ANALISIS PENERAPAN SEKOLAH RAMAH ANAK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KEKERASAN DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN UPTD SMP NEGERI 1 GUNUNGSITOLI

Authors

  • Simon Yoel Waruwu Universitas Nias
  • Hendrikus Otniel Nasozaro Harefa Universitas Nias
  • Syukur Kasieli Hulu Universitas Nias
  • Berkat Persada Lase Universitas Nias

DOI:

https://doi.org/10.51878/secondary.v6i4.15172

Abstract

Violence in the school environment can threaten students’ safety, comfort, and development, making the implementation of a child-friendly school environment an important preventive effort. The Child-Friendly School (Sekolah Ramah Anak/SRA) program is designed to ensure the fulfillment of children’s rights and create a safe, inclusive, and violence-free educational environment. This study aimed to analyze the implementation of the Child-Friendly School program as an effort to prevent violence at UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli. This research employed a descriptive qualitative case study approach. The informants consisted of five people, namely the principal, one teacher, and three eighth-grade students. Data were collected through observation, interviews, and documentation, while data validity was ensured through source triangulation. Data were analyzed through data reduction, categorization, interpretation, and identification of emerging themes. The findings indicate that the implementation of the Child-Friendly School program was reflected in the socialization of child protection policies, efforts to prevent violence, positive interactions between teachers and students, student participation, and the availability of mechanisms for handling violence. The program contributed to creating a safer and more positive school environment, although its implementation still faced challenges, particularly differences in student understanding, consistency in applying positive behavior, and the need for continuous involvement of the school community. These findings indicate that the sustainability of the Child-Friendly School program requires consistent policy implementation, active participation of school members, and continuous strengthening of violence prevention mechanisms.

ABSTRAK

Kekerasan, perundungan, dan perlakuan yang tidak sesuai dengan hak anak masih menjadi persoalan yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan peserta didik di lingkungan sekolah. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penerapan Sekolah Ramah Anak (SRA) secara konsisten sebagai pendekatan untuk membangun lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan berorientasi pada pemenuhan hak anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Sekolah Ramah Anak sebagai upaya pencegahan kekerasan di UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus deskriptif. Informan penelitian berjumlah lima orang, terdiri atas kepala sekolah, guru, dan tiga peserta didik kelas VIII yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik melalui proses pengodean, pengelompokan kategori, dan penarikan tema. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SRA telah terintegrasi dalam budaya sekolah melalui sosialisasi program, deklarasi antiperundungan, pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TP2K), pembelajaran yang humanis, komunikasi terbuka antara guru dan siswa, serta pelibatan peserta didik. Informan juga mempersepsikan adanya peningkatan rasa aman, sikap saling menghargai, keberanian melapor, dan hubungan sosial yang lebih positif. Namun, penerapan SRA masih menghadapi kendala berupa perbedaan pemahaman warga sekolah, kecenderungan menganggap perundungan verbal sebagai candaan, keterbatasan waktu penguatan karakter, serta belum optimalnya dukungan sebagian orang tua. Dengan demikian, penerapan SRA di UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli menunjukkan kontribusi positif terhadap upaya pencegahan kekerasan, tetapi keberlanjutannya memerlukan sosialisasi yang konsisten, penguatan kapasitas warga sekolah, serta kerja sama yang lebih kuat antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Addawiyah, R., & Kasriman, K. (2023). Peran sekolah dalam pembentukan karakter disiplin siswa. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 9(3), 1516–1524. https://doi.org/10.31949/educatio.v9i3.5837

Alfan Said, M., & Muallifatul Khorida Filasofa, L. (2024). Implementasi program Sekolah Ramah Anak untuk mencegah kekerasan anak. Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(2), 796–804. https://doi.org/10.37985/murhum.v5i2.659

Awliya, W., Alifiyah, N., & Nudin, B. (2023). Efektivitas penerapan program sekolah ramah anak dalam upaya meningkatkan pendidikan karakter di SMP Negeri 4 Pakem Yogyakarta. At-Thullab: Jurnal Mahasiswa Studi Islam, 5(1), 1281–1291. https://doi.org/10.20885/tullab.vol5.iss1.art6

Azizah, A. N., Fitriawan, B. K. N., Muzhaffarah, N. S., Anisa, S. N., & Syanur, V. F. (2023). Implementasi sekolah ramah anak untuk mewujudkan perilaku antikekerasan. Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan, 16(2). https://doi.org/10.24832/jpkp.v16i2.801

