DAMPAK RENDAHNYA LITERASI TERHADAP KENAKALAN REMAJA DI KABUPATEN JOMBANG DALAM PERSPEKTIF TEORI STRAIN ROBERT K. MERTON
DOI:
https://doi.org/10.51878/secondary.v5i4.8356Abstract
ABSTRACT
Low levels of literacy and numeracy among adolescents are not merely academic issues but are closely associated with the rise of juvenile delinquency in Jombang Regency. Data from the 2023 Minimum Competency Assessment (AKM) indicate that only 38.2% of junior high school students met the literacy standard and 32.7% achieved the numeracy standard, figures that remain below the national average. This condition contributes to academic frustration, weak school engagement, and encourages adolescents to seek social recognition through deviant behavior. This study aims to analyze the relationship between literacy–numeracy deficits and juvenile delinquency using Robert K. Merton’s Strain Theory. Employing a descriptive qualitative approach, the research was conducted from January to February 2024 in three sub-districts with the lowest AKM performance: Mojoagung, Bareng, and Ngoro. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation involving ten informants, including adolescents, school counselors, parents, and community leaders. The findings reveal that limited literacy and numeracy skills generate strain due to adolescents’ inability to access legitimate means of achieving socially valued goals, such as academic success. As a result, adolescents tend to adopt deviant adaptations, particularly innovation and retreatism. These findings emphasize that juvenile delinquency reflects structural strain within the educational system rather than merely individual moral failure. Therefore, policy interventions should prioritize improving access to and the quality of basic education as a sustainable preventive strategy.
ABSTRAK
Rendahnya tingkat literasi dan numerasi di kalangan remaja tidak hanya menjadi persoalan akademik, tetapi juga berkaitan dengan meningkatnya kenakalan remaja di Kabupaten Jombang. Data Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) tahun 2023 menunjukkan bahwa hanya 38,2% siswa SMP mencapai standar literasi dan 32,7% mencapai standar numerasi, angka yang berada di bawah rata-rata nasional. Kondisi ini memicu frustrasi akademik, rendahnya keterikatan terhadap sekolah, serta mendorong remaja mencari pengakuan sosial melalui perilaku menyimpang. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara defisit literasi-numerasi dan kenakalan remaja dengan menggunakan perspektif Teori Strain Robert K. Merton. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan dilaksanakan pada Januari–Februari 2024 di tiga kecamatan dengan capaian AKM terendah, yaitu Mojoagung, Bareng, dan Ngoro. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap 10 informan yang terdiri atas remaja, guru bimbingan konseling, orang tua, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan literasi dan numerasi menimbulkan strain akibat ketidakmampuan remaja mengakses jalur sah pencapaian tujuan sosial, sehingga mendorong adaptasi menyimpang berupa inovasi dan retreatism. Temuan ini menegaskan bahwa kenakalan remaja merupakan ekspresi ketegangan struktural dalam sistem pendidikan, sehingga intervensi kebijakan perlu difokuskan pada peningkatan kualitas pendidikan dasar.
References
Agnew, R. (2016). Teori ketegangan umum. Kejahatan dan Keadilan, 46 (1), 1–41.
https://doi.org/10.1086/688619
Appleton, JJ, Christenson, SL, & Reschly, AL (2016). Keterlibatan siswa dengan sekolah: Isu konseptual dan metodologis kritis dari konstruk tersebut. Psikologi di Sekolah, 53 (7), 657–670. https://doi.org/10.1002/pits.21928
Barnes, JC, Beaver, KM, & Miller, JM (2017). Memperkirakan pengaruh ikatan sosial remaja terhadap kenakalan. Jurnal Keadilan Pidana, 51, 43–55.
https://doi.org/10.1016/j.jcrimjus.2017.05.002
Brezina, T., Tekin, E., & Topalli, V. (2017). Mungkin bukan hari esok: Pendekatan multi-metode terhadap kematian dini yang diantisipasi dan kejahatan remaja. Kriminologi, 55 (2), 340–372. https://doi.org/10.1111/1745-9125.12134
Crosnoe, R., & Benner, AD (2016). Anak-anak di sekolah. Dalam RM Lerner (Ed.), Buku pegangan psikologi anak dan ilmu perkembangan (edisi ke-7, Vol. 4, hlm. 268–304). Wiley. https://doi.org/10.1002/9781118963418.childpsy407
Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang. (2023). Laporan hasil Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Kabupaten Jombang tahun 2023 . [Laporan internal].
Geary, DC (2018). Prediktor kognitif pertumbuhan prestasi dalam matematika: Sebuah studi longitudinal. Psikologi Perkembangan, 54 (10), 1901–1916.
https://doi.org/10.1037/dev0000561
Hemphill, SA, Heerde, JA, Herrenkohl, TI, Toumbourou, JW, & Catalano, RF (2016). Faktor risiko dan pelindung terhadap penggunaan zat dan kenakalan remaja: Tinjauan sistematis studi longitudinal. Psikologi Perkembangan, 52 (4), 613–628. https://doi.org/10.1037/dev0000096
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Hasil Asesmen Nasional 2023 . https://hasilun.pusmenjar.kemdikbud.go.id
Li, Y., & Lerner, RM (2019). Trajektori keterlibatan sekolah selama masa remaja: Implikasi terhadap perilaku bermasalah remaja. Psikologi Perkembangan, 55 (9), 1944–1957.
https://doi.org/10.1037/dev0000754
Liem, G. A. D., Senko, C., & Toland, M. D. (2020). Academic Skills, School Engagement, And Behavioral Adjustment: Evidence From Adolescents. Journal of Adolescence, 83, 1–12. https://doi.org/10.1016/j.adolescence.2020.03.002
Marston, E. G., Hare, A., & King, K. (2021). Academic strain, peer pressure, and adolescent engagement in risk behaviors. Journal of Adolescence, 86, 99–111. https://doi.org/10.1016/j.adolescence.2020.12.002
OECD. (2019). Hasil PISA 2018 (Volume I): Apa yang diketahui dan dapat dilakukan siswa . Penerbitan OECD. https://doi.org/10.1787/5f07c754-en
OECD. (2021). Prospek Keterampilan OECD 2021: Belajar untuk Kehidupan . Penerbitan OECD. https://doi.org/10.1787/0ae365b4-en
OECD. (2023). Hasil PISA 2022 (Volume I): Keadaan pembelajaran dan kesetaraan dalam pendidikan . Penerbitan OECD. https://doi.org/10.1787/53f23881-en
Polres Jombang. (2024). Laporan tahunan gangguan keamanan dan perdamaian masyarakat Kabupaten Jombang .
Sari, DP, & Aulia, F. (2021). Kualitas pendidikan dan kenakalan remaja di Jawa Timur. Jurnal Sosiologi Pendidikan , 15(1), 55–69. https://doi.org/10.7454/jsp.v15i1.XXXXX
Snow, PC, Powell, MB, & Sanger, DD (2016). Kompetensi bahasa lisan, keterampilan sosial, dan anak laki-laki berisiko tinggi: Apa hubungannya? British Journal of Educational Psychology, 86 (3), 346–366. https://doi.org/10.1111/bjep.12101
Wang, MT, & Fredricks, JA (2016). Hubungan timbal balik antara keterlibatan sekolah dan perilaku bermasalah remaja. Perkembangan Anak, 87 (4), 1210–1226.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














