NILAI MUSYAWARAH DALAM PKN SEBAGAI BASIS PEMBENTUKAN MODAL KULTURAL KOLEKTIF: SEBUAH TINJAUAN PUSTAKA TENTANG DEMOKRASI DELIBERATIF DI SEKOLAH
DOI:
https://doi.org/10.51878/social.v5i4.7996Keywords:
Musyawarah, Pendidikan Kewarganegaraan (PKn), Modal Kultural Kolektif, Demokrasi DeliberatifAbstract
Civics Education plays a vital role in shaping the democratic character of citizens, yet reality shows low political participation among the younger generation and the dominance of authority in democratic practices in schools. This study aims to explore the value of deliberation in Civics Education as a basis for building collective cultural capital to realize deliberative democracy in educational settings. Using a descriptive qualitative method with a library research approach, this study analyzes various literature related to the challenges of school democracy, the internalization of the fourth principle of Pancasila, and its relationship to modern sociological theory. The results indicate that deliberation functions as a strategic bridge between noble traditional values ??and modern citizenship competencies, capable of fostering critical thinking, empathy, and social responsibility in students. Despite facing technical challenges such as the dominance of vocal students and limited learning time, inclusive teacher facilitation has proven effective in transforming classroom dynamics into a more equal space for dialogue. The main conclusion of this study confirms that substantively integrating the value of deliberation into the curriculum is not only effective in addressing the dialogic deficit but also strengthens the foundation of collective cultural capital, which is essential for the sustainability of a healthy and participatory deliberative democracy in Indonesia's national education system.
ABSTRAK
Pendidikan Kewarganegaraan memegang peran vital dalam membentuk karakter demokratis warga negara, namun realitas menunjukkan masih rendahnya partisipasi politik generasi muda dan adanya dominasi otoritas dalam praktik demokrasi di sekolah. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi nilai musyawarah dalam Pendidikan Kewarganegaraan sebagai basis pembentukan modal kultural kolektif guna mewujudkan demokrasi deliberatif di lingkungan pendidikan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis berbagai literatur terkait tantangan demokrasi sekolah, internalisasi sila keempat Pancasila, serta hubungannya dengan teori sosiologi modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa musyawarah berfungsi sebagai jembatan strategis antara nilai tradisi luhur dan kompetensi kewarganegaraan modern yang mampu menumbuhkan sikap kritis, empati, serta tanggung jawab sosial siswa. Kendati menghadapi tantangan teknis seperti dominasi siswa vokal dan keterbatasan waktu pembelajaran, fasilitasi guru yang inklusif terbukti mampu mengubah dinamika kelas menjadi ruang dialog yang lebih setara. Simpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa pengintegrasian nilai musyawarah secara substantif dalam kurikulum tidak hanya efektif mengatasi defisit dialogis, tetapi juga memperkuat fondasi modal kultural kolektif yang esensial bagi keberlangsungan demokrasi deliberatif yang sehat dan partisipatif dalam sistem pendidikan nasional Indonesia.
References
Amin, A., Adiansyah, R., Mustami, M. K., Yani, A., Hujjatusnaini, N., & Ahmed, M. A. (2024). The influence of WE-ARe (Warm-Up, Exploring, Argumentation, Resume) model integrated with 21st-century skills on prospective biology teachers’ communication skills. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 13(1), 12. https://doi.org/10.15294/jpii.v13i1.47911
Dewi, D. A., Hamid, S. I., Asyari, D., Setiawati, R., & Istiqomah, Y. Y. (2021). Implementasi pendidikan kewarganegaraan untuk mewujudkan identitas dan integritasi nasional. Jurnal Basicedu, 5(6), 5221. https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i6.1607
Fadli, M., Kurniawan, M. U., & Wijaya, S. A. (2025). Analisis implementasi Kurikulum Merdeka di Madrasah Aliyah Darun Najah: Studi kasus keselarasan pendidikan IPS (Ekonomi) dengan nilai-nilai agama. Social: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(2). https://doi.org/10.51878/social.v5i2.6192
Geurts, E. M. A., Reijs, R. P., Leenders, H. H. M., Jansen, M., & Hoebe, C. J. P. A. (2023). Co-creation and decision-making with students about teaching and learning: A systematic literature review. Journal of Educational Change, 25(1), 103. https://doi.org/10.1007/s10833-023-09481-x
Hadinata, F. (2022). Analisis filosofis implementasi Merdeka Belajar sebagai instrumen kesetaraan dan pendidikan demokratis. Mozaik Humaniora, 21(2), 158. https://doi.org/10.20473/mozaik.v21i2.29695
Inah, E. N. (2015). Peran komunikasi dalam interaksi guru dan siswa. Al-Ta’dib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan, 8(2), 150. https://doi.org/10.31332/atdb.v8i2.416
Islamy, A. (2022). Moderasi beragama dalam ideologi Pancasila. Poros Onim: Jurnal Sosial Keagamaan, 3(1), 18. https://doi.org/10.53491/porosonim.v3i1.333
Maksum, M. N. R., Asy’arie, M., & Aly, A. (2020). Democracy education through the development of pesantren culture. Humanities & Social Sciences Reviews, 8(4), 10. https://doi.org/10.18510/hssr.2020.842
Masnawati, E., Darmawan, D., & Masfufah, M. (2023). Peran ekstrakurikuler dalam membentuk karakter siswa. PPIMAN: Pusat Publikasi Ilmu Manajemen, 1(4), 305. https://doi.org/10.59603/ppiman.v1i4.347
