadinya yang dikaitkan dengan konflik politik. Penelitian ini mengungkapkan bahwa perempuan dalam novel tidak hanya tampil sebagai objek penderita, tetapi juga sebagai subjek yang memiliki daya untuk melawan dan bertahan. Temuan ini menegaskan bahwa Gadis Kretek tidak hanya menyajikan cerita historis dan romansa, tetapi juga menyuarakan kritik terhadap ketimpangan gender dan menjadi media reflektif atas perjuangan perempuan Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah kajian sastra feminis dan menjadi rujukan dalam memahami representasi perempuan dalam karya sastra modern.
Downloads
References
Afandi, A., Yulianto, E., & Syam, A. (2013). Ekonomi Kesejahteraan. Jakarta: Salemba Empat.
Carpenito, L. J., & Moyet, A. (2007). Nursing Diagnosis: Application to Clinical Practice (12th ed.). Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.
Desmita. (2017). Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Djoeffan, S. H. (2001). Gerakan feminisme di Indonesia: Tantangan dan strategi mendatang. Mimbar: Jurnal Sosial dan Pembangunan, 17(3), 284-300.
Emzir, & Rohman, S. (2015). Teori dan Pengajaran Sastra. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Hellwig, T. (1997). A History of the Indonesian Cinema. Jakarta: KPG.
Kumala, R. (2012). Gadis Kretek. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Musbikin, I. (2021). Penguatan Karakter Kemandirian, Tanggung Jawab dan Cinta Tanah Air. Jakarta: Nusamedia.
Nazwa, S., & Dora, N. (2024). Transformasi Peran Perempuan dalam Dinamika Rumah Tangga Patriaki: Perspektif Pendidikan. Raudhah Proud To Be Professionals: Jurnal Tarbiyah Islamiyah, 9(2), 369-410.
Nurhayati, E. (2011). Psikologi Perkembangan Anak. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Setyawati, F. A. (2024). Representasi Feminisme Eksistensialis Tokoh Jeng Yah dalam Series Gadis Kretek. Jurnal Kajian Gender Dan Budaya, 12(5), 44–57.
Simbolon, G., & Sunbanu, B. A. (2024). Perempuan dan Budaya Patriarki terhadap Angka Putus Sekolah (Studi Kasus Di Desa Netpala, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan). Jurnal Pendidikan Indonesia, 5(10).
Sugihastuti, R., & Suharto. (2002). Feminisme: Teori dan Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Wilkinson, R. G. (2007). The Impact of Inequality: How to Make Sick Societies Healthier. London: Routledge.
Williams, L. (2000). Feminist Film Theory: A Reader. Edinburgh: Edinburgh University Press.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.












