PERAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DALAM MEMBENTUK SIKAP KOMUNIKATIF PESERTA DIDIK (STUDI DESKRIPTIF PADA KELAS VII C DI MTSN 1 PANDEGLANG)

Authors

  • Nayla Zulvia Rachma Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Ria Yuni Lestari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
  • Qotrun Nida Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

DOI:

https://doi.org/10.51878/secondary.v6i4.14470

Abstract

Pancasila Education learning plays an important role in shaping students' communicative attitudes as part of strengthening character and citizenship competency. However, in its implementation, students are still found to lack confidence in expressing opinions, have not been able to build arguments appropriately, and do not respect the opinions of others in the learning process. This study, conducted from January to March 2026, aims to describe the role of Pancasila Education learning in shaping the communicative attitudes of class VII C students at MTsN 1 Pandeglang using the perspective of Jürgen Habermas's communicative action theory. This study uses a qualitative approach with descriptive methods. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldana model which includes data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that Pancasila Education learning through the debate method plays a role in shaping students' communicative attitudes through a dialogue process that provides opportunities for students to express opinions, build arguments, listen, respect the views of others, and justify their opinions rationally. Based on Habermas's communicative action perspective, the learning process encourages the creation of communication that is oriented towards mutual understanding, so that students' communicative attitudes develop through aspects of clarity, accuracy, honesty, listening skills, respect for other people's opinions, courage to speak, and responsibility in communicating.

ABSTRAK

Pembelajaran Pendidikan Pancasila memiliki peran penting dalam membentuk sikap komunikatif peserta didik sebagai bagian dari penguatan karakter dan kompetensi kewarganegaraan. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan peserta didik yang kurang percaya diri menyampaikan pendapat, belum mampu membangun argumentasi secara tepat, serta kurang menghargai pendapat orang lain dalam proses pembelajaran. Penelitian yang dilaksanakan pada Januari hingga Maret 2026 ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pembelajaran Pendidikan Pancasila dalam membentuk sikap komunikatif peserta didik kelas VII C di MTsN 1 Pandeglang dengan menggunakan perspektif teori tindakan komunikatif Jürgen Habermas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Data kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Pendidikan Pancasila melalui metode debat berperan dalam membentuk sikap komunikatif peserta didik melalui proses dialog yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan pendapat, membangun argumentasi, mendengarkan, menghargai pandangan orang lain, serta mempertanggungjawabkan pendapatnya secara rasional. Berdasarkan perspektif tindakan komunikatif Habermas, proses pembelajaran tersebut mendorong terciptanya komunikasi yang berorientasi pada saling memahami (mutual understanding), sehingga sikap komunikatif peserta didik berkembang melalui aspek kejelasan, ketepatan, kejujuran, kemampuan mendengarkan, penghargaan terhadap pendapat orang lain, keberanian berbicara, dan tanggung jawab dalam berkomunikasi.

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ananta, R. C., Bachri, B. S., & Arianto, F. (2025). The effect of active debate on oral communication skills in sixth grade Pancasila education. Didaktika Tauhidi: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 12(2), 187–199. https://doi.org/10.30997/jtdik.v11i2.21811

Ariatama, S., Prayoga, A., Sopha, F. Z. A., Anggraini, M. S., & Handayani, W. (2022). Penanaman pendidikan karakter dalam mengembangkan warga negara pada era generasi milenial. De Cive: Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 2(2), 52–60. https://doi.org/10.56393/decive.v2i2.513

Baidi, R., Ahmad, A., & Munib, A. (2023). Testing the truth of Comte’s positivism based on Habermas’ critical theory. Trunojoyo Law Review, 5(1), 41–55. https://doi.org/10.21107/tlr.v5i1.19411

Çalik, M., Ba?, H., Ültay, N., & Ayas, A. (2026). Effectiveness of chemical equilibrium-based pedagogical treatments in improving students’ academic performance: A meta-analysis study. International Journal of Science and Mathematics Education, 24(5), 1120–1145. https://doi.org/10.1007/s10763-026-10673-z