Miftahusalimah, P. L., Yulizah, Y., Rosmalina, E., Sari, F., & Samitra, D. (2025). Disiplin positif pada implementasi Kurikulum Merdeka sebagai strategi dalam menumbuhkan karakter disiplin peserta didik. Learning: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 5(1), 209. https://doi.org/10.51878/learning.v5i1.4331
Munir, S., & Ilham, L. (2022). Adjustments to Community Organization Law: Implications for freedom of association, assembly, and expression. Constitutionale, 3(1), 1. https://doi.org/10.25041/constitutionale.v3i1.2507
Nailinda, V., Alim, J. A., & Sekarwinahyu, M. (2025). Implementasi pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) terhadap keterampilan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Science: Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA, 5(1), 363. https://doi.org/10.51878/science.v5i1.4700
Nanggala, A. (2020). Pendidikan kewarganegaraan sebagai pendidikan multikultural. Jurnal Soshum Insentif, 3(2), 197. https://doi.org/10.36787/jsi.v3i2.354
P., M., Syakur, A., & Solikhah, N. A. (2024). Conflict management strategies for early childhood educators: An empirical perspective. Journal Corner of Education Linguistics and Literature, 4(1), 222. https://doi.org/10.54012/jcell.v4i001.383
Pangalila, T. (2019). Interaksi sosial guru dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di SMA Katolik Karitas. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 16(2), 137. https://doi.org/10.21831/jc.v16i2.23326
Santhi, P. A. S., Sadtyadi, H., & Sudarto, S. (2025). Efektivitas model pembelajaran kooperatif jigsaw dalam meningkatkan partisipasi siswa kelas IIIA pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SD. Social: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(2), 580. https://doi.org/10.51878/social.v5i2.5297
Simangunsong, M., & Habeahan, S. (2025). Analisis kompetensi profesional guru PPKn dalam mengembangkan civic skill siswa di sekolah UPT SMP N 24 Medan. Social: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(3), 1169. https://doi.org/10.51878/social.v5i3.6975
Sugiarto, H. (2020). Meningkatan prestasi belajar Pendidikan Kewarganegaraan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif jigsaw pada konsep demokrasi. Journal of Education and Teaching, 1(1), 21. https://doi.org/10.24014/jete.v1i1.9202
Suhartono, S. (2019). Implementasi nilai musyawarah pada Pancasila melalui metode diskusi kelas dalam pembelajaran PPKn kelas IX di SMP Negeri 3 Krian Sidoarjo. Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan, 19(3). https://doi.org/10.30651/didaktis.v19i3.4487
Suhartono, S. (2021). Implementasi nilai musyawarah pada Pancasila melalui metode diskusi kelas dalam mata kuliah PKn. Mendidik: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pengajaran, 7(1), 1. https://doi.org/10.30653/003.202171.151
Susanto, S., Abra, E. H., & Hadiyanto, A. (2025). Dinamika politik identitas dalam Pemilu 2024: Tantangan bagi konsolidasi demokrasi di Indonesia. Jurnal USM Law Review, 8(3), 1506. https://doi.org/10.26623/julr.v8i3.12697
Tawakal, L., & Purnomo, A. (2025). Analisis tingkat partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran IPS melalui model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media flash card. Social: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(3), 874. https://doi.org/10.51878/social.v5i3.6732
Toha, M., Wibowo, M. A., & Hamzah, A. (2025). Pengaruh pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan terhadap karakter peserta didik SMP As-Syakur Kecamatan Tambelangan Kabupaten Sampang. Social: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(3), 1240. https://doi.org/10.51878/social.v5i3.7075
Tuhuteru, L. (2023). The role of citizenship education in efforts to instill democratic values. International Journal of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS), 2(4). https://doi.org/10.55227/ijhess.v2i4.361
Widiatmaka, P. (2021). Pendidikan kewarganegaraan sebagai ujung tombak pembangunan karakter Pancasila di perguruan tinggi. Pancasila: Jurnal Keindonesiaan, 176. https://doi.org/10.52738/pjk.v1i2.41
Yaylac?, ?., & Beauvais, E. (2017). The role of social group membership on classroom participation. PS: Political Science & Politics, 50(2), 559. https://doi.org/10.1017/s104909651600319x1
Yulianie, P., Anjani, M., Dotrimensi, D., & Triyani, T. (2025). Membangun identitas nasional melalui pendidikan kewarganegaraan di SMP Kristen Rehobot Palangka Raya. Social: Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(1), 105. https://doi.org/10.51878/social.v5i1.4626
Yuniarto, B. (2020). Membangun kesadaran demokrasi melalui pendekatan kontekstual pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi, 9(1). https://doi.org/10.24235/edueksos.v9i1.6388
Yunus, A., Sukri, S., & Ekawaty, D. (2021). Kebijakan pendidikan dan media sosial sebagai faktor pembentukan preferensi politik pemilih pemula di Kota Makassar. JAKPP (Jurnal Analisis Kebijakan & Pelayanan Publik), 65. https://doi.org/10.31947/jakpp.v7i1.11776
Zulfikar, M. F., & Dewi, D. A. (2021). Pentingnya pendidikan kewarganegaraan untuk membangun karakter bangsa. Jurnal Pekan: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 6(1), 104. https://doi.org/10.31932/jpk.v6i1.1171
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.