Fahmi, A. (2021). Implementasi program Sekolah Ramah Anak dalam proses pembelajaran. Jurnal Visionary: Penelitian dan Pengembangan di Bidang Administrasi Pendidikan, 6(1), 33–43. https://doi.org/10.33394/vis.v6i1.4086

Faiz, A., Kurniawaty, I., & Purwati, P. (2023). Sekolah Ramah Anak sebagai upaya pencegahan bullying dan kekerasan pada peserta didik. Jurnal PGSD, 9(2), 62–68. https://doi.org/10.32534/jps.v9i2.4978

Gustaman, R. F., Gandi, A., & Ratnaningsih, N. (2025). Implementasi pendidikan inklusif dalam mewujudkan sekolah ramah anak. Jurnal Education and Development, 13(1), 660–666. https://journal.ipts.ac.id/index.php/ED/article/view/6635

Izzah, N., Setianti, Y., & Tiara, O. (2023). Peran kepemimpinan kepala sekolah dalam mewujudkan sekolah ramah anak di sekolah inklusi. Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(2), 272–284. https://doi.org/10.37985/murhum.v4i2.236

Kullah, N. M. I., & Yasin, M. (2024). Peran pendidikan sebagai agen perubahan sosial: Studi kasus di MTs. Daarul Ikhlaash Sangatta Selatan. AL-AMIYAH: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(2), 201–210. https://doi.org/10.71382/aa.v1i02.182

Mawaddah, H., & Zaida, N. A. (2021). Efektivitas program sekolah ramah anak dalam pembentukkan karakter positif pada anak kelompok B usia 5–6 tahun di RA Labschool IIQ Jakarta. Hamalatul Qur'an: Jurnal Ilmu Ilmu Alqur'an, 2(1), 1–6. https://doi.org/10.37985/hq.v2i1.15

Oktaviani, V. P., & Riswanda, R. (2024). Evaluasi kebijakan sekolah ramah anak pada SMPN 18 Kota Tangerang Selatan. Epistemik: Indonesian Journal of Social and Political Science, 5(1), 22–32. https://doi.org/10.57266/epistemik.v5i1.253

Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2014 tentang Kebijakan Sekolah Ramah Anak. (2014).

Rohayati, R., Jayanti, T. D., & Victorynie, I. (2025). Peran kesiswaan dalam mewujudkan Sekolah Ramah Anak. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 7(5), 1271–1282. https://edukatif.org/edukatif/article/view/8275

Setiyadi, D., Handoyo, E., & Waluyo, E. (2025). Sekolah ramah anak dan transformasi budaya sekolah: Perspektif hak anak dalam pendidikan dasar. Action Research Journal Indonesia (ARJI), 7(2), 500–517. https://doi.org/10.61227/arji.v7i2.359

Simanjorang, R. R., & Naibaho, D. (2023). Fungsi sekolah. Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 2(4), 12706–12715. https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/698

Tizaka, R. M. P., & Ismail, H. (2023). Analisis pelaksanaan program sekolah ramah anak di Surabaya: Studi pada SDN Kedungdoro V dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bebas kekerasan fisik dan bullying. Jurnal Ilmiah dan Karya Mahasiswa, 1(6), 218–232. https://doi.org/10.54066/jikma.v1i6.1092

Tsani, M. I. I., Sumardi, L., Fauzan, A., & Yuliatin, Y. (2023). Penerapan program sekolah ramah anak sebagai upaya perlindungan anak dari kekerasan di SMAN 9 Mataram. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 8(2), 1035–1042. https://doi.org/10.29303/jipp.v8i2.1408

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (2014).

Wahidiyani, O. C., Rulyansyah, A., & Akhwani, A. (2024). Peran guru dalam pendampingan peserta didik untuk mewujudkan sekolah bebas bullying di SD. Indonesian Research Journal on Education, 4(3), 1044–1053. https://doi.org/10.31004/irje.v4i3.852

Wati, E. K., Suyatno, S., & Widodo, W. (2021). Strategi penerapan program sekolah ramah anak di SD Negeri Kasihan Bantul. PEMBELAJAR: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, dan Pembelajaran, 5(1), 18–29. https://doi.org/10.26858/pembelajar.v5i1.15681

Downloads

Published

2026-09-17

How to Cite

Waruwu, S. Y., Harefa, H. O. N., Hulu, S. K., & Lase, B. P. (2026). ANALISIS PENERAPAN SEKOLAH RAMAH ANAK SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KEKERASAN DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN UPTD SMP NEGERI 1 GUNUNGSITOLI. SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah , 6(4), 2986–2996. https://doi.org/10.51878/secondary.v6i4.15172

Issue

Section

Articles