Fansuriyah, I. Y., & Muniroh, S. (2023). Secondary school EFL teachers’ knowledge of self-regulated learning (SRL). Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 8(7), 508–517. https://doi.org/10.17977/2502-471x.2367

Febriyanti, R., Mareta, A. C., & Prasojo, A. D. (2025). Peran Pendidikan Pancasila Kewarganegaraan dalam membentuk karakter demokratis peserta didik sekolah dasar: Suatu kajian literatur. Indonesian Journal of Education, 2(3), 333–336. https://doi.org/10.71417/ije.v2i3.1315

Fitri, D. A., Arlina, A., Humayra, R., & Manik, S. (2025). Implementasi pembelajaran dengan metode debat pada mata pelajaran Akidah Akhlak di SMP Muhammadiyah 16 Lubuk Pakam. Jurnal IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam, 3(1), 227–233. https://doi.org/10.61104/ihsan.v3i1.723

Gomes, S. R. de S., & Menezes, A. de A. (2023). Fenomenologia de Habermas e suas contribuições para a hermenêutica. Logeion: Filosofia da Informação, 10, 4–13. https://doi.org/10.21728/logeion.2023v10nesp2.p4-13

Hadiapurwa, A., Riani, P., Yulianti, M., & Yuningsih, E. K. (2021). Implementasi merdeka belajar untuk membekali kompetensi generasi muda dalam menghadapi era society 5.0. Al-Mudarris (Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam), 4(1), 115–129. https://doi.org/10.23971/mdr.v4i1.3140

Hijayanti, A. N., & Rezania, V. (2021). The effectiveness of the active debate method on speaking skills in the social sciences subject of elementary school students. Indonesian Journal of Education Methods Development, 14, 1–4. https://doi.org/10.21070/ijemd.v14i.588

Imam, I., Fiqry, R., & Khatimah, K. (2026). Transformasi epistemologis pembelajaran SD: Fenomenologi deep learning di SDN Pandede. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 6(2), 1020–1032. https://doi.org/10.53299/jppi.v6i2.3996

Indriyani, D., & Naidu, N. B. M. (2025). Revitalisasi nilai lokal: Model proyek partisipatif berbasis budaya Cianjur dalam pembelajaran Pancasila. Jurnal Kewarganegaraan, 22(2), 137–159. https://doi.org/10.24114/jk.v22i2.64750

Khoerudin, C. M., Alawiyah, T., & Sukarliana, L. (2023). Meningkatkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik melalui teknik divergent thinking dan mind mapping dalam pembelajaran PPKn. Jurnal Kewarganegaraan, 20(1), 27–36. https://doi.org/10.24114/jk.v20i1.43785

Lestari, R. W., & Rahmandani, F. (2023). Implementasi Problem Based Learning berbasis e-LKPD interaktif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi peserta didik. Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran, 6(1), 53–63. https://doi.org/10.30605/jsgp.6.1.2023.2375

Madung, O. G. N., & Mere, W. S. (2021). Constructing modern Indonesia based on Pancasila in dialogue with the political concepts underlying the idea of human rights. Journal of Southeast Asian Human Rights, 5(1), 1–24. https://doi.org/10.19184/jseahr.v5i1.20258

Metro, U. M., & Rusman, R. F. N. (2023). Pengaruh kemampuan penguasaan materi, berpikir kritis, kreativitas, komunikasi dan kolaborasi terhadap kemampuan mengajar mahasiswa. Journal of Social Education, 4(2), 96–102. https://doi.org/10.23960/jips/v4i2.96-102

Nugraha, D. A., & Sunartiningsih, A. (2021). Masjid sebagai ruang literasi (Studi kasus Masjid Jenderal Sudirman Colombo, Sleman, Yogyakarta). Kalimah: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam, 19(1), 139–152. https://doi.org/10.21111/klm.v19i1.6370

