PENGUATAN KARAKTER ANTI BULLYING MELALUI IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN FABEL DIGITAL PADA SISWA SMP
DOI:
https://doi.org/10.51878/secondary.v5i4.7679Abstract
ABSTRACT
Cases of non-physical bullying (verbal and relational) that are difficult to detect remain a major issue at SMP Negeri 3 Kawunganten. Students’ reluctance to report incidents makes it challenging for the school to monitor covert bullying behaviors. Pre-observation results from five classes (7A–7E) revealed a discrepancy between the low number of reports on physical bullying and the high occurrence of non-physical bullying, while the school lacks a specific instructional program focused on bullying prevention. Based on these problems, this study aims to examine the process and effectiveness of implementing Digital Fable Learning as an intervention to strengthen anti-bullying character. This research employed a qualitative case study approach using observation, interviews, and documentation. The intervention used a digital fable titled “The Patient Duck”, implemented through three stages: planning, implementation, and reflection/follow-up. The findings indicate that digital fable learning is an effective and structured method for developing anti-bullying character. The intervention strengthened five core character aspects: empathy, respect and tolerance, responsibility, self-control, and moral courage. The conflict narratives in the fable stimulated students’ affective and cognitive awareness and encouraged bystander moral responsibility to report incidents and act fairly. These outcomes help the school identify non-physical bullying cases that are often hidden. The study recommends integrating digital fable learning into the curriculum and supporting it with a more structured digital reporting system.
ABSTRAK
Kasus bullying nonfisik (verbal dan relasional) yang sulit terdeteksi masih menjadi persoalan utama di SMP Negeri 3 Kawunganten. Minimnya keberanian siswa untuk melaporkan insiden membuat sekolah kesulitan memantau perilaku bullying yang bersifat terselubung. Hasil pra-observasi pada lima kelas (7A–7E) menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara rendahnya laporan bullying fisik dan tingginya kasus bullying nonfisik, sementara sekolah belum memiliki program pembelajaran spesifik yang berfokus pada pencegahan bullying. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan mengkaji proses dan efektivitas implementasi Pembelajaran Fabel Digital sebagai intervensi penguatan karakter anti-bullying. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Intervensi dilakukan melalui fabel digital “Bebek yang Sabar” yang diterapkan dalam tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan, serta refleksi dan tindak lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran fabel digital merupakan metode yang efektif dan terstruktur dalam membangun karakter anti-bullying. Intervensi ini memperkuat lima aspek karakter utama, yakni empati, respek dan toleransi, tanggung jawab, kontrol diri, dan keberanian moral. Narasi konflik dalam fabel mampu memicu kesadaran afektif dan kognitif siswa, serta mendorong tanggung jawab moral saksi (bystander responsibility) untuk melapor dan bertindak adil. Temuan ini membantu sekolah dalam mengidentifikasi kasus bullying nonfisik yang selama ini sulit terlihat. Penelitian merekomendasikan integrasi pembelajaran fabel digital ke dalam kurikulum serta dukungan sistem pelaporan digital yang lebih terstruktur.