Nurrohimah, A., & Tetep. (2026). Penerapan metode debat terintegrasi AI dalam meningkatkan kemampuan argumentasi peserta didik pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di SMA Negeri 1 Garut. Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan, 11(1), 105–116. https://doi.org/10.24269/jpk.v11i1.12958

Partono, P., Wardhani, H. N., Setyowati, N. I., Tsalitsa, A., & Putri, S. N. (2021). Strategi meningkatkan kompetensi 4C (critical thinking, creativity, communication, & collaborative). Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan, 14(1), 41–52. https://doi.org/10.21831/jpipfip.v14i1.35810

Rahman, A., & Irayanti, I. (2025). The Pancasila deliberation model: A framework for fostering democratic citizenship in civic education. ENTITA: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial, 7(1), 41–58. https://doi.org/10.19105/ejpis.v7i1.18530

Rosidha, L., & Sulton, S. (2026). Dari nilai ke tindakan: Tantangan penilaian karakter dalam pembelajaran PPKn di SD Negeri 1 Muneng. EDUPEDIA, 10(1), 14–24. https://doi.org/10.24269/ed.v10ispecialissue(1).3588

Sihole, M. M., Rahmat, R., & Nisrina, N. (2025). Internalisasi Suara Demokrasi dalam penguatan P5 sebagai upaya meningkatkan civic participation peserta didik di SMPN 15 Bandung. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(1), 4365–4370. https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.2138

Sudarto, S. (2021). Peningkatan apresiasi siswa terhadap nilai-nilai kearifan lokal dalam pembelajaran sejarah dengan media tradisi sedekah laut Cilacap. Jurnal Artefak, 8(2), 203–212. https://doi.org/10.25157/ja.v8i2.6713

Sukatin, S., Munawwaroh, S., Emilia, E., & Sulistyowati, S. (2023). Pendidikan karakter dalam dunia pendidikan. ANWARUL, 3(5), 1044–1054. https://doi.org/10.58578/anwarul.v3i5.1457

Supena, I., Darmuki, A., & Hariyadi, A. (2021). The influence of 4C (constructive, critical, creativity, collaborative) learning model on students’ learning outcomes. International Journal of Instruction, 14(3), 873–892. https://doi.org/10.29333/iji.2021.14351a

Tricahyono, D. (2024). Mengajarkan Pancasila secara dialogis pada generasi muda. Bhinneka Tunggal Ika Pancasila: Jurnal Internasional Berbahasa Indonesia, 1(1), 29–40. https://doi.org/10.52738/bti.v1i1.3

Widjaja, P. S., Wibowo, D. P. A., & Geovasky, I. (2021). Politik identitas dan religiusitas perdamaian berbasis Pancasila di ruang publik. Gema Teologika: Jurnal Teologi Kontekstual dan Filsafat Keilahian, 6(1), 95–108. https://doi.org/10.21460/gema.2021.61.658

Wulansari, K., & Sunarya, Y. (2023). Keterampilan 4C (critical thinking, creativity, communication, dan collaborative) guru bahasa Indonesia SMA dalam pembelajaran abad 21 di era industri 4.0. Jurnal Basicedu, 7(3), 1667–1674. https://doi.org/10.31004/basicedu.v7i3.5360

Yunus, A., Sukri, S., & Ekawaty, D. (2021). Kebijakan pendidikan dan media sosial sebagai faktor pembentukan preferensi politik pemilih pemula di Kota Makassar. JAKPP (Jurnal Analisis Kebijakan & Pelayanan Publik), 7(1), 65–80. https://doi.org/10.31947/jakpp.v7i1.11776

Downloads

Published

2026-08-14

How to Cite

Rachma, N. Z., Lestari, R. Y., & Nida, Q. (2026). PERAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DALAM MEMBENTUK SIKAP KOMUNIKATIF PESERTA DIDIK (STUDI DESKRIPTIF PADA KELAS VII C DI MTSN 1 PANDEGLANG). SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah , 6(4), 2574–2581. https://doi.org/10.51878/secondary.v6i4.14470

Issue

Section

Articles