References
Affandi, G. R., & Putra, B. A. (2023). The relationship of self-control with bullying behavior in class 7 junior high school students. Psikologia: Jurnal Psikologi, 7, Article 1689. https://doi.org/10.21070/psikologia.v7i0.1689
Anggrawan, A. (2019). Analisis Deskriptif Hasil Belajar Pembelajaran Tatap Muka dan Pembelajaran Online Menurut Gaya Belajar Mahasiswa. MATRIK: Jurnal Manajemen, Teknik Informatika Dan Rekayasa Komputer, 18(2), 339-346. https://doi.org/10.30812/matrik.v18i2.411
Darmadi, D. (2021). Karakter Anti-Bullying: Konsep dan Aplikasi. Jakarta:
Dwiyanto, A. (2021). Inovasi Media Pembelajaran: Transformasi Fabel Konvensional ke Digital. Yogyakarta:
Fang, D., Lu, J., Che, Y., et al. (2022). School bullying victimization-associated anxiety in Chinese children and adolescents: the mediation of resilience. Child and Adolescent Psychiatry and Mental Health, 16, 52. https://doi.org/10.1186/s13034-022-00490-x
Fariz, I. F., Darmayanti, A., & Atikah, C. (2023). Kajian literature: Pengaruh bullying terhadap prestasi belajar siswa. Journal of Education Research, 4(4). https://doi.org/10.37985/jer.v4i4.506
Ibrahim, A. R. (2025). Cyber empathy as a digital shield against cyberbullying: A systematic literature review. Jurnal Konseling dan Psikologi Indonesia, 1(3), 253–263. https://doi.org/10.58472/jkpi.v1i3.133
Isma, I., Jamain, R. R., & Putro, H. Y. S. (2025). Pengaruh sikap empati dan bystander effect terhadap perilaku bullying siswa di SMA. Journal of Education Research, 6(2), 375–385. https://doi.org/10.37985/jer.v6i2.2345
Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI). (2024). Laporan Tren Kekerasan di Lingkungan Pendidikan 2024. Jakarta: JPPI
Juanda, J. (2019). Pendidikan karakter anak usia dini melalui sastra klasik fabel versi daring. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(1), 39–54. https://doi.org/10.31004/obsesi.v3i1.126
Kemendikbudristek. (2020). Pedoman Pengembangan Profil Pelajar Pancasila. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Lestyaningrum, I. K. M., Trisiana, A., Safitri, D. A., & Pratama, A. Y. (2022). Pendidikan global berbasis teknologi digital di era milenial. Surakarta: Unisri Press.
Levantini, V., Gelati, C., & Camodeca, M. (2024). Defending behavior in school bullying: The role of empathic self-efficacy, social preference, and student-teacher relationship. Social Psychology of Education, 27, 2015–2029. https://doi.org/10.1007/s11218-024-09892-5
Martini, N. N., Yanthi, L. M. D. W., & Numertayasa, I. W. (2024). Penerapan Literasi Dongeng Anti Bullying Melalui Program “DOLI” di SDN 3 Sulahan. Madaniya, 5(1), 94-101. https://doi.org/10.53696/27214834.707
Nurani, A. C. (2017). Membaca cerita fabel sebagai penanaman karakter jujur pada siswa SMP. WACANA : Jurnal Bahasa, Seni, dan Pengajaran, 1(1), 1–9. https://doi.org/10.29407/jbsp.v1i1.462
Purwati, P., Japar, M., Qomariyah, L., & Tentama, F. (2024). Moral knowing, moral feeling, and moral action in reflecting moral development of students in junior high school. International Journal of Evaluation and Research in Education, 13(3), 1602–1609. https://doi.org/10.11591/ijere.v13i3.25499
Pusat Penguatan Karakter. (2021). Program Pendidikan Karakter: Mencegah dan Melawan Perundungan. Jakarta: Kemendikbudristek.
Syarifuddin, S., & Hasyim, I. (2021). Efektifitas Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Fabel Pada Materi Pembelajaran Bahasa Inggris. Jurnal Ilmiah SEMANTIKA, 3(01), 51–60. https://doi.org/10.46772/semantika.v3i01.528
Tetteng, B., & Ashari, I. R. P. (2023). Pengaruh Empati Terhadap Kecenderungan Perilaku Cyberbullying Pada Remaja Di Kota Makassar. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 2(6), 1155-1163. https://doi.org/10.56799/peshum.v2i6.2391
UNICEF. (n.d.). Jajak Pendapat U-Report tentang Perundungan Daring. UNICEF Indonesia. https://www.unicef.org/indonesia/id/ureport/jajak-pendapat
Varas, D., Saliman, S., & Widiastuti, A. (2024). Bullying prevention in schools through a respect-based CTL learning model. The Innovation of Social Studies Journal. https://ppjp.ulm.ac.id/journals/index.php/iis/article/view/14919
Wahyuni, Y., & Prayuana, R. (2025). Pemanfaatan fabel dalam literasi dan pendidikan karakter di TPQ. Pengabdian: The National Online Journal of Community Service on Linguistics, Language Teaching, Literature and Culture, 2(1), 29–34. https://doi.org/10.32493/noslltl.v2i1.48361
